
Kami datang ke tempat turnamen itu pukul 09.30, dan mencari tempat untuk menonton pertandingan tim lain di tempat yang sudah disediakan.
"Fajar" suara itu familiar ditelinga ku, aku menengok ke belakang dan mendapati Senja dan juga Hendra, aku jadi teringat dengan perkataan Diana tentang Senja di tembak, apa mungkin itu Hendra pikirku.
Aku hanya tersenyum menanggapi sapaan Senja.
"Ngga nyangka kita ketemu disini" Hendra dengan tampang males malesan menyapaku.
"Ngapain Ndra, ngga biasanya kau mau nonton turnamen voli" Hendra memang kurang menyukai bola voli, dia lebih memilih basket.
"Nemenin sepupu nih" tunjuk Hendra pada Senja, entah mengapa aku lega mendengar bahwa Senja dan Hendra sepupu.
"Hehehe" Senja nyengir dibelakang, tanpa sadar aku tersenyum geli melihatnya.
"Ngga ikut turnamen kau Jar?" tanya Hendra.
"Ikut kok, ini bareng temen-temen ku waktu SMP, nanti jam 11.15 masuk lapangan" Hendra hanya mengangguk, dan aku memperkenalkan teman teman SMP yang ikut turnamen hari ini.
"Eh tadi Senja manggil, emang kalian saling kenal?" Hendra mengerutkan keningnya.
"Kenal tapi, belum ada seminggu kenalnya" jawab Senja.
"Pergi dulu ya" Jam menunjukkan pukul sebelas tepat.
"Semangat ya" Senja tersenyum sambil mengepalkan tangan kanannya ke udara.
__ADS_1
Deg
Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Iya" jawabku dengan senyum jenaka.
Farhan memberitahu strategi dan rotasi permainan untuk mengahadapi lawan, dia memang kapten yang bisa di harapkan kalau saat main.
"Kalian paham?" Kami mengangguk serentak, dan masuk ke lapangan, Posisi ku di bagian wing spiker membuat perhatian semua orang saat di pertandingan melihat ke arahku, begitu pun dengan Senja, saat mata kami berpapasan dia tersenyum, sungguh memiliki keindahan tersendiri.
Sorak Sorai memenuhi penonton di lapangan C, tim kami menang 2 kali berturut turut jadi, pertandingan di lapangan C cepat selesai.
"Emang ngga salah sih strategi Farhan" puji Doni paling tinggi di antara kami. Kami mengiyakan ucapan Doni.
"Pulang atau gimana nih?" tanya Faris, mengingat kami akan tanding lagi jam 3 sore.
"Senja" ku lihat Senja duduk di bangku penonton lapangan A.
"Kukira kamu langsung pulang" dia menengok ke arahku.
"Mau lihat lawan dulu, kemana Hendra kok ngga bareng?" aku mengerutkan kening heran melihat Senja sendiri.
"Tadi pacar Hendra juga lihat, dikira Hendra selingkuh sama aku" Senja tertawa setelah mengucapkan kalimat itu.
"Tadi aku juga berfikir kalian berpacaran" ucapku lirih, tidak ada yang mendengar ucapan ku karena suara penonton.
__ADS_1
"Aku pulang dulu ya" pertandingan sudah selesai dengan score 26-28.
"Sama siapa?" tanyaku
"Sendiri, Hendra tadi ngabarin kalau dia pulang duluan"
"Bareng mau ngga" tawar ku ragu, Senja berfikir sebentar dan mengiyakan ajakan ku untuk pulang bersama, setelah aku berpamitan pada teman teman SMP ku, aku pulang bersama Senja, pertandingan akan dimulai lagi pukul 3 sore, cukup untuk istirahat di rumah.
"Makasih" Senja turun dari motor setelah sampai di depan rumahnya, kulihat halaman rumah Senja asri, setelah berbasa-basi dengan Senja, aku melajukan motor menuju rumah, aku memilih tidur dan memasang alarm pukul 14.12 mengingat pukul 3 sore kami akan bertanding.
"Kalian tadi tidur?" tanya Riski cowok playboy yang ada di tim kami, dia satu sekolah denganku jurusan TBSM.
"Tidur" kami serempak menjawab.
"Kompak banget, kayak paduan suara" Riski tertawa begitu juga dengan yang lain.
"Doa dulu, baru masuk lapangan" Farhan memimpin doa, supaya diberi kelancaran dalam pertandingan kali ini.
***
Pertandingan selesai dengan kemenangan tim kami, memang ku akui strategi Farhan terbaik, padahal siang tadi dia hanya mengamati cara main lawan sebentar, tetapi dia bisa mengetahui strategi lawan.
"Fajar" Suara itu, itu suara yang paling tidak ingin kudengar setelah lulus SMP.
"Kita duluan ya" Faris,Farhan, Doni, Riski dan yang lainnya menepuk pundakku dan berlalu meninggalkan aku berdua dengan cewek itu.
__ADS_1
"Sudah lama ya kita ngga ketemu" dengan senyum tanpa bersalah dia menghampiri ku.
"Iya" aku tersenyum tipis.