
Seperti biasanya hari yang cerah nan tenang di Ibukota Kekaisaran Roman, semua warga melakukan aktivitas pagi mereka masing-masing, mereka bekerja dengan senyuman karena Ibukota bisa dikatakan tempat paling makmur di benua ini. Jalur perdagangan di sini tidak terikat dengan kebijakan pemerintah sehingga banyak sekali pedagang yang singgah dari berbagai negara.
Lokasi Ibukota yang sangat strategis karena merupakan jalan utama untuk pergi ke beberapa negara di sekitar, tingkat kriminalitas yang sangat rendah dan yang paling penting yang mengelola wilayah Ibukota bukanlah Bangsawan melainkan keluarga Kaisar sendiri atau lebih tepatnya Kaisar yang membangun Ibukotanya sendiri. Siapapun yang datang ke Ibukota pasti akan terpikat akan kemakmuran dan kedamaiannya.
Kebanyakan orang yang datang ke Ibukota pasti memiliki tujuan, contohnya saudagar yang datang ke Ibukota untuk membuat koneksi, penyair yang ingin terkenal, atau orang desa yang ingin menjadi tentara. Kedatangan Putri dari negara sebelah juga memiliki tujuan, ia harus bisa melakukan tujuan itu dengan baik dan benar, jika rencananya gagal maka negaranya dalam bahaya.
“Pangeran Louis?” kata Putri Mitia yang terbangun dari tidurnya, ia melihat ke lantai tidak ada orang di sana. Saat ini Putri Mitia hanya mengenakan pakaian dalam saja, karena kebiasaannya ia menunggu pelayan datang untuk membangunkannya kemudian menyiapkan dirinya, tapi di Kekaisaran sudah tidak ada pelayan yang melakukan hal itu.
“Kenapa tidak ada pelayan yang datang?” tanya Putri Mitia membuka jendela
Ia menguap sambil meregangkan tangannya seakan dia sedang berada di negaranya sendiri, tapi ketika matanya tersilaukan oleh terik matahari seketika gadis itu berteriak “Aaahhhhh!”
Teriakan itu membuat para penjaga datang mengetuk pintu kamar “Tuan Putri?! Tuan Putri?! Apa anda baik-baik saja?!” tanya salah satu penjaga
“Tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja. Aku hanya melihat serangga tadi, bukan masalah” jawab Putri cepat
“Syukurlah kalau tidak ada apa-apa” balas penjaga
“Penjaga tolong panggilkan pelayan kesini” ucap Putri
“Baik laksanakan”
Tidak lama kemudian pelayan datang dan masuk ke kamar Putri Mita, dengan suara yang berbisik-bisik Putri Mitia meminta bantuan kepada pelayan untuk membantunya dalam memakai gaun karena dirinya tidak pernah sekalipun belajar tentang hal tersebut. Pelayan dengan senang hati membantu dan mengajari bagaimana cara memakai gaun.
Tidak lama kemudian, penjaga mengetuk pintu Putri Mita lagi “Tuan Putri, Kaisar mengundang anda untuk makan siang bersama” kata penjaga
“Aku segera datang” balas Putri Mitia
Beberapa saat kemudian Putri Mitia keluar bersama dengan pelayan, dengan langkah perlahan-lahan dan anggun ia berjalan ke ruang makan istana. Putri Mitia sangat khawatir karena ia bangun kesiangan dan tidak menghadiri acara sarapan bersama dengan keluarga pangeran.
“Ya Putri Mitia, mari kita makan siang bersama-sama” ucap Kaisar tersenyum
“Ehem, Louis” ucap Ibu Louis
Pangeran Louis langsung berdiri melihat Ibundanya sudah memberikan kode untuk menyambut Putri Mitia “Silahkan duduk di sini Putri Mitia” ucap Pangeran Louis sambil meraih tangan kanan Putri Mitia, Pangeran Louis menarik sebuah kursi agar sang Putri bisa duduk, kemudian dia kembali ke tempat duduknya semula
__ADS_1
Acara makan siang keluarga itu pun dimulai, awalnya terlihat jelas bahwa suasana di ruangan tersebut canggung sekali dan tidak ada yang memulai topik pembicaraan, hanya terdengar suara musik klasik yang sedang dimainkan oleh musisi kekaisaran, dengan wajah yang dipaksakan untuk tersenyum Putri Mitia makan dengan sangat waspada.
Singkat cerita acara makan siang telah berakhir. Pangeran Louis pergi dari ruang makan tanpa berkata apapun.
“Mau kemana kamu?” ucap Ratu.
“Berperang, mau kemana lagi?” ucap Pangeran Louis.
“Berperang dimana?” ucap Ratu.
“Wilayah Utara, Federasi” ucap Pangeran Louis dengan santainya.
Putri Mitia tersentak ketika mendengarkan apa yang diucapkan oleh Putri Mitia. Tiba-tiba saja Putri Mitia pingsan di kursinya, dengan sigap Pangeran Louis menahan tubuh Putri Mitia agar tidak jatuh.
“Apa yang kamu katakan pangeran! Putri dari Federasi ada di sini!” ucap Ratu marah-marah.
“Hahaha, apa kamu merasakan api peperangan di daerah sana?” ucap Kaisar.
“Ya! Aku harus segera ke sana dan ikut berperang!” ucap Pangeran Louis.
“Mari bicarakan masalah ini lebih lanjut di ruang tahta nanti, aku akan memberitahukan alasan sebenarnya kenapa aku menikahkan kamu dan Putri Mitia” kata Kaisar dengan serius.
***
Pangeran Louis membawa Putri Mitia ke kamarnya.
Putri Mitia membuka mata dan melihat pangeran Louis sedang mengayunkan pedangnya, dia berlatih di dalam kamar tersebut.
“Pangeran Louis?” ucap Putri Mitia.
“Kamu sudah bangun Putri Mitia? Kamu tadi pingsan” ucap Pangeran Louis mendekati Putri Mitia.
Kepala ku pusing sekali, tapi aku ingat kenapa aku bisa pingsan!
“Pangeran Louis! Maafkan aku!” ucap Putri Mitia.
__ADS_1
“Apa maksudmu?” tanya Pangeran Louis kebingungan.
Putri Mitia berjalan ke dekat jendela dan menutupnya, dia juga menutup pintu.
“Malam tadi, Aku telah melakukan kesalahan. Maafkan aku” ucap Putri Mitia.
Berbeda dengan malam kemarin, kali ini Putri Mitia tidak ragu ragu untuk menunjukkan tubuhnya. Dia berpikir, karena dirinya pangeran Louis tetap berniat berperang melawan Federasi, karena dirinya yang tidak melayani Pangeran Louis sebagai istri yang baik pada malam pertama.
Pangeran Louis melihat tubuh Putri Mitia dan masih terlihat bingung kenapa Putri Mitia melepas pakaiannya di depan dirinya.
Putri Mitia kemudian memeluk Pangeran Louis.
Suasana menjadi hening tanpa suara, sementara itu Putri Mitia tidak berani menggoda Pangeran Louis lebih daripada ini, dia sudah mencapai batasnya.
“Kamu Putri yang sangat aneh, kenapa saat siang hari kamu melepas pakaianmu? Apakah kamu ingin tidur lagi?” kata Pangeran Louis.
Tiba-tiba Pangeran Louis mengangkat Putri Mitia ke kasur, dengan tatapan penuh waspada Pangeran Louis melihat kiri dan kanan.
Seorang penyusup sudah bersiap dari belakang untuk membunuh Pangeran Louis. Penyusup itu mengayunkan pedangnya, gerakan itu terlihat jelas bagi Putri Mitia tapi tidak dengan Pangeran Louis.
“Pangeran! Dibelakangmu!” teriak Putri Mitia.
Tebasan pedang itu ditahan dengan kedua tangan pangeran Louis, entah bagaimana caranya. Pangeran Louis telah berhadapan dengan penyusup itu dan dia menahan serangan itu, otot-otot tangan dari Pangeran Louis mulai membesar, tekanan dari kedua tangan pangeran Louis membuat pedang tersebut patah.
Pangeran Louis melesat dengan cepat memukul perut penyusup itu hingga ke badannya tersangkut di langit-langit.
Satu lagi penyusup telah berhasil menyandera Putri Mitia, dengan cepat penyusup itu memotong sebagian rambut Putri Mitia kemudian lari.
Penyusup itu lari melalui jendela, satu lagi temannya telah menunggu dari luar. Temannya itu mengulurkan tali dari atap untuk membuat jalur pelarian.
Pangeran Louis memegang tali itu dan menahannya dengan kekuatannya, tapi sudah terlambat karena penyusup itu sudah sampai ke atap. Penyusup itu kalah akan kekuatan fisik dari Pangeran Louis, penyusup itu berhasil kabur melalui atap.
Prajurit baru saja menyadari ada keributan di kamar Putri Mitia, mereka segera datang dan membuka pintu. Tapi, semua sudah selesai. Mereka melihat pangeran Louis dengan penampilan yang sangat sangar.
“Tutup semua akses masuk dan keluar dari Istana ini” ucap Pangeran Louis.
__ADS_1
“Siap laksanakan!” balas salah satu Prajurit cepat.
Putri Mitia terkejut dengan penampilan Pangeran Louis yang begitu menyeramkan, dia mengira Pangeran Louis adalah pangeran yang lugu yang berlindung di balik keganasan kekaisaran. Tapi ternyata dia salah, Pangeran Louis itu sendiri yang membuat Kekaisaran menjadi ganas.