
Lalu Christina mengajak Paloma ke Museum Louvre. Destinasi kedua Paloma tersebut terletak di Rive Droite Seine atau tepi Sungai Seine, Arondisemen pertama di Paris. Christina mengajak Paloma mengelilingi museum lima lantai tersebut. Mereka berkeliling ke area Denon, Richelieu, dan Sully untuk melihat sekitar 35 ribu benda seni dari mulai zaman prasejarah hingga abad ke-19. Paloma sangat menyukai berbagai koleksi benda yang berada di museum tersebut, mulai dari Mesir Kuno, Yunani sampai dengan Romawi. Paloma bahkan sampai tak berhenti memandang lukisan Monalisa yang dilindungi oleh kaca yang cukup tebal tersebut.
"Apa kamu menyukainya, Paloma?" Tanya Christina sambil terheran-heran.
"Sangat. Aku sangat menyukai lukisan Monalisa ini. Aku sangat mengaguminya dari dulu." Jawab Paloma sambil terus memandang lukisan monalisa tersebut.
Christina memberikan waktu kepada Paloma untuk menikmati lukisan Monalisa tersebut. Hingga akhirnya setelah Paloma puas menikmati pemandangan itu, mereka kemudian pergi keluar dari Museum Louvre itu. Mereka pergi berjalan menuju ke tempat parkir mobil untuk melanjutkan perjalanan mereka.
"Kita mau kemana lagi, Christina?" Tanya Paloma saat mereka sedang berada di dalam mobil.
"Ada deh...., pastinya tempat sangat indah." Tukas Christina.
"Oke. Aku ikut saja. Sebelum bosen harus balik lagi ke Amrik." Sahut Paloma datar.
Christina tertawa dengan perkataan Paloma. Kemudian Christina menghidupkan mobilnya dan kemudian tancap gas menuju ke tempat berikutnya.
"Bagaimana moodmu sekarang, Paloma? Udah baikan?" Tanyanya sambil tersenyum dan menyetir.
"Lebih baik daripada kerjaan kemarin." Sahut Paloma sambil menikmati indahnya pemandangan yang terdapat di jalan-jalan Negara Perancis.
"Aku yakin ini adalah tempat favoritmu." Kata Christina.
Selama dalam perjalanan mereka banyak mengobrol tentang masalah karir dan percintaan. Hingga tak terasa mereka tiba di tempat yang dituju, yaitu Fauborg Saint Honore yang terletak di lingkungan Louvre-Tuileries dan hanya terletak beberapa blok dari Opera Garnier dan Paris department store di Boulevard Haus.
__ADS_1
Faubourg Saint-Honore merupakan salah satu pusat mode di Paris. Tempat wisata di Perancis ini merupakan destinasi terbaik pengunjung untuk menemukan berbagai rancangan busana Creme de la creme, furnitur unik, dan kosmetik dengan kualitas terbaik.
Di tempat persinggahan terakhir ini, Christina dan Paloma berjalan-jalan sambil shopping beberapa barang-barang brand fashion klasik kelas atas seperti Versace, Hermes, Yves Saint Laurent, dan Colette.
Mereka sangat menikmati suasana dan kegiatan mereka. Sehingga tak terasa mereka pulang dengan membawa barang belanjaan yang seabrek sampai bagasi mobil mereka penuh. Selama di Perancis, Paloma benar-benar menikmati sesi liburan yang disuguhkan oleh Christina itu. Paloma berterima kasih atas perhatiannya yang sudah membawa Paloma kembali bersemangat dan melupakan kesedihan atas luka yang dialaminya tersebut walaupun sejenak. Mereka lalu kembali ke hotel tempat mereka menginap, lalu beristirahat dengan lelapnya. Melepas segala kepenatan dari sesi jalan-jalan mereka di Perancis. Keesokan harinya, mereka check out dari hotel tersebut dan pergi ke Charles de Gaulle Airport untuk bertolak ke Los Angeles, Amerika.
****
Hari ini, Paloma mau menghadiri pesta ulang tahunnya, Kelly. Kelly merupakan salah satu temannya dalam dunia modelling. Mereka berteman sejak Paloma dan Kelly menjalani sesi pemotretan bersama di New York untuk sebuah tabloid ternama di Amerika.
Biasanya Paloma mengajak Jacob kemanapun ia pergi. Tapi kali ini dia pergi sendirian karena Paloma ingin belajar menjauhi Jacob. Sudah sebulan lamanya Paloma belajar tanpa kehadiran Jacob disisinya. Ia berusaha menghindar dari Jacob dengan cara menjauhinya dan tidak menghubunginya.
Di pesta ulang tahun Kelly ini, Paloma memakai gaun sleveless putih dengan ornamen simetris pada pinggangnya. Ia juga memakai make up yang natural dengan lisptik matte pink yang menghiasi bibir tipisnya. Tak lupa ia memakai high heels warna putih dan hand bag merk Hermes yang dibelinya kemarin di Paris untuk melengkapi outfitnya. Menambah Paloma semakin anggun dan cantik.
"Happy Birthday, Kelly. Semoga kamu cepat dapat cinta ya. " Kata Paloma sambil mengecup pipi Kelly.
Hari ini Kelly sangat kelihatan cantik. Ia memakai gaun merah dari sutra yang dipadu dengan kalung berlian yang melingkar di lehernya.
"Thank you, Beb. Btw, kamu datang sama siapa?" Tanya Kelly sambil menatap mata Paloma.
"Aku...." Terdengar suara laki-laki di belakang Paloma. Paloma kaget dan kemudian menoleh ke belakang badannya. Seorang laki-laki tampan tersenyum kepadanya. Andrew Scard, seorang aktor pemula berjalan mendekat ke arah Paloma.
"Kalian sudah saling kenal?" Tanya Kelly dengan rasa tidak percaya.
__ADS_1
"Sudah, kami sedang merajut jalinan kasih." Kata Andrew sambil menarik tangan Paloma.
Paloma hanya diam seribu bahasa sambil memperhatikan gaya Andrew. Para wartawan yang sedari tadi berkempul di dekat Kelly, sontak saja langsung meliput kejadian tersebut. Mereka sibuk memotret Andrew yang merapatkan tubuhnya disamping tubuh Paloma sambil memegang tangan Paloma. Mereka mencecar Andrew dan Paloma dengan berbagai pertanyaan. Hanya Andrew yang sibuk dan antusias menjawab pertanyaan dari para wartawan tersebut. Sementara Paloma hanya diam dan berusaha menghindari para wartawan dengan cara tidak menanggapi pertanyaan mereka.
Paloma sebenarnya kesal dengan tingkah Andrew tersebut dan bisa saja membuat Andrew pingsan dengan tendangan kakinya. Namun ia lebih memilih diam dan tidak membuat keributan demi menghargai acara Kelly malam ini.
Paloma kemudian beranjak pergi untuk menghindari para wartawan dan tak lama kemudian Andrew mengikutinya.
"Aku minta maaf sebelumnya, semua ini aku lakukan demi mendongkrak filmku yang terbaru." Kata Andrew setelah dia berhasil mengejar Paloma dan duduk di sebelahnya.
Paloma tidak menyahuti perkataan Andrew, ia asyik memandang kesana-kesini sambil meminum sampagnenya.
Bagi seorang artis, kejadian tersebut sering sekali dialami oleh mereka. Sekarang tergantung artis tersebut, mau melanjutkan gimmick ini dengan bayaran atau cuma sampai disitu saja.
"Oke, tidak apa-apa. Tapi kamu sudah lancang." Sahut Paloma.
"Kamu tidak meminta izinku terlebih dahulu." Lanjutnya.
"Aku mengagumimu, Paloma. Kamu adalah wanita idolaku." Kata Andrew yang berusaha merayu Paloma.
Paloma menatap Andrew dengan tersenyum. Andrew merupakan salah satu aktor debutan yang bisa dibilang cukup ganteng dan tampan. Tapi semuanya itu tidak cukup membuat Paloma untuk tertarik kepadanya.
"Terima kasih sudah mengagumiku. Tapi aku sama sekali tidak tertarik." Sahut Paloma sambil mengibaskan tangan Andrew yang berusaha memegang tangannya.
__ADS_1
Pada saat sesi dansa dimulai, Andrew mengajak Paloma untuk berdansa. Paloma menolaknya karena ia hanya ingin menikmati suasana ini sendirian. Tapi tatkala Andrew berlutut di hadapannya untuk mengajaknya berdansa, Paloma merasa tidak enak, karena beberapa wartawan mengabadikan peristiwa yang dikira sebagai momen romantis tersebut.