
setelah beberapa waktu yang lalu kami di pukul mundur dari kota Rood kami terus bersembunyi di hutan yang lebat, gelap, dan dingin kami bertiga memutuskan untuk berpencar dari tim utama karena kami tahu musuh akan menyergap kami jika terus terusan mundur bersama mereka, kami tidak ingin ada korban lagi. sampai pada akhir nya kami menemukan sebuah desa kecil di hutan ini desa itu kosong dan terbengkalai seperti sudah lama di tinggalkan, kami pun beristirahat di sebuah rumah di desa itu
"baik lah mungkin kita harus beristirahat dulu di sini" ujar Sovia
"ya aku sudah lelah" balas Elisa
kami pun beristirahat di sana, di gelap nya malam kami bersembunyi dari kejaran para musuh.
"hemmm seperti nya ini sudah tidak apa apa" gumam ku sambil melepaskan perban di lengan dan kaki ku
"sepertinya mereka tertidur pulas ya" gumam ku
"malam ini mungkin akan menjadi sangat menakutkan" tambah ku
aku pun berdiri dan pergi meninggalkan mereka berdua yang tertidur lelap untuk sekedar melihat isi rumah ini. di sana aku menemukan banyak sekali foto yang sudah rusak, buku buku yang berserakan dan beberapa benda rusak lain nya. setelah puas berkeliling aku berniat kembali ke ruang atas untuk beristirahat, ketika aku ingin kembali seketika ada sebuah bayangan yang berdiri di tangan, ya kupikir itu Sovia atau mungkin Elisa.
"hey Elisa itu kau? " tanya ku
ternyata itu adalah seorang jenderal Neo Eropa, dia berkata pada ku
"jadi kau lah sang peluru mawar, memiliki kecantikan seperti mawar tapi memiliki senjata untuk membunuh seperti duri nya" ujar nya
"si... siapa kau?" tanya ku
"aku adalah jendral ke 7 pasukan unit penyerangan Neo Eropa SS" jelas nya
"SS ? "tanya ku
" ya pasukan dengan kekuatan yang luar biasa SS adalah singkatan dari 'Super Soldier', kami memiliki kemampuan yang berbeda dari manusia biasa, kami memiliki DNA dari berbagai mahluk hidup bahkan dari benda mati sekali pun "jelas nya
" kami adalah manusia yang akan mengubah dunia ini"tambah nya
"jangan bercanda! kau adalah monster bagi dunia ini! " bantah ku
__ADS_1
*hahahahaha* dia tertawa lepas
"hey jangan bercanda, aku disini hanya menjalankan tugas ku untuk menyampaikan pesan dari 'Number One' untuk mengajak mu menjadi jendral SS selanjutnya" ajak nya
"tidak! aku tidak akan pernah menerima nya!"bantah ku
"terserah saja kalau kau tak mau ikut tapi yang jelas jika kau tidak ikut aku tidak bisa menjamin keselamatan mu dan teman teman mu"ancam nya
" aku tidak takut!"bantah ku
"terserah yang jelas aku sudah memberitahu mu"ucap nya
dia pun menghilang seperti hantu, setelah percakapan singkat tadi aku kembali ke atas untuk beristirahat. ke esok hari nya kami melanjutkan perjalanan untuk menuju garis pertahanan pasukan merah di Usburck sebuah pegunungan dekat kota Rood, di perjalanan
"hey berapa jauh lagi kita harus berjalan? "tanya Elisa
"entah lah yang jelas jika tidak ada musuh kita bisa datang lebih cepat"ujar ku
"ya benar di sana aku mau langsung tidur di cap peristirahatan nya"ujar Elisa
kami terus melangkah terus berlari sampai
"tahan!"perintah ku
"apa?ada apa?"tanya Elisa
"lihat ada pasukan tank musuh yang sedang melakukan suplay" ujar ku
"hemmm... kondisi ini akan sulit mereka memiliki 3 tank heavy 2 tank medium dan 3 destroyer" ucap Sovia
"kalau begitu kita harus melewati mereka tampa harus ketahuan"perintah ku
tiba tiba kami mendengar suara yang melengking dari kejauhan seperti suara sebuah roket yang meluncur tapi kami tidak melihat jejak pembakaran nya, Tiba-tiba *boom* sebuah ledakan terjadi
__ADS_1
"kalian menjauh dari area itu" suara seseorang dari radio komunitas
"Rio apa itu kau? "tanya aku
"tidak ada waktu lagi mundur lah!"perintah nya
"baik!"balas ku
kami pun mundur dan berhasil selamat dari ledakan tadi, setelah itu kami bertemu dengan Rio,
" sudah ku duga kalian akan berpencar dengan tim yang lain nya"ujar nya
"Rio apa itu tadi?"tanya ku
"ohh itu BM-13 atau Katyusha, senja peluncur roket jarak jauh milik pasukan merah"jelas nya
"suara nya sangat melengking apa dia tidak pernah berlatih vokal? "tanya Elisa sambil bercanda
"tidak memang seperti itu suaranya"jelas Rio
setelah itu kami pun di bawa ke garis pertahanan dengan truk militer, sesampainya di pos kami bertemu dengan Erika dan Hana.
" ahhh untung kamu masih hidup!"ujar Erika sambil berlari dan memeluk ku
"ya aku tidak apa apa"ujar ku
kami pun bercerita tentang misi kami masing-masing ya untuk sekedar melepaskan kekhawatiran masing-masing, ya aku senang mereka masih hidup.
sementara itu di timur garis pertahanan
" hemmm kita akan memulai 4 jam lagi "ujar seorang jenderal SS
" ya tidak perlu terburu-buru 'Number Four' kita masih perlu pasukan lagi" ujar jenderal SS 'Number seven'
__ADS_1