Pacarku Hasil Taruhan

Pacarku Hasil Taruhan
Episode 15.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


Jessica pun nampak mengangguk cepat sembari menampilkan gigi kelincinya saat tersenyum. "Mau."


"Yaudah! Nih!" Aska kemudian menyodorkan es krim vanilla miliknya kepada gadis itu. Dan dengan cepat, Jessica pun langsung meraihnya dan mengambil cup es krim milik Aska.


Di sendoknya es krim vanilla itu dan langsung memakannya dengan sekali hap! Aska melihat gadis itu tersenyum saat memakan es krimnya. "Enak?"


Jessica mengangguk sembari mengambil kembali sesendok es krim milik Aska. "Em.. Enak banget Aska! Ternyata seenak itu ya, aku gak pernah tau Sebelumnya."


"Yaudah! Habiskan saja kalau begitu." ucap Aska.


"Kamu yakin, mau aku habiskan? Terus kamu gimana?"


"Aku sudah cukup kok." ucap laki-laki itu.


"Atau kamu mau nyobain es krim stroberi milikku?" tanya Jessica sembari menyodorkan es krim miliknya.


****


Aska menggelengkan kepalanya saat gadis itu menyodorkan es krim cup miliknya. "Enggak, makasih. Kamu habiskan saja semuanya."


"Kamu yakin? Apa karena aku nyobain es krim kamu. Kamu jadi merasa jijik?" ucap Jessica menatap wajah laki-laki itu dengan mengerucutkan bibirnya.


"Hah?! Enggak kok! Bukan gitu. Aku memang gak di bolehin sama mama makan es krim banyak." ujar Aska.


"Memangnya kenapa?" tanya gadis itu penasaran.

__ADS_1


"Gak di bolehin aja kok. Aku memang di jaga ketat sama mama tentang makanan luar, katanya beliau. Makanan diluar banyak yang tidak sehat." ujarnya panjang lebar.


Jessica yang mendengar penuturan Aska hanya manggut-manggut saja sembari memakan es krim milik Aska dan juga miliknya secara bergantian. Dan saat memasukkan satu sendok es krim ke dalam mulutnya, gadis itu tidak sengaja melihat ke arah tangan laki-laki di sampingnya itu.


Tangan laki-laki terlihat terluka di pergelangan tangannya. "Aska, itu tangan kamu kenapa?"


Aska yang melihat tangan gadis itu menyentuh tangannya yang terluka. Langsung mengangkatnya dan memperlihatkan tangannya yang seperti cakaran itu. "Oh, ini. Ini gara-gara guguk tetangga mengejar ku sehingga jadinya seperti ini."


"Kok bisa jadi seperti ini?" tanya Jessica sembari meringis saat melihat cakaran yang ada di tangan laki-laki itu terlihat dalam.


"Gak tau nih! Kemarin itu, aku lagi jalan-jalan pagi buat mencari udara segar. Tapi tiba-tiba ada segerombolan guguk datang dan mengejar ku, otomatis aku langsung berlari pontang-panting sampai akhirnya aku terjatuh. Dan yah... seperti yang kamu lihat sekarang ini. Tanganku jadi banyak cakaran guguk comel itu." ucap Aska panjang lebar sembari tertawa saat mengingat kejadian itu.


"Dan saat itu juga. Berasa kayak jadi raja anjing aku tuh. Kacau kan aku." ucap Aska lagi. Dan itu membuat Jessica tertawa terbahak-bahak sembari memegang perutnya.


Aska pun yang melihat gadis itu tertawa lepas seperti itu. Membuatnya tersenyum. Setidaknya gadis itu sudah bisa tertawa lepas saat hati gadis itu sedang terluka.


"Iya, Aska? Ah, maaf aku jadi menertawakan mu di saat kamu sedang seperti itu. Habisnya kamu sangat lucu, pakai bilang berasa jadi rajanya anjing." ucap Jessica dengan tangannya yang masih menutup mulutnya agar tidak tertawa lagi.


"Aku menyukaimu Jessica! Maukah kamu menjadi pacarku?" ucap Aska to the poin. Yang membuat Jessica yang awalnya mencoba untuk berhenti tertawa. Tiba-tiba gadis itu hening tanpa suara saat mendengar penuturan laki-laki di sampingnya itu.


"Aska... kamu," ucap Jessica menghentikan ucapannya. Gadis itu tidak tau mau merespon seperti apa atas penuturan laki-laki itu. Gadis itu juga tidak tau, apakah laki-laki di sampingnya itu sedang mengerjainya atau sedang serius. Jessica tidak tau itu.


"Jadilah kekasihku Jessica. Aku tau ini terlalu cepat dan terlalu tergesa-gesa sehingga membuatmu terkejut. Tapi aku serius mengutarakannya kepadamu Jessica." ujar Aska dengan tatapannya yang memang terlihat serius di mata Jessica.


"Kamu tidak perlu menjawabnya Jessica. Aku tau kamu tidak memiliki perasaan apa-apa terhadapku, karena di hatimu masih ada nama Tony, kan? Jadi.. kamu jangan khawatir ya. Aku hanya mengutarakan apa yang ada di hatiku saja." ucap Aska dengan senyuman tulus. Lalu laki-laki itu mengalihkan pandangannya untuk tidak bertatapan lagi sama gadis itu.


Jessica pun hanya memilih untuk diam. Dirinya juga tidak tau harus bagaimana. Karena memang benar, bahwa di hatinya masih ada nama Tony di sana.

__ADS_1


"Aska...,"


"Hehehe! Sudahlah Jessica. Aku kan sudah bilang, kamu jangan merasa tidak enak kepadaku. Aku mengatakannya saja kepadamu. Lagipula, aku juga tidak butuh jawabanmu. Karena aku juga tau seperti apa jawabanmu. Apalagi di hatimu masih ada nama Tony. Jadi.. jika aku terus memaksakan dirimu untuk menjawabnya, justru itu juga yang bisa membuatku terluka. Jadi... lebih baik aku tidak perlu mendengarnya." ucap Aska sembari tersenyum kecil.


"Maafkan aku." ucap Jessica. Gadis itu benar-benar merasa tidak enak terhadap laki-laki di sampingnya itu. Namun, apa yang dikatakan oleh Aska juga ada benarnya. Di hatinya masih ada nama Tony di sana.


"Its okey! Hah!! Setidaknya, aku merasa lega sekarang karena sudah mengatakan perasaanku kepadamu secara langsung seperti ini." ucap Aska sembari mendorong pelan tubuh Jessica. Sehingga membuat gadis itu terdorong ke belakang.


Keduanya pun akhirnya tertawa bersamaan dengan Jessica yang masih memegang kedua cup es krim nya. Aska pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


'Yah! Setidaknya aku sudah mengatakan perasaanku kepadanya. Sehingga, aku tidak perlu memendamnya lagi.' gumam Aska dalam hatinya. Laki-laki itu sudah bisa menghembuskan nafasnya dengan lega.


"Kita kesana aja yuk! Aku pengen cobain yang itu, soalnya aku belum pernah menaiki kuda berputar itu." ucap Jessica mencoba mengalihkan perhatian laki-laki itu. Jessica pun merasa benar-benar tidak enak terhadap Aska.


"Tapi ini kan masih panas Jessica. Nanti kulit kamu kebakar bagaimana? Jadi naiknya nanti saja ya, kalau udah agak mendingan panasnya." ujar Aska. Laki-laki itu melihat ke arah langit yang begitu menyengat kulit.


Namun, gadis itu malah menggelengkan kepalanya dan menarik tangan Aska. Hingga laki-laki itu harus mengikuti gadis itu tanpa penolakan. "Cuma panas juga! Gak bakalan kebakar sampai keluar api kan. Yuk! Ah!"


.


.


.


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....


... Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...

__ADS_1


__ADS_2