Pahitnya Cincin Di Jari Manis

Pahitnya Cincin Di Jari Manis
Part 45


__ADS_3

Kenan terus membawa Kania di gendongannya, sambil melewati beberapa para pengunjung. Bahkan Kenan terus fokus menatap kanan dan kiri untuk mencari keberadaan orang tuan Kania, walaupun dia tidak faham, seperti apa orang tuan Kania.


Maura dengan Tiara terus saja mencari keberadaan Kania, Maura begitu sangat cemas, bagaimana kalau putrinya itu di culik. Bahkan mereka berdua sudah berpencar namun tidak juga menemukan Kania.


"Bagaimana kalau kita melapor pada petugas informasi di sini buk, jika kita kehilangan Kania, jika hanya kita berdua mencari seperti ini tidak akan ketemu, karena mall ini begitu sangat luas, apa lagi sampai 7 lantai." Tiara yang memberi solusi kepada majikannya.


Maura yang mendengar ucapan Tiara seketika setuju, mereka berdua pun sudah menuju ke petugas informasi di mall tersebut, dan memberi tahu jika Kania hilang.


Tidak lama petugas informasi mall pun segera menginformasikan bahwa ada seorang balita berjenis perempuan berumur 2 tahun lebih, memakai baju merah muda, celana panjang berwarna hitam, dan sepatu yang sama yaitu merah muda, yang bernama Kania. Petugas informasi juga memberi tahu jika menemukan Kania, orang tua Kania akan memberikan uang kepada orang tersebut.


Seluruh ruangan mall pun mendengar informasi tersebut, begitu pun Kenan, Kenan yang masih berjalan di lantai 4 seketika berhenti sejenak, kala mendengar sebuah pengumuman dari petugas di mall tersebut. Kenan yang mendengar pengumuman itu seketika menatap ke arah Kania yang juga memakai baju berwarna merah muda, celana hitam, sepatu merah muda.


Kenan seketika langsung mencari di mana letak ruangan petugas informasi di mall tersebut, untuk mengembalikan Kania kepada orang tuannya. Kenan cukup senang, akhirnya dia tidak susah payah harus mencari orang tua Kania di mall yang begitu sangat ramai.


Setelah bertanya dengan petugas security di malla tersebut, Kenan pun langsung di antarkan ke ruang petugas informasi yang letaknya berada di lantai satu. Setibanya di depan ruangan, Kenan melihat ada satu wanita yang hanya terlihat punggung dan juga rambutnya dari belakang.


Satu security sudah masuk ke dalam ruangan, dan memberi tahu, bahwa anak balita yang mereka cari sudah ketemu. Maura yang mendengar ucapan security seketika bahagia, dan laga. Maura seketika keluar dari ruangan untuk menemui putrinya dan juga orang yang menemukan putrinya untuk mengucapkan terimakasih.


Namun saat baru saja Maura membuka pintu, ia di kejutkan dengan seorang laki-laki, berbadan tegap, berwibawa, yang sangat ia kenal sedang mengendong putrinya. Senyum yang tadi menghiasi wajahnya karena bahagia kini berubah begitu saja. Maura terus memandang wajah Kenan dengan penuh tanda tanya, bagaimana bisa Kania berada di tangan Kenan. Laki-laki yang merubah hidup nya 90 derajat tersebut.


Kenan yang melihat kehadiran Maura di ruangan tersebut tak kalah terkejutnya, ternyata anak balita yang ia temukan itu adalah anak Maura. Kenan tidak menyangka akan bertemu Maura kembali setelah dua tahun lebih tidak bertemu, bahkan Kenan melihat Maura masih sama seperti dulu, tetap terlihat cantik, tidak ada yang berubah dari Maura. Kini Kenan dan Maura saling beradu pandang. Hingga pandangan mereka pecah saat Kania memanggil Maura.

__ADS_1


"Mommy?." panggil Kania, yang ingin turun mendekat ke arah Maura.


"Apakah benar ini anak yang anda cari nona?." tanya security kepada Maura.


"Iya Pak, benar." jawab Maura sambil meraih tubuh Kania dari gendongan Kenan.


Sesuai yang di janjikan Maura kepada petugas mall tersebut, jika seseorang yang berhasil menemukan Kania akan di berikan uang yang sepadan dengan kebaikannya.


"Tiara, minta lah nomor rekeningnya.? " Perintah Maura kepada Tiara yang berada di samping Maura.


"Baik buk." jawab Tiara.


Kenan yang melihat Maura pergi seketika mencoba untuk mengejarnya, ia sama sekali tidak mengindahkan ucapan Tiara yang berterimakasih kepadanya dan meminta nomor rekeningnya. Bagi Kenan itu tidak penting, yang paling penting adalah wanita yang selama ini ia cari, hingga dua tahun ini akhirnya ketemu.


Kenan terus berlari untuk mengejar Maura dan juga Kania, Kenan melihat Maura sudah menuju ke parkiran mall, Kenan semakin mempercepat langkahnya dan langsung menarik tangan Maura begitu saja.


"Maura.." Kenan yang sudah menggenggam tangan Maura.


Maura yang mendapat tarikan dari Kenan mau tidak mau harus memberhentikan langkahnya. "Lepaskan!." Maura yang mencoba menepis tangan Kenan.


"Kenapa kamu lari Maura? dua tahun aku mencari mu, bagaimana bisa kamu ada di sini? bukankah kata keluarga mu kamu ada di singapure?."

__ADS_1


Maura tidak menjawab pertanyaan dari Kenan, ia kembali melangkahkan kakinya untuk menuju ke mobilnya, namun laki-laki Kenan menghalanginya.


"Jawab pertanyaan ku Maura?." Kenan yang kembali menarik tubuh Maura hingga Maura menghadap ke arah Kenan.


"Tidak ada yang perlu aku jawab, Kenan! dan kamu juga sudah tidak perlu jawaban itu!." bentak Maura.


"Kamu tahu aku mencari mu ke mana-mana, hingga sampai singapure tapi tak juga menemukanmu, tidak ada kata lelah aku mencari mu, Maura."


"Untuk apa kamu mencari ku? kamu tidak perlu mencari ku lagi, karena kita sudah tidak saling kenal." ucap Maura.


"Aku mencari mu karena aku masih ada tanggung jawab terhadap anak itu, anak yang kamu kandung dulu."


Maura yang mendengar ucapan Kenan seketika tersenyum kecut. "Anak itu sudah tidak ada, bukankah dulu aku sudah pernah bilang kepadamu, jika aku hamil, aku tidak akan membiarkan itu terjadi, anak itu sudah tidak ada."


Kenan yang mendengar ucapan Maura seketika bingung. "Lalu siapa anak kecil yang kamu gendong ini, bukankah dia?."


"Dia bukan bayi itu, dia bukan anak ku, Kania ini adalah anak kak Dinda, anak itu sudah mati lama, kamu tidak perlu untuk mencari apa lagi bertanggung jawab, semua sudah telat!." ucap Maura lagi lalu kembali berjalan untuk masuk ke dalam mobil.


Tiara baru saja tiba di parkiran Mall, ia yang melihat bosnya sudah masuk ke dalam mobil, segera masuk ke dalam mobil. Dan mobil berwarna hitam pun sudah melaju meninggalkan parkiran Mall.


Kania yang sedang duduk di pangkuan baby suster seketika melambaikan tangan ke arah Kenan masih berdiri mematung menatap ke arahnya.

__ADS_1


__ADS_2