PALOMA

PALOMA
Bab 3 Paloma


__ADS_3

"Paloma, kamu sudah dewasa, umurmu sekarang 20 tahun. Kamu seharusnya bisa totalitas berkarya, kamu tau kan ini cuma sebatas akting, kamu tidak usah membatasi diri dalam pemotretan" ucap Matt mengingatkan Paloma.


Paloma diam sambil berpikir mendengar ucapan Matt.


"Oke baiklah, aku akan menjalani sesuai arahan skenario, berpakaian sesuai yang kamu pilihkan, tapi dengan syarat tetap tidak ada adegan kissing" kata Paloma.


"Sip, itu baru artis internasional" kata Matt senang.


akhirnya semua crew bertepuk tangan dan bernafas lega, karena Paloma setuju dengan mereka jadi mereka tidak perlu mencari peran pengganti seperti sebelum - sebelumnya.


Tiba - tiba seorang laki - laki datang mendekati Paloma, dengan suara beratnya menyapa "Halo" sahut laki - laki itu.


"Hai" sahut Paloma membalas, jantung Paloma berdebar - debar melihat Jacob Darens idolanya ada di depan matanya. Ganteng, berkulit coklat, berkumis tipis dan lesung pipit menghiasi wajahnya, benar - benar sempurna, pikir Paloma.


"Salam kenal, aku Jacob Darens" katanya tersenyum tipis sambil mengulurkan tangan ke Paloma. Dia memandang Paloma dengan kagum, gadis ini sangat cantik dan sexy, pikirnya dalam hati.


"Aku sudah mengenalmu, aku Paloma Halley Makarim" sahut Paloma sambil berjabat tangan dengan Jacob.


Jacob terus memandangi Paloma dari atas rambut sampai ke bawah, dia terkagum - kagum dengan kecantikan Paloma, membuat Paloma merasa risih.


"Hey, are u okay?" tanya Paloma membuat Jacob kaget.


"I'm okay, you're so beautiful" kata Jacob memuji Paloma.


"Owh.. thank you" sahut Paloma singkat, tetapi hatinya berbunga - bunga mendengar ucapan Jacob Darens.


Akhirnya mereka berdua mendengar arahan sutradara, kemungkinan pemotretan ini menelan waktu 1 minggu lamanya. Penginapan sudah disediakan, dan segalanya sudah ready.


Paloma dan Jacob dengan wajah serius mendengar arahan fashion stylist. Mereka mulai membahas tentang peran mereka, gaya, busana yang akan dilakukan saat pemotretan.


Dari jauh Christina mengamati mereka, melihat gerak - gerik Jacob dan Paloma, mata Jacob yang sesekali memandang Paloma dengan rasa kagum dan Paloma yang mencuri pandang ke arah Jacob. Christina merasa akan ada kelanjutan dari hubungan ini, bagaimanapun Paloma sudah dewasa, dia berhak atas dirinya sendiri, pikir christina.

__ADS_1


Paloma mulai melakukan pemotretan satu persatu, hari ini banyak sekali dia melakukan kesalahan, dia merasa sangat grogi di hadapan Jacob.


Paloma mengenakan pakaian renang yang sangat sexy, sedangkan Jacob hanya mengenakan celana renang dan bertelanjang dada.


Mata Jacob lagi - lagi tidak pernah lepas dari Paloma, Jacob sangat tertarik dengan Paloma, gadis blasteran yang sangat cantik dan menarik, pikir Jacob.


Mereka masuk ke kolam renang untuk melakukan pemotretan, Jacob memeluk Paloma dari belakang, mereka bergaya mengikuti arahan sutradara, Paloma gugup dan canggung, jantungnya seakan berhenti berdetak, dia tidak menyangka bisa bersama Jacob, idola yang selama ini menghiasi mimpi - mimpinya karena biasanya dia hanya melihat Jacob di TV.


"Cuttt" teriak sutradara.


"Paloma kamu tidak seperti biasanya, kamu terlalu kaku, apa kamu gugup, kamu kurang rileks" ucap sutradara.


"Baiklah, aku akan mencoba lagi" kata Paloma, akhirnya setelah beberapa lama Paloma bisa menyelesaikan pemotretan dengan baik.


Jacob sebenarnya tak kalah grogi dari Paloma, tetapi di depan semua orang dia menutupi perasaannya, karena dia tidak mau orang - orang curiga dan membuat gosip yang aneh - aneh tentang perempuan lagi. Dia sudah sangat jenuh dengan gosip - gosip murahan yang lebih banyak memojokkannya. Gara - gara gosip juga Jacob putus dengan tunangannya.


Hari keenam dimana ada adegan berduaan di atas bed. Gara - gara adegan di atas bed, Paloma sejak semalam tidak bisa tidur memikirkan session hari ini.


"Paloma, kamu harus bersandar di dada Jacob seperti pasangan suami istri, buat gesture tubuhmu seakan kamu merasa nyaman bersamanya" kata sutradara.


Saat adegan berpelukan, jantung Paloma berdetak sangat cepat, ini pertama kalinya dia berpelukan dengan seorang laki - laki. Selain ayahnya, aroma parfum tubuh Jacob membuatnya melayang, Paloma sangat terpesona, dia sangat nyaman di pelukan Jacob.


"Cutt.. selesai" teriak sutradara, membuat Paloma kaget dan cepat - cepat turun dari tempat tidur.


Akhirnya seluruh pemotretan berakhir setelah hampir seminggu. Paloma pamit pada semua crew, dia ingin cepat - cepat sampai dirumah, badannya sudah sangat lelah.


Sudut matanya mengerling, Jacob berdiri disamping Paloma dan bersiap untuk pulang.


Jacob berjalan mendekati Paloma sambil berbisik "kamu adalah partner terbaik yang membuat aku betah bekerja selama seminggu, aku berharap pertemuan ini bukan menjadi akhir, semoga ada pertemuan selanjutnya" sahut Jacob.


Paloma tidak menjawab, dia cuma tersenyum, pipinya merah merona.

__ADS_1


"Aku berharap kita bertemu lagi dalam video klip selanjutnya" kata Jacob seraya mengecup kening Paloma.


Paloma kaget, dia tidak menyangka Jacob akan mengecup keningnya, jantung Paloma berdebar kencang, dia berpikir apa ini yang dinamakan cinta.


"Mmmm.. aku juga sangat berkesan dengan pertemuan kita, kamu banyak membantuku, aku mengucapkan banyak terima kasih" sahut Paloma datar seolah - olah dia tidak tertarik dengan laki - laki yang berdiri di depannya saat ini.


"Oke.. sama - sama" sahut Jacob singkat, dia merasa Paloma tidak tertarik dengan dirinya, padahal dia berharap Paloma memeluknya, atau sekedar basa - basi untuk menarik perhatiannya.


Dengan langkah gontai, Jacob melangkah ke mobil sportnya dengan dikawal dua bodyguard serta beberapa asisten pribadinya.


Paloma juga menuju mobilnya, dia mengajak christina pulang bersama - sama. Paloma ingin mengobrol dengan Christina di mobil, beberapa lagu cinta menemani perjalanan mereka pulang.


"Apa kamu melamun lagi" tanya Christina.


"Entah kenapa perasaanku hampa, seperti ada yang tertinggal" sahut Paloma.


"Apa kamu jatuh cinta dengan Jacob?" tanya Christina.


"Aku tidak mengerti cinta, tapi perasaan ini membuatku bingung, ini pertama kalinya aku merasa seperti ini, biasanya setelah menjadi model dan bertemu banyak aktor, setelahnya aku hanya merasa lega, tidak lebih" jawab Paloma.


"Aku rasa kamu jatuh cinta, aku melihat tatapan kalian berdua, sudahlah jangan membohongi perasaanmu" sambung Christina.


"Masalahnya jika nenek tau apa yang aku rasakan saat ini, nenek pasti marah besar, aku sudah mengecewakan nenek" kata Paloma dengan wajah sedih.


"Come on Paloma, kamu sudah dewasa, seharusnya nenekmu tidak usah ikut campur masalah percintaanmu, nenekmu terlalu kolot menurutku" kata Christina.


"Jangan berbicara seperti itu, bagaimanapun dia nenek yang sangat kusayangi, aku banyak berhutang budi padanya, dia yang selama ini menggantikan peran ibuku" sahut Paloma.


"Tapi nenekmu itu menurutku terlalu mengaturmu, sampai - sampai pilihan jodohmu juga sudah diatur olehnya. Oh my god, aku tidak habis pikir" celetuk Christina kesal.


Paloma diam, dia merasa Christina benar, kenapa dari kecil dia sudah dijodohkan dengan sepupunya.

__ADS_1


__ADS_2