Pelayan Hati Tuan Muda

Pelayan Hati Tuan Muda
Bab 15


__ADS_3

Diandra terbangun dari tidurnya, ia melihat jam di hp-nya dan segera buru-buru membersihkan diri, karena sudah jam 07 pagi, mungkin karena merasa lelah ia tidak bangun tepat waktu, sholat pun tak sempat ia melakukannya.


Beberapa saat ia ke luar dari kamarnya dalam ke adaan rapi bersiap melakukan tugasnya.


Pip.....pip......


Bunyi klakson membuat ia berbalik saat sudah di luar, dan baru sadar, jika pria jahat itu sudah ada, mobil itu berjalan ke arahnya.


"Masuk!"ucap Kenan saat membuka kaca depan tanpa meliriknya sedikit pun, dengan terpaksa ia masuk dan duduk dengan malas.


Sebenarnya ia tak Sudi satu mobil dengan pria jahat itu, tapi sudahlah daripada terlambat, meski menolak ia tak punya pilihan apapun, pada akhirnya pun pasti mengalah. Mobil itu melaju tanpa ada ucapan diantara mereka, hanya ada suara-suara riuh angin dan mesin, ia mengemudikan sendiri mobilnya, karena ia lebih suka, ia hanya akan memanggil Daniel jika itu hal penting.


Sesekali ia melirik nya dengan sinis, ingin rasanya melenyapkan pria itu dengan cara mencengkram lehernya, , Kenan tahu jika pelayan yang menjelma menjadi sekertaris nya diam-diam meliriknya, ia tersenyum kecil saat menyadari hal itu.


Sebenarnya ada rasa penasaran Diandra terhadap pria disampingnya, sejak kemarin pria itu menghilang dan baru pagi ini muncul, namun ia kuburkan niatnya, ngapain juga urusin hidup orang lain, apalagi dia, pria jahat lagi pria mesum, apalagi iblis yang sudah melecehkannya, ia tidak akan memaafkan dan dia akan membuat perhitungan pada saat yang tepat, tapi bukan saat ini, ia akan melakukannya setelah misinya terselesaikan. Kalau perlu mencabik-cabik pria itu tiada ampun. Diandra mengangguk-angguk memikirkan hal itu.


Setelah beberapa saat berpacu di jalan yang cukup padat, sebab masih terlalu pagi, akhirnya mereka sampai, "ambil, periksa kembali apa ada yang harus diperbaiki!"ujar Kenan menyodorkan sebuah berkas setelah Diandra ke luar.


"Baik!"mengangguk pelan.


"Selesaikan hari ini, "ucapnya lagi sebelum pergi.


"Apa dia hanya mengantarku"ujarnya melihat kepergian pria itu, tak banyak memikirkan ia masuk dan berlalu.

__ADS_1


Pagi hari dia Diandra sudah berada di kantor, ia sudah mulai disiplin waktu, sebab diantar oleh tuannya. Ia mengerjakan berkas, menatap layar komputer dan mengetik sambil melihat-lihat berkasnya. Selesai mengerjakan ia tampak diam melamun dan bersandar pada kursinya, sambil memejamkan matanya yang mulai terasa berat.


"Waktu tidak menunggu mu, dia akan berlalu meninggalkan!"ujarnya pada diri sendiri, ia mengiyakan perkataannya barusan sebab sampai detik ini ia belum mengambil langkah apapun, "hah! mendesah sembari membuka matanya.


mengambil hp dan membukanya, melihat sebuah gambar yang sempat ia potret saat masih bekerja sebagai cleaning servis di hotel kilau bintang.


"Vocay! sebarkan foto yang aku kirim padamu!" ketik Diandra pada sebuah kolom chat untuk seseorang yang ia sebut namanya.


"Hem" keluhnya, Diandra berharap dengan tersebarnya foto itu, yang pernah menjadi langganan di hotel itu bisa mengatakan sesuatu tentang hotel atau setidaknya ada informasi untuk langkah awal memulai penyelidikannya. Meski ia tidak yakin dengan apa yang akan dilakukannya ini, tapi setidaknya ia ada usaha awal.


Waktu makan siang tiba, rasanya cuaca hari ini sangat panas dan ia merasa lapar sebab tak sempat makan tadi pagi, menyudahi pekerjaannya ia ke luar ingin membeli minuman segar untuk menyegarkan tenggorokan dan juga untuk mengisi perut.


"Bugh!" saat ke luar tak sengaja bertabrakan dengan seseorang di depan pintu utama .


"maaf!"orang itu segera pergi dan berlari segera mungkin, Diandra tahu pasti siapa orang itu. Ia melanjutkan langkahnya ke luar dari kantor.


Kenan teriak Daniel saat sampai dan melihat seisi ruangan kacau, keadaan ruangan sahabat yang berstatus bosnya dalam keadaan berantakan, tidak biasa dikatakan ruangan kerja, benar kacau.


Ia sudah menduga apa yang akan terjadi. Daniel menuju Kenan dan berusaha menenangkannya namun Daniel di dorong hingga terjatuh,


Pak... Bugh....


Daniel tidak marah ia memaklumi sikap Kenan yang seperti ini, karena ia sudah terbiasa menghadapi dan mengalami, bukan cuma satu kali dua kali tapi sudah berulang kali, jadi ia tahu betul jika pria di sampingnya marah, kemarahan dan situasi seperti ini sudah menjadi kemarahannya.

__ADS_1


Daniel menarik paksa Kenan dan mendorongnya duduk di sofa di dalam ruangan itu. Daniel sudah menduga kekacauan yang pastinya terjadi, sebab tau bagaimana sifat dari sahabatnya.


Menghela nafasnya kasar, tampak jelas kalau ia cukup lelah.


Daniel tadinya baru pulang dari suatu tempat baru istirahat sebentar, baru saja matanya terpejam, tiba-tiba hp nya berbunyi.


Ia membuka sebuah pesan masuk tak lain dari Kenan dan menyuruh untuk segera menemuinya di kantor. Dengan cepat ia bangkit dan segera pergi, ia yakin jika sesuatu pasti terjadi, jadi saat sampai ia segera mungkin masuk dengan berlari, dan ia juga tak sengaja menabrak Diandra yang sedang berjalan ke luar, saat sampai dugaannya betul.


"Tenang kenan! Tenang!" ia berusaha menenangkan sahabatnya yang sudah dipenuhi kemarahan, tampak matanya merah padam.


Daniel membuka hp nya dan melihat isu, hotel bintang kilau dalam masalah besar, sebuah foto beredar dan pastinya akan membuat masalah besar dan menjadi topik perbincangan di hari ini. foto itu sudah tersebar di sosial media dan menjadi topik perbincangan yang hangat hari ini, sebab siapa yang tidak tahu dengan kilau bintang, sebuah hotel ternama dan paling no. 1 di kota itu. Dan Kenan berperan penting sebab ia menjalin kerjasama.


Jika sampai hotel itu bangkrut besar, bisa saja nama besar nya tercoreng, dan ia tidak akan membiarkan sampai hal itu terjadi, ditambah lagi sampai saat ini ia belum menemukan bukti atas kasus kematian orang tuanya yang sangat janggal menurutnya.


Kembali ke masa lalunya, beberapa tahun lalu, saat itu dia bersama ibunda tercinta menyusul sang ayah ke sebuah klub malam, saat pulang orangtuanya bertengkar hebat di atas mobil yang dikemudikan oleh sang ayah, sedang dirinya duduk di belakang, hanya melihat pertengkaran hebat terjadi saat itu, ia tak berani ikut campur karena tak ingin memperkeruh masalah menjadi semakin besar, namun tiba-tiba saja ayahnya kehilangan keseimbangan dan terjadilah kecelakaan yang menewaskan ibu yang sangat ia cintai, dan juga ayahnya. Tapi untungnya ia selamat.


Ia pernah terpuruk saat itu, namun seorang pria sebayanya datang membantunya,.dia Daniel yang sudah menjadi tangan kanannya saat ini dan juga merupakan sahabatnya.


"Auh" pekiknya, menjambak rambutnya kuat, ia tampak kacau dengan mengingat ingatan yang menyedihkan itu.


"Bay lakukan tugas mu, hentikan penyebaran berita itu!" Daniel menelpon seseorang untuk segera mungkin menghentikan penyebaran luas berita itu, yang tak lain hacker Handal kepercayaan nya.


"Kenan tenang, aku sudah menugaskan seseorang untuk mengontrolnya, semua pasti baik-baik saja."ucapnya setelah menyudahi panggilan nya.

__ADS_1


"Aku tidak mau tahu, kau selesaikan dengan bagaimana pun caranya!"perintahnya tegas. Tak ingin membuat nya semakin marah ia segera pergi melakukan tugasnya.


"Tentu!"Meninggalkan Kenan yang masih gusar tapi sudah sedikit tenang.


__ADS_2