Pangeran 1000 Bintang

Pangeran 1000 Bintang
36. Menerobos


__ADS_3

Didalam hutan bagian selatan...


Duar bruakkk...


Lu Bing terlempar setelah berbenturan dengan Kapak Palu milik Raja Siluman Banteng..


"Haa haa haa... tidak semudah itu kau bisa merebut senjata ini dari tangan ku..." ucap siluman Banteng...


"Aku masih berbelas kasihan tidak akan membunuhmu, asalkan kau serahkan senjata itu,..." gertak Lu Bing...


"Haa haa haa.. Lebih baik aku mati daripada harus kehilangan senjata ini, senjata ini telah menemaniku sejak lama... sekarang bersiaplah untuk mati..." seru siluman Banteng..


Kini keduanya sama sama melesat kearah musuh, dengan menggunakan kecepatan yang luar biasa, namu kini Lu Bing sudah tidak menahan tenaga iblis nya...


Syyyuuuuttt... Duaaarrr....


Lu Bing memegangi dadanya...


"Sungguh kekuatan senjata yang luar biasa.. aku saja hampir tidak bisa menahanya..." ucap Lu Bing


Disisi lain siluman Banteng terpental menabrak batu besar dibelakangnya... saat kesadaranya menipis Lu Bing mendekati siluman itu dan merampas kapak palu itu..


"haa haa haa.. kini kau tau kekuatan tubuh raja iblis ku ini... dihadapanku kau hanya seekor semut saja... " ejek Lu Bing..


Setelahnya Lu Bing terbang melayang di udara...


"Nampaknya kau bisa jadi uji coba pertama senjata baruku ini..." lanjut Lu Bing..


Memang sebagus apapun senjata, tetap masih tergantung dengan pemakainya.. apalagi dengan pemakai berkekuatan iblis seperti Lu Bing.. maka senjata ditangannya berubah menjadi lebih mematikan, dan aura yang keluar adalah aura kematian yang sangat pekat..


Wusssshhh... blaarrrr..


Ketika Lu Bing mengayunkan Kapak palu itu, seketika keluar gelombang energi berwarna hitam, menghantam siluman banteng yang setengah sadar itu... dan tak butuh waktu lama, siluman bantengnpun meregang nyawa ditangan Lu Bing... kini resmilah Lu Bing jadi pemilik baru senjata Kapak Palu tersebut..


Disebuah padang rumput yang luas...


Shizi ditemani Feng Huang sedang berlatih nenguasai Tombak Besi Hitam miliknya, yang baru ditempa kembali oleh Long An..


Teknik Tombak membelah langit..


Pada dasarnya teknik ini sama dengan teknik cakar singanya.. namun teknik tombak kali ini, menggunakan energi yang hampir sama, namun dengan hasil ledakan dan ketajamannya meningkat berkali kali lipat...


Teknik Tombak Besi Penembus...


Seperti namanya, teknik ini menggunakan pemadatan energi di ujung tombak, memungkinkan menembus perisai energi pada praktisi hinggga tingkat Abadi...

__ADS_1


Teknik Perisai Tombak..


Teknik pertahanan dari Shizi yang terlahir karena dia memutar tombak dengan sangat cepat sehingga tercipta perisai energi didepan Shizi..


"Kakak pertama, sungguh menakjubkan melihat kakak telah berhasil menguasai berbagai teknik dari tombak itu..." Puji Feng Huang..


"Aku hanya menguasai awal tekniknya saja, semoga aku bisa menyempurnakan teknik ini di masa depan..." jawab Shizi..


"melihat kakak pertama berlatih, mendadak aku juga ingin teknik pedang suci api miliku..." ucap Feng Huang..


Lantas Feng Huang berlatih sendiri, berlatih untuk meguasai teknik teknik baru dari pedang suci apinya...


Teknik milik Feng Huang hampir seluruh nya teknik serangan dengan kecepatan tinggi, yang paling mencolok adalah penggabungan teknik Hujan Bulu Phoenix dengan pedang suci api..


Sekarang teknik tersebut menjadi Teknik Hujan Pedang Api... membuat Feng Huang dapat membunuh dalam radius yang luas, dengan melebarkan serangan nya...


Dan bisa membunuh musuh yang kuat dengan memfokuskan seramgan di satu titik...


Shizi sempat tercengang dengan besarnya kekuatan Feng Huang, ditambah teknik pedang yang sangat mematikan...


"Ayo kita kembali, kita harus segera meningkatkan kultivasi kita... sebentar lagi aku akan menerobos tingkat Abadi tahap Awal..." ucap Shizi..


"Baik lah kakak.. aku juga tidak sabar untuk menerobos tingkat abadi..." jawab Feng Huang..


Lantas mereka terbang kembali keistana... sesampainya di istana mereka berdua merasakan energi hangat masuk kedalam tubuh mereka.. yang membuat energi dalam lautan Qi mereka meluap luap..


"Kakak, kita belum berkultivasi menyerap Pil Penambah Qi, namun kenapa ini... kenapa tiba tiba kultivasiku meningkat sendiri dan siap untuk menerobos..." Tanya Feng Huang..


"Aku juga merasakan hal yang sama.. ini bisa terjadi jika tuan kita memiliki kultivasi lebih tinggi dari kita sendiri... apa jangan jangan tuan kaisar telah melampaui kultivasi kita semua..." jawab Shizi...


seperti yang telah diketahui, Tuan kontrak dapat membagi energi Qi pada kontraknya, namun selama ini tingkat kultivasi Long An masih lebih rendah dari ketiga kontraknya, sehingga energi yang dibagi pada ketiga kontraknya pun hanya sedikit...


Namun ternyata didalam dimensi jiwanya sendiri, Long An telah menembus tingkat abadi tahap awal, setelah dirinya menempa pedang Petir surgawi milikya... energi pedangpun meningkatkan energi pada Lautan Qi milik Long An...


Apalagi Long An mengkonsumsi Pil Penambah Qi Tingkat Akhir yang membuat dirinya dapat dengan cepat menerobos...


Dengan segera Shizi dan Feng Huang memasuki ruangan masing masing dan meminum pil Penambah Qi, dan tak lama mereka berdua berhasil juga menembus Tingkat abadi tahap awal... namun mereka masih malnjutkan kultivasi untuk menstabilkan Lautan Qi yang baru terbentuk di tingkat yang baru tersebut..


Ditaman istana...


"Hu er, semakin hari kau nampak semakin cantik aku makin mencintaimu..." rayu Lei Long


"aahh kakak Long bisa saja... heemm aku juga semakin sayang padamu kakak..." jawab Yin Hu..


Nampak sepasang kekasih yang sedang kasmaran itu sedang saling rayu, lantas Yin Hu menutup mata mengharap kecupan dari Lei Long..

__ADS_1


Namun setelah lama Yin Hu menutup mata, kecupan Lei Long tak kunjung mendarat pada bibir Yin Hu..


Yin Hu pun membuka matanya, nampak didepan nya Lei Long duduk bersila dengan Aura pekat menyelimuti tubuhnya, Lei Long bersiap untuk menerobos juga...


"Dasar, lama kutunggu ciuman darinya, malah sekarang dia sudah siap untuk menerobos tingkat kultivasi.... heemmm apa jangan jangan energi cintaku bisa meningkatkan energi Qi miliknya yah... hi hi hi... " ucap Yin hu terkekeh lirih..


Didalam markas manusia iblis...


Lu Bing sedang memamerkan senjata barunya pada ketiga ketua sekte hitam...


"Hanya mengalahkan siluman sampah saja, kau butuh waktu yang lama.. dasar iblis lemah..." ejek Yun Pei..


"Apa kau ingin mencoba kekuatan ku heh Yun Pei..." tantang Lu Bing...


Seketika ruangan aula markas bergemuruh saat Lu Bing mengeluarakan Aura membunuh yang sangat kuat... sehingga ketiga ketua sekte hitam saja merasakan ketakutan...


"Sudah hentikan,... Lu Bing segera hentikan, musuhnl kita di luar sana.. bukan disini..." seru Li Sheng berat...


"Iya, maaf kan aku, maafkan aku Lu Bing.. aku tak berniat menyinggung mu..." Tambah Yun pei..


Lu Bing pun menarik kembali aura membunuhnya itu, suasana Aula markas mereka kembali tenang...


"Dasar manusia tidak berguna, apa gunanya tindakanmu itu....???" geram Yu Sing pada Yun Pei..


Yun Pei hanya menunduk terdiam mendengar seruan temanya itu...


Didalam Aula beladiri istana..


Xiao Rong telah berlatih selama 5 hari,.. yang berarti didalam dimensi jiwa Long An selama 50 hari, dan selama waktu itu ia telah berhasil menerobos hingga tingkat dewa tahap awal...


Xiao Rong membuka mata dan melihat Long An masih berkultivasi... namun ia memilih keluar dari dimensi jiwa Long An terlebih dahulu...


Setelah keluar.. dia tidak lantas pergi meninggapkan aula beladiri, namun dia berkultivasi diluar dimensi jiwa long an, untuk menstabilkan lautan Qi yang baru terbentuk dari naik nya tingkat kultivasinya itu...


Sehari sesudahnya Long An pun telah kembali dari dimensi jiwanya... dan Xiao Rong telah menunggu Long An di dalam aula beladiri...


"Ternyata kau menungguku disini Rong er..." ucap Long an...


"Iya.. aku sengaja menunggumu disini sekalian menstabilkan Lautan Qi ku yang baru..." jawab Rong er


"Ooohh kau sudah menerobos juga rupanya... selamat yah... ini, aku ada hadiah untukmu..." Uvap Long An sambil mengeluarkan Cambuk berwarna cokelat kehitaman..


"ini adalah Cambuk Buaya Surgawi, yang kekuatannya diatas sama juga dengan pedang petir surgawi milikku..." lanjut Long An..


"Woww... terima kasih An er... aku jadi percaya diri setelah memegang senjata ini, aku akan menjaga cambuk ini dengan sepenuh jiwa ku... " ucap Xiao Rong seraya mengecup kening Long An....

__ADS_1


__ADS_2