
Keesokan harinya, pagi-pagi Christina datang ke apartemen Paloma dengan membawa koran yang terbit hari ini.
"Paloma, apa kamu sudah membaca koran hari ini?" tanya Christina dengan sedikit panik.
"Aku belum membaca apa - apa, aku baru bangun, semalam tidurku kurang nyenyak" sahut Paloma.
"Koran hari ini memuat berita tentangmu dan Jacob di halaman utama, fotomu yang memakai pakaian renang sedang berpelukan dengan Jacob menghiasi pemberitaan koran hari ini." kata Christina.
Paloma berjalan dan mengambil koran itu, kemudian dia melihat dan membaca isi koran itu.
Tertulis judul "LOVE THE VACATION", Paloma tertawa membaca judul itu.
"Wartawan jaman sekarang, selalu seenaknya menulis berita yang hanya berfokus untuk menarik perhatian pembaca, padahal mereka tidak tahu kenyataan yang sebenarnya. Apa-apa dibuat viral." kata Paloma sambil tertawa.
"Tapi aku penasaran, apa benar hubunganmu dengan Jacob hanya cuma sebatas pekerjaan? Aku sering memperhatikan kalian dari jauh. Melihatmu berbicara serius dengan Jacob, aku merasa ada yang kalian sembunyikan." tanya Christina dengan rasa penasaran.
"No comment. Aku mau berangkat ke kampus, sekarang ada ujian, aku harus berangkat lebih pagi" kata Paloma bersiap - siap pergi.
Chrustina menarik tangan Paloma yang sudah bersiap-siap pergi.
"Heii.. jangan pergi,tunggu dulu, kamu harus menjawabku." kata Christina
Paloma tidak menjawab sambil berjalan keluar, dia tertawa memikirkan Christina yang kesal karena penasaran.
Paloma setengah berlari menuju mobil, dia agak ngebut karena takut telat.
Sesampainya di tempat parkir kampus, Paloma melihat wartawan sudah menunggu di pelataran kampus.
"Sial, pagi - pagi sudah ada wartawan, apa perlu aku menyewa seorang bodyguard untuk melindungiku, ah.. aku rasa tidak perlu, aku punya keahlian bela diri, aku bisa melindungi diriku sendiri" gumam Paloma dalam hati.
Paloma memakai kacamata hitamnya, dia berjalan cepat dan berusaha menghindari kerumunan wartawan.
"Paloma, kami menunggumu dari tadi, apa bisa wawancara sebentar?" sapa seorang wartawan.
"Tolong untuk hari ini aku tidak bisa diwawancarai. Hari ini aku ada ujian dan aku sudah terlambat" kata Paloma sambil berjalan.
"Beri kami waktu 5 menit saja, setelah itu kami tidak akan menggangumu, kami akan pergi" kata seorang wartawan.
Paloma menghentikan langkahnya "Apa yang ingin kalian tanyakan?" sahut Paloma.
"Apa hubunganmu dengan Jacob Darens, apa benar kalian terlibat cinta lokasi?" tanya salah satu wartawan.
__ADS_1
Paloma menarik nafas dalam - dalam dan menjawab "Aku tidak punya hubungan apa - apa dengan Jacob, kita profesional bekerja. Hubungan kita hanya sebatas teman, mereka memakai jasaku untuk menjadi model video klip Jacob" kata Paloma menjelaskan.
Sebenarnya di dalam hati Paloma sangat menyukai Jacob, dia ingin hubungan ini berlanjut, tapi Paloma berusaha menutupi perasaannya.
Wartawan masih penasaran dengan pernyataan Paloma, mereka tetap gencar melempar pertanyaan pada Paloma.
Paloma kewalahan, dia ingin menggunakan ilmu beladirinya untuk mengusir para wartawan, tapi dia berpikir untuk menahan diri karena dia tidak mau muncul lagi berita yang aneh - aneh.
Tiba - tiba seorang laki - laki menerobos kerumunan wartawan, menarik tangan Paloma, dan berlari menarik Paloma masuk ke dalam kampus.
Kejadian itu membuat wartawan kaget, mereka menerka-nerka siapa laki-laki yang menarik tangan Paloma.
Laki - laki itu melepas tangan Paloma dan berlari pergi.
Belum sempat Paloma mengucapkan apa - apa, laki - laki itu hilang dari pandangannya, Paloma bingung, siapa laki - laki itu. Kejadian tadi mengingatkan Paloma dengan ayahnya, hanya ayahnya yang bisa melakukan hal itu, ayahnya akan selalu menolong Paloma.
Tapi laki - laki itu masih muda, apa dia murid ayahnya, Paloma berpikir sambil berjalan masuk ke kelas.
Jacob Darens membaca koran hari ini, dia tersenyum membaca berita yang isinya dilebih-lebihkan.
Kebetulan hari ini dia sedang "off", dia berpikir untuk menemui Paloma dan datang ke apartamen Paloma.
Sambil menunggu siang, karena Paloma siang baru pulang dari kampus, Jacob melihat - lihat data pribadi Paloma di google.
Tinggi badan : 178 cm
Berat badan : 55 kg
Warna rambut : Pirang
Kulit : Putih
Umur : 20 tahun
Warga negara : Amerika
(Blasteran Amerika-Indonesia
Penghasilan : 121 milyar per tahunSeorang Vegetarian
Status :Single
__ADS_1
Waktu membaca status Paloma, Jacob tersenyum penuh arti.
Jacob membaca - baca berita tentang Paloma. Ternyata ibunya sudah meninggal dunia. Dia berasal dari keluarga kaya dan terpandang, keluarga Makarim di indonesia.
Ternyata neneknya adalah Lusiana Makarim salah satu pengusaha hebat di indonesia. Yang membuat Jacob agak kecewa melihat salah satu wawancara neneknya bersama Paloma saat Paloma masih anak - anak, ternyata Paloma sudah di jodohkan dengan sepupunya.
Tapi Jacob berpikir "selama belum menikah, Paloma bebas, tidak ada salahnya dia berusaha" Jacob tersenyum lagi.
Jacob mengambil ponselnya, keinginan Jacob semakin menggebu - gebu. Dia sekarang tidak perduli jika Paloma sudah dijodohkan, Jacob menelpon Christina meminta nomer handphone Paloma.
"Halo.. siapa ya" terdengar suara halus ditelpon.
Dengan agak gugup Jacob memberanikan diri menjawab "Hai.. Paloma, aku Jacob" kata Jacob.
"Jacob Darens?" tanya Paloma melompat dari tempat tidurnya, seakan tidak percaya Jacob menelponnya.
"Iya ini aku Jacob Darens, kamu lagi ngapain?" tanya Jacob basa basi.
"Aku baru datang dari kampus, tadi ada ujian dan sekarang aku lagi menonton tv di apartemen" kata Paloma gugup, dia tidak tahu harus berkata apalagi, yang penting dia kelihatan tenang.
"Ternyata kamu masih kuliah, aku baru tahu" kata Jacob berbohong, padahal dia sudah membaca biodata Paloma, sampai dia hafal titik komanya.
"Iya, aku masih kuliah, hari ini aku tidak ada acara apapun jadi aku santai di apartemen" kata Paloma asal bicara, padahal dia sudah berjanji makan bareng dengan Christina.
"Hari ini aku juga off, tidak ada kegiatan, apa boleh aku main ke apartemenmu atau kita makan malam bareng?" sahut Jacob.
Jantung Jacob berdebar kencang, padahal ini bukan pertama kalinya dia menelpon seorang perempuan, tapi untuk Paloma berbeda, dia takut Paloma menolak.
"Mmm.. baiklah, daripada aku hanya diam di apartemen, lebih baik kita jalan-jalan keluar sambil makan malam." kata Paloma sambil meremas - remas bantal, dia sangat bahagia tapi berusaha menjaga image.
"Baiklah, kalau begitu, sebentar lagi aku akan menjemputmu, apa cukup 1 jam untukmu bersiap - siap?" tanya Jacob tersenyum.
"30 menit sudah cukup, karena biarpun tanpa make up aku sudah cantik" kata Paloma tertawa mencairkan suasana.
"Oke sampai jumpa nanti" kata Jacob singkat, seakan tidak ingin membuang - buang waktu.
"Oke" tutup Paloma tersenyum.
Paloma berjoged sambil tertawa, dia berpikir mimpi apa tadi malam, hari ini benar - benar spesial, pikirnya.
Jacob berjalan menuju mobil Porsche keluaran terbaru dan dia merasa percaya diri untuk menjemput Paloma.
__ADS_1
Sepanjang jalan dia bersiul dan bernyanyi sambil mendengarkan musik. Hatinya sangat berbunga - bunga.