
Dimarkas manusia iblis...
Suasana disana sedang dalam situasi ramai persiapan, dilihat dari persiapan mereka, nampaknya perang akan dijalani kali ini lumayan besar...
Terlihat jelas 7000 murid sekte hitam bersenjata lengkap... 5000 manusia iblis.. serta 3 ketua sekte ikut berangkat juga...
Yu Sing, Lisheng, dan Yun Pei... mereka tidak mengijinkan Lu Bing untuk ikut, mereka khawatir Lu Bing akan lepas kendali ketika berhadapan dengan Long An...
Mereka khawatir juga Long An telah mengetahui kelemahan Lu Bing, jadi mereka berencana menghabisi Long An terlebih dahulu...
Persiapan selesai mereka pun segera berangkat menuju ibukota..
Didalam istana Jenderal Hu melapor pada Long An..
"Hu Bei menghadap Yang Mulia..." ucap Hu Bei sambil berlutut..
"Berdirilah,.. ada kabar apa jenderal...??" tanya Long An..
"Berdasarkan informasi dari mata mata kami dilapangan, pasukan manusia iblis dalam jumlah besar sudah mulai bergerak menuju ibukota..." Jawab Hu Bei..
"hmmm.. baiklah... kau kumpulkan para pemimpin pasukan di aula istana..." perintah Long An...
"Siap laksanakan..." balas Hu Bei singkat..
Didalam Aula Istana...
"Seperti yang kalian dengar, pasukan manusia iblis, dalam jumlah besar sudah mulai bergerak menuju ibukota..." ucap Long An..
"Segera kumpulkan pasukan, kita gunakan pasukan yang tempo hari, karena mereka telah memiliki setidaknya sedikit pengalaman dalam menghadapi pasukan manusia iblis.." lanjut Long An...
"Dan kali ini aku sendiri yang akan memimpin pasukan kita..." tambah Long An..
"Apakah tidak terlalu berbahaya kalau yang mulia ikut langsung dalam peperangan ini...?" tanya Xiao Yan, nampaknya dia khawatir terjadi apa apa pada menantunya itu..
"Betul apa yang dikatkan ketua Xiao, lebih baik percayakan pada kami perang ini,..." tambah Shizi..
"Tidak apa apa, aku ingin memantapkan kultivasi dengan pertempuran langsung, ini adalah cara terbaik memantapkan tingkat kultivasiku yang baru menerobos baru baru ini..." jawab Long An..
Semua nampak mengangguk setuju... memang benar apa yang dikatakan Long An, kenaikan tingkat kultivasi dengan bantuan Pil dan Sumberdaya memang cepat, tapi para praktisi juga harus punya pengalaman pertarungan secara langsung...
Agar para praktisi atau kultivator, benar benar bisa menyesuaikan kemampuan dimedan tempur, dan menstabilkan energi yang baru didapatnya...
"Aku juga akan ikut pertempuran ini... kalian tidak perlu melarangku, karena alasan apapun akan aku tolak" ucap Xiao Rong tiba tiba..
semua mendadak terdiam melihat kegigihan Xiao Rong untuk pergi ke medan perang...
"Baiklah Rong er, kau boleh berpartisipasi dalam perang kali ini, namun kau harus berjanji, bahwa kau akan terus bersama Yin Hu sebagai pengawal Pribadimu..." ucap Long An
"Lalu Untuk Pasukan aliansi sekte Putih, akan dipimpin Ketua Xiao dan Lei Long... pasukan kekaisaran di pimpin Jenderal Hu dan para ketua sekte lainya... sedangkan aku, Shizi dan Feng Huang akan menghadapi pemimpin pasukan musuh..." tambah Long An...
"Siap laksanakan..." jawab mereka serempak..
__ADS_1
Selanjutnya mereka bergegas menjalankan rencana yang telah disusun, pasukan pun segera disiapkan...
Tak lama kemudian Pasukanndannsegala sesuatunya telah siap, setelahnya Long An perintahkan pasukan segera berangkat...
Mereka telah berjalan selama 2 hari, mereka Long An pun memutuskan untuk istirahat.. mengistirahatkan pasukan yang tidak memiliki basis kultivasi tinggi...
"Yang Mulia, informasi yang hamba dapat dari mata mata, pasukan musuh berada di sini..." ucap Hu Bei sambil menunjukan sebuah peta pada Long An..
"kita bisa menghadapi nya di tebing seperti tempo hari atau kita bisa menghadang mereka di padang rumput luas ini..." tambah Hu Bei masih dengan petanya..
"Jangan di tebing, mereka akan sangat waspada saat di tebing, mengingat kejadian tempo hari, kita bisa menghadang mereka di padang rumput saja..." saran Long An..
"Siap laksanakan yang mulia..." jawab Hu Bei singkat...
Keesokan harinya mereka telah sampai lebih dulu di padang rumput itu, perbandingan pasukan mereka adalah 7000 melawan 12000..
Tapi Long An percaya pasukannya masih bisa menang...
Dipihak musuh...
"Ketua Li Sheng, mata mata kita mengatakan pasukan musuh sudah menunggu kita di padang rumput didepan..." ucap salah satu pemimpin pasukan..
"Baiklah kita hadapi mereka di padang rumput itu... beritahu yang lain agar bersiap dengan kemungkinan terburuk..." jawab Li Sheng sebagai pemimpin utama pasukan..
Tak berapa lama pasukan mereka berhadapan, dengan jumlah yang agak tidak seimbang Long An berfikir keras agar bisa menang tanpa banyak korban...
Sedang dipihak musuh, Li Sheng begitu percaya diri, dan tidak ingin berkompromi lagi...
Pasukan manusia iblis maju menyerang pasukan kekaisaran... sementara mereka menyerang Long An masih menunggu jarak yang tepat untuk menyerang...
"Feng Huang, terbanglah keatas, serang mereka dengan teknik Hujan Pedang api..." ucap Long An
"Siap laksanakan..." jawab Feng Huang...
Feng Huang segera terbang keatas... dan menyerang pasukan musuh dengan teknik hujan pedang api...
Seketika ribuan musuh tewas tertusuk ribuan pedang yang jatuh dari langit...
Li Sheng terkejut dengan serangan itu, dan langsung memerintahkan mundur...
"Majuuuuu..." teriak Long An
Pasukan kekaisaran melihat kesempatan untuk menghabisi musuh yang sedang dalam keadaan bingung...
Segera para pemimpin pasukan pun ikut maju dengan cepat...
Duaaarrr boommmm
Bunyi ledakan terdengar, banyak pasukan kekaisaran yang terlempar dan terkapar...
Ternyata Li Sheng sudah berada diatas dan menyerang pasukan kekaisaran dari atas ...
__ADS_1
Seketika Shizi melesat menyerang Li Sheng... namun serangan Shizi dapat ditangkis Li Sheng..
"Dasar Siluman tak tahu diri, berani kau melawanku hah...." seru Li Sheng..
"hmmm, bukan masalah siluman atau manusia, disaat ini hanya ada menang atau kalah, hidup atau mati..." jawab Shizi sambil menusukkan tombaknya...
Saat terjadi pertempuran diudara, diwaktu yang sama terjadi pertempuran didarat, rupanya Yu Sing sedang berhadapan dengan Feng Huang...
Sementara Long An sendiri berhadapan dengan Yun Pei...
"Jadi kau yang bernama Long An, seorang kaisar yang akan mati hari ini ditanganku..." ucap Yun Pei kasar...
"Kita lihat saja siapa yang akan mati..." jawab Long An..
Syuuuuttt... traangg...
Sebuah untaian rantai besi meluncur kearah dada Long An, rantai tersebut telak mengenai dada Long An.. namun rantai tersebut nampak tidak menggores tubuh Long An sedikitpun..
"Apa yang terjadi, jelas sekali rantaiku mengenainya tepat didadanya... rantaiku ini bisa melukai kultivator pada tingkat Abadi... " gumam Yun Pei..
Sekali lagi yun pei kembali menyerang Long An, kali ini menggunakan dua rantai dari tangan kanan dan kirinya, serangan kedua ini menebas Long An dari atas dan dari bawah..
Seakan mempunyai ilmu teleportasi, Long An hanya berpindah kesamping saat rantai akan mengenainya...
"Sial, gerakannya terlalu cepat..." ucap Yun Pei dalam hati..
Setelah serangan kedua gagal, Yun Pei sempat terdiam... momen ini dimanfaatlan oleh Long An untuk menyerang yun Pei..
Pukulan meteor...
Sebuah energi yang dipadatkan berbentuk kepalan tangan melayang kearah Yun Pei... yun pei yang sempat terdiam, terkejut akan datangnya serangan Long An..
Namun dia dapat menghindari pukulan meteor milik Long An..
Long An melanjutkan dengan serangan keduanya...
Teknik zona Gravitasi...
Serangan ini diarahkan pada area sekitar Yun Pei sedang berdiri... mendadak Yun Pei tidak bisa bergerak, karena merasakan beratnya gravitasi pada tempatnya berdiri...
"Serangan macam apa ini, aku tak bisa bergerak sama sekali..." tanya Yun Pei cemas..
Melihat kondisi ini, Long an melanjutkan dengan teknik selanjut nya...
Tendangan Paku Bumi...
Long An meleasat keudara, dan segera menukik kebawah kearah Yun Pei, setelah berada didekat yun pei Long An bersalto satu kali dan mengarahkan tumit kakinya kearah kepala Yun Pei..
Yun Pei yang tidak bisa bergerak karena teknik Zona Gravitasi, tidak bisa menghindar, tendangan paku bumi akhirnya mengenai kepala Yun Pei...
Leher Yun Pei patah dan tewas seketika... melihat apa yang terjadi, Yu Sing yang berada tak jauh dari Yun Pei berteriak hampir tak percaya..
__ADS_1
"Ternyata Long An sudah berubah menjadi sangat kuat.. aku saja belum tentu bisa mengalahkannya..." ucap Yu Sing dalam hati...