Pelayan Hati Tuan Muda

Pelayan Hati Tuan Muda
Bab 12


__ADS_3

Kenan turun dari tangga atas dengan pakaian yang sangat rapi hendak ke kantor, terlihat sangat tampan dan juga menawan, saat melangkah ke luar ia teringat akan pelayannya.


"Di mana dia!"gumamnya dan berbalik masuk untuk mencarinya, tak melihat keberadaan nya.


"Diandra!"Teriaknya hendak menuju dapur, tapi saat melihat meja makan penuh dengan makanan ia malah berhenti dan duduk, bersiap untuk makan, sebenarnya ia dari semalam menahan lapar, hanya saja pagi ini ada rapat penting dengan para petinggi perusahaan lain.


Kenan tak sempat makan, ia hanya mampir minum air putih saja lalu pergi, ia juga ada sesuatu yang harus ia urus terlebih dulu.


 


"Bagaimana pengirimannya! apa sudah kau selesaikan." Kenan berbicara pada seseorang dibalik telfonnya.


"Sudah tuan!"balas seseorang di sana.


"Bagaimana! apa kau menemukan sesuatu!"ucapnya lagi.


"Untuk saat ini belum tuan! itu sangat sulit."


"Hah."ia menghela nafasnya berat dan menyudahinya memainkan handphonenya lalu bersandar pada kursi mobil di belakang.


****************


Dari tadi Diandra hanya putar balik berjalan ntah arah, di dekat taman belakang, ia terlihat bosan, tidak ada yang bisa ia kerjakan, bagaimana misinya akan selesai jika ia hanya berdiam diri saja, pikirnya.


Ia lalu mengambil hp nya dan mengotak-atik,


"Apa aku perlu cari pekerjaan saja!"pikirnya, ia mengambil memainkan hp nya.


"Wah, ini dia!"ia terlihat senang menemukan sebuah peluang lowongan kerja. Diandra terlihat sangat senang, ia bangkit dari kursi taman belakang dan berjalan masuk, matanya melirik ke arah meja makan, ia melihat makanannya masih ada.


"Kok! masih ada, kalau tahu begini, tak perlu masak!"gumamnya, ia sedikit kesal dengan susah ia menyiapkan sarapan pagi untuk pria itu tapi tidak dihiraukan, memang benar pria itu. ahh..ia melangkah pergi.


Meeting di kantor Kenan berjalan lancar, "terimakasih senang bekerja sama dengan anda!"sahut pria paruh baya, yang tak lain merupakan mitra kerjasama-nya. Kenan tersenyum dan mereka saling bersalaman.


Di ruangannya Kenan melamun sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Ia lalu mengambil handphonenya.


Diandra tengah bersiap di kamarnya, dan mempersiapkan berkas-berkas untuk lamaran kerja, saat yang bersamaan sebuah pesan masuk.


"Hah!" Diandra terlihat kesal dan suasana hatinya berubah saat ia mendapat pesan dari Kenan.


"Dari mana ia mengambil nomor Nya!"pikirnya.


Tiba-tiba ia tersenyum, ini kesempatan untuk bisa ke luar dan menuju kantor itu.

__ADS_1


"Baiklah!"


Diandra sudah membungkus makanan itu untuk di bawah ke kantor kenan.


Beberapa saat kemudian ia sudah sampai


"Apa ini kantornya!"gumamnya


"Tunggu dulu, ini kan, perusahaan yang membutuhkan pekerja?"ucapnya tersenyum bahagia, mengingat jika perusahaan ini membuka lowongan.


Ia masuk begitu saja dan bertanya pada resepsionis dan diberi arahan olehnya,. karena sebelumnya sudah mendapatkan pemberitahuan dari CEO nya, Kenan.


"Terimakasih!"ucap sopan Diandra lalu berjalan menuju lift


Tok..tok...tok, saat sampai ia mengetuk pintu sebelum masuk.


"Masuk!"sahut seseorang dari dalam. Setelah itu Diandra lalu masuk menunju Kenan dengan segera mungkin menyodorkan makanannya.


"Ini tuan!"ucapnya datar, karena Kenan tak menjawab hanya fokus pada layar laptopnya, dan Diandra merasa kesal, lalu melangkah keluar,.ia tak ingin menganggu, Sebab tugasnya sudah selesai.


"Siapa yang membiarkan mu, pergi!"panggilnya dengan mata masih fokus pada layar dengan jari lihai di keyboard. Diandra berbalik pada tempatnya semula.


"Aku rasa sudah tidak ada yang bisa saya lakukan!"Jawabnya santai


Bruk..."eh!"pekik Diandra kaget saat ia tengah berpikir keras


"Berikan!"ucap datar Kenan, dengan tatapan serius sembari tangannya bergerak menunggu berkas itu.


"He...he...he...Bukan apa-apa, kok!"Diandra berusaha tersenyum, menutupi kegugupannya.


Kenan bangkit dari duduknya sebab Diandra tak menuruti perintahnya dan menatapnya dengan tatapan tajam dan memangsa, melihat hal itu ia sedikit mundur dan menyimpan berkas itu di belakang tubuhnya. Kenan semakin maju sampai membuat Diandra hampir terjatuh ke belakang, dengan cepat tubuhnya ditangkap, dan mereka saling pandang memandang, ada rasa kegugupan yang timbul dari hati keduanya.


deg...deg...deg...


"Dapat! Kenan berhasil mengambil berkas itu, sedang Diandra sudah berada dilantai, Kenan membodohi-nya.


Pria itu sekarang sudah kembali duduk dengan serius membaca berkas milik pelayannya. Diandra tampak bingung, ia terlihat gelisah dengan memandangi ekspresi serius pria yang tak layak jadi tuan-nya itu.


"Hem...kau ingin bekerja!"tanyanya serius, dan meletakkan kertas itu di depannya. Diandra hanya mengangguk pelayan, dan menelan Saliva nya.


"Ini bukan akal-akalan kamu saja kan, supaya ada peluang kabur!"selidiknya dengan berpikir.


"Tidak-tidak!"Diandra menaikkan tangannya sebagai tanda tidak, karena kenyataannya dia memang tak ingin pergi untuk saat ini.

__ADS_1


"Baiklah, kamu diterima!"sahut Kenan tersenyum seperti berpikir sesuatu yang menyenangkan.


"Hah... benarkah!"ia tak percaya, sebab ekspresi wajah pria tadi seperti ingin memarahinya, namun ternyata tidak. Diandra mengelus dadanya.


"Kamu jadi sekertaris ku" sahutnya, meski ia sudah punya Dion yang juga sekertaris, tapi Dion tak terlalu di butuhkan, ia sengaja memberikan jabatan itu, agar ia dapat memantau nya.


Diandra sedikit tidak percaya, masa ia diterima sebagai sekretaris padahal ijasah yang ia pakai hanya ijazah SMA saja, tidak masuk akal, tapi itu bagus juga, ia akan lebih muda mengorek informasi.


"Apa yang kamu pikirkan!"bentaknya Sebab dari tadi ia melihat jika pelayannya sedang memikirkan sesuatu.


"Aku benar kan, kamu merencanakan sesuatu!"imbuhnya.


Baiklah, Kenan berdiri dan membawa makanan itu.


"Apa yg kamu lakukan?" Kenan melihat Diandra diam.


"Eh.... baiklah kalau begitu aku pulang!"ucapnya bersiap pergi.


"Siapa yg menyuruh mu pergi"sahutnya.


"Aku kan akan bekerja besok"Ucapnya.


"Itu masalah mu, sekarang layani aku, kamu itu masih pelayan ku."Kenan. Diandra hanya bisa pasrah.


Di ruang pribadinya, Diandra menyiapkan makanan itu, "hanya seperti ini aku pula yang menyiapkan."kesahnya.


"Sangat lambat, berikan!"bentaknya, mengambil makanan itu lalu memakannya.


...----------------...


"Apakah aku boleh pulang" Diandra kembali berkata setelah melihat tuannya selesai dan menyudahi makan nya.


"Kenapa kamu ingin sekali pulang!" tatapannya penuh selidik.


"Tuan jangan berpikiran yg tidak-tidak...aku tidak akan kabur."


"Kamu tunggu saja di sini, kamu boleh pulang setelah aku pulang."sahut Kenan sembari melangkah ke luar. Ia kembali mengerjakan tugasnya yang sempat tertunda.


Sore hari menjelang malam, menyudahi segala aktivitasnya dan membereskan berkasnya lalu berjalan masuk ke ruang istirahat, tampak ia mengernyitkan dahinya saat melihat pelayannya sedang tertidur di sofa. Melihat hal itu, merasa iba , dan ia menunggu nya sampai bangun.


"Sudah bangun!"ucapnya saat melihatnya membuka matanya. Mereka berdua pulang bersama dalam satu mobil, Diandra termenung dengan menyangga pipi dengan tangannya, sedang melamun memikirkan sesuatu.


Tiba-tiba saja tuannya kehilangan keseimbangan....ah.... Bugh......!

__ADS_1


__ADS_2