Pelayan Hati Tuan Muda

Pelayan Hati Tuan Muda
Bab 13


__ADS_3

"Tuan saya lebih baik naik taksi saja, saya ingin mampir sebentar!"ujar Diandra mengotak-atik HP-nya. Namun tetap saja ia pulang bersama-nya, sebab mendapat tatapan dingin.


Sepi dan sunyi tanpa ada kata sepatah diantara mereka. Diandra bukan tanpa sebab ingin pulang seorang diri, ia hanya ingin mampir di sebuah tempat. Namun dia sama sekali tak memiliki kesempatan. Ingin sekali rasanya ia menangis namun menahannya tak ingin dirinya di cap sebagai wanita cengeng, terlahir hidup bertahun-tahun seorang diri, menjadikannya wanita yang kuat dan selalu berusaha melakukannya yang terbaik.


Arah mobil berpindah jalur, berputar arah kembali melalui jalur berbeda, hatinya bertanya-tanya, kenapa melewati jalanan ini, apakah ia dapat membaca hatinya, itu tidak mungkin.


Mobil yang ia tumpangi setibanya disebuah persimpangan, berhenti secara tiba-tiba,.Kenan turun dan ke luar begitu saja. Tampak Diandra bingun dan juga penasaran, pria itu melangkah masuk menuju sebuah bangunan besar, yang tak lain merupakan sebuah hotel terkenal itu. Ada apa! dan Kenapa! bingungnya.


Tampa berpikir panjang ia juga menyusul ke luar namun berjalan ke arah yang berbeda, masuk ke sebuah toko. Ia berkeliling-keliling di dalam toko itu. " ini dia"tampak tersenyum menemukan sebuah cemilan. tanpa terasa air mata nya jatuh, binar kebahagiaan terlihat jelas namun sendu. Mengingat itu makanan kesukaan keluarganya, hari ini sekian tahun telah berlalu, baru kali ini ia kembali mengunjungi toko di mana, terdapat makanan kesukaan keluarganya terutama kakak yang paling ia sayangi, mengingat kembali di kala kejadian itu, membuatnya sangat marah dan dendamnya memuncak. Namun kepada siapa ia harus melampiaskannya, dirinya saja sama sekali belum bergerak, ia belum mendapatkan bukti apapun.


Dengan cepat, ke luar, dan membawa makanannya, takut jika si pria itu sudah berada di dalam mobil. Saat berada di dalam mobil itu, melihat pria itu belum juga kembali. Sudah sejak tadi ia belum kembali membuatnya merasa lelah menunggu, Diandra turun dan menghampiri hotel besar itu. Diandra ingin masuk namun di halau penjaga. Tampak bingung Dengan mudahnya Kenan masuk melewati penjagaan yang ketat, sempat ia melirik ke dalam, dia baru melewati pagar sudah di halau.


penjagaan Sekarang sudah semakin ketat tak seperti saat pertama kali ia bekerja di hotel itu, namun ia tak memikirkan itu, lebih baik menunggu di mobil daripada dapat tatapan tidak baik dari para orang-orang itu. Sesaat kemudian pria itu kembali dan masuk begitu saja, melajukan mobilnya. Diandra juga hanya diam dan duduk dengan baik, melirik kesamping dan menyangga pipi dengan tangannya.


Sedang si pria itu, sejak tadi terlihat gelisah, bayangan terlintas di masa lalunya, sebuah kecelakaan tragis yang menyebabkan kedua orangtuanya tiada, tepat jalan yang ia lewati sekarang. Pikirannya melayang- layang, namun tetap berkemudi.


Bugh.....Diandra tersentak kaget, saat mobil kehilangan keseimbangan, untungnya pria itu menginjak rem, namun sesaat kemudian pria itu sudah tampak ketakutan dan gelisah menekan kepalanya. Diandra bingun tiba-tiba saja Kenan seperti mengalami shock.


Diandra membantu nya melewati masa sulitnya hari ini, dan mengambil alih kemudi mobil, dia memapahnya masuk dan membaringkan.

__ADS_1


"Jangan tinggalkan aku, takut, ibu... "keringat mengucur, Diandra melihat jelas jika pria itu ada masalah dengan kejiwaannya bisa dibilang trauma sebuah tempat, ingatan dan semacamnya, jika tidak ditangani cepat bisa saja menjadi kehilangan akal.


Diandra sampai dengan segera mungkin mengeluarkan tuannya lalu memapahnya, dengan susah ia membawa masuk dan juga menaiki anak tangga, Diandra melirik sekilas wajah pria itu yang setengah sadar dan juga mengigau ntah apa. Jika bukan karena sebuah misinya, sudah pasti Diandra melarikan diri dan pergi jauh.


membaringkan nya lalu menyelimutinya, dan sedikit memberikan kehangatan pada tangannya, melihat keadaan nya mulai membaik, ia pergi dan masuk ke kamarnya.


Pagi hari, pria itu terbangun dan merasa badannya terasa lebih enak, dan juga tenang tidak seperti biasanya, melihat jam di HP-nya. lalu beranjak bersih-bersih.


Turun dari atas, dan menuju meja makan, namun tak mendapati ada makanan, tapi ia tidak mempermasalahkan itu, minum air putih lalu pergi dengan mobilnya.


Ha...... Diandra bangun dari tidurnya, dan melihat matahari sudah nampak sekali masuk melalui jendela kamarnya. "astaga!"teriaknya dengan mata melotot, segera bangkit dengan cepat lalu membersihkan dirinya. Memakai pakaiannya dan hanya berdandan tipis. bisa-bisanya ia terlambat bangun di hari di mana pertama kali ia akan masuk kerja.


Ia sudah berada di bawah dan melihat mobil tuannya sudah tak ada, itu berarti sudah pergi duluan. Menunggangi taksi di persimpangan jalan sambil melihat jam di hp-nya, yang hampir menunjukkan jam 8.... ini dia sudah sangat terlambat sekali, bosnya sudah dari tadi berangkat namun ia masih berada di jalan.


...----------------...


Dari kejauhan terlihat dua bapak-bapak yang sedang berboncengan. Mereka tampak sangat bahagia bersenda gurau yang tak jauh darinya, namun binar mata yang dibonceng itu hilang seketika melihat wanita yang menurutnya tak asing... "Bam-bang!"berusaha menelan Saliva nya, pria itu memukul pundak temannya yang mengemudikan motor.


"Ada apa sih!"judesnya dan tak suka

__ADS_1


"Ber- berhenti dulu"terlihat gugup dan sulit mengontrol nafasnya. Namun temannya tak mempedulikannya masih sibuk saja dengan pedal gas nya.


"Su-suntik!"susah payah pria yang bernama Joko menyebut karena terkejut


"Maksud kamu apa kagak jelas"Bingungnya. Dia menunjuk pada wanita yang sedang berdiri tak lain dia Diandra.


"Ooo...tersenyum, "kamu suka wanita itu" pikirnya sebab sudah lama, teman satu ini menduda.


Pak....!! memukul kepala helm. Bambang terkejut dengan perlakuan temanya membuat mereka bertengkar di atas motor.


"Sunat Bambang!"teriaknya dan seketika pria itu menghentikan gerakan tangannya.


Deg...deg...deg...


Jantung nya berdetak kencang ia baru menyadari, jika wanita itu orang yang pernah ia culik, lebih tepatnya orang yang hampir membuat mereka mati mendadak dengan cara menghilangkan masa depannya, ingin berhenti namun sudah terlambat.


"Kenapa kau tak mengatakannya!"sahutnya memukul paha temannya, ia terlihat ekspresi ingin menangis. Ingin berputar arah namun tak bisa lagi, sedikit lagi hampir sampai di depan wanita itu. "tundukkan kepala mu bego"sahut si pria yang membawa motor itu. Mengikuti perintah sedang pria di depannya memutar kepala ke arah samping. mereka terlihat lega wanita itu tak melihatnya, untungnya saja. mengusap dadanya saat sampai di depan lampu lalu lintas. Mereka sampai di lampu merah dalam keadaan ngos-ngosan. Kedua pria itu lega, karena wanita tadi tak mengenalinya.


"Kenapa berhenti?"tanya Joko.

__ADS_1


"Kamu tak lihat!" tunjuk-nya pada lampu yang berwarna merah.


Kedua pria itu kembali menjadikan ketakutan melihat wanita itu lewat di sampingnya berjalan ke depan, pria itu menutupi wajahnya dengan kaca helm sebaik mungkin.


__ADS_2