Pelayan Hati Tuan Muda

Pelayan Hati Tuan Muda
Bab. 6


__ADS_3

Sebuah deringan handphone masuk dari bilik tasnya, Dea yang tengah asyiknya shopping di Sebuah perbelanjaan besar, membuyarkan aktivitasnya, ia lalu menghentikan kegiatan memilih pakaian untuk persiapan malam yang akan datang, dan meraba tasnya.


"Halo,"sahut penelpon saat Dea menekan tombol hijau.


"Bagaimana?"tanyanya, dengan wajah serius.


"Sudah selesai bos!"balasnya.


"Bagus, aku akan transfer gaji-mu,"jawab Dea lalu menyudahi telfonnya, kemudian terlebih dahulu melakukan transaksi di hpnya dan menyimpannya, ada raut wajah bahagia yang terlihat, ia kemudian melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda.


*****


Kenan dan daniel telah sampai di hospital kota, ia masuk begitu saja dengan Daniel mengikutinya kemana pun ia pergi, Kenan bertanya pada petugas yang ada di sisi ruangan, dan ia berhasil mengantongi kamar tempat Diandra di rawat. "Terimahkasi bu!"


"Sama-sama tuan."jawab suster yang sedang berjaga.


Saat selesai berbincang dengan segera ia menuju ke ruangan.


"Mau lari ke mana lagi kamu,"teriak Kenan saat membuka sebuah pintu dan melihat hanya ada ruangan kosong. Matanya terbelalak dan marah, ternyata tidak ada seorang pun di ruangan itu, hanya ada brankar pasien yang berjejer rapi, ia mengepalkan tangannya, "sial dia sudah pergi,"geramnya dan seorang wanita datang, dia seorang perawat hendak membersihkan peralatan di dalam, "permisi pak,"ucapnya sudah berada di depan pintu dan melihat orang lain berada di dalam ruangan.


"Bapak cari siapa?"tanyanya sopan.


"Bapak-bapak, saya ini tuan muda! kau tidak lihat wajahku,"balasnya angkuh.


"Ma-maaf tuan!"Daniel berusaha menahan tawanya, karenanya tuannya disangka bapak-bapak, namun Daniel membenarkan perkataan perawat itu, karena dilihat dari ekspresi wajahnya ia seperti bapak, apalagi suka marah-marah.


"Jangan salahkan perawat cantik itu, matanya tidak salah,"Daniel tersenyum kecil, dan Kenan kesal namun berusaha menahannya, karena ia bukan di tempatnya, namun ia tengah berada di tempat yang penuh dengan larangan.

__ADS_1


"Wanita yang di rawat di sini di mana?"Tanya nya.


"Dia sudah pergi tuan!"jawab suster


"Ke mana?"tanya Daniel penasaran.


"Di bawah sama keluarganya tuan,"balasnya.


"Keluarga?"gumam Kenan, ia berpikir jika Diandra tidak memiliki keluarga sama sekali dan ia yatim piatu sama seperti dirinya.


"Bagaimana? mungkin suster, dia itu yatim yaitu,"ucap Kenan bingun dan sedikit marah.


"Dia juga bilang begitu, tapi seseorang telah datang dan menjemput nya, mungkin kerabat jauhnya,"ucapnya dan perawat itu menuju brankar dan mengambil sprei tidur.


"Maaf, kalau begitu saya permisi tuan,"sahut perawat pamit dengan sopan.


"Dari mana kau dapatkan informasi wanita itu?"tanyanya.


"Dea!"jawab Kenan dan meninggalkan Daniel yang diam seperti tiang.


*****


Di hotel Kilau Bintang, semua orang kembali berpesta saat malam datang, banyak mobil mewah yang terus berdatangan, dan yang menjadi pusat perhatian sebuah mobil yang sangat di kenal, mobil seorang pengusaha muda dan kaya di kota itu, ia turun bersama orangnya di samping, ke duanya masuk, dan melihat banyak pria yang sudah duduk disenangi para wanitanya. Daniel sudah masuk duluan dan mencari mangsanya untuk membahagiakan hati dan matanya yang sejak tadi hanya sibuk tuannya.


Sedang Kenan memilih tempat duduk seorang diri, banyak wanita-wanita cantik yang mendekatinya, namun Kenan selalu saja memarahinya seperti seekor singa, sehingga para wanita malam segan dan takut padanya, mereka tidak bisa main-main dengan seorang Kenan samudra, seseorang telah membawakan nampang yang berisi minuman memabukkan dan ia lalu meletakkan di atas meja. Kenan memandangi bawahannya yang terlihat sangat bahagia apa yang sedang disuguhkan, berbeda dengan dirinya yang masih diam mematung belum melakukan apa-apa.


*****

__ADS_1


Sedang di tempat lain Diandra yang sedikit masih sakit di bawah paksa oleh dua orang pria, dan ia di masukkan ke dalam mobil yang sedang terparkir, dia hendak di bawah ke tempat lain yang lebih aman.


Sejak tadi Kenan belum meminum apa yang tersuguh, kali ini, ia mempertimbangkan, karena tidak ingin kejadian malam itu terulang lagi saat minumannya telah dicampurkan, perangsang dosis tinggi, sehingga telah membuatnya bertemu dengan wanita yang begitu berani dengannya, seumur hidupnya baru kali ini, ada seseorang yang tidak sopan menurutnya dan itupun hanya seorang wanita rendahan, Kenan mengingat kepalanya saat ia mengingat kejadian malam itu.


Malam semakin larut, Kenan telah mabuk bersama Daniel, namun Daniel bukan dimabuk minuman tapi di mabuk cuci mata wanita-wanita cantik,wk...wk....wk...


Melihat Kenan sudah mabuk, seorang Dea berjalan ke arahnya, "halo mas ganteng,"ucapnya dan duduk di atas paha Kenan dan membelainya, namun Kenan dan mendorongnya dan hampir membuatnya terjatuh, untung saja ada seorang pria menangkapnya dengan linglung, "kalau kau tidak menginginkannya, biar buat aku saja!"ucap pria itu terlihat bersemangat.


"Sana pergi!"sahut Kenan dengan menggerakkan tangannya.


Kenan berjalan keluar meninggalkan tempat menjijikkan itu, tempat di mana suara-suara wanita dan pria sedang berpesta menyenangkan dirinya.


Kenan masuk ke dalam mobilnya, namun di tahan oleh Daniel, "biar aku saja yang menyetir,"ucapnya dan memapah Kenan masuk di kursi sebelah. Daniel melajukan mobilnya dan sesekali melihat ke arah tuannya yang sedang tertidur. Ia merasa kasihan dengan Kenan, yang mengalami stress sepanjang masa karena memikirkan wanita itu, di tambah lagi, Kenan seorang yang kesepian karena ia tidak lagi punya orangtua. Di tambah lagi dia mengurus usahanya seorang dirinya, seharusnya tuannya sudah memiliki sosok pendamping di sisi-nya.


Sepanjang jalan Daniel hanya terus memikirkan tuannya, ia berharap tuannya dan sahabatnya akan segera menemui bahagianya. Mungkin dengan mendapatkan wanita itu, sedikit stress tuannya berkurang, namun jika sampai hal itu terjadi, bisa saja hidup wanita itu dibuat menderita, karena ia mengetahui dengan jelas bagaimana cara kenan bertindak, Kenan bisa saja berada di luar batas kemampuannya, dia saja hampir membuat leher dan tubuhnya berpisah hanya karena sedikit membantah perintah tuannya, apalagi wanita itu yang bukan siapa-siapa-nya, Daniel memikirkan hal itu dengan sangat takut.


Bruk....


Tiba-tiba Daniel berhenti di persimpangan jalan, sepertinya ada sesuatu yang ia tabrak, dan seketika Kenan juga terbangun dengan pusing dan merasakan hal itu juga, "ada apa?"tanyanya saat Daniel memarkirkan mobilnya di sisi jalan.


"Sepertinya aku menabrak sesuatu,"jawabnya dan hendak turun.


"Sebentar, kau tetap di sini, aku akan mengeceknya."


"Tidak usah, lebih baik kita pergi, mungkin itu hanya batu jalanan,"sahut Kenan yang masih merasa sangat pusing, namun Daniel merasa jika yang ia tabrak barusan adalah hal besar, karena ia mendengarnya,. sedang Kenan mana ia tahu ia sedang tidur dan mabuk. Daniel turun tanpa berkata lagi dan memeriksa apa yang sedang ia tabrak, "astaga, Kenan aku menabrak seseorang,"teriak Daniel kaget dan melihat siapa orang itu siapa tahu ia mengenal -nya.


"Biarkan saja, ayo cepat,"sahutnya.

__ADS_1


"Apa kau ingin meninggalkannya?"ucapnya semakin kaget namun kenan tak menghiraukan dan melanjutkan tidurnya.


__ADS_2