
Kota perbatasan antara Kekaisaran dan Federasi, kota ini disebut sebagai kota pelabuhan tersibuk di benua utama. Pelabuhan pada kota ini menjadi jalur perdagangan utama untuk negara negara yang berada di Utara, seperti ; Federasi, Republik, dan beberapa Kerajaan besar di utara.
Pelabuhan ini tidak pernah kosong, setiap beberapa jam sekali ada kapal yang berlabuh atau berlayar. Kota ini merupakan salah satu kota dari tiga kota besar yang ada di Kekaisaran. Pemimpin dari kota ini adalah seorang bangsawan muda, Count Kylar De Dylurd. Wilayah ini termasuk dalam kerajaan Oceania yang berada dibawah kekuasaan Kekaisaran Roman.
Mei tahun 1550, pergerakan dari pasukan Federasi sudah mencapai perbatasan kota, mereka berkemah di balik bukit dan menunggu perintah untuk menyerang sebuah tambang emas di kota Dylurd. Bangsawan muda, Count Kylar benar benar dalam masalah sekarang. Baru beberapa tahun sejak ayahnya meninggal dan dia menggantikan posisi ayahnya, sekarang dia harus berperang untuk membela wilayahnya.
Count Kylar segera pergi ke benteng utara kota, dia bersama 2000 pasukannya. Di dalam benteng, dalam ruangan kerja, Count Kylar berjalan kesana kemari. Dia berpikir bagaimana cara agar dapat bertahan dari serangan Federasi selama mungkin sampai bantuan datang.
“Apa yang harus aku lakukan? Beberapa hari lagi Federasi akan menyerang, benteng ini tidak akan mungkin bisa aku pertahankan” gumam Count Kylar.
Count Kylar baru saja menginjakkan umur kepala tiga, dia masih sangat muda untuk seorang bangsawan yang memegang kekuasaan atas sebuah wilayah. Dia menjadi pewaris dari ayahnya pada umur 25 tahun. Wajahnya yang tampan, tinggi serta memiliki brewok yang membuatnya semakin berwibawa.
Tok tok tok
Seorang prajurit mengetuk pintu membuat Count Kylar berhenti dan duduk kembali ke kursi kerjanya.
“Tuan Count Kylar, telah tiba seorang pengirim pesan” ucap Prajurit itu.
“Persilahkan masuk” jawab Count Kylar cepat.
Pengirim pesan itu masuk dan memberi hormat kepada Count kemudian menyampaikan pesan. Count Kylar mendengarkan baik apa yang disampaikan oleh pengirim pesan tersebut, ekspresi Count Kylar tampak tidak senang dan kesal tapi dia berusaha untuk menutupi itu di depan prajurit.
Pengirim pesan itu pamit undur diri, setelah pintu kembali ditutup oleh para prajurit barulah Count Kylar melepaskan semua emosinya.
“2 Minggu lagi?! Yang benar saja! Bantuan dari pusat akan datang dalam 2 minggu? Kota ini akan hancur ketika bantuan itu datang! Sial!” gumam Count Kylar sambil melempar gelas yang ada di mejanya.
Ketika melihat cairan anggur dari gelas yang telah pecah, Count Kylar mendapatkan ide yang bisa membuatnya mempertahankan benteng setidaknya selama 1 minggu.
__ADS_1
***
Keesokan harinya, Count Kylar menutup pelabuhan akibat perang dengan Federasi, hanya beberapa kapal penting saja yang tetap beroperasi. Pelabuhan yang tadinya sangat sibuk menjadi sangat sepi sekali. Tapi warga sekitar tetap diperbolehkan beraktivitas seperti biasa.
Pasukan pengintai telah kembali dan mengabarkan kepada Count Kylar bahwa pasukan Federasi berjumlah 10 ribu, tapi bukan itu yang ia takutkan. Count Kylar sangat khawatir akan jumlah artileri berat yang dibawa oleh Federasi, pasukan pengintai melaporkan mereka melihat setidaknya ada 20 artileri berat dan 10 meriam Bombard.
Count Kylar langsung dengan cepat menjalankan rencananya. Dia menyuruh seseorang menjadi utusan untuk bernegosiasi dengan Federasi, pasukan Federasi awalnya menerima utusan tersebut dan mempersilahkan mereka masuk, negosiasi berhasil.
“Mereka meminta tawarannya 2 kali lipat” ucap prajurit yang pergi bernegosiasi tadi.
“2 kali lipat?!” ucap Count Kylar tersentak terkejut.
“Baiklah, kirimkan anggur itu kepada mereka!” ucap Count Kylar.
Beberapa pasukan Count Kylar pergi mengantarkan 30 tong minuman anggur kualitas tinggi, mereka kemudian menyerahkannya kepada pasukan Federasi.
Singkat cerita, Count Kylar telah menghabiskan seluruh cadangan anggurnya. Dia kehabisan akal, sementara itu hari keempat sudah tiba, Count Kylar bahkan tidak bisa tidur selama dua hari yang lalu karena terus memikirkan tanggung jawabnya.
“Tuan Count Kylar! Lapor, pasukan Federasi sudah mulai bergerak dan menuju ke tambang emas di dekat bukit. Beberapa kompi pasukan sudah berpapasan dan meminta perintah Tuan!” ucap prajurit yang melapor.
“Jangan biarkan mereka mengambil tambang emas itu! Katakan kepada seluruh kompi untuk terus bertahan selama mungkin, bantuan dari benteng akan segera datang!” ucap Count Kylar.
Malam itu salah satu tambang emas terbesar yang ada di kota Dylurd telah jatuh ke tangan Federasi, Count Kylar menarik seluruh pasukannya dari sana dan bersiap-siap untuk menahan serangan dari benteng.
“Masih tersisa 10 hari lagi, aku harus bertahan” ucap Count Kylar.
Keesokan harinya, artileri berat mulai membombardir benteng, hanya dalam beberapa jam saja sebagian dinding benteng rusak parah, Count Kylar tidak berani menyerang balas. Dia terus saja bertahan membuat mental para pasukan menjadi lemah.
__ADS_1
Tiba-tiba seorang pasukan pengintai berteriak dari kejauhan, melaporkan kepada seluruh pasukannya.
“Bendera Marshal terlihat! Bendera Marshal terlihat!” teriak prajurit itu sambil berlari menuju Count Kylar.
Marshal adalah pangkat militer tertinggi dalam kemiliteran, lebih tinggi dari Jenderal.
Saat sampai di hadapan Count Kylar, prajurit itu menjelaskan dia melihat bendera Marshal di dekat perbukitan langsung menuju pasukan artileri berat Federasi, ada sekitar 100 Kavaleri (pasukan penunggang kuda) bersama pasukan itu.
“Bantuan telah datang! Bersiap untuk membantu!” ucap Count Kylar cepat.
Ekspresi Count Kylar tersenyum lega, tapi dia sedikit khawatir bahwa bantuannya sangat sedikit dan datang lebih cepat dari apa yang diperkirakan.
“Tuan Count Kylar! Pasukan itu bukanlah pasukan bantuan yang dijanjikan! Saya telah melihat bahwa pangeran Louis memimpin pasukan itu!” ucap prajurit yang melapor.
“Pangeran Louis! Tidak mungkin! Bagaimana mungkin seorang pangeran turun langsung memimpin sebuah pasukan!” ucap Count Kylar terkejut.
“Tidak Tuan, pangeran Louis dikenal sebagai ‘Dewa Perang’ oleh pasukan di daerah selatan Kekaisaran.
Salah satu komandan Pasukan Pangeran Louis meniupkan terompet tanda untuk serangan dan bala bantuan, dengan cepat gerbang di benteng dibuka dan kurang lebih 200 Kavaleri (pasukan berkuda) bersatu dengan pasukan pangeran Louis, mereka juga membawa bendera bangsawan keluarga Dylurd.
Pangeran Louis menebas musuh-musuhnya dengan kedua pedangnya, dia melompat dari kuda dan membunuh pasukan Federasi yang mengoperasikan artileri berat, pasukan Kavaleri itu benar benar sangat kuat saat Pangeran Louis memimpin mereka.
Dengan kedua pedangnya yang terus menebas pasukan Federasi hingga pedang itu tumpul. Ketika itu terjadi, Pangeran Louis melempar pedangnya dan bertarung dengan tangan kosong, otot tangannya membesar dan badannya terlihat sangat kekar, satu persatu dia memukul pasukan Federasi dengan tangan kosong hingga pingsan bahkan ada yang mati.
Count Kylar segera bertindak dengan mengirim seluruh pasukannya untuk membantu sang Pangeran, hingga malam harinya tambang emas di dekat bukit berhasil direbut kembali dengan keberanian dan kekuatan dari Marshal Kekaisaran yaitu Pangeran Louis! yang dijuluki Dewa Perang!
Beberapa artileri berat dan meriam Bombard milik Federasi berhasil diambil alih, karena kekalahan ini pihak Federasi mundur hingga ke kota perbatasan mereka.
__ADS_1