
..."2 Desember 1995 - timur Stalingrad"...
hari itu suara tembakan bergema rentetan artileri menghujani barisan pertahanan musuh. peperangan yang besar terjadi banyak sekali korban yang berjatuhan tidak peduli warga sipil atau pasukan yang bertarung mereka semua menjadi korban dari peperangan ini, ya mungkin inilah yang disebut peperangan tanpa belas kasih
"baik lah aku sudah mendapatkan informasi tentang koordinat musuh" kata Rio pada kami
"apa sekarang kita mulai operasi nya kapten? " tanya Erika
"ya kita harus melumpuhkan artileri musuh di arah utara kota ini" jawab Rio
"kita akan mulai dengan aku, Erika, dan hana yang akan maju terlebih dahulu bersama anggota yang lain. Sovia pergilah bersama Elisa dan Sora ke gedung tinggi yang ada di area itu dan lindungi kami dari sana" tambah nya
"siap komandan!" jawab kami serentak
kami pun bergerak menuju wilayah pertahanan musuh dan melakukan apa yang di perintahkan Rio pada kami aku merasakan hal yang berbeda ketika melihat nya memimpin kami semua,suara nya yang gagah dan kepercayaan diri nya yang tinggi itu membuat ku kagum pada nya
"lapor komandan kami sudah siap di posisi" kata ku
"baik lah ini saat nya, all unit open fire! "
teriak nya dengan lantang
rentetan peluru pun menghujani musuh yang sedang fokus menjalankan artileri nya, tapi sayangnya prediksi kami salah musuh sudah menyiapkan pasukan cadangan untuk pertahanan mereka.
"Sora apa yang kau lakukan cepat tembak mereka! " ujar Sovia
__ADS_1
"ta.. tapi" jawab ku dengan ragu
"apa kau takut? kau ini tentara! kau tidak boleh takut untuk membunuh lawan mu! " balas nya dengan tegas
ya,aku pun tidak memiliki pilihan lain selain mengangkat senjata dan bertarung,aku sangat ragu untuk menembak dan
"door! "
sebuah peluru ku tembak kan untuk pertama kalinya, dan ya itu menjadi sesuatu yang membuat ku menjadi lebih tenang dan bisa membuat ku lebih percaya diri akan kemampuan ku.
"a.. apa ini? perasaan apa ini, ini sangat menyenangkan, jadi ini kah yang di maksud membunuh tanpa rasa bersalah? " tanya ku dalam hati
pertempuran pun berlanjut, semakin lama pertempuran berlangsung semakin banyak pula orang yang terbunuh karena tembakan ku, sampai tak sadar aku sudah terlalu banyak menghabisi musuh ku
"ini Rio kepada seluruh unit! musuh sudah berhasil di eliminasi misi sukses! " ujar nya
"sepertinya kau telah melakukan nya dengan baik Sora" ujar Sovia
"ya.. se.. seperti nya begitu" jawab ku
"takpa itu sudah wajar untuk pemula ku pasti tegang ya? " tanya nya
"ti.. tidak ha.. hanya saja perasaan ini" jawab ku
"baik lah semua kita harus kembali ke cek poin sekarang,pasukan dunia telah membebaskan wilayah ini" perintah Rio pada kami
__ADS_1
kami pun kembali ke cek poin, di perjalanan aku melihat banyak yang di tandu bahkan banyak yang sudah tewas, jalan yang awalnya indah kini penuh dengan jasad para serdadu yang gugur,
"pukul 18.06 - markas sementara batalion pertahanan angkatan Darat dunia ke 313"
"Sora bisa bicara sebentar? " ajak Rio pada ku
"tentu kapten ada prihal apa? " tanya ku
"setelah aku amati dari misi ini kamu sepertinya telah menghabisi banyak sekali musuh, total ada sekitar 97 orang yang berhasil kau habisi" ujar nya
"su.. sungguh sebanyak itu? tidak mungkin kan kapten? " tanya ku karena tidak percaya
"ya dan karena pencapaian mu itu kau akan mendapatkan medali penghormatan dari jendral besar batalion ini" balas nya
aku tidak percaya dengan semua itu aku kira aku hanya menghabisi 2 atau 3 orang saja tapi aku salah, ternyata aku sudah menjadi mesin penembak di medan tempur yang sangat menakutkan, tapi aku merasakan itu adalah hal yang menyenangkan dan bisa membuat ku lebih tenang.
"ya Terimakasih atas informasinya kapten" kata ku
"ya pertahanan terus performa mu di medan tempur Sora" himbau nya
"siap kapten" balas ku
malam pun tiba, aku masih memikirkan apa yang baru saja aku lakukan? apa yang sudah ku perbuat? aku sudah menghabisi banyak orang. pada akhir nya aku keluar tenda untuk sekali lagi melihat kota yang sudah porak-poranda ini, tak terasa aku sudah berjalan cukup jauh dan sampai di tempat operasi ku tadi.
"hey kalian para korban ku, maaf kalau aku harus membunuh kalian aku sejujurnya tidak ingin melakukan itu" gumam ku
__ADS_1
"berbicara dengan diri sendiri lagi ya" ucap ku
pada akhirnya aku hanya bisa menjalani ini semua dengan terpaksa demi kakak ku, aku ingin dia kembali dan bercanda bersama ku lagi seperti dulu.