PALOMA

PALOMA
Bab 8 Paloma


__ADS_3

Sesampainya di tempat parkir apartemen Paloma, Jacob langsung memarkirkan mobilnya dengan tergesa-gesa dan kemudian mematikan mobilnya. Jacob langsung membuka pintu mobilnya dan keluar dengan cepat. Ia segera berlari menuju pintu masuk ke apartemen. Sampai di depan pintu masuk, dua orang security sudah menunggu di depan pintu masuk apartemen. Jacob langsung bertanya kepada kedua security tersebut.


"Dimana Paloma?" tanya Jacob dengan nada penuh kekhawatiran.


"Dia ada di ruangan olahraga, kami...", belum selesai security tersebut menceritakan kejadian yang terjadi dengan Paloma, Jacob langsung berlari menuju ruangan olahraga.


Jacob masuk ke ruangan olahraga yang berada di area apartemen Paloma. Dia melihat ke sekeliling ruangan. Kaca pecah dan berhamburan di sana-sini, hiasan pot berantakan, ruangan itu benar - benar hancur.


Di sudut ruangan, dia melihat Paloma sedang duduk terdiam sambil menangis sesenggukan.


Jacob kemudian berjalan mendekati Paloma dengan perlahan. Tanpa berkata - kata, Jacob langsung meraih tubuh Paloma, memeluk dan mencium kening Paloma. Dia merasa kasihan dengan keadaan Paloma. Dia terus memeluk Paloma dan tidak melepaskannya.


Paloma terus menangis. Hatinya sangat sedih. Dia lalu membalas pelukan Jacob dan rasanya dia tidak ingin melepaskan Jacob untuk saat ini.


Jacob mengelus rambut Paloma dengan lembut. Rasa cintanya yang berada di hatinya sudah tak bisa dipungkiri lagi.


"Menangislah paloma, luapkan semua rasa kesal dan gundah yang ada di hatimu. Aku akan terus ada disini untuk menemanimu" kata Jacob sambil terus memeluk Paloma.


Suasana di ruangan olah raga tersebut sangat Syahdu. Paloma menangis sejadi-jadinya. Meluapkan semua rasa sedih dan kecewa yang menyelimuti dirinya. Sementara Jacob masih terus memeluknya sambil terus menepuk-nepuk punggung Paloma untuk bisa menenangkannya.


Setelah sekian lama, akhirnya Paloma merasa lebih tenang. Jacob kemudian mengajak Paloma keluar dari ruangan olahraga dan membawa serta menuntunnya masuk ke dalam kamarnya.


Lalu Jacob membawa Paloma duduk di sofa dan kemudian Jacob mengambilkan Paloma air yang ada di lemari es rumahnya.


"Minumlah Paloma, agar kamu merasa lebih tenang" ucap Jacob sambil menyodorkan botol tersebut.


Paloma lalu mengambil botol dari tangan Jacob dan meminumnya sambil memandang Jacob. pikirannya tidak menentu arah, seluruh hatinya sakit dan sedih.


Setelah terdiam beberapa saat lamanya, akhirnya Paloma berbicara.

__ADS_1


"Aku ingin mandi, membersihkan diri, tunggulah disini" kata Paloma sambil berdiri dari tempat duduknya. Meninggalkan Jacob sendirian duduk di sofa tersebut.


Jacob kemudian menunggu Paloma sambil mencoba menelepon Christina. Ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan kemudian menekan nama Christina di ponselnya.


"Hai, Christina." Sapa Jacob.


"Hai Jacob." Balas Christina.


"Bagaimana dengan Paloma, apa dia baik - baik saja??" tanya Christina dengan nada khawatir.


"Dia baik -baik saja, aku bersamanya saat ini." ucap Jacob.


"Dari tadi aku menunggu teleponmu. Aku sangat khawatir dengan keadaan Paloma." sambung Christina.


"Kamu tidak perlu khawatir, sekarang dia lagi mandi. Aku akan menemaninya sampai dia merasa tenang" sahut Jacob mencoba menenangkan Christina juga.


"Oh Godness, Thanks God." Kata Christina lega.


"Baiklah, aku percaya padamu" ucap Christina sambil menutup teleponnya.


Paloma membasahi seluruh tubuhnya. Rambutnya dibiarkan terguyur di shower. Cukup lama Paloma membiarkan kepalanya dipijat air yang keluar dari shower kamar mandinya. Setelah selesai mandi, dia kemudian berganti pakaian. Lalu dia menghampiri Jacob dan duduk di hadapan jacob.


Jacob melihat Paloma terlihat lebih segar sekarang.


"Apa kamu sudah merasa lebih baik?" tanya Jacob ketika Paloma sudah duduk dihadapannya.


Paloma menatap Jacob lalu ia mengangguk.


"Terima kasih Jacob, tapi kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Paloma heran sambil mengusap - ngusap tangannya yang tergores pecahan kaca.

__ADS_1


Jacob tidak menjawab pertanyaan Paloma. Lalu dia melihat tangan Paloma yang terluka.


"Apa kamu merasa sakit? Apa kamu punya obat untuk lukamu itu?" tanya Jacob seraya meraih tangan Paloma.


"Ada dikamar, dilaci no 2." sahut Paloma.


Kemudian Jacob masuk ke kamar Paloma. Ia berjalan ke arah meja dekat tempat tidur Paloma dan membuka laci tersebut. Ia mencari dan mengambil obat dan pembalut luka, lalu kembali ke tempat duduk Paloma untuk mengobati tangan Paloma yang terkena pecahan kaca tadi.


"Sebelum kamu melakukan sesuatu, sebaiknya kamu berpikir dulu, jangan menyakiti diri sendiri" kata Jacob sambil membersihkan luka di tangan Paloma.


Paloma hanya diam saja sambil memperhatikan Jacob yang sedang berusaha mengobati lukanya. Paloma terkesan dengan sikap Jacob terhadap dirinya tersebut. Ia tidak menyangka ternyata ia merupakan sosok pria yang baik dan perhatian.


Kemudian tiba-tiba Paloma memeluk Jacob. Ia menangis lagi. Tak kuasa ia menahan air matanya hingga membasahi bahu Jacob. sementara Jacob langsung menghentikan kegiatannya. Ia kaget dan tidak menyangka Paloma langsung memeluknya. Ia meletakkan obatnya itu dan kemudian membalas pelukan Paloma. Paloma merasakan pelukan Jacob sangat hangat. Ia merasa nyaman di pelukan Jacob. Jacob pun merasakan hal yang sama. Ia tidak pernah merasakan hangatnya pelukan ini bersama wanita lain. Ia merasa bahwa Paloma merupakan wanita yang berbeda, wanita yang selama ini mungkin ia cari, pikirnya dalam hati.


"Kenapa kamu datang lagi, Jacob?" bisik Paloma di telinga Jacob sambil terus memeluk Jacob.


"Jangan membuat hatiku tambah bimbang dan hancur, Jacob." lanjutnya sambil terus menangis.


Jacob terdiam mendengar perkataan Paloma. Ia merasa sedih mendengar kata-kata Paloma tersebut. Akhirnya Jacob mengusap punggung Paloma sambil berkata :


"Aku tidak kuasa menahan perasaanku, Paloma. Aku tidak bisa memungkiri bahwa aku mencintaimu, Paloma. Aku sangat mencintaimu."


"Aku tahu seharusnya aku tidak kembali untuk menemuimu. Karena kamu pasti akan menuruti keinginan ayah dan nenekmu. Aku tahu kamu pasti akan memilih pria yang telah dijodohkan kepadamu." Lanjut Jacob.


"Tapi hatiku tidak mau kompromi." imbuh Jacob dengan nada yang parau. Ia merasakan sakit menjalar di sekujur hatinya.


Ia menghela nafas untuk menahan segala kepedihan yang ada di dalam hatinya tersebut.


Paloma terdiam mendengar kata-kata Jacob tersebut. Ia merasa sangat nyaman berada dipelukan Jacob. Ia merasa sangat tenang dengan semua kata-kata Jacob. Dan tentunya ia merasa sangat senang Jacob berada di sisinya. Apakah ini yang namanya cinta? Apakah cinta telah datang menghampiri dirinya? Apakah cinta sudah masuk ke dalam hatinya saat ini? Ahhhhh, seharusnya ia menolak menjadi model di video clip Jacob waktu itu, tentunya masalahnya tidak akan serunyam ini, pikir Paloma. Tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Kini mau tak mau ia harus menghadapi apa yang ada didepannya sekarang.

__ADS_1


Paloma menutup matanya. Ia menghela nafas berkali-kali, mencoba menikmati hangatnya pelukan Jacob dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja nantinya.


__ADS_2