
Paloma menatap kagum model - model dari Victoria Secret. Hari ini paloma diberi kesempatan menonton peragaan busana yang diadakan oleh Victoria Secret. Paloma sangat mengagumi Gigi Hadid, baginya Gigi Hadid adalah wanita sempurna, cantik dan sexy.
"Apa yang membuatmu tersenyum, Paloma?" kata managernya berbisik di telinga Paloma.
"Aku terpesona melihat maluma" sahut Paloma.
Matanya berbinar - binar melihat penyanyi Maluma yang sedang bernyanyi mengiringi acara peragaan busana Victoria Secret.
Maluma adalah penyanyi latin yang berasal dari Columbia. Orangnya tinggi, sangat tampan, dan macho. Ah, paloma tersenyum tipis memikirkan Maluma, dia berkhayal andai Maluma menjadi pacarnya.
"Kau mengaguminya?" tanya managernya serius, membuyarkan khayalan Paloma.
"Aku bisa memperkenalkanmu dengan Maluma" sambung managernya lagi.
"No, aku tidak ingin berkenalan dengannya, aku cukup mengaguminya dari jauh" kata Paloma.
Dia tidak ingin melangkah lebih jauh lagi karena dia ingat kata - kata neneknya. Dia sudah berjanji untuk menjaga tingkah lakunya.
Bagaimanapun juga dia sudah mempunyai jodoh yang tinggal di Indonesia, tepatnya di Bali.
Kadang - kadang Paloma merasa kesal karena janjinya kepada neneknya. Dia merasa dikorbankan untuk melindungi kehormatan dan kekayaan keluarga Makarim. Dia harus rela dijodohkan dengan sepupunya.
"Kita pulang" kata Paloma sambil menoleh dan menarik tangan managernya.
"Tunggulah sampai acara ini selesai, sebentar lagi acara ini selesai" kata managernya sambil mengedipkan matanya.
"Apa kamu mau meninggalkan penyanyi idolamu" sambung managernya sambil menarik tangan Paloma yang sudah berdiri untuk duduk.
Paloma mengurungkan niatnya untuk pulang, kembali matanya tertuju pada Maluma, managernya tersenyum melihat tingkah Paloma.
"Ada apa kamu tersenyum Christina, apa kamu juga menyukai Maluma" bisik Paloma.
"Siapa yang tidak tergila - gila melihat Maluma, dia sangat tampan, sangat menarik tapi aku tidak tertarik dengan lelaki manapun saat ini, aku tidak ingin menikah, aku sangat enjoy dengan kehidupanku sekarang, aku cukup bahagia menjadi managermu" kata Christina.
Paloma menatap Christina dengan perasaan senang. Ada rasa sayang dalam hati Paloma Bagi Paloma, dia manager sekaligus sahabat terbaiknya.
__ADS_1
Akhirnya acara Peragaan Busana telah selesai. Paloma langsung berdiri dan berjalan cepat ke arah mobil yang diparkirnya dan dia sudah sangat lelah hari ini.
Banyak wartawan yang menunggu di luar, beberapa wartawan mengambil foto Paloma, dan ada yang bertanya kepada Paloma tetapi dijawab singkat oleh managernya.
Paloma langsung masuk ke mobil dan diikuti oleh managernya, Christina Jung.
"Kita sepertinya perlu seorang bodyguard deh" kata Christina menoleh Paloma.
Paloma tidak menjawab, dia asyik mendengarkan lagu Bad Guy dari Billie Eilish, lagunya membuat badan mereka bergoyang, mobil melaju dengan tenang.
"Kita seperti di Carpool karaoke" kata Christina sambil terus bergoyang, mereka tertawa bersama sepanjang perjalanan.
Keesokan harinya setelah selesai olahraga "Yoga", paloma menemui managernya yang sudah lelah menunggu Paloma dari tadi.
Kebiasaan Paloma saat bangun pagi hari, dia langsung minum segelas air putih, kemudian langsung menuju ke tempat gym, entah ngegym untuk menggerakkan badannya yang kaku, beryoga, atau berenang, itu memang sudah menjadi rutinitas harian Paloma.
"Sarapan dulu" kata Christina sambil memberikan segelas jus buah, christina duduk di samping Paloma menemani breakfast.
Paloma meminum segelas besar jus wortel dicampur strawberry, setelah meminum jus dia mengambil roti gandum dioles dengan mayonaise, ditambah apokat, tomat dan cheese, Paloma makan dengan lahap, dia adalah seorang vegetarian yang tidak memakan daging dan ikan, tetapi dia masih memakan telur dan produk olahan susu.
"Paloma, hari ini kamu ada pemotretan video klip" kata Christina mengingatkan Paloma.
"Okeee" jawab Paloma Singkat.
"Kamu tidak bertanya, kamu akan menjadi model video klip siapa" kata Christina lagi.
"Memang siapa?" tanya Paloma sedikit penasaran.
"Jacob Darens" kata Christina.
"Jam berapa aku harus kesana" tanya Paloma memandang tajam ke arah Christina, dia sangat kaget ini benar - benar surprise.
"Sekitar pukul 10.00, selesai sarapan kamu harus bersiap, aku tidak mau terlambat kesana" sambung Christina.
Paloma menyudahi sarapannya, tanpa berkata - kata lagi dia langsung menuju ke kamar mandi, dalam hati Paloma senang akan menjadi model di video klip Jacob Darens.
__ADS_1
Jacob Darens adalah penyanyi internasional, yang sangat populer saat ini. Dia digandrungi banyak remaja. Ini kesempatan emas untuk Paloma, tawaran yang sangat langka, dia bersyukur bisa menjadi model video klip Jacob Darens.
Sebenarnya Jacob Darens adalah salah satu idola Paloma, sering Paloma berharap bertemu dengan idolanya itu.
Karena keterbatasan waktu antara kuliah dah pekerjaan sebagai model membuat Paloma mengurungkan niatnya. Tetapi saat kesempatan ini datang, dia sangat antusias saat mendengar Christina menyebut nama Jacob Darens.
Paloma tidak menyangka managernya itu bisa melobi agensi yang menaungi Jacob Darens, dia merasa hari ini hari keberuntungannya.
Mobil Lamborghini Aventador yellow itu, melaju dengan kecepatan sedang. Ini mobil koleksi Paloma yang terbaru, mobil ini fia beli dari hasil keringatnya menjadi model.
Mobil Lamborghini untuk menemani dia kerja, di apartemennya masih ada dua mobil lagi pemberian ayahnya dan neneknya, Ferrari 488 dan Porsche Boxster, mobil yang dia pakai saat kuliah.
Lagu dari penyanyi The Weekend yang berjudul "Call Out My Name" menemani perjalanan Paloma ke tempat kerja, Paloma juga sangat menyukai lagu ini.
Suatu saat nanti dia juga berharap untuk menjadi model video klip penyanyi The Weekend.
Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di tempat tujuan. Managernya sudah menunggu disana. Christina sudah berangkat lebih dulu untuk menyiapkan segalanya.
Sampai di tempat parkir, Christina berdiri menunggu Paloma. Christina menghampiri Paloma dan mengajaknya masuk ke dalam.
Semua crew mempersiapkan segalanya, menyiapkan keperluan Jacob Darens dan Paloma Halley Makarim.
Dengan serius Paloma mendengarkan arahan sutradara.
"Paloma, kamu akan mengganti pakaianmu berkali - kali, pemotretan akan diadakan di atas bed dan di pinggir pantai" kata Matt sebagai pengarah gaya.
"Jadi hari ini kita kerja di ruangan indoor atau outdoor" tanya Paloma.
"Kita disini mengharapkan kamu untuk profesional, berani tampil lebih sexy, dari segi pakaian dan penampilan" kata Matt.
"Yang penting pakaiannya tidak terlalu vulgar, aku tidak mau terlalu terbuka" jawab Paloma lagi.
Matt dan kru lainnya diam tidak menjawab, mereka kenal dengan sifat Paloma yang tidak mau berpenampilan sexy layaknya model internasional.
Matt sering menangani Paloma, jadi dia banyak tahu karakter Paloma, Matt merasa Paloma banyak membatasi diri sebagai seorang model. Paloma memang susah diatur, dia tidak mau berpakaian terlalu sexy, tidak bersedia melakukan adegan kissing dengan lawan jenisnya atau adegan vulgar lainnya, dia benar - benar mengikuti nasehat dari neneknya, dia menjaga nama baik dan kehormatannya.
__ADS_1
Tetapi walaupun Paloma orangnya susah diatur tetap saja banyak yang ingin memakai jasa Paloma.