PALOMA

PALOMA
Bab 7 Paloma


__ADS_3

Saat Jacob melangkahkan kakinya menuju kamar Paloma, handphone yang ada di saku celananya berbunyi. Jacob mengambil ponselnya dan melihat manager Jacob menelpon dia.


"Ada apa? Aku ada urusan penting sekarang." ucap Jacob singkat.


"Jacob, kamu dimana sekarang? Apa kamu lupa kalau hari ini ada rekaman?" ucap manager Jacob.


"Aku lupa, batalkan saja rekaman hari ini, aku lagi ada urusan yang harus aku selesaikan. Aku minta atur jadwal ulang untuk rekaman." kata Jacob dengan cepat.


"Kamu tidak seperti biasanya, Jacob. Apa kamu lupa bahwa kamu adalah penyanyi yang profesional? Apa yang terjadi,Jacob??" tanya managernya dengan nada curiga.


"Tidak apa - apa. Aku ingin sendirian hari ini. Aku minta jangan datang menemuiku." kata Jacob seraya menutup telepon.


Jacob kemudian tiba di depan pintu kamar Paloma. Dia menghela nafasnya dan memberanikan dirinya untuk memencet bel pintu masuk.


Tidak ada jawaban sama sekali. Jacob lalu mencoba membuka pintu apartemen Paloma dan ternyata tidak dikunci. Kemudian Jacob masuk ke apartemen Paloma dan melangkah melewati beberapa ruangan sebelum sampai ke kamar tidur Paloma.


Saat Jacob masuk ke kamar Paloma, dia melihat Paloma sedang tidur dengan memakai piyama. Kamarnya sangat berantakan, tapi melihat Paloma dengan keaadan tidur begitu benar - benar pemandangan yang membuat hati Jacob berdegup kencang.


Jacob tak tahan melihat Paloma yang sangat cantik. Dia kemudian mendekat ingin mencium Paloma. Saat akan mencium pipi Paloma, tiba-tiba Bruaaakkkkk..!!! kaki Paloma dengan cepat melayang menendang Jacob.


Jacob terjungkal dan terjatuh di lantai. Dia sangat kaget mendapat tendangan seperti itu. Ia merasa rohnya seperti melayang.


"Apa yang mau kamu lakukan kepadaku?? Berani-beraninya kamu masuk ke kamarku!!" teriak Paloma dengan mata melotot kepada Jacob.


Jacob cepat - cepat bangun dan berusaha menjelaskan kepada Paloma.


"Tenang dulu, Paloma. Aku akan menjelaskannya." kata Jacob berusaha menenangkan Paloma sambil mengarahkan kedua telapak tanggannya.


Paloma berjalan keluar kamar meninggalkan Jacob. Lalu dia membuka kulkas dan mengambil air minum. Setelah minum beberapa teguk, ia meletakkannya di meja.


Kemudian Paloma membawa minuman botol di tangannya dan kemudian kembali masuk ke dalam kamarnya.


"Minumlah dulu. Setelah itu baru kamu jelaskan kenapa tiba - tiba kamu ada di kamarku." kata Paloma menyodorkan minuman ke Jacob.


Jacob terdiam, dia masih shock dengan kejadian yang tadi.


"Maaf.. aku telah menendangmu hingga kamu terjatuh. Tapi kamu pantas mendapatkan itu. Sangat tidak sopan kamu masuk diam - diam ke kamarku." lanjut Paloma dengan senyum sinis.


"Aku datang karena aku menghawatirkanmu. Aku sudah memencet bel tapi tidak ada jawaban. Saat aku mencoba membuka pintumu, ternyata pintumu tidak dikunci. Jadi aku langsung masuk tanpa berpikir panjang. Aku takut terjadi apa-apa sama kamu." kata Jacob menjelaskan sambil meminum air yang ada di botol.

__ADS_1


"Aku juga minta maaf atas konfrensi pers yang aku lakukan. Semua itu sudah diatur oleh management, jadi aku tidak sempat menghubungimu. " kata Jacob melanjutkan.


Paloma terdiam, sementara Jacob memandang wajah Paloma. Dia menunggu Paloma mengeluarkan sepatah kata agar dia tidak emosi lagi. Jacob kemudian dengan hati - hati pindah duduk di kursi yang berada di samping Paloma.


"Belum pernah aku berhadapan dengan perempuan seperti ini. Aku adalah penyanyi papan atas, banyak wanita yang mengidolakanku, tapi di depan perempuan berusia 20th ini hatiku luluh lantak." bathin Jacob.


"Apa maksudmu saat konferensi pers mengatakan bahwa aku juga mencintaimu?" tanya Paloma ketus, matanya yang biru menatap tajam ke arah Jacob.


"Aku mengatakan kita saling mencintai, apa aku salah?" tanya Jacob dengan nada merendah.


"Jelas salah, aku tidak keberatan pernyataan jika kamu mencintaiku. k


Karena siapapun boleh mencintaiku, tapi aku sangat keberatan dengan pernyataan bahwa aku juga mencintaimu." kata Paloma mulai emosi.


"Kamu sudah tahu aku mempunyai jodoh di Bali, dengan pernyataanmu itu, kamu akan melukai perasan keluargaku. Coba kamu pikir itu." kata Paloma dengan wajah yang ingin menangis.


"Maafkan aku Paloma, jika kata - kataku membuat hatimu terluka." kata jacob sedih.


Jacob menunduk, tidak terasa air matanya mengalir. Ini kali kedua dia menangis setelah dewasa. Pertama saat Ayahnya dengan egois mengusir Ibunya dan menceraikannya. Dan yang kedua hari ini dimana Paloma terlihat sangat membencinya.


Paloma sebenarnya menutupi perasaanya. Dia ingin sekali memeluk Jacob, tapi dia juga harus menepati janjinya kepada neneknya. Akhirnya dengan berat hati, Paloma menahan dirinya sendiri untuk melakukan hal tersebut.


Paloma yang melihat Jacob sedang menangis, kemudian berdiri dari tempat duduknya. Hingga akhirnya ia memeluk Jacob.


"Aku minta maaf jika kata - kataku melukai perasaanmu. Tapi sebagai seorang anak dan cucu dari nenekku, aku harus menepati janjiku kepada mereka." kata Paloma sambil terus memeluk Jacob.


"Are u okay?" tanya Paloma sambil menyodorkan tissue dan minum kepada Jacob.


Jacob diam dan tidak menjawab. Paloma yang melihat itu kemudian memeluk Jacob kembali.


Jacob kemudian berdiri dari tempat duduknya.


"Baiklah, aku pamit pulang" kata Jacob singkat.


"Apa kamu pulang sekarang?" tanya Paloma sambil melepaskan pelukannya.


"Tidak usah pedulikan aku lagi. Apapun yang aku lakukan bukan urusanmu." ucap Jacob pergi tanpa menoleh ke arah Paloma.


Belum sempat Paloma bicara, Jacob sudah keluar dari apartemennya.

__ADS_1


Dia tidak menyangka Paloma seperti memainkan perasaannya. Jacob sangat mencintai Paloma. Dia benar - benar terobsesi ingin memiliki Paloma.


Jacob mengemudikan mobil sportnya dengan sangat kencang, kecewa, marah, semua jadi satu dalam dirinya.


Dia berharap menghilang dari dunia ini. Seumur - umur belum pernah dia ditolak oleh wanita. Alasan Paloma selalu neneknya, membuat Jacob muak.


Di kamar Paloma melamum. Apa dia terlalu jahat kepada Jacob? Tapi peristiwa ini sering terjadi pada laki - laki yang mendekati Paloma. Setelah Paloma menolak laki - laki yang menyukainya, mereka patah hati sebentar, setelah itu mereka akan baik - baik saja, pikir Paloma berusaha menenangkan dirinya.


Tapi tiba - tiba dadanya merasa sesak. Dia ingin menangis rasanya. Dia teringat kata - kata Jacob yang seakan-akan Jacob tidak ingin berurusan dengannya lagi.


Di sisi lain Paloma menyukai Jacob, tapi dia harus mendengarkan neneknya.


"Jodoh.. jodoh.. jodoh.. siallllll" gumam Paloma kesal.


Tak lama kemudian, Paloma pergi ke tempat gym. Tempat gym itu masih berada di lingkungan apartemen Paloma. Neneknya yang membuat tempat gym khusus Paloma.


Sampai di tempat gym, Paloma menangis. Dia melempar semua barang yang ada di sana. Pot kecil yang menghiasi ruangan di lempar ke kaca. Mendengar suara yang ribut tersebut, Security datang dan masuk ke apartemen Paloma. Kemudian security menghampiri dan berusaha menenangkan Paloma.


"Nona Paloma, ada yang bisa kami bantu?" tanya security itu.


"Tidak ada, keluar kalian, aku ingin sendiri." kata Paloma.


"Tapi nonaaa.." kata security mencoba membujuk Paloma.


"Keluarrrr...! Apa kalian tidak dengar kata-kataku." teriak Paloma.


Security kemudian pergi dan menelpon Christina. Security tersebut menceritakan keadaan Paloma. Namun ternyata Christina lagi ada acara keluarga sehingga ia tidak bisa datang ke sana.


Christina kemudian menelpon Jacob.


Jacob melihat ada panggilan masuk dari Christina. Jacob masih menyetir, dia dijalan menuju ke tempat tinggalnya.


Berkali - kali handphonennya berbunyi tapi Jacob tetap tidak mengangkatnya. Dia sudah bertekad untuk tidak berurusan lagi dengan Paloma. Dia mencoba move on.


Pesan singkat masuk ke handphone Jacob.


"Kamu dimana Jacob? maaf telah mengganggumu. Apa bisa aku minta tolong, Paloma mengamuk di apartemennya, aku tidak bisa kesana karena masih ada urusan. Apa bisa kamu meluangkan waktumu untuk melihatnya." tulis Christina dipesannya.


Setelah membaca pesan dari Christina, Jacob langsung memutar balik mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi. Ternyata dia tidak bisa cuek terhadap Paloma karena Jacob sangat mencintai Paloma.

__ADS_1


__ADS_2