Pacarku Hasil Taruhan

Pacarku Hasil Taruhan
Episode 21.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


"Sepertinya aku butuh istirahat sebentar. Jadinya... aku selalu ngelantur yang aneh-aneh seperti ini." sambungnya lagi. Gadis itu kemudian memilih untuk menidurkan tubuhnya di atas ranjangnya, hingga terlelap.


Saat gadis itu sudah terlelap dalam tidurnya. Muncul sebuah notifikasi dari layar ponsel gadis itu. Sehingga layar ponselnya yang menyala itu langsung kembali menutupkan cahaya terangnya.


Sedangkan di sisi lain. Aska menyandarkan kepalanya di kepala kursi yang ada di kamarnya itu dengan posisi kepalanya menatap langit-langit kamarnya yang bernuansa serba putih.


Ia menarik nafasnya panjang dan setelah itu ia meraih ponsel yang ada di dalam saku celananya. Kemudian laki-laki itu mengetik sesuatu di layar ponselnya. Kemudian mengirimkannya kepada seseorang yang di dalam kontaknya ia beri nama 'Jessica' dengan emot love di akhir nama itu.


Kemudian laki-laki itu meletakkan ponselnya di atas mejanya dengan membiarkan cahaya layar ponselnya itu masih menyala. Dan memilih untuk membersihkan diri karena tubuhnya terasa lengket akibat seharian berada di luar.


- Aku tau kamu pasti sudah tidur, kan? Istirahatlah! Hubungi aku jika kamu membutuhkan teman cerita.


Begitulah isi pesan dari Aska untuk Jessica. Dan membiarkan ponsel itu tergeletak di atas mejanya, karena laki-laki itu tau bahwa gadis itu saat ini sedang berada di alam mimpinya yang indah.


****


Jessica terbangun dari tidurnya saat sebuah ketukan pintu kamarnya terdengar dari luar. Ia pun menggeliat sebentar dan mengucek matanya, lalu bangkit dari tidurnya menuju pintu kamar untuk membukakan pintu yang ia kunci dari dalam.


Saat pintu tersebut sudah terbuka. Terlihat Mira sedang geleng-geleng kepala saat melihat sang putri sedang mengucek matanya.


"Ada apa ma?" tanya Jessica sembari merenggangkan otot-otot yang kaku di sekujur tubuhnya.


"Pakai bertanya ada apa? Ini itu sudah jam delapan pagi, kamu gak mau masuk kuliah lagi hari ini?" ucap Mira sang mama. Sembari menunjuk ke arah jam dinding yang ada di kamar sang putri.

__ADS_1


Jessica yang masih dengan matanya yang tertutup. Dengan refleks langsung mengikuti arah pandang sang mama yang mengarah ke jam dindingnya. Dan benar saja! Jam dinding tersebut sudah menunjukkan pukul delapan pagi.


Dengan segala jurus jitu togel yang dimiliki oleh gadis itu. Dengan cepat, Jessica melesat pergi ke dalam kamar mandinya dan dengan secepat kilat menutup pintu kamar mandinya itu.


"Mama, Jessica minta tolong. Ambilkan handuk Jessica dong! Jessica lupa barusan ngambilnya." teriak gadis itu dari arah kamar mandinya.


Sang mama pun hanya menggelengkan kepalanya. Lalu, meraih handuk yang ada di gantungan baju dan memberikannya kepada sang putri saat pintu kamar mandinya sudah terbuka.


"Makasih, mama." ucap Jessica dengan kepalanya yang muncul di balik pintu. Lalu, setelah itu gadis itu menutupnya kembali.


"Mama tunggu di bawah ya? Kamu cepetan mandinya, nanti telat lagi ke kampusnya." ujar Mira dengan suara sedikit keras. Takut sang putri tidak mendengar ucapannya.


"Iya, ma." balas Jessica dari dalam kamar mandinya.


Mira pun kembali menggelengkan kepalanya. Dan keluar dari kamar putri menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk sang putri.


"Jessica.. pelan-pelan sayang. Nanti kamu jatuh!" ucap Mira karena wanita itu sangat takut jika sang putri terjatuh saat menuruni anak tangga di rumahnya yang sangat megah itu.


"Maaf, ma. Tapi aku terburu-buru." ucap Jessica dengan meneguk segelas susu hangat yang sudah di siapkan oleh sang mama.


"Ya ampun sayang! Pelan-pelan. Gak ada yang minta kok."


"Ma, aku pergi ya." ucap Jessica setelah menghabiskan segelas susu hangatnya itu. Dan hendak pergi menuju pintu.


"Eh! Eh! Kebiasaan! Ini mama sudah siapkan bekal untuk kamu makan di kampus! Dai semalam juga kamu belum makan." ucap Mira sembari menyodorkan kotak bekal itu untuk anaknya.

__ADS_1


Jessica pun mengambil dan langsung meletakkannya ke dalam tasnya. Lalu, gadis itu mencium tangan sang mama. Karena gadis itu tau, sang papa sudah berangkat kerja, jadi laki-laki itu terlihat di matanya.


"Jessica berangkat dulu ya, ma." pamit gadis itu.


"Hati-hati di jalan, sayang."


"Iya." teriak Jessica. Saat gadis itu sudah keluar dari rumahnya.


Saat gadis itu hendak membuka pintu pagarnya. Ia melihat Aska sudah berdiri di samping motornya sembari tersenyum hangat ke arahnya.


"Aska, kamu ngapain di sini?" tanya Jessica dengan mengernyitkan dahinya.


"Menjemput kamu buat berangkat bareng ke kampus." ucap laki-laki itu.


Gadis itu nampak terdiam saat melihat laki-laki itu. Ngapain dia menjemput Jessica? Entahlah! Melihat gadis itu hanya terdiam melihatnya, dengan cepat laki-laki itu menarik tangan gadis itu.


"Sudah jangan melamun lagi. Nanti kita telat ke kampusnya." ujar laki-laki itu. Lalu, menghidupkan kembali motornya yang semulanya ia matikan. Sehingga keduanya pun pergi dengan gadis itu memegang baju Aska dari belakang sebagai pegangannya.


.


.


.


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....

__ADS_1


... Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...


__ADS_2