Pacarku Hasil Taruhan

Pacarku Hasil Taruhan
Bab - 7.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


"Tony! Kamu apa-apaan sih! Yang mencoba mendekatiku siapa? Dia hanya menemaniku makan siang saat kamu tidak bisa." ucap Jessica saat ia berhasil mendorong tubuh kekasihnya itu.


"Kamu masih terus membelanya, iya? Kamu tidak tau siapa dia." kali ini Tony meninggikan suaranya dan menatap wajah kekasihnya itu dengan tatapan tajamnya.


"Rival kamu, kan?" sahut Jessica yang kini juga menatapnya dengan tak kalah tajam.


Tony mengepalkan tangannya dan membalikkan badannya sembari menghantam meja yang ada di depannya. Jessica pun tak peduli, ia lebih memilih membantu Aska yang masih terduduk di lantai dengan bibirnya yang mengeluarkan darah.


"Ayo, kita ke UKS." ucap Jessica sembari merangkul laki-laki itu menuju ke UKS.


Sedangkan Tony yang melihat kekasihnya lebih memilih membantu Aska mengeratkan rahangnya. "Awas kalian."


"Tony kamu tidak apa-apa, kan? Pacar kamu itu bagaimana sih. Sudah tau kamu sama laki-laki itu musuhan, tapi malah memilih pergi sama laki-laki itu. Seharusnya kan dia memilih kamu, karena bagaimana pun kamu kekasihnya." ucap gadis berambut panjang itu yang tiba-tiba menghampiri laki-laki itu.


Tony tak mengatakan apapun kepada gadis itu. Ia lebih memilih untuk pergi juga dari sana meninggalkan gadis itu sendirian.


"Loh! Kok aku malah ditinggal sih Ton. Tony... tunggu dong!" ucapnya sembari mengikuti laki-laki itu.


****


"Auw!!!"


"Maaf, aku akan lebih pelan-pelan lagi." ujar Jessica saat gadis itu mengompres bibir laki-laki itu.


Gadis itu mulai perlahan-lahan mengompres bibir Aska, agar laki-laki itu tidak merasakan sakit pada bibir bawahnya dengan terlihat bengkak akibat pukulan keras dari sang kekasih.


"Maafkan Tony ya." ucap Jessica tanpa mengalihkan pandangannya pada bibir laki-laki itu.

__ADS_1


Aska hanya diam saja, tak menjawab pertanyaan gadis itu. Laki-laki itu hanya menghembuskan nafasnya saat merasakan sakit di bibirnya yang merah.


"Aku tau yang dilakukan Tony kepada kamu itu tidak benar. Aku tidak menyangkal itu! Tapi... Bisakah kamu memaafkannya? Aku tau kalian memiliki masa-masa gelap di masa lalu, sehingga aku juga tidak bisa memastikan apakah kalian akan bisa berdamai nantinya. Tapi aku, kamu orangnya baik."


"Maksudmu?" ucap Aska tak mengerti. Laki-laki itu melekatkan pandangannya pada gadis yang kini menempelkan kembali handuk untuk mengompres bibirnya itu.


"Aku tau, kamu tidak seperti Tony. Yang jika sudah membenci seseorang. Makanya sampai kapan pun dia tidak akan pernah memaafkannya. Dan kamu tidak terlihat seperti itu." ucap gadis itu setelah selesai mengompres.


Gadis itu kemudian mengembalikan wadah tempat air hangat tadi buat bantu laki-laki itu di atas nakas dan mengembalikan obat yang ia gunakan di tempatnya. Lalu, gadis itu kembali duduk di samping Aska dengan memastikan bibir laki-laki itu telah diobati semuanya.


"Kenapa kamu bisa beranggapan seperti itu? Kamu tidak tau seperti apa aku sebenarnya." ucap laki-laki itu sembari membuka tasnya mencari sesuatu.


"Yah, aku memang tidak tau seperti apa kamu. Karena kita juga baru kenal beberapa jam yang lalu." ucap Jessica yang kini sudah berdiri di ambang pintu.


"Tapi aku tau kamu orang yang baik." sambungnya lagi. Membuat Aska yang sedang mencari-cari sesuatu di dalam tasnya, langsung menatap ke arah gadis itu dengan pandangan lekatnya.


Dan disaat yang bersamaan. Muncullah Tony dengan tampang kesalnya menatap ke arah Aska yang masih duduk ditempatnya. Tony mendekat ke arah rivalnya itu dengan tangan yang mengepal kuat.


Melihat itu, Jessica langsung menghalangi tubuh Aska yang terduduk itu. Sehingga langkah Tony terhenti dan menatap wajah kekasihnya dengan tatapannya yang sulit gadis itu artikan.


"Hm. Apa yang dikatakan sama Nadine ada benarnya. Sekarang aku mulai berpikir tentang apa yang baru saja terjadi diantara kita. Dan sejak itu juga aku mulai meragukan hubungan ini." ucap Tony dengan senyuman kecutnya. Dan itu sukses membuat Jessica yang mendengarnya membulatkan matanya dan sama halnya dengan laki-laki yang kini berada di belakang gadis itu.


"Maksud kamu apa Tony?"


Aska pun bangkit dari tempatnya dan mendorong pelan tubuh gadis itu. Dan menatap wajah sang rival dengan yang terlihat mulai mengeraskan rahangnya.


"Kita yang memiliki masalah, bukan kekasihmu. Lalu kenapa kamu harus meragukannya." ucap Aska datar.


"Cih! Lalu, apa urusanmu?" Tony terlihat sudah memajukan langkahnya. Membuat Aska harus memundurkan tubuhnya.

__ADS_1


"Tidak ada! Tapi kalau sikap kamu seperti ini terhadapnya, makanya jangan salahkan aku. Jika aku ada di pihaknya." sahut Aska dengan wajahnya yang tenang. Tony kembali mengepalkan tangannya dan Jessica dapat melihat raut wajah kekasihnya itu mulai menahan amarah.


"Baik! Jika seperti itu." Tony melirik ke arah kekasihnya dengan tampak terdiam melihat keduanya dengan perasaan khawatir.


"Bagaimana kalau kita taruhan?"


Aska yang mendengar perkataan laki-laki di hadapannya itu mengernyitkan dahinya. "Taruhan?"


"Iya, bagaimana kalau kita taruhan. Kita adu kecepatan balap kita, dan melihat siapa di sini yang kalah!" Tony memajukan wajahnya pada Aska yang masih terlihat tenang.


"Kalau aku menang, aku dapat apa?" tanya Aska.


Tony tersenyum kecut. Lalu, menunjuk ke arah sang kekasih. "Dia?"


Bagaimana di sambar petir. Bagaimana bisa kekasihnya dengan entengnya mempertaruhkan dirinya sebagai imbalan? Jessica nampak memundurkan tubuhnya karena tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu.


Aska pun sempat terkejut dengan perkataan rivalnya itu. Laki-laki itu menoleh ke arah gadis yang kini telah meneteskan air matanya dengan tangan yang membungkam mulutnya dengan kedua tangannya.


Kemudian laki-laki itu kembali menatap ke arah rivalnya itu. "Aku terima tawaranmu."


.


.


.


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...

__ADS_1


__ADS_2