Pangeran DEWA PERANG

Pangeran DEWA PERANG
Bab 12 Revolusi dan Gencatan Senjata


__ADS_3

Pertempuran di bukit Canae terjadi sangat sengit. Pasukan utama Kekaisaran telah sampai di wilayah ini beberapa minggu yang lalu. Namun tidak ada perkembangan kemajuan mengenai pertempuran di bukit Canae. Selama beberapa hari berturut-turut pasukan Kekaisaran menyerang tower dan benteng yang ada di bukit Canae dan hasilnya adalah sebuah kekalahan. Ketika mereka ingin menyerang lagi, beberapa hari kemudian sudah ada tower baru yang dibangun oleh pihak Federasi.


Perang ini telah sampai ke titik buntu, pihak Federasi juga beberapa kali melakukan serangan balasan. Namun, kekuatan pasukan mereka tidak sanggup melawan pasukan Kekaisaran yang begitu terorganisir dan kuat. Pada akhirnya, kedua belah pihak memiliki masalah serius mengenai persediaan perang.


Di perkemahan utama tentara Kekaisaran, di tenda khusus pimpinan. Pangeran Louis bersama dengan Putri Mitia sedang berdiskusi mengenai persedian perang dengan Jendral Frederick. Rapat ini sangat penting untuk menjaga persediaan perang untuk kedepannya.


Jendral Frederick membaca laporan persediaan terkini. Ekspresinya perlahan berubah menjadi cemas dan khawatir. “Sudah satu bulan sejak kita menyerang Federasi di bukit ini. Perkembangan perang sangat tidak menguntungkan untuk persediaan kita” ucap Jendral Frederick sambil menghela nafasnya. “Dengan persediaan saat ini, pasukan kita hanya bisa bertahan 1 minggu lagi”


“Bagaimana dengan bantuan dari kota Dylurd?” tanya Pangeran Louis.


“Mereka sedang berusaha mengumpulkan sumber daya. Setidaknya perlu waktu 3-4 minggu lagi” jawab Jendral Frederick.


Dalam situasi yang tidak menguntungkan, sebuah keajaiban terjadi. Seorang Letjen melapor kepada Jendral Frederick, “Maaf mengganggu waktu rapatnya para Jendral” ucap Letjen sambil memberikan hormat.


“Ada apa?” tanya Jendral Frederick penasaran.


“Ada seseorang yang ingin menyampaikan pesan kepada Marshal Kekaisaran, dia berasal dari Federasi” ucap Letjen itu.


“Pesan? bawa dia ke sini” ucap Pangeran Louis.


Kenapa ada pesan dari Federasi? Apa mungkin mereka juga mengalami masalah yang sama seperti kami?


Seseorang masuk beserta dua orang tentara yang mengawalnya dari belakang. Orang itu membacakan surat pesan yang dia bawa dari Federasi di depan Pangeran Louis. “Untuk Marshal Kekaisaran, Saya selaku Marshal Federasi mengajukan sebuah penawaran. Karena perang yang berkelanjutan di perbukitan Canae membuat pihak Federasi dan Kekaisaran kewalahan baik secara mental maupun fisik, kami Federasi mengajukan proposal gencatan senjata sementara selama 3 bulan” ucap orang yang menyampaikan pesan.


Semua orang yang mendengar hal tersebut tiba-tiba terdiam, suasana yang sangat canggung untuk berbicara. Pangeran Louis hanya tersenyum kemudian meminta semua orang kecuali Putri Mitia dan Jendral Fredrick keluar dari tenda. Ketiganya berdiskusi, setelah selesai. Putri Mitia menulis surat balasan kemudian diberikan kepada orang yang mengantarkan pesan tadi.

__ADS_1


Perjanjian gencatan senjata ini merupakan salah satu persimpangan takdir Federasi dan Kekaisaran. Di masa depan, banyak jurnal sejarah yang membahas bahwa Marshal Federasi saat itu berpikiran pendek dan terlalu takut untuk mengambil resiko. Jika dia tidak mengambil keputusan perjanjian gencatan senjata maka sudah dipastikan pasukan Kekaisaran akan mundur karena kekurangan persediaan perang.


Beberapa hari kemudian pihak Federasi mengirimkan beberapa gerobak kepada Kekaisaran. Gerobak itu berisikan beberapa peti koin emas. Kekaisaran akhirnya secara resmi menandatangani perjanjian gencatan senjata terhadap Federasi selama 3 bulan. Federasi membayar kompensasi perang di perbukitan canae dan di kota serikat agar Kekaisaran mau menandatangani perjanjian gencatan senjata itu.


Sebagian besar pasukan Federasi mundur dari perbukitan Canae begitu juga dengan pihak Kekaisaran. Pangeran Louis dan Putri Mitia kembali Ibukota Kekaisaran dan menunggu laporan dari mata-mata yang dikirimkan ke pasukan Federasi.


Dua minggu kemudian, suasana di istana kerajaan terasa begitu berat. Laporan dari mata-mata akhirnya tiba, dan Pangeran Louis dan Putri Mitia berkumpul di kamar pribadi mereka. Sorotan cahaya dari lampu pelita memancar lembut, menyoroti raut wajah mereka yang penuh perasaan.


Pangeran Louis membuka gulungan laporan dan dengan hati-hati membacanya. Tatapan matanya berkaca-kaca saat ia menemukan kenyataan yang mengguncang batinnya. Dia terdiam sejenak, mencerna berita yang mengejutkan itu. Pangeran Louis akhirnya mengerti alasan kuat kenapa Marshal Federasi mengajukan perjanjian gencatan senjata kepada Kekaisaran.


Putri Mitia melihat ekspresi wajah Pangeran Louis dan segera menyadari bahwa sesuatu yang buruk terjadi. Dengan cepat, dia mendekati Pangeran dan bertanya dengan penuh perhatian, "Ada apa, Pangeran?"


Pangeran Louis mengangkat pandangannya dan menatap mata Putri Mitia dengan penuh kasih. Dia melepas seluruh armor yang melekat pada tubuhnya, merasa bahwa saat ini dia perlu tetap tegar untuk menenangkan Putri Mitia. Kemudian, dia duduk di kasur dan mengundang Putri Mitia untuk duduk bersama.


"Dari laporan mata-mata, aku mendapat kabar yang tak terduga," ucap Pangeran Louis dengan suara lembut. "Raja Welburg telah dibunuh oleh fraksi pro perang di Federasi."


"Dia adalah ayahanda yang baik dan bijaksana," gumam Putri Mitia di antara tangisannya. "Aku merindukannya, Pangeran."


Pangeran Louis mengelus lembut punggung Putri Mitia, mencoba memberikan ketenangan pada hatinya yang sedang hancur. "Kita akan selalu mengenang jasa-jasanya, dan aku yakin dia sangat bangga memiliki putri sekuat dan secerdas dirimu."


Perlahan, tangisan Putri Mitia mereda. Dia mengangkat wajahnya dan menatap mata Pangeran dengan keteguhan. "Aku berjanji, aku akan meneruskan perjuangan ayahanda. Kita akan merebut kembali kerajaan Dartensia dari tangan fraksi pro perang itu!"


Pangeran Louis tersenyum penuh keyakinan, "Kita akan melakukannya bersama-sama. Tidak hanya Kerajaan Dartensia. Aku berjanji seluruh seluruh wilayah Federasi akan menjadi wilayah Kekaisaran yang dipimpin oleh dirimu"


Kerajaan Dartensia adalah wilayah yang dipimpin oleh bangsawan keluarga Darte, keluarga Putri Mitia.

__ADS_1


Marshal Federasi mengambil keputusan untuk mengajukan perjanjian gencatan senjata karena situasi politik internal Federasi yang sangat rentan akibat kematian Raja Welburg, pemimpin Federasi. Wilayah Federasi dapat diserang dari dua arah, pada wilayah utara Federasi ada Republik Liberk yang dikabarkan bekerja sama dengan fraksi pro perang. Pada akhirnya, demi mempertahankan kedaulatan Federasi yang utuh, perjanjian gencatan senjata sangat penting agar Federasi bisa fokus dengan urusan politik internal.


***


Jenderal Hans menjadi pimpinan fraksi pro-perang. Dia merupakan Jendral yang kejam, dia bahkan tidak segan-segan untuk membunuh rekannya sendiri untuk mencapai tujuannya. Tujuan fraksi pro-perang adalah balas dendam terhadap Kekaisaran. Pada masa Kaisar Warlin III, banyak sekali wilayah Kerajaan Jurgan yang menjadi sasaran empuk pada masa itu.


Kerajaan Jurgan merupakan kerajaan kecil yang bersikap netral, berada di antara Kekaisaran dan Federasi. Karena bukan bagian dari Federasi, kerajaan Jurgan sering kali dijajah oleh pihak Kekaisaran untuk mengambil sumber daya dan tentara bayaran. Pada akhirnya Kerajaan itu bergabung dengan Federasi dan sekarang menjadi kota benteng paling kuat di Federasi pada wilayah utara di perbatasan, Kekaisaran mundur dari utara dan wilayah yang ditinggalkannya menjadi bagian dari Republik Liberk.


Jendral Hans ingin membalas dendam terhadap Kekaisaran yang begitu keji kepada kerajaan atau negara yang tidak menandatangani perjanjian politik yang mereka ajukan.


Jendral Hans bersama dengan beberapa orang Jendral sedang berdiskusi di kota Tiberk, wilayah perbatasan antara Federasi dan Republik Liberk.


“Gubernur, saya senang sekali bisa bertemu dengan anda” ucap Jendral Hans tersenyum.


Gubernur kota Tiberk duduk di kursi, sementara para Jendral dari Federasi duduk di kursi panjang di hadapannya. Diantara mereka ada sebuah jendela yang begitu luas, dari jendela dapat terlihat bahwa kota Tiberk merupakan kota yang sukses besar karena merupakan wilayah strategis yang menghubungkan Federasi dan Kekaisaran.


“Tidak perlu basa-basi” ucap Gubernur menatap Jendral Hans dengan sinis. “Republik Tiberk tidak akan meminjamkan dana sepeserpun kepada Federasi” ucapnya tegas.


“Dana?” gumam Jendral Hans dengan tatapan dingin. “Apa menurutmu kami datang ke sini untuk memberikan utang kepada Republik? Apa wajahku berkata seperti itu”


Gubernur itu melihat ekspresi Jendral Hans yang begitu serius, tapi dia tidak boleh langsung percaya dengan perkataannya begitu saja. “Aku mendengar bahwa Federasi mengalami penurunan ekonomi yang sangat signifikan akibat kalah perang di kota serikat dan biaya perang yang sangat besar di bukit Canae. Jika bukan untuk meminjamkan dana, apa tujuan kamu kesini!” tanya Gubernur dengan nada tinggi.


“Kekaisaran, tujuan kami adalah Kekaisaran” ucap Jendral Hans sambil berdiri. “Sebentar lagi, Kekaisaran akan mendeklarasikan perang ke seluruh daratan barat. Aku yakin hal itu akan terjadi saat Federasi berhasil mereka rebut. Untuk itu, kami mengajak anda untuk menyerang pihak Kekaisaran duluan di daerah perbatasan Republik dan Kekaisaran.”


“Bukankah kita mempunyai musuh yang sama, Gubernur?” ucap Jendral Hans dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


Pertemuan itu tidak diketahui pihak Federasi pro-Kekaisaran. Kerja sama Republik Liberk dan Federasi benar-benar akan membuat perpecahan di antara Federasi itu sendiri. Walau begitu, Marshal Federasi bersama dengan Jendral kepercayaannya terus mencari dukungan untuk kedaulatan Federasi itu sendiri.


__ADS_2