
Pagi hari Diandra bekerja seperti biasanya mengerjakan beberapa tugas di depan komputernya, cukup lama ia mengetik sambil memeriksa apa yang harus di perbaiki.
sebuah deringan hpnya menghentikan aktifitas lalu ia meraba di mana suara itu, mengambil hpnya di balik tasnya.
"Halo!"
"Baik tuan!"ujarnya dengan cepat menyelesaikan tugasnya dan merapikan meja nya, setelah itu ia mencari sebuah berkas di mejanya, "ini sahutnya!" segera melangkah ke luar sambil membawa berkas yang ia evaluasi kembali dan membawanya menuju ruangan tuannya tak lain Kenan.
Tok... tok Diandra mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.
"permisi," sahutnya setelah membuka pintu ruangan pria yang sudah ia sematkan sebagai pria jahat.
"ini tuan!"ujarnya menyodorkan berkas yang ia bawah, Kenan mengambil nya sedikit melihat ke arahnya lalu memeriksanya. Kenan menandatangani lalu memberikan pada wanita disampingnya.
"Mau ke mana kamu?"sahut pria itu saat melihat sekretarisnya hendak ke luar.
"Mau ke luar lah pak!"Diandra tersenyum kecil! pria ini apa tak punya otak.
"oo yah sudah!" Hah hanya itu.
"siapa yang menyuruh mu pergi!"sahut pria itu langsung bangkit dari kursinya dan mendekati.
Maksud pria ini apa!
"Tadi kan!"ujarnya.
"Aku tidak berkata! dan lagi terserah aku! di sini itu aku bos" ingin rasanya ia menonjok pria itu, terlalu menyombongkan dirinya, namun ia urungkan, lebih baik jangan. Jika bukan karena suatu hal pria ini sudah dibuat mati kepalan.
"Apa aku harus tetap di sini?"tanyanya sedikit bingung.
"Ayo ikut aku"ujar pria itu seenaknya.
__ADS_1
Sekarang mereka berdua berada di sebuah restauran, dan beberapa hidangan makanan enak sudah ada di meja, rasanya selera makan Diandra menjadi hilang saat pria didepannya terus saja melihatnya.
"Ada apa?" ujarnya tak melihat Wanita ini bergerak untuk makan.
"Apa perlu aku menyuapi mu!"kata pria ini dengan tatapan dingin sambil menyantap makanan. Tak menunggu lama Diandra juga menyuapi mulutnya sedikit demi sedikit.
...----------------...
Diandra kembali ke kantor seorang diri sebab pria itu pergi lebih dulu karena ada urusan.
"Terima kasih pak!" sahut nya memberikan upah pada sopir taksi yang ia tumpangi.
Di pagi hari! Diandra datang lebih awal sebab akan ada pertemuan penting tuannya dengan para petinggi perusahaan lain! maka ia sebagai asisten harus mempersiapkan nya dengan baik tanpa cacat! pukul 09.00 pagi tiba Diandra ke luar dari ruangannya dan ia mendapati para pegawai sibuk dengan urusannya masing-masing! beberapa diantara mereka tersenyum ke arah nya dan ia membalasnya namun ada satu di antara mereka yang terlihat tak suka. Tapi diandra sama sekali tak memperdulikannya! mereka tak saling mengenal baik dan ia juga tidak merasa ada salah. Sedang wanita itu diam-diam mengepalkan tangannya tanpa sebab kemarin ia tak sengaja melihat tuan Kenan dan Diandra makan secara pribadi. Dirinya yakin jika sekertaris itu menggodanya sebab selama ini bosnya tak pernah mengajak seorang wanita makan selain urusan pekerjaan dan sahabatnya. Bukankah diandra wanita penggoda. Maka perlu disingkirkan.
Diandra masuk ke dalam ruangannya bosnya dan meletakkan berkas penting itu lalu kembali ke ruang nya sambil menunggu rapat tiba.
Ceklak! sebuah pintu ruangan terbuka dan masuklah wanita muda! dia salah satu pegawai di kantor itu dan wanita yang diam-diam tak menyukai nya. Wanita itu beralih menuju meja kebesaran tuan Kenan. Ia memeriksa berkas di atas meja dan melihat sebuah nominal yang tertera lalu mengambil berkas itu dan menggantinya dengan berkas yang ia bawah.
"Semoga menyenangkan" ujarnya tersenyum licik. Bukan tanpa sebab ia berlaku seperti itu dengan kehadiran Diandra ia tak bisa mendekati Kenan Sebab sudah ada sekertaris baru! sebelumnya ia ingin mendaftar menjadi sekertaris tuan kenan karena sekretaris sebelumnya mengundurkan diri tapi sayangnya wanita itu telah mengambilnya. Wanita yang bernama Tara ke luar dan menyimpan berkas itu di tempat sampah depan lift, sebelum itu dia meremasnya. " beres!" ujarnya.
"Tunggu!" sahut pria besar mengangkat tangannya dengan pulpen menempel di jari-jari nya.
"Kamu ingin menipu kami!"Kenan mengernyit bingung apa maksudnya. Sesaat kemudian para orang-orang mengubah ekspresi wajahnya tak bersahabat. Diantara mereka melempar berkas itu ke arah depan hampir saja mengenai wajah Diandra! ia juga tampak bingun apa maksudnya! apa ia mengajak nya berperang. Diandra mengambil nya dan melihat tulisan yang telah dilingkari dan melihat. kenapa keuntungan ini tidak sama dengan berkas yang ia pegang, sembari mencocokkan nya.
"Kalian! ingin mengambil keuntungan sendiri! hah!" pria itu bangkit diikuti oleh para orang-orang penting lainnya.
"Kami batalkan saja!" sahut diantara mereka lalu pergi.
"Apa yang terjadi!" ujar karyawan kantor masuk, ia mendekati diandra yang diam mematung, dia Tara.
Diandra tampak bingung kenapa bisa terjadi seperti! apa yang harus ia lakukan ia telah melakukan kesalahan besar! ia telah menghilangkan kerja sama yang besar! tamatlah sudah riwayatnya.
__ADS_1
"Tuan! tolong maafkan Diandra!"ujar tara ingin memprovokasinya.
"Keluar!" bentak Kenan.
"Diandra apa yang kamu lakukan! cepat ke luar"wanita licik tersenyum kecil tanpa ada menyadarinya.
"Maafkan Diandra tuan!" Tara mendekati Kenan berharap.
"Apa yang kamu lakukan! kamu ke luar juga!"teriaknya.
ah! Tara tersentak kaget! rencananya gagal...kali ini ! mungkin ini hanyalah keberuntungan gadis itu.
Diandra membawa sebuah berkas ke kamar Kenan, sebelumnya Kenan sudah menelponnya, dan mereka duduk di atas ranjangnya Diandra sangat takut pasalnya dengan kejadian tadi rapat gagal dan tender hangus, namun karena pria itu terus memaksanya ia akhirnya ikut duduk dan mengerjakan bersama.
"Duduk!"
"Tuan masalah tadi! aku tidak tahu kenapa bisa seperti itu! tolong maafkan aku! aku benar-benar tidak tahu!bila perlu aku siap diberi sanksi!"Diandra sedikit menunduk.
"Diam!" seketika Diandra terdiam.
"Kamu kira aku penjahat besar!"sahutnya dengan penekanan.
"Ambil ini"ia menyodorkan laptop itu di tangan Diandra dan ia memilih memainkan teleponnya.
"Apa yang kamu pikirkan aku memanggil mu tidak menyuruh mu mengagumi ku!"ucap nya dingin tanpa menoleh.
what! tanpa berpikir panjang ia mulai mengajarkan beberapa materi lainnya.
Malam panjang telah tiba rasa ngantuk menerpa nya! Ia terus menguap sesekali berusaha membuat matanya agar tetap terbuka. Tugas dan tugas! selamanya sampai mati ia akan terus bekerja seperti ini! dan Kapan misinya ia kerjakan.
Dung. Diandra terjatuh ke depan laptop! ambruk sudah pertahanan nya! tadi masih sempat menahan meski sering mengangguk-angguk namun sekarang rasa kantuknya tidak bisa lagi ditahan. Kenan melihatnya dan mendesah. Mengambil alih laptop itu dan menyimpannya.
__ADS_1
Terlihat dengan kehati-hatian ia menidurkan Diandra di kasur empuknya dan menyelimuti nya. sedang ia memilih tidur di sofa takut ia di luar kendali dan ia juga sudah berjanji tidak akan berbuat macam-macam demi mengambil hati sekertaris nya, ia harus bisa dipercaya. Ntah ke Napa rasanya ia tak rela jika diandra harus pergi. Kenapa ia harus memikirkan hal seperti itu, wanita itu mungkin hanya akan menyakitinya di masa depan.
Malam yang sangat sunyi dan dingin Kenan menatap langit-langit kamarnya! melirik Diandra sebentar sebelum menutup matanya.