Peluru Mawar

Peluru Mawar
episode 10 : bertahan


__ADS_3

setelah kami sampai di pos pertahanan pasukan merah di daerah Usburck kami beristirahat sejenak untuk melepas lelah dan stres kami. aku Erika dan Elisa berkeliling pos ini dan memutuskan untuk pergi ke sebuah bunker pertahanan di pos ini.


"wah Erika lihat kita bisa melihat hijaunya hutan ini dari atas sini" ujar Elisa


"ya indah ya, suasana kabut tipis dan kicauan burung membuat ku damai" balas Erika


kami pun kembali melanjutkan perjalanan kami mengitari pos ini, selang beberapa lama kemudian kami bertemu dengan Rio dan kami di minta untuk menjaga garis depan pertahanan ini, lebih tepat nya di bunker tempat kami melihat pemandangan tadi.


"kalian bertiga jaga bunker itu" perintah Rio


"ahhh ayo lah baru sejenak kami beristirahat, dan kamu sekarang memberi tugas kepada kami, ayo lahh" bantah Elisa dengan nada malas


"jangan membantah ini demi keamanan kita semua"perintah Rio


ya mau tidak mau kami pun kembali ke bunker itu, di sana kami sedikit menata rak amunisi dan beberapa selongsong senjata.


" hey Sora jangan terlalu memaksakan diri tangan mu belum sembuh total kan! "himbau Elisa


" ya aku tahu tapi ini sudah bisa di gerakan "jelas ku


"tetap saja luka dalam nya pasti belum sembuh total kan"bantah nya


"tidak aku tidak apa apa, sudah lah kita cepat selesai kan ini"balas ku


kami pun segera menyelesaikan pekerjaan kami dan bersantai di bunker itu. matahari pun terbenam aku melihat keluar bunker dengan teropong.


" hemmm semua terlihat baik baik saja"ujar ku


"tapi tunggu apa itu?"heran ku


"ada apa Sora?"sahut Erika


Erika pun langsung merebut teropong ku, alangkah terkejutnya dia melihat sebuah tank mengarahkan moncong meriam nya pada kami


"ini tidak bagus"ujar nya


*boomm*


tank itu menembakkan meriam nya pada kami, untung bunker ini kuat dan bisa menahan serangan pembukaan tadi. tak lama berselang gerombolan pasukan Neo Eropah menyerbu.


" Erika cepat ambil MG-39 di sana! "perintah ku

__ADS_1


"Elisa cepat beritahu semuanya kita di serang! "tambah ku


kami pun berusaha untuk mempertahankan pos ini sekuat tenaga, aku yang bertugas menembak Erika sebagai loader dan Elisa sebagai navigator. kami terus menghujani pasukan musuh dengan senjata yang kami punya. terus menembak tiada henti satu persatu nyawa berterbangan satu persatu mayat berjatuhan kami terus berupaya maksimal untuk menahan serangan mereka.


sementara itu di arah barat pos


"ini saat aku dan para putri ku beraksi" kata seorang jenderal SS


"ayo anak anak ku kita habisi mereka" perintah nya pada 3 robot di belakang nya


tak lama kemudian robot robot itu berdiri dan berjalan menuju pos pertahanan kami


"ya bagus seperti itu lah gadis manis ku"ujar jendral itu


kembali ke bunker


alangkah terkejutnya kami melihat pemandangan yang mengerikan ini, 3 buah robot setinggi 6,5 meter berjalan menuju arah kami. 3 robot itu memiliki keunikannya masing-masing yang satu memliki kaki Laba-laba yang satu memiliki tangan yang besar dan satunya lagi memiliki sebuah senjata yang besar.


"wowowo apa itu tank? " Elisa terkejut


"pertempuran nya menjadi semakin ricuh, aku kesulitan untuk membidik mereka" ujar ku


tak lama robot yang memiliki meriam besar pun menembakkan peluru nya ke arah bunker


*boomm*


"sial kalo begini terus kita tidak akan menang" ucap ku


aku pun bergegas keluar dengan membawa senapan ku


"kau mau kemana Sora?! " tanya Erika


"akan ku habisi robot itu" ujar ku


aku pun berlari ke arah bunker di bagian tengah di sana aku melihat semua personil yang berjaga di sana sudah tewas. tanpa berpikir panjang aku langsung menggunakan senapan anti tank yang ada di bunker itu.


"ahgrr.....ini berat sekali" gumam ku sambil berusaha mengangkat senjata itu


aku berusaha untuk memposisikan senapan itu agar tepat mengenai bagian dada robot itu


*dorrr*

__ADS_1


suara tembakan peluru dengan kaliber 50mm pun menggelegar dan aku pun terpental karena Recoil senja itu yang terlalu kuat


"ahgrr..... bahu ku" ucap ku sambil menahan rasa sakit karena hentakan recoil tadi


aku mencoba untuk menembak nya sekali lagi dan aku terpental lagi aku pun bangkit lagi, lagi dan lagi sampai tak terasa bahu ku sudah berubah menjadi hitam karena menahan hentakan senjata itu. tapi aneh nya kau tidak merasakan sakit sama sekali. aku pun terus menembak dan berhasil menjatuhkan satu robot masih ada 2 robot lagi sementara peluru ku sudah habis aku sudah putus asa waktu itu tapi keajaiban tiba


suara nyanyian Katyusha terdengar, suara nya saling iring mengiringi iramanya beraturan antar satu Katyusha dengan Katyusha yang lainnya. memang suaranya melengking tapi itulah suara yang menandakan akan datang nya harapan.


"yaaaaa! kita kana menang!"teriak ku


"akhirnya.. ki... kita menang" aku pun pingsan


suara gemuruh tembakan dan ledakan bisa ku dengar dengan jelas tapi tubuh ku terasa lemas aku tidak bisa berdiri. aku tergeletak di lantai bunker yang kotor dan dingin setelah itu pun aku kehilangan kesadaran ku sepenuhnya.


di dalam hati aku hanya bisa berkata


"aku mati? "


"kalau benar setidaknya aku sudah berbuat banyak kan?"


"tapi apa aku akan puas dengan hasil ini?"


"apa aku akan berhenti di sini?"


"apa aku hanya diam saja di sini?"


"jawab lah wahai diri ku yang lemah! "


seketika sebuah cahaya datang ke hadapan ku dan aku sadar kembali. aku melihat keluar pasukan musuh sudah mundur ternyata benar kami sudah memenangkan pertarungan ini.


sementara itu di posisi pasukan musuh


"cihh... kita kalah" kata seorang jenderal SS


"tenang saja seven kita akan membalas mereka, kita akan pancing mereka ke wilayah ku" kata seorang jenderal SS


"ya terserah apa keputusan mu four yang jelas kau harus menghabisi mereka! " ujar nya


"ya Gutenberg cocok sebagai perangkap mereka" ujar seorang jendela SS


mereka pun pergi dari daerah itu

__ADS_1


dan aku masih di sini seolah aku tak percaya aku berhasil selai lagi untuk yang ke dua kali nya, sejenak aku berpikir tentang ucapan seorang jenderal SS waktu itu.dalam hati


"apa aku abadi? "


__ADS_2