
Setelah berperang selama beberapa bulan, Federasi akhirnya mengakui kekalahan mereka di hadapan Kekaisaran yang lebih kuat. Pada tanggal 12 November tahun 1550, secara resmi Federasi mengakui kekalahan mereka. Ibukota Federasi, Kerajaan Dartensia, sepenuhnya menyerahkan pemerintahan dan kedaulatan mereka kepada Kekaisaran. Tak lama setelah itu, wilayah Federasi terpecah menjadi dua bagian, yaitu Federasi utara dan Federasi selatan. Federasi utara dipimpin oleh fraksi pro-perang, kabarnya mereka juga bekerja sama dengan Republik Liberk.
Pada bulan yang sama, Kekaisaran memutuskan untuk mengubah sistem pemerintahan yang ada di negeri Federasi selatan menjadi sistem Kekaisaran, yang berarti mereka harus menjadi sebuah kerajaan yang berada di bawah naungan Kekaisaran. Putri Mitia, yang merupakan putri bungsu dari Raja Dartensia, ditunjuk sebagai Ratu dari kerajaan baru itu. Kerajaan Hansburg adalah nama yang diberikan oleh Kekaisaran untuk Federasi selatan.
Pesta perayaan dipersiapkan untuk menyambut kelahiran Kerajaan Hansburg dan pengangkatan Putri Mitia sebagai Ratu. Namun, tidak semua warga Federasi menyukai perubahan ini. Bagi mereka yang tidak suka dengan budaya dan aturan Kekaisaran, mereka memilih untuk pergi ke Federasi utara atau ke negeri lain. Walau jumlah penduduk dan wilayah Kerajaan Hansburg sedang dalam masa kritis, di bawah kepemimpinan Kekaisaran, Kerajaan Hansburg berharap dapat bangkit menjadi salah satu kerajaan paling berpengaruh di sejarah dunia.
Beberapa hari sebelum perayaan perdamaian antara Federasi dan Kekaisaran dilakukan, Putri Yuliana dari Federasi dan Putri Mitia dari Kekaisaran bertemu di kerajaan Dartensia. Mereka adalah kakak beradik yang terpisah sejak perang Federasi dan Kekaisaran yang berlangsung selama kurang lebih 6 bulan. Mereka bertemu dan menikmati teh bersama di sore hari di taman istana yang indah. Mereka berdua tertawa bersama dan saling bercerita satu sama lain tentang kehidupan mereka selama ini.
“Ayunda, bagaimana kabarmu? Apakah pernikahanmu dengan Pangeran Louis dari Kekaisaran berjalan lancar? Aku dengar Pangeran Louis adalah orang yang menyeramkan dan kejam” ucap Putri Yuliana dengan nada cemas dan khawatir.
“Aku juga berpikiran seperti itu saat pertama kali mendengar bahwa Pangeran Louis dijodohkan dengan diriku oleh ayah dan Kaisar Albert” jawab Putri Mitia dengan cepat. “Tapi, dia adalah pria yang baik, penyayang, dan setia. Aku bersyukur bisa menikah dengan dirinya dan menjadi permaisuri Kekaisaran” ucap Putri Mitia dengan malu-malu.
“Bagaimana denganmu, adikku? Aku sangat bersyukur ketika kamu selamat dari fraksi pro-perang yang mencoba membunuhmu. Apa yang menyebabkan kamu ingin bergabung dengan Kekaisaran padahal kamu adalah putri Federasi?” tanya Putri Mitia dengan penasaran.
“Tidak ada alasan khusus, hanya saja... yang melakukan pembunuhan terhadap orang tua kita adalah pihak dari Federasi itu sendiri, mereka adalah pengkhianat yang ingin menguasai tahta. Aku percaya kepada Kekaisaran karena ayah dan ayunda percaya dan yakin akan mereka. Aku juga ingin melindungi rakyat Federasi dari kekejaman fraksi pro-perang itu” ucap Putri Yuliana dengan tersenyum.
Putri Mitia kemudian duduk disebelah adiknya kemudian memeluknya erat, “tidak perlu menahan adikku, aku tahu kamu sangat bersedih. Maafkan ayunda mu ini karena membiarkan kamu terlibat dalam hal politik seperti ini. Aku tidak bisa melindungimu saat itu” bisik Putri Mitia dengan haru.
__ADS_1
Putri Yuliana tidak bisa menahan air matanya, wajahnya memerah, matanya mengeluarkan air mata, “hiks hiks, ayunda aku sangat merindukanmu... aku takut sekali, mereka membunuh ayah di depan mataku... aku takut sekali” ucap Putri Yuliana sambil menangis tersedu-sedu.
“Kamu adalah gadis yang kuat wahai adikku, aku sangat bangga padamu. Tenang saja, semua itu sudah berakhir, ayunda akan selalu ada disampingmu. Kita tidak akan terpisah lagi” ucap Putri Mitia yang juga mengeluarkan air mata.
Di tengah pembicaraan yang hangat, Letjen Wein datang dengan langkah cepat. Dia memberikan hormat kepada Putri Mitia dan Putri Yuliana yang sedang duduk di bangku taman. "Selamat sore, maaf mengganggu waktu kalian" ucap Letjen Wein dengan suara rendah sambil menutupi wajahnya dengan topi tentaranya.
Pangeran Louis yang berdiri di sampingnya memegang kedua pundak Letjen Wein, dan membuatnya terkejut. "Kenapa kamu menutupinya dari saudari-saudarimu? Ayo tunjukan pada mereka" ucap Pangeran Louis dengan senyum ceria.
Putri Mitia dan Putri Yuliana tampak bingung dengan apa yang dikatakan oleh Pangeran Louis. Mereka tidak mengenali sosok yang berdiri di depan mereka. Namun ketika Pangeran Louis melepaskan topi tentara dari Letjen Wein, barulah mereka menyadari bahwa itu adalah Wein, adik Putri Mitia dan kakak dari Putri Yuliana yang mengasingkan diri selama kurang lebih 10 tahun.
"Kakak!" ucap Putri Yuliana yang langsung memeluk tangan sebelah kiri Letjen Wein dengan erat.
Mereka berdua sudah lama tidak bertemu dengan Wein, sang putra mahkota. Namun saat berusia 10 tahun dia memutuskan untuk mengasingkan diri, dan melepaskan tahta kerajaan. Tidak ada yang tahu alasan yang pasti mengapa dia melakukan hal itu kecuali dirinya sendiri, namun yang pasti, Wein telah membuktikan kepada dunia bahwa dia dapat tetap menjadi orang yang dihormati bahkan setelah melepas seluruh status kebangsawannya.
Selama 10 tahun, Wein melakukan banyak hal. Dia bergabung dengan pasukan militer, dan saat ini menjadi Letnan Jenderal paling muda yang pernah ada. Dia juga terlibat dalam berbagai misi penting dan berbahaya, dan berhasil membawa pulang banyak kemenangan dan kehormatan bagi negaranya.
"Aku sangat bahagia" ucap Putri Yuliana tersenyum sambil menatap wajah kakaknya yang tampan.
__ADS_1
Letjen Wein membalas pelukan dari saudari-saudarinya, dia tersenyum lembut. "Aku juga sangat bahagia" ucap Letjen Wein penuh gembira sambil mengusap rambut adiknya, Putri Yuliana.
Letjen Wein dan Pangeran Louis duduk bersama di taman, begitu juga dengan Putri Mitia dan Putri Yuliana. Mereka berempat tampak sangat bahagia satu sama lain. Mereka bercerita tentang banyak hal, mulai dari kehidupan di istana, di medan perang, hingga rencana masa depan mereka.
"Selamat atas Kerajaan Hansburg, ayunda, tidak maksudku, Ratu" ucap Letjen Wein yang menjahili ayunda nya dengan memanggilnya sebagai Ratu sambil menirukan suara yang angkuh dan sombong.
"Selamat ya Ayunda, tidak maksudku, Ratu" ucap Putri Yuliana yang juga ikut-kutan menjahili Putri Mitia sambil menepuk-nepuk bahunya.
"Ahh, bahkan adik Yuliana juga ikut-ikutan menjahiliku?" ucap Putri Mitia sambil tersenyum sambil pura-pura marah dan menggembungkan pipinya.
"Kalian berdua!" ucap Pangeran Louis tegas. "Tidak sopan bersikap seperti itu kepada sang Ratu" ucap Pangeran Louis yang bercanda sambil berdiri dan membungkuk dengan hormat kepada Putri Mitia.
Ketiganya menjadi tertawa ketika melihat Pangeran Louis yang bercanda. Mereka tidak bisa menahan tawa mereka saat melihat ekspresi Pangeran Louis yang lucu dan menggemaskan. Keempatnya terlihat sangat bahagia, di kejauhan, terlihat Kaisar Albert dan istrinya yang juga sangat bahagia melihat keluarga mereka begitu akrab dan tertawa lepas satu sama lain. Mereka tersenyum bahagia saat mendengar suara tawa keempat anak mereka yang riang dan ceria.
Beberapa hari kemudian, tibalah saat yang ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Kerajaan Hansburg. Hari dimana Putri Mitia akan diangkat menjadi Ratu Kerajaan Hansburg. Di ruang tahta yang megah dan indah, banyak bangsawan penting dari Kekaisaran Roman dan Federasi Eropa hadir untuk menyaksikan upacara penobatan yang bersejarah.
Pangeran Louis berdiri di samping Putri Mitia yang mengenakan gaun putih yang anggun dan elegan. Dia memegang mahkota Ratu yang berkilauan dengan permata dan emas. Dia mengangkat mahkota itu ke atas kepala Putri Mitia, dan dengan suara yang lantang dan jelas, dia berkata, "Dengan ini, Putri Mitia akan menjadi Ratu dari Kerajaan Hansburg, beri penghormatan pada Ratu Mitia Von Hansburg!" ucap Pangeran Louis dengan tegas.
__ADS_1
Pihak Militer dan seluruh bangsawan segera memberikan hormat, mereka bersorak-sorai dan bertepuk tangan untuk mengucapkan selamat kepada Ratu baru mereka. Ratu Mitia kemudian duduk di kursi tahta yang tinggi dan megah, dia tersenyum dengan manis dan anggun. Dia melihat ke arah Pangeran Louis yang tersenyum balik kepadanya dengan penuh cinta dan bangga. Dia juga melihat ke arah keluarganya yang berdiri di belakangnya, mereka juga tersenyum dengan bahagia dan haru. Ratu Mitia merasa sangat beruntung dan bersyukur atas semua yang telah terjadi dalam hidupnya.
Kelahiran kerajaan Hansburg akan menjadi sejarah awal dari kejayaan Kekaisaran Roman dan juga menjadi awal kehancuran bagi dunia!