Panorama Senja

Panorama Senja
Jawaban


__ADS_3

Hampir separuh murid di SMK ini tahu bahwa aku, Riski dan Faris yang merupakan siswa disini mengikuti turnamen kemarin dan masuk final. Upacara Bendera selesai, tidak ada drama pingsan dan juga nasehat dari pembina upacara tidak terlalu panjang, cuaca Senin pagi ini juga mendukung.


"Kak Fajar kan?" tanya seorang siswi saat aku ingin kembali ke kelas.


"Iya, kenapa?"


"Kemarin kakak keren banget loh, mungkin aku jadi fans kakak sekarang" ucap siswi itu, aku mendengarnya tersenyum jenaka, memiliki penggemar itu merupakan bukti bahwa kamu hebat di mata orang itu.


"Fajar" Senja menghampiriku, dia menatap siswi yang mempunyai logo jurusan TKJ itu dengan pandangan menurutku aneh.


"Aku pergi dulu kak" aku mengiyakan ucapannya.


"Aku sudah tahu jawaban dari perkataanmu"


"Oh ya?, kita bicara depan perpus jam 4 sore, gimana?" Senja mengiyakan ajakanku.


Aku berusaha fokus dengan mata pelajaran Sejarah, kalau dilihat lihat guruku ini seru saat menerangkan sejarah dan menceritakan pengalamannya sendiri saat berkunjung di tempat bersejarah yang ada di Indonesia.


***


Mata pelajaran kali ini selesai, dan juga tugasku yang ada di lab Multimedia. waktu menunjukkan pukul 16.04, gawat aku telat 4 menit, aku berlari menuju depan perpus saat pertama kali bertemu Senja.


Dia disana sedang membaca buku Bahasa.


"Maaf telat" ucapku seraya duduk disampingnya.


"gapapa kok" dia tersenyum dan menutup bukunya.

__ADS_1


"Yang kamu maksud dengan senja lebih ditunggu daripada fajar aku mengerti tentang itu kemarin" dia menatapku dalam.


"Coba jelaskan"


"Fajar selalu dibenci sebagian umat manusia karena itu tanda mereka harus bangun dari tidur untuk bekerja, belajar, dan melakukan aktifitas lainnya, soal senja selalu ditunggu karena sebagian pekerjaan atau aktivitas selalu berakhir karena senja". jelas Senja.


"Itu yang aku maksud" memang seperti itu penjelasan tentang fajar dan senja.


"tapi ada juga yang menyukai Fajar, karena mereka mencintai aktivitas yang mereka lakukan" jelas Senja lagi. aku mengerutkan kening. sedangkan senja, ia tersenyum melihatku.


"Contohnya kamu bukan" Senja memandang kedepan melihat matahari sore yang menghangat, ia memejamkan mata.


Seolah mengerti perkataan Senja, aku mengangguk sambil tersenyum tipis.


"Aku menyukai voli dan juga fotografi" ucapku lirih.


"Fajar" panggil suara play boy cap kaki tiga.


"Mojok aja terus, udah sore pulang pulang!" Riski menghampiriku dengan pakaian wearpack dengan wajah lelah.


Senja tersenyum kearah Riski dan dibalas Riski dengan senyuman dan anggukan kepala.


"Ngapain kau kesini" bukan apa apa, tapi Riski selalu saja merusak suasana.


"Fajar Riski aku pulang dulu ya" Senja berdiri dan memasukkan buku ke dalam tas.


"Hati hati" Ucapku pada Senja.

__ADS_1


"ga biasanya kau begini sama cewek" Riski menyahut sedangkan Senja tersenyum kemudian dia berlalu menuju parkiran.


"Ganggu tahu ngga" aku duduk sambil meminum minuman yang aku beli untuk senja dan aku.


"Ya maaf, aku kan sengaja" Riski ikut duduk di sebelahku.


"Dia juga suka sama kau Jar" Riski beropini, dia memang yang paling tahu soal perempuan.


"Aku lanjut deketin dia gitu?" tanyaku pada Riski.


"Ya tergantung perasaanmu lah"Riski memegang Hp nya, sepertinya dia melihat pesan dari pacarnya dan tersenyum.


"Duluan ya Jar, pacarku udah selesai praktek" Riski berdiri merapikan rambut dan wearpack.


aku juga ikut berdiri menginjak sepatunya.


"Sialan kau" Riski mengumpatku, aku tertawa kecil dan menuju parkiran.


"Sore Bu" sapaku saat melihat wali kelasku melintas di depanku.


"Sore juga Fajar" jawabnya lembut.


"Mau pulang ya Jar?" Tanya Bu Siti.


"Iya Bu" Setelah itu aku pergi begitupun dengan Bu Siti.


Sore ini seperti mendapat angin segar, mungkinkah kalau Senja menyukaiku, kalau iya aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

__ADS_1


__ADS_2