
Hai namaku Fajar, aku sekolah di SMK bukan SMA, alasanku memilih SMK yaitu, karena masalah ekonomi keluargaku yang tidak bisa menjamin untuk masuk ke perguruan tinggi.
"Astaga, tugas DDG ku" DDG yang aku maksud yaitu Dasar Desain Grafis, sudah dari dua hari lalu guru DDG memberi tugas itu, karena alasan ku sibuk dengan kegiatan ekskul(ekstrakurikuler) aku jadi lupa dengan tugas DDG mencari foto untuk dijadikan majalah sekolah.
Disekolah ku setiap murid Multimedia kelas 10 dikasih tugas membuat majalah sekolah, ya aku tahu itu dari kakak tingkat ku yang sudah kelas 11, Multimedia di sini hanya 1 ruang yang berisi murid 36, tidak seperti jurusan TKJ TBSM TBO yang memiliki 3 ruang dengan jumlah murid setiap jurusan 108.
Sedangkan jurusan seperti Multimedia, APHP dan TITL hanya memiliki 1 ruang, persetan tentang itu, aku harus segera mencari model dan juga tempat yang harus di foto, dileher ku sudah ada kamera yang ku beli dari hasil tabunganku, sebelum lulus SMP aku sudah menabung untuk membeli kamera dan laptop dari hasil turnamen bola voli dan kerja paruh waktu, sekarang aku seperti anak Multimedia, ya memang anak Multimedia sih.
Saat aku tiba di perpustakaan aku melihat siswi yang sedang membaca buku di bangku depan perpustakaan, lebih tepatnya novel karena aku tahu dari cover nya, novel yang berjudul Hujan itu menarik atensi siswi itu untuk masuk dalam alur cerita, siswi itu membelakangi senja agar mendapat pencahayaan saat membaca.
"Sangat indah" ucapku lirih saat melihat senja dan dirinya. Ekspresi wajah siswi itu sangat teduh, saat dipandang seperti mendapat kedamaian tersendiri. Tanpa sadar kakiku mendekat dan memotret dia dengan kamera yang sudah aku pegang.
"Maaf aku sudah lancang memotret mu" dia menoleh saat melihat suara kamera yang aku pegang saat memotret dirinya.
Dia tersenyum dan bertanya "Apakah itu untuk tugas majalah sekolah?".
"Ehmm, Iya, aku sedang mencari model untuk majalah sekolah" aku menggaruk kepala ku yang tidak gatal.
"Oh, apa aku boleh menjadi model itu?"
"tentu saja boleh" aku menjawab cepat. Setelah itu aku memulai mengambil gambarnya di perpustakaan setelah mendapatkan izin dari penjaga perpustakaan.
Aku melihat ulang foto foto yang ku ambil saat di perpustakaan, foto dia berdiri didepan rak dan ingin mengambil buku di rak paling atas, foto dia membaca halaman buku, terakhir foto dia sedang membaca saat senja menyingsing, ketiga foto itu terlihat seperti foto model dan juga fotografer profesional yang mengambilnya.
jam menunjukkan pukul 16.37 beberapa murid masih ada di sekolah, melakukan kegiatan ekskul, dan sebagian sudah pulang dari pukul 15.00.
"Terima kasih bantuan nya hari ini" aku duduk di bangku depan perpustakaan, dia ikut mendudukkan dirinya di bangku yang sama.
"Sama sama, setelah ini kamu mau mengambil foto sekolah bagian mana?".
"Mungkin tentang kegiatan ekskul, mushola, gerbang, kantor guru, dan lab jurusan lainnya" aku menutup lensa kamera ku dan memandang senja sore.
__ADS_1
"Bukannya tugas ini berkelompok?" keningnya berkerut, imut sekali batinku.
"semakin individual nilainya semakin baik" dia semakin tidak mengerti dengan ucapan ku, aku geli melihatnya mengerutkan keningnya.
"Maksudnya kalau berkelompok nilainya dibagi dengan teman satu kelompok nya, ada yang berkelompok maksimal 3 orang, ada beberapa yang memilih individu" Sambung ku lagi kepada nya.
"Oh, kalau aku mungkin akan berkelompok 2 orang" aku tersenyum melihatnya.
"sepertinya kita belum kenalan deh dari pertama" ucapnya sambil tertawa kecil, aku yang mendengar nya juga ikut tertawa menyadari kebodohan masing masing.
"Namaku Senja Dwi Fatma panggil saja Senja, anak TKJ 2 Kelas X". Senja?, kenapa nama dan juga pertama kali ketemu saat senja, apa ini takdir, aku beropini.
"Namaku Fajar Kusuma anak Multimedia juga kelas 10, karena belum ada pembagian bet sekolah, jadinya kita tidak tahu deh" setelah itu aku dan dia tertawa kecil.
"Nama kita seperti berhubungan ya" dia menatap senja yang semakin kebawah.
"Iya, senja dan fajar berhubungan tapi keberadaan Senja selalu ditunggu hampir semua orang dewasa" aku menatap nya sebentar dan kembali menatap senja.
"Kenapa bisa begitu" dia mengerutkan keningnya, sangat lucu sekali batinku.
Aku mengambil tas ku di kelas saat jam menunjukkan pukul 17.00, Senja juga kembali ke kelasnya untuk mengambil tas.
***
Aku pulang kerumah dengan mengendarai motor, hari ini cukup menyenangkan bisa bertemu Senja saat senja.
"Masak apa bu" aku melihat dapur dan mendapati ibuku di sana.
"Masak nasi goreng jar, udah mandi kan?" ibuku sibuk dengan wajan dan juga spatula di tangannya.
Setelah makan dan juga memindahkan foto ke laptop, aku sibuk mengedit dan memikirkan kata-kata untuk majalah sekolah, mau tidak mau besok aku harus sudah selesai memotret sekolah supaya bisa mengumpulkan tugas ini tepat waktu.
__ADS_1
"Senja" aku tersenyum saat mengucapkan namanya, dia gadis dengan senyum, wajah, dan sorot mata yang teduh, perlahan aku menutup mataku dan berlari ke alam bawah sadar.
dering ponsel membangunkan ku, aku melihat pukul 01.03, aku membuka ponsel dan melihat siapa yang mengirim pesan dini hari.
no name📨Hai save ya, Senja
maaf mengganggu hihihi.
Fajar📨kok horor ya, kamu ngirim pesan jam segini.
Senja📨 Sebenarnya aku udah ngga ada di dunia ini.
Fajar📨 Ngga lucu ya, dapat nomorku dari mana?
Senja📨Hahaha,Dari Diana yang juga multimedia, mau tidur besok sekolah.
Fajar📨Ohh, sama.
***
pagi ini, sepertinya aku sangat bersemangat untuk pergi ke sekolah dan berharap bertemu dengan dia Senja saat senja, sepanjang jalan menuju kelas seperti biasa ada sebagian siswi melihat ku dengan pandangan yang aneh, aku berusaha untuk tidak menanggapi nya.
"Hoe Fajar" dia si ketua kelas yang kerjaannya menagih tugas.
"gimana tugas buat majalah sekolah nya" tanya ketua kelas yang bernama Hendra.
"baru seperempat jalan" aku meletakkan tas dan duduk di bangku.
"Ohh sama, Aku juga lupa kalau ada tugas itu kemaren, sepertinya aku izin dulu deh di ekskul basket, moga aja majalah buatan ku terpilih jadi majalah sekolah sini" Hendra ikut duduk di bangku yang ada di depan.
"Kayaknya majalah ku deh ndra, Hahaha" Aku tertawa melihat ekspresi nya.
__ADS_1
"ngaco, Sekolah aja males malesan" Hendra melempar buku tulis tugas nya ke wajahku.
"Makasih ndra". Aku mulai menyalin jawaban Hendra di buku tulis milikku, aku memang malas untuk belajar, karena aku masih ingin sekolah di SMA bukan di SMK.