
Matahari terbit di ufuk timur, kehangatan mulai dirasa. Embun-embun pagi perlahan-lahan menghilang, ayam mulai berkokok tanda pagi yang begitu cerah. Namun, dibalik cuaca yang begitu cerah. Kepala Militer Federasi memandangi langit biru yang cerah. Dia kemudian melihat banyak sekali tentara yang berbaris di padang rumput luas. Mereka adalah pasukan Kekaisaran.
Kepala Militer Federasi menghela nafasnya, “apakah hari ini akan menjadi akhir dari kota ini?” ucapnya sambil menatap para pasukan dari Kekaisaran.
Pada siang hari, langit biru cerah menghiasi langit. Cuaca sangat mendukung pihak Kekaisaran untuk melakukan serangan. Namun hal tersebut tidak akan terjadi karena Pangeran Louis sedang berdiskusi empat mata bersama dengan Kepala Militer Federasi. Mereka berdua duduk berhadapan di kursi mewah dengan bantalan warna merah yang empuk.
Pangeran Louis bersikap sangat tenang, dia perlahan mengambil teh yang telah disajikan di atas meja. Suasana yang begitu dingin hingga membuat Kepala Militer takut untuk memulai percakapan.
“Kepala Militer, apa kamu jika kamu menyuruh pelayan untuk meracuni teh ini maka saat ini aku pasti sudah mati,” ucap Pangeran Louis menatap air yang ada di dalam teh. “Ini adalah salah satu bukti bahwa fraksi pro Kekaisaran lebih banyak daripada fraksi pro perang. Setidaknya di dalam kota ini” ucapnya sambil menatap Kepala Militer dengan senyuman palsu.
“Apa maksud anda, Pangeran. Katakan langsung tujuanmu terhadap kota ini,” ucap Kepala Militer dengan wajah berkerut tanda dia cemas dan khawatir.
“Menyerahlah, aku tidak ingin ada pertumpahan darah yang sia-sia. Kota ini akan menjadi bagian dari Kekaisaran,” ucap Pangeran Louis dengan ekspresi datar.
“Aku tidak menyangka bahwa kota ini akan jatuh dalam waktu sedekat ini. Bagaimana caramu agar bisa masuk? Bagaimana kamu tahu bahwa ada fraksi pro perang dan fraksi pro Kekaisaran?” tanya Kepala Militer penasaran.
“Lucu sekali” ucap Pangeran Louis tersenyum. “Bukankan pihak Federasi sendiri yang memberikan sumber informasi mereka? Putri Mitia masih hidup...” ucap Pangeran Louis sambil berdiri dan melihat langit di jendela. “Kepala Militer, aku tidak tahu kamu bagian dari fraksi Kekaisaran atau bukan. Kamu memiliki dua pilihan atas Kota ini, menyerah pada Kekaisaran dan akan aku ampuni dirimu termasuk kota ini atau aku harus membunuhmu disini dan pada akhirnya kota ini akan jatuh ke tangan Kekaisaran.”
Aku tidak tahu bahwa putri Mitia masih hidup. Kota Serikat telah dalam keadaan genting. Jenderal Leo dan Letnan Wein merupakan bagian dari fraksi pro Kekaisaran. Sebelumnya mereka berdua memaksa Kepala Militer untuk rapat dengan Pangeran Louis secara empat mata.
“Putri kami masih hidup?” gumam Kepala Militer ragu. “Apa kamu punya buktinya??”
Pangeran Louis melemparkan kertas amplop yang berisi surat untuk Jenderal Leo yang ditulis oleh Putri Mitia. Setelah membaca dengan seksama, Kepala Militer tersenyum, dia semakin cemas dan khawatir. Dia benar-benar tidak tahu bahwa Pihak Federasi membuat konspirasi atas kematian Putri Mitia.
__ADS_1
“Aku menyerah,” ucap Kepala Militer pasrah.
“Keputusan yang bagus,” ucap Pangeran Louis tersenyum.
***
Bendera kota serikat di dinding benteng diganti dengan warna putih. Melihat bendera putih itu berkibar, tentara Kekaisaran berteriak dan bersorak bersama-sama karena kota Serikat telah menyerah pada Kekaisaran. Siang itu juga, sebagian pasukan masuk ke kota itu dipimpin oleh Putri Mitia. Para warga kota terlihat khawatir mengenai nasib mereka. Namun ketika mereka melihat Putri Mitia berdiri dan melambaikan tangan dari keretanya, semua rasa cemas dan khawatir itu lenyap seketika.
“Putri Mitia! Hidup Putri Mitia!” sorak-sorak warga kota.
Untung saja kota serikat adalah kota pro Kekaisaran, aku sangat bersyukur karena para warga kota menyambut baik kedatangan Kekaisaran.
Putri Mitia menjadi simbol dan harapan bagi warga kota Serikat agar dapat menjadi bagian dari Kekaisaran secara resmi dan bukan menjadi kota jajahannya. “Para Warga sekalian, aku disini sebagai Putri dari Federasi akan menjamin keselamatan kalian!” ucap Putri Mitia sambil melambaikan tangannya.
Di antara sorak-sorak itu, beberapa mata-mata dari Federasi bergegas kembali ke pasukan utama mereka. Jendral Viktor bersama dengan mata-mata itu pergi lewat gerbang belakang. Mereka terburu-buru, karena informasi yang telah mereka lihat benar-benar mustahil, setidaknya bagi Jendral Viktor.
Tidak mungkin, kenapa Putri Mitia masih hidup. Apa Federasi membohongi Jendral mereka sendiri!
Jendral Viktor bersiap dengan lima orang lainnya, mereka telah di atas kuda. “Ayo pergi!” ucap Jendral Viktor.
Namun setelah mereka mulai bergerak, salah satu mata-mata terkena anak panah dan jatuh dari kudanya. “Sial, mereka telah mengetahui gerak gerik kita, ayo berpencar!” ucap Jendral Viktor. Keempat orang mata-mata itu pergi ke arah berbeda-beda untuk membingungkan orang yang memanah.
Hujan anak panah mengarah ke empat mata-mata itu. Pada akhirnya, hanya tertinggal Jendral Viktor yang selamat dan terus bergerak dengan kudanya.
__ADS_1
“Maaf Letnan Jenderal Wein. Kami tidak bisa mengenai Jendral Viktor” ucap salah satu tentara.
Letnan Jenderal Wein telah menunggu kedatangan orang-orang yang akan pergi dari kota Serikat untuk menyampaikan informasi mengenai Kota Serikat. “Tidak apa, dia adalah seorang Jendral. Wajar saja jika kamu tidak akan mengenainya, lagi pula aku memang bermaksud untuk melepaskannya” ucap Letnan Jenderal Wein tersenyum.
***
Dengan kecepatan penuh, saat malam hari, Jendral Viktor telah sampai di perkemahan pasukan utama Federasi. Dia pergi ke tenda pimpinan pasukan dan menyampaikan apa yang dialami kota serikat dan informasi mengenai Putri Mitia. Di tenda itu hanya terdapat beberapa orang Jendral bersama dengan Letnan Jenderal mereka masing-masing. Sebagian besar Jendral sedang berada di tenda mereka masing-masing.
“Apa kamu yakin dengan apa yang kamu lihat Jendral Viktor?” ucap Jendral Hans sambil mengambil peta perang yang berada di atas meja. “Bisa jadi Kekaisaran menggunakan orang lain sebagai Putri Mitia agar mereka dapat memanipulasi pihak Federasi?” tanya Jendral Hans.
“Aku tidak salah lagi, dia adalah Putri Mitia. Dari suara, tulisan tangan dan bahkan wajahnya semuanya mirip” ucap Jendral Viktor menyakinkan Jendral Hans. “Tidak salah lagi dia adalah Putri Mitia!”
“Begitu kah” ucap Jendral Hans berjalan ke belakang Jendral Viktor.”Apa kamu tahu Jendral. Federasi memiliki fraksi pro perang?”
Aku baru ingat bahwa sebagian besar Jenderal adalah bagian fraksi pro perang. Bodohnya aku malah datang ke sarang mereka!
Terdengar suara pedang tercabut dari sarungnya. Seketika kepala Jendral Viktor tergeletak di tanah. Jendral Hans tersenyum kemudian menunjukkan sebuah lokasi kepada semua orang. “Karena kepala militer sebelumnya telah berkhianat pada Kekaisaran, maka sebagai Jenderal paling senior kedua, aku akan menjadi Kepala Militer Federasi!” ucap Jendral Hans dengan serius. “Bersiaplah karena kita akan bertempur di bukit canae!”
Kematian Jendral Viktor menjadi rahasia, dia dikabarkan secara resmi mati karena Kekaisaran memberikannya racun.
Setelah berhasil merebut kota serikat. Wilayah sekitar kota Federasi dikuasai oleh tentara Kekaisaran dengan cepat, desa-desa di sekitar diberikan sumber daya untuk bertani dan menghasilkan makanan. Pihak Kekaisaran juga memberikan tenaga kerja untuk membantu perkembangan desa. Kekaisaran harus segera menyiapkan semua itu karena mereka tahu bahwa perang melawan Federasi akan berlangsung lama.
Bukit canae adalah wilayah luas yang memisahkan kota-kota besar Federasi dengan kota perbatasan, kota serikat. Perbukitan ini sangat luas, pihak Federasi telah membangun beberapa tower pertahanan di bukit-bukit itu. Mereka telah bersiap untuk menghadapi pasukan Kekaisaran yang akan sampai dalam beberapa minggu kedepan.
__ADS_1