PALOMA

PALOMA
Bab 13 Paloma


__ADS_3

"Aku akan mengikuti permainanmu, asal kamu sopan terhadapku." Bisik Paloma di telinga Andrew.


"Okay, Paloma. Dengan senang hati." Jawab Andrew dengan setengah berbisik sambil mengedipkan matanya ke Paloma.


Mereka akhirnya melantai di area dansa. Andrew memegang bahu pinggang Paloma, sementara Paloma memegang kedua bahu Andrew. Mereka berdansa mengikuti alunan musik yang syahdu. Beberapa wartawan mengabadikan moment tersebut dengan menjepretkan kameranya ke arah mereka berkali-kali.


Selama berdansa, Paloma mencoba mengikuti gaya dan permainan Andrew. Para wartawan dibuat terkesima dengan gaya "acting" mereka. Hingga akhirnya Paloma berhenti mengikuti permainan tersebut. Paloma pamit kepada Kelly walaupun acara itu masih belum selesai.


"Kamu mau kemana, Paloma?" Tanya Kelly.


"Aku mau pulang dulu, Kelly. Rasanya aku sudah mulai mabuk." Jawab Paloma berbohong.


"Okay terima kasih sudah datang, Paloma." Ucap Kelly.


"Sampai jumpa, Kelly." ujar Paloma sambil mengecup pipi Kelly dan kemudian pergi meninggalkan acara tersebut. Andrew yang mengetahui bahwa Paloma hendak keluar, langsung menyusul dan menghampiri Paloma. Ia kemudian mendekat ke arah Paloma dan berbisik kepadanya.


"Aku sangat berterima kasih atas bantuanmu. Semoga kita bisa bertemu di acara selanjutnya." Kata Andrew sambil mengantar Paloma ke mobil.


Paloma hanya tersenyum kecut seraya berkata dengan nada tegas :


"Lupakanlah dan jangan pernah berharap."


Lalu Paloma menancapkan kakinya di pedal gas. Sementara Andrew hanya diam karena kaget dengan sikap Paloma tersebut. Mobil Paloma melaju dengan sedikit kencang. Tiba-tiab Sebuah mobil Ferrari mengikutinya dari belakang. Hingga akhirnya kedua mobil tersebut beriringan masuk ke dalam parkir apartemen Paloma yang berada di lantai dasar. Paloma membuka pintu mobilnya dan kaget ketika melihat Jacob juga keluar dari mobil Ferrari tersebut. Jacob langsung menarik tangan Paloma dan membawanya masuk ke dalam apartemennya. Jacob melepas tangan Paloma saat ia hendak membuka pintu apartemennya dan memegangnya kembali ketika mereka masuk ke dalam apartemen sambil menutup pintu apartemen tersebut.


"Jacob...." hanya itu yang keluar dari mulut Paloma. Dadanya berdebar kencang. Ia tidak berdaya ketika melihat Jacob memegang tangannya dan membawanya duduk di sofa.


Jacob memandang Paloma dari atas sampai ke bawah, yang membuat Paloma jadi salah tingkah.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak ajak pacarmu ke sini?" Kata Jacob kemudian.


"Bukan seperti pikiranmu. Dia cuma aktor pemula pencari sensasi saja." Jawab Paloma dengan gugup.


"Mengapa aku harus gugup dan berdebar seperti ini. Aku sudah mau putus dengan Jacob", bathin Paloma.


"Ooohhh begitu, kenapa segampang itu. Sangat murahan sekali." Ucap Jacob dengan ketus.


"Kenapa kamu menghinaku? Ingat..! Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa. Aku sudah tidak mencintaimu lagi." Kata Paloma dengan nada kesal.


"Katakan sekali lagi kamu tidak mencintaiku." Kata Jacob sambil mendekati Paloma. Mata Jacob menatap mata Paloma dengan tajam.


"Aaa...aaakkk..aaakkuuu...tiidaakk mennn..cinntaiiimuu.." Kata Paloma sambil terbata-bata dan menundukkan wajahnya.


Jacob langsung memegang dagu Paloma. Lalu ia mendaratkan bibirnya di bibir Paloma. Paloma hanya diam saja dan tidak membalas ciuman Jacob. Jacob mencoba mencium bibir Paloma kembali namun sayangnya Paloma tidak meresponnya lagi.


Paloma berusaha menolak dan menghindari aksi Jacob tersebut. Semakin keras Paloma melawan maka semakin erat pula pelukan Jacob dan semakin liar Jacob melakukan aksinya. Hingga akhirnya disuatu kesempatan, Paloma berhasil mendorong tubuh Jacob dengan lututnya hingga membuat Jacob terjungkal dan jatuh dari sofa.


"Jacob..!! Apa yang kamu lakukan, ha?!!!" Teriak Paloma dengan sangat marah. Ia kemudian berdiri dari sofa tempat duduknya dan menutupi tubuhnya dengan mantel yang tergantung di wooden rack hanger yang ada dekat pintu masuk apartemennya. Sementara itu, Jacob juga berdiri dan mencoba menghampiri Paloma.


"Stop..!!! How dare you trying to rape me..! (Berhenti..!!! Berani-beraninya kamu memcoba untuk memperkosaku..!) " Kata Paloma sambil menyuruh Jacob diam di tempat.


"Sorry Beb, tapi aku tidak mau kehilangan kamu, Beb. Kamu sudah membuatku cemburu, Beb..!" Elak Jacob dengan alasannya.


"Lagian kita juga sering Having Sex, Beb. Come on..!" Lanjut Jacob.


"I know that..! Tapi engga kayak gini..!" Jawab Paloma.

__ADS_1


"I love you, tapi aku benar-benar benci dengan sikapmu sekarang. Sekarang kamu pergi dari sini..! Aku benar-benar jijik dengan nafsu binatangmu..!" Kata Paloma dengan penuh emosi.


"Come on, Beb. Please jangan seperti itu..! Aku sangat mencintaimu. Aku hanya ingin menikmati malam ini denganmu. Aku benar-benar cemburu dengan ulahmu. Aku tidak ingin kehilangan kamu lagi. Please...okay.." Ucap Jacob dengan nada memelas.


"Engga.., aku jijik dan benci dengan perbuatanmu. We must breakup now..! Cepat enyah dari sini..! Sebelum aku panggil security untuk membawamu pergi dari sini." Ujar Paloma sambil menunjuk pintu keluar, sebuah kode untuk menyuruh Jacob pergi dari apartemen Paloma.


Akhirnya Jacob mulai emosi. Ia kemudian menatap tajam Paloma seraya berkata :


"Okay..! Aku pergi dari sini. Tapi ingat satu hal. Aku tidak akan pernah melepaskanmu. Ingat itu..!!!" Ucap Jacob sambil melangkah keluar dari apartemen Paloma dan membanting pintunya dengan keras.


Paloma kemudian duduk di sofa, lalu menangis sambil memegang sekujur tubuhnya. Badannya bergetar menggigil ketakutan. Ia lalu mengambil handphone dan kemudian menelpon Christina.


"Halo, Paloma." Jawab Christina di ponselnya.


"Christina, cepat kesini. Aku butuh kamu." Kata Paloma sambil menangis.


"Whats wrong, Paloma? Cepat katakan!" Ucap Christina dengan penuh kekhawatiran.


"Aku akan telpon security atau Jacob untuk.." Sebelum Christina menyelesaikan kalimatnya, Paloma langsung memotongnya dengan agak teriak.


"No..! Aku cuma butuh kamu. Aku engga mau orang lain." Kata Paloma dengan suara tangisan yang lebih keras.


"Okay..,okay, I'll be there. Wait for me.!" Jawab Christina sambil menutup telponnya.


Paloma berusaha menenangkan dirinya. Ia kemudian mencari mineral water yang ada di lemari esnya. Setelah meneguknya, ia agak sedikit tenang. Ia kemudian menuju ke pintu apartemennya, lalu menguncinya. Ia kembali duduk di sofanya sambil membawa mineral water ditangannya, berharap Christina cepat datang menemuinya.


Selang dua puluh menit kemudian, bel pintu apartemen Paloma berbunyi. Paloma kaget dengan suara bel tersebut. Dengan ragu-ragu, ia menuju ke pintu masuk apartemennya dan mengintip lewat door viewer yang ada di pintunya. Ia melihat Christina berdiri di depan pintunya. Ia cepat-cepat membuka pintunya dan langsung memeluk Christina begitu pintu tersebut terbuka.

__ADS_1


__ADS_2