
Hari ini terjadi hari patah hati sedunia karena Jacob Darens telah menemukan tambatan hatinya. Wanita yang beruntung itu adalah Paloma Halley Makarim, seorang model terkenal, blasteran Amerika-lndonesia, yang memiliki banyak fans.
Tadi malam mereka telah tertangkap kamera sedang makan di restoran Vegans dan yang lebih heboh lagi, Jacob masuk ke dalam apartemen Paloma.
Apakah Paloma menggoda Jacob?? tulis semua media cetak dan online memojokkan Paloma.
Hari ini semua orang membicarakan Paloma, Paloma dan Jacob menjadi trending di twitter.
Sementara itu, Paloma masih tidur. Namun dari jam 6 pagi handphonenya tak henti - hentinya berdering.
"Apa - apaan ini, aku masih mengantuk." gumam Paloma dengan kesal.
Tangannya mencari - cari handphonenya di meja kemudian setelah menemukannya, dia mengucek matanya sambil menatap layar handphone.
Panggilan tidak terjawab dari neneknya 20x, dari ayahnya 17x dan dari christina 35x.
Paloma melihat pesan masuk dari Christina.
"Angkatt telp!!! Apa kamu tidak membaca berita pagi ini? Apa yang kamu lakukan bersama Jacobbbb??? " tulis Christina dengan panik.
Paloma membuka - buka berita online di handphonenya.
"Wartawan sialan..! Apa maksud judul yang mereka tulis? Kenapa mereka menyudutkanku?" gumam Paloma dengan marah.
Pasti nenek dan ayah akan marah habis-habisan kepadaku. Aku harus berkata apa pada mereka? Paloma berpikir keras.
Akhirnya dia menulis pesan ke nenek dan ayahnya.
"Kalian tidak perlu menghawatirkan aku, umurku sudah 20 tahun, aku bisa menjaga diriku sendiri dan aku tidak akan mengecewakan kalian. Itu hanya gosip murahan." tulis Paloma.
Paloma masuk ke kamar mandi, dia ingin berendam di bath up. Paloma menuangkan bubble bath ke air hangat yang hampir penuh. Dia merasa penat akibat efek semalam yang kurang tidur dan pagi - pagi sudah ada keributan.
Jam menunjukkan pukul 8 pagi. Dia bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Minggu depan Paloma akan diwisuda untuk memperoleh gelar sarjananya.
Paloma lulus ujian skripsi dengan nilai A dan dia bangga dengan dirinya sendiri.
Seminggu ini Paloma harus terus hadir di kampus karena akan ada gladi bersih. Ayahnya tidak akan mendampinginya saat wisuda nanti, karena ayahnya ada di Bali bersama neneknya.
Paloma tiba di kampus, walaupun sebenarnya dia tidak ingin datang ke kampus.
__ADS_1
Baru mau turun dari mobil, Christina menelpon dia.
"Paloma dimana kamu?" tanya Christina.
"Aku ada di kampus, sekarang ada gladi bersih untuk acara wisudaku" kata Paloma.
"Hari ini kamu tidak perlu ikut gladi bersih, tunggu sampai besok, agar wartawan tidak mengejarmu. Jacob hari ini akan klarifikasi tentang masalah tadi malam." kata Christina menjelaskan.
"Baiklah, kalau begitu aku akan balik ke apartemen." kata Paloma.
Sampai di apartemen, neneknya menelpon.
"Paloma, apa kamu bisa menjelaskan apa yang terjadi? Nenek sangat khawatir." sahut neneknya.
"Nek, tidak terjadi apa - apa, wartawan hanya melebih - lebihkan. Antara aku dan Jacob hanya teman." kata Paloma membela diri.
"Paloma, kamu harus ingat, kamu sudah nenek jodohkan dengan sepupumu, jangan membuat nenek dan ayahmu kecewa." sambung neneknya.
"Baiklah nek, aku akan ingat terus pesan nenek. Pesan nenek sudah tertanam di kepalaku." sahut Paloma.
"Ingat Paloma, suatu saat kamu harus ke Bali, kamu akan bertemu dengan jodohmu" ucap neneknya lagi.
Sebenarnya Paloma belum siap bertemu jodohnya. Siapakah jodohku?? tanya Paloma dalam hati.
Paloma merebahkan diri di atas tempat tidur, dia memikirkan kejadian hari ini dan kata - kata neneknya, tentang jodohnya yang jauh di sana.
Pasti dia laki - laki yang hanya mengincar harta keluarga Makarim atau laki - laki bodoh. Karena hanya laki - laki bodoh yang mau di jodohkan dengan orang yang tidak pernah dia kenal, gerutu Paloma dalam hati.
Paloma tidak mengerti apa sebenarnya tujuan neneknya menjodohkannya. Paloma sangat kesal, dia tidak mengenal sepupu yang menjadi jodohnya itu. Seingat Paloma, neneknya hanya punya 3 putri dan 5 cucu, 4 laki - laki dan 1 perempuan yaitu Paloma.
Tante - tante Paloma masing - masing mempunyai 2 anak laki - laki, hanya ibunya yang mempunyai anak perempuan.
Semenjak Paloma ikut dengan ayahnya, hubungannya dengan kedua tantenya hampir tidak ada. Kalaupun tantenya menelpon, hanya untuk berbicara dengan ayahnya.
Beberapa kali neneknya menawarkan untuk mengajak Paloma ke Bali, meskipun kangen Bali tapi ada perasaan takut dan sedih. Disana Paloma akan selalu teringat ibunya.
Terbayang waktu dia berumur 7 tahun, ketika ibunya meninggal mendadak karena kecelakaan. Dia memeluk jasad ibunya sambil menangis dan neneknya berkali - kali pingsan.
Setiap mengingat kejadian itu, tidak terasa air mata Paloma menetes. Terkenang masa lalu yang sangat pahit.
__ADS_1
Paloma memejamkan mata, hari ini dia tidak ingin bertemu siapapun, tiba - tiba handphonenya berbunyi lagi.
"Argghhh.. siapa sih yang menggangguku lagi?" teriaknya sambil mengambil handphone.
Ternyata Jacob yang menelpon dan Paloma mengangkatnya.
"Hallo, bagaimana keadaanmu Paloma? Apa kamu baik - baik saja??" tanya Jacob khawatir.
"Keadaanku buruk. Aku menyesal tadi malam mengajakmu masuk ke apartemenku. Ternyata dimana - mana ada wartawan. Semua keluargaku di Bali khawatir karena kejadian ini." kata Paloma.
"Tenang saja, hari ini aku sudah konfrensi pers, agar kita tidak menjadi bahan gosip, tidak usah sedih, aku mengatakan...." sebelum Jacob menyelesaikan kalimatnya, Paloma memotong dengan nada kesal.
"Aku sudah tahu!!" sahut Paloma
"Kenapa sebelum konfrensi pers, kamu tidak bertanya kepadaku? Tindakanmu terlalu gegabah, aku harus menjaga nama baik keluargaku, aku tidak mau melukai perasaan keluarga besarku terutama nenekku." sambung Paloma dengan nada kesal.
"Lupakan kejadian kemaren, aku sudah tidak ingat lagi, aku tidak mau melanjutkan hubungan denganmu lagi, hubungan kita cukup sampai disini" Paloma terus berbicara tanpa memberi kesempatan pada Jacob.
Jacob mendengarkan Paloma, hatinya terasa sakit, kenapa Paloma mempermainkan perasaanya, apa Paloma tidak menyukainya? pikir Jacob.
Saat akan berbicara, Paloma menutup telepon, Jacob tidak mengerti kenapa Paloma bisa berubah dalam semalam.
Jacob sangat mencintai Paloma sejak pandangan pertama, walaupun perjumpaan mereka sangat singkat, tapi kali ini Jacob sangat serius.
Jacob berlari ke parkiran mengambil mobil. Dia tidak bisa tinggal diam, dia ingin mendengar penjelasan dari Paloma. Apapun yang terjadi dia harus bertemu dengan Paloma hari ini.
Sampai di depan apartemen Paloma, 2 security menghadang Jacob dan dia tidak diijinkan masuk.
"Aku Jacob, teman Paloma, kemarin aku datang kesini, apa kalian lupa?" ucap Jacob.
"Paloma tidak mengizinkan siapapun bertemu dengannya hari ini, tanpa terkecuali." ucap salah satu security.
"Paloma yang memintaku datang kesini, dia butuh seorang teman untuk curhat." kata Jacob berbohong.
Security mencoba menelpon Paloma tetapi tidak aktif, mereka kemudian memandang Jacob.
"Aku seorang aktor terkenal. Aku tidak akan melakukan tindak kejahatan. Ijinkan aku untuk bertemu dengan Paloma." ucap Jacob dengan nada meyakinkan.
Dengan ragu - ragu akhirnya kedua security itu mengijinkan Jacob masuk ke dalam apartemen.
__ADS_1