Peluru Mawar

Peluru Mawar
episode 13 : revolusi Polzhan ( part 1 )


__ADS_3

..." 15 juni 1996 - kota Volz "...


setelah penaklukan fasilitas V2 beberapa hari yang lalu perintah baru telah datang dari pemerintahan dunia untuk menggempur kota Polzhan yang berjarak 125 km dari kota berlin tapi sebelum itu kami tim Rose di perintahkan untuk menyusup dan menyabotase alat komunikasi di Polzhan melalui kita Volz yang menjadi pusat radio komunitas dari kota kota besar di bagian Polzhan. kami semua aku, Sovia, Erika, Hana, Elisa, dan Rio pergi ke kota itu dengan menyamar sebagai pemasok bahan impor dari kota lain. selain itu kami juga di perintahkan untuk sebisa mungkin mendapatkan banyak informasi dari warga dan tentara musuh yang ada di sana.


sesampainya di kota pukul 06.00 pagi


" hei dengar semua ini akan menjadi misi yang sulit jadi jangan sampai kita gagal, mengerti? " himbau Rio pada kami


" ya kami mengerti " balas kami semua


kami pun memasuki kota tanpa di curigai oleh orang orang di sana kami bertanya di mana tempat gudang penyimpanan bahan impor dan di mana tempat stasiun radio di kota ini, setelah seharian berkeliling kami mendapatkan banyak informasi dari tempat tempat penting di sana, setelah menunggu untuk perintahkan berikutnya kami menginap di hotel yang ada di sana untuk bisa berbaur dengan orang orang di sana agar tidak ada yang mencurigai kami.


setelah sampai di hotel kami memesan kamar dan aku satu kamar dengan Erika lagi, ya mungkin kami tidak dapat di pisahkan seperti kakak dan adik yang terus bersama sepanjang waktu.


dikamar


" hey Erika kau mau berjalan jalan di luar? " ajak ku


" ya kenapa tidak " balas nya


kami pun keluar dari kamar dan berkeliling ke sekitar area hotel dan sampai lah kami di lorong yang sepi tampa penerangan dan sangat gelap. sejujurnya aku takut pada hal seperti ini tapi


" hey Sora bagaimana kalo kita ke sana? " ajak Erika


" jangan bodoh itu tempat yang pasti tidak di perbolehkan untuk pengunjung "sanggah ku


" ayo lah apa kamu takut? kau memang seperti anak kecil " Erika mencoba Menjahili ku


" tidak! aku tidak takut! ayo kita ke sana! " bantah ku

__ADS_1


kami pun pergi menyusuri lorong gelap itu dan melihat ke luar jendela kami melihat sisi lain dari gedung ini awalnya tidak ada yang aneh sampai aku melihat sebuah bayangan yang berjalan tanpa ada tubuh nyata nya.


" hey E.... Erika liat ada sebuah bayangan "ujar ku sambil ketakutan


" mana aku tidak melihat nya " Erika bingung


" itu di dekat rambu lalulintas " ucap ku sambil menunjuk ke arah bayangan itu


tak lama bayangan itu berubah menjadi wujud manusia kami berdua terkejut,karena hal itu sampai membuat ku terjatuh. setelah itu kami berlari ke kamar kami dan bergegas mengunci pintu kamar, sementara Erika yang sibuk menutup pintu aku bersembunyi di balik selimut karena aku sangat takut pada yang namanya hantu.


" kurasa dia tidak melihat kita " ujar Erika


" a.. a... apa kamu yakin? " ucap ku sambil ketakutan


" kurasa, tapi bisa saja dia berada di bawah ranjang sekarang " ujar Erika untuk menggoda ku


sepontan aku langsung turun dan berlari kebelakang Erika.


" a... a.. aku takut " ucap ku terbata bata


" dan sekarang dia ada dibelakang mu Sora " Erika menggoda ku


" aaaaaa! " teriak ku sambil memeluk Erika dengan erat


" hey hentikan kau membuat ku tidak bisa bergerak " Erika meminta kepada ku


" tidak! tidak akan! " aku terus memeluk nya


" oke oke cukup aku hanya bercanda " ujar Erika untuk menenangkan ku

__ADS_1


Erika pun berbalik menghadap ku dan berkata


" sudah lah itu hanya candaan " ujar nya


* Hicks.... Hicks * aku menangis karena takut


" ahahahahaha ayo lah jangan menangis, kau memang cengeng ya " Erika mentertawakan ku


" ahhh ini semua karena kau! " ucap ku kesal


" iya deh aku minta maaf " ucap Erika sambil mengusap air mata ku


setelah itu dia menyuruh ku untuk tidur karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. aku dan Erika pun tidur bersama, tapi pada pukul 3 dini hari aku terbangun karena suatu seseorang yang bolak balik berjalan di depan pintu kamar. aku pun berniat mengecek nya tapi setelah ku cek tidak ada seseorang pun di sana sampai aku melihat ke ujung lorong muncul lah seorang jenderal SS yang pernah ku temui ketika perjalanan menuju ke camp pertahanan beberapa waktu lalu. dia berjalan ke arah ku dengan perlahan


" ahh kita bertemu lagi ya Sora " sapa nya


" dari mana kau mengetahui nama ku? " aku penasaran


" itu tidak penting sekarang, aku disini untuk mengajak mu bergabung dengan kami " ujar nya


" kau memang batu ya, berapa kali aku bilang aku tidak akan bergabung dengan mu " batah ku


" hahahah sudah ku duga kau menolak nya, tapi jangan salah aku sudah tahu keberadaan kalian. tapi aku tidak akan membongkar nya karena aku masih ingin melihat mu beraksi di medan tempur " jelas nya


dia pun pergi dan menghilang seperti hantu, seketika Erika membuka pintu dan bertanya pada ku


" apa yang kamu lakukan Sora? " dia kebingungan


" tidak aku hanya ke kamar mandi sebentar " aku beralasan

__ADS_1


" ohh ya sudah kembali lah akan ku kunci pintu nya " ajak nya


kami pun masuk kedalam lagi dan melanjutkan istirahat kami. pukul 5 pagi semua sudah siap untuk operasi sabotase kami menyamar menjadi pekerja di pusat stasiun radio itu.


__ADS_2