
Episode Sebelumnya..
"Maafkan aku Aska."
"Its okey! Hah!! Setidaknya, aku merasa lega sekarang karena sudah mengatakan perasaanku kepadamu secara langsung seperti ini." ucap Aska sembari mendorong pelan tubuh Jessica. Sehingga membuat gadis itu terdorong ke belakang.
Keduanya pun akhirnya tertawa bersamaan dengan Jessica yang masih memegang kedua cup es krim nya. Aska pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
'Yah! Setidaknya aku sudah mengatakan perasaanku kepadanya. Sehingga, aku tidak perlu memendamnya lagi.' gumam Aska dalam hatinya. Laki-laki itu sudah bisa menghembuskan nafasnya dengan lega.
"Kita kesana aja yuk! Aku pengen cobain yang itu, soalnya aku belum pernah menaiki kuda berputar itu." ucap Jessica mencoba mengalihkan perhatian laki-laki itu. Jessica pun merasa benar-benar tidak enak terhadap Aska.
"Tapi ini kan masih panas Jessica. Nanti kulit kamu kebakar bagaimana? Jadi naiknya nanti saja ya, kalau udah agak mendingan panasnya." ujar Aska. Laki-laki itu melihat ke arah langit yang begitu menyengat kulit.
Namun, gadis itu malah menggelengkan kepalanya dan menarik tangan Aska. Hingga laki-laki itu harus mengikuti gadis itu tanpa penolakan. "Cuma panas juga! Gak bakalan kebakar sampai keluar api kan. Yuk! Ah!"
...****...
Akhirnya Aska hanya menurut saja ketika gadis itu menarik tangannya ke tempat yang di inginkan oleh Jessica. Yaitu kuda berputar. Setelah membeli dua tiket. Aska dan Jessica pun langsung menaiki kuda berputar itu dan mesin kuda tersebut mulai berputar.
"Yuhu!!!" teriak gadis itu. Membuat Aska yang melihatnya menyunggingkan senyumannya ikut senang karena gadis itu lagi-lagi tertawa.
'Syukurlah! Dia bisa kembali tertawa lagi. Seperti ini sudah cukup buatku. Meskipun tidak bisa memilikinya.' batin Aska. Laki-laki itu juga ikut senang karena bisa membuat gadis itu tertawa lepas seperti saat ini.
Setelah selesai bermain kuda berputar itu. Jessica beralih ke permainan selanjutnya. Sehingga tidak terasa waktu sudah berlalu begitu cepat. Yang tadinya siang hari, kini telah berganti sore hari.
Keduanya pun kini sedang duduk di kursi yang tadi sempat mereka berdua duduki. Sembari menikmati sekap mie soto ayam yang mereka beli di salah satu warung yang jual di area wahana di sana. Mereka menikmati keindahan sore hari yang terlihat berwarna keemasan itu dengan ditemani sekap mie rasa soto ayam yang di pesan oleh keduanya. Sangat nikmat!
"Aska...," panggil Jessica saat sedang mengaduk mie-nya.
"Hm?" Aska hanya berdehem sembari menyeruput mie-nya itu.
__ADS_1
"Dulu kamu pernah punya seseorang yang kamu sukai tidak?" tanya Jessica tiba-tiba. Membuat Aska yang sedang menyeruput mie-nya tersedak.
Uhuk! Uhuk! Uhuk!!
Jessica yang melihat laki-laki itu tersedak. Langsung mengambil es teh yang ada di depannya sembari membantu laki-laki itu untuk meminumnya. "Aska minum dulu."
Aska pun langsung meminum es teh yang diberikan oleh Jessica kepadanya hingga habis. Kemudian, laki-laki itu mengatur nafasnya dengan menepuk pelan dadanya yang terasa sakit akibat tersedak.
"Aska, maaf. Aku tidak bermaksud membuatmu tersedak." ucap Jessica dan gadis itu merasa sangat bersalah saat melihat hidung mancung Aska kini terlihat sudah memerah.
"Uhuk!! Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya balik Aska.
"Maafkan aku Aska." ucap Jessica. Kini gadis itu terlihat menundukkan kepalanya sembari memainkan jari-jarinya.
"Tentu saja dulu aku memiliki seseorang yang aku suka." ucap laki-laki itu.
Jessica yang menunduk dengan memainkan jari-jarinya mendongak menatap wajah Aska yang memandang lurus ke depan. "Benarkah?"
Jessica yang mendengar penuturan laki-laki itu mengernyitkan dahinya. Gadis itu nampak teringat sesuatu di kepalanya, ada sekelebat bayangan laki-laki yang entah siapa itu. Namun, itu membuat Jessica melirik ke arah Aska yang sudah kembali menatap lurus ke depan dengan raut wajah tanpa ekspresi.
Jessica tidak ingat pasti siapa laki-laki yang baru saja muncul di benaknya. Namun, gadis itu cukup merasakan ada sentuhan dari ucapan laki-laki yang ada di sampingnya dengan sekap mie yang masih di pegangnya.
"Aska.. apakah gadis yang kamu ceritakan itu adalah ak-"
"Ini sudah cukup sore. Sebentar lagi akan menjelang malam. Sebaiknya kita pulang yuk! Aku takut mama kamu akan memarahi aku jika aku melewati batas waktu yang sudah mama kamu berikan." potong Aska tiba-tiba. Sehingga membuat gadis itu tidak menyelesaikan kalimatnya.
Aska pun langsung melangkahkan kakinya menjauhi gadis itu yang masih terduduk di tempatnya. Sehingga beberapa saat terdengar suara laki-laki itu berteriak. Membuat Jessica yang hanyut dalam pikirannya langsung tersadar dan segera bangun dan berlari menghampiri Aska yang suda berada di atas motornya.
"Kenapa buru-buru banget sih! Toh mama juga gak bakalan marah kalau pun telat!" ucap Jessica sembari mengerucutkan bibirnya.
Aska mencubit pipi gadis itu gemas. Sehingga membuat gadis itu meringis kesakitan dan memukul pelan tangan laki-laki itu. "Makanya, jangan terlalu menggemaskan seperti itu. Biar orang-orang yang melihatnya tidak gemas ingin mencubitnya."
__ADS_1
"Ih sakit Aska! Memang kamu tidak sakit kalau di cubit seperti ini, hah? Sini biar aku cubit juga biar tau sakitnya seperti apa." Jessica pun langsung mencubit pipi laki-laki dengan keras. Sehingga Aska menepuk tangan Jessica.
"Auw! Jessica ini sakit!"
"Sakit, kan? Itu juga yang aku rasain tadi." ucap gadis itu.
"Ya tapi, kan. Aku mencubitnya tidak terlalu keras! Tapi kamu malah membalasnya dengan begitu keras." ujar Aska sembari mengelus pipinya yang kini terlihat memerah.
"Bodo! Week!!" Jessica menjulurkan lidahnya pada laki-laki itu.
"Cih!" Aska pun tersenyum saat gadis itu menjulurkan lidahnya. Nampak sangat menggemaskan bagi Aska. Namun, laki-laki itu harus mengontrol dirinya untuk tidak menculik gadis itu karena terlalu gemas.
"Kamu mau pulang nggak?"
Jessica menghentakkan kakinya saat laki-laki itu sudah menghidupkan motornya. "Ih! Aska. Bisa nggak sebentar lagi pulangnya? Aku masih mau di sini dulu."
"Yaudah! Kalau gitu aku tinggal."
"Yak! Yak! Tunggu! Yaudah, ayo kita pulang." ucap Jessica dengan kesal. Gadis itu pun langsung duduk di belakang punggung laki-laki itu.
Dan keduanya pun pergi dari tempat wahana itu. Menuju ke arah rumah Jessica, karena laki-laki itu tidak ingin orang tua dari gadis itu mengkhawatirkannya anaknya.
.
.
.
...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....
...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...
__ADS_1