
Kenan yang masih mematung di tempat terus menatap kepergian Maura dan juga Kania. Kenan terus menatap wajah balita yang begitu cantik dan menggemaskan tersebut di dalam mobil.
"Apa benar, Kania adalah anak kak Dinda, tapi kenapa aku merasa itu bukan anak kak Dinda." ucap Kenan yang terus bertanya-tanya dalam pikirannya.
Kenan yang sudah melihat Maura pergi pun seketika kembali masuk kedalam mall untuk menemui istrinya Dahlia yang sedang nyalon di sebuah mall tersebut.
Dua tahun lebih Kenan dan Dahlia belum di karunia momongan, padahal orang tua Kenan tuan Guntoro dan nyonya Keni terus menanyakan tentang program promil yang sedang Dahlia lakukan. Mereka terus menanyakan hal tersebut, karena ingin segera mempunyai momongan. Bahkan sempat tuan Guntoro menyuruh Kenan untuk menceriakan Dahlia, karena tak kunjung memberikan mereka cucu.
Setibanya di depan salon, Kenan melihat dari kaca pintu, istrinya sedang berbicara dengan seorang laki-laki di dalam salon tersebut. Kenan yang melihat hal tersebut seketika memberhentikan langkahnya. Kenan melihat Dahlia begitu akrab dengan laki-laki yang mengunakan pakaian serba hitam, namun Kenan tidak mengenal sama sekali siapa laki-laki tersebut.
Kenan terus melihat mereka dari sebalik dinding kaca salon, saat Kenan terus memperhatikan gerak-gerik mereka tiba-tiba laki-laki berbaju hitam tersebut mengecup kening Dahlia, lalu berjalan keluar dari dalam salon.
Kenan yang melihat Dahlia di kecup oleh laki-laki lain seketika terkejut. Walaupun Kenan sebenarnya tidak pernah mencintai Dahlia, dia menikah dengan Dahlia hanya tuntutan dari orang tua angkatnya. Jika Kenan tidak menikah dengan Dahlia. Kenan akan di coret dari kartu Keluarga, bahkan mengambil semua hak milik yang Kenan miliki sekarang. Dari jabatan, rumah, uang dan masih banyak lagi.
Kenan tidak melihat jelas siapa laki-laki tersebut, namun yang jelas Kenan tidak pernah mengenal siapa laki-laki yang menemui istrinya. Setelah melihat laki-laki misterius itu pergi. Kenan kembali berjalan masuk ke dalam salon. Saat masuk Kenan melihat Dahlia sudah selesai melakukan perawatan rambut, dan perawatan yang lainnya.
__ADS_1
"Kemana aja mas? kok baru balik? sampai rambut ku udah selesai di cat sama di catok." tanya Dahlia yang berdiri di depan meja kasir untuk melakukan pembayaran.
"Iya.. tadi sambil beli makan di bawah, nunggu kamu lama, sampai laper." jawab Kenan.
"Namanya juga di salon, ya jelas lama lah, apa lagi aku ganti warna rambut, yang penting kan istrimu ini cantik, masa kamu ngga bangga punya istri cantik kaya aku." ucap Dahlia.
Kenan tidak mengindahkan ucapan Dahlia, ia sudah muak mendengar Dahlia yang selalu berkata bahwa dia itu cantik dan anggun. Padahal menurut Kenan Dahlia ini wanita yang aneh, yang suka gonta-ganti warna rambut, make up yang berlebihan. Sangat jauh dari kriteria Kenan yang suka dengan wanita berambut hitam, make up yang natural, dan tidak glamor.
"Emang tidak ada warna rambut selain warna hijau, rambut kamu kaya daun singkong warnanya hijau." ucap Kenan yang menatap aneh ke arah Dahlia yang suka menggunakan cat rambut yang sangat mencolok.
"Ini bagus tauk mas, lagi viral, lagi musimnya rambut warna hijau." jawab Dahlia sedikit mengibaskan rambutnya.
"Tadi siapa laki-laki yang bicara sama kamu?." tanya Kenan.
"Hah.. laki-laki? siapa?." tanya balik Dahlia sambil berjalan keluar dari dalam salon.
__ADS_1
"Yang barusan bicara sam kamu di dalam?."
"Oh.. itu.. teman masa kuliah aku, dia kesini pergi sama pacarnya, dan tidak sengaja melihat aku di mall ini juga." jawab Dahlia.
Kenan yang mendengar jawaban dari Dahlia hanya mengangguk pelan. Padahal dia tidak percaya dengan jawaban Dahlia yang begitu aneh. Kalau di logika, mana ada teman sampai tahu temannya berada di dalam salon. Bahkan laki-laki tersebut datang sendirian tidak sama perempuan.
Kenan sering melihat Dahlia bersama seorang laki-laki di luar sana, setiap di tanya katanya hanya teman biasa. Namun Kenan tidak perduli itu, toh dia juga tidak mencintai Dahlia. Dia hanya menjalan kan kewajibannya sebagai suami saja. Dengan memberi nafkah. Bahkan Kenan juga tidak menginginkan seorang anak dari Dahlia. Apa lagi Dahlia tipe wanita yang susah untuk di atur, dan jarang di rumah melayani semuanya. Dia tipe wanita yang sibuk dengan dunianya sendiri.
Bahkan Kenan juga ada pemikiran untuk segera menceriakan Dahlia, namun waktunya belum tepat. Dia ingin mencari informasi yang lebih banyak, atas perselingkuhan istrinya dengan seorang laki-laki di luar sana, agar mempermudah proses perceraiannya. Padahal selama ini, Kenan hanya pura-pura bodoh saja. Apa lagi tuah Galang selaku ayah angkat Kenan juga menginginkan mereka berdua bercerai, karena tuan Galang pikir, Dahlia ini wanita mandul.
Kenan hanya ingin kembali dengan Maura, dan berharap anak yang di kandung Maura dulu tumbuh dengan sehat dan lengkap, tanpa dirinya. Dua tahun lebih Kenan terus mencari keberadaan Maura. Dan tidak mengira akhirnya ia menemukan Maura di Mall tersebut.
.
.
__ADS_1
.
Yok kakak-kakak jangan lupa untuk like, comment, dan vote ya.. terimakasih❤