
setelah kami mendapatkan berkas berkas rahasia dari pihak neo eropa kami tim Ros di minta untuk menyusup ke wilayah pertahanan musuh di usungland, kami memecah beberapa kelompok kami dalam 2 tim tim penyamar dan tim penghancur dan aku beserta Erika di tugaskan menjadi tim penyamar untuk menyusup ke wilayah musuh.
......"4 maret 1996"......
tepat pukul 07.30 kami menjalankan misi kami aku dan Erika berperan menjadi kakak beradik yang tersesat agar bisa di percaya oleh musuh.
"sudah siap Erika? "tanya ku
"ya ayo kita lakukan"jawab nya
setalah itu pun kami berakting seperti sedang ketakutan karena ada sebuah penyerang, kami berlari ke arah pasukan musuh yang berjaga. sepontan mereka melihat kami dan bertanya.
" tunggu tunggu ini daerah terlarang, kalian warga sipil tidak boleh melintas"ujuar seorang penjaga di sana
"ma.... maaf,sebelumnya kami adalah korban dari belarus yang lari ke arah aspendolf tapi di tengah perjalanan rombongan kami di sergap oleh musuh"ujar Erika
" be... benar"sahut ku
karena keributan kami,seorang jenderal pun datang menemui kami. dia berkata
"kalian dari belarus? " tanya nya
"be... benar, kami dari belarus"jawab Erika
"berapa umur kalian? "tanya nya
"aku 16 tahun dan adik ku 15 tahun"balas Erika
" hemmm hebat aku tak menyangka bahwa kalian masih muda, apa lagi kalian adalah perempuan"ucap nya
"kalau begitu ikut lah dengan ku aku akan membawa kalian ke tempat yang aman"ajak nya
setelah itu kami pergi bersama orang itu menuju rumah nya yang berjarak sekitar 4 kilometer dari pos. rumah itu besar dan memiliki sebuah taman kecil di halaman nya itu cukup indah menurut ku, setelah itu kami di ajak untuk masuk ke dalam di sana sangat luas dan indah dengan interior yang clasic. setelah itu kami di pertemukan dengan istri sang Jendral
"istri ku, mereka adalah anak yang tersesat aku ingin menyelamatkan mereka jadi aku membawa mereka ke mari" ucap sang Jendral kepada istri nya
"suami ku siapa nama anak anak ini? "tanya sang istri
"oiya benar juga aku belum mengetahui nama kalian, siapa nama kalian?"tanya nya
"aku Erika dan adik ku Rosen"balas Erika
" ohhh nama yang bagus, aku Gilberto"ujar sang Jendral
setelah perbincangan tadi kami pun di antar ke suatu kamar tidur kami di perbolehkan tidur di sini untuk sementara waktu. malam pun tiba pukul 19.34 aku memutuskan untuk turun dan berkeliling rumah dan aku juga berbincang dengan bibi itu sebentar.
"bik...apa bibi hanya sendiri disini? "tanya ku
"ya kenapa ros? "tanya nya
"tidak ada hanya saja kamar yang kami singgahi sekarang adalah kamar siapa ya? "tanya ku penasaran
" ohh itu itu kamar anak ku, tapi jangan khawatir dia sudah tentang di sana"jawab nya
sontak aku terkejut mendengar itu ternyata pasangan suami istri ini memiliki seorang anak aku pun melanjutkan pertanyaan ku
__ADS_1
"maksudnya?"tanya ku bingung
"ya anak bibi dulu ingin di persunting oleh sang kanselir tapi dia menolak dan akhirnya dia di hukum mati" jawab nya
aku pun semakin tidak percaya dengan semua ini, ternyata mereka berdua menyembunyikan perasaan sakit mereka dengan sangat baik mereka tidak menunjukkan ekspresi sedih sama sekali. pukul 21.45 aku dan Erika tidak bisa tidur karena terus memikirkan cara agar misi ini berhasil
"hey Erika sebenarnya kamar ini milik seorang gadis yang sudah tiada" ucap ku
"oh sungguh? itu artinya tempat ini angker dong?"tanya nya
"ya serius ini adalah kamar angker"ujar ku untuk menakut-nakuti nya
"ahhhh... ayo lah Sora aku tidak suka candaan mu"ujar nya
mendadak sebuah vas jatuh dari meja
"piarrr" vas itu jatuh dan pecah
"astaga apa itu! "ucap Erika sambil ketakutan
"hihihihi itulah roh yang ingin mengambil jiwa mu Erika"ucap untuk untuk menakut-nakuti nya
"ihhh ..... Soraaaa... hentikan aku benar-benar takut"ucap nya sambil masuk kedalam selimut
" hihihihi hantu itu akan memakan jiwa mu Erika"goda ku
"Hicks Hicks" Erika pun menangis karena ku jahili
tak lama kemudian bibi datang ke kamar kami untuk memeriksa apa yang terjatuh tadi, dan dia melihat Erika yang menangis di balik selimut dia pun berkata
"hahahaha.... aku Menjahili nya bi"ucap ku
"ihh... kamu jahat!"marah Erika pada ku
akhirnya bibi pun menenangkan Erika dan menyanyikan lagu yang membuat kami tertidur, ini aneh tapi lagu ini membuat kami mengantuk sebelum aku tidur aku bertanya judul lagu itu pada bibi
"itu tadi lagu apa bi?"tanya ku
"lagu ini berjudul polyuhsko polye atau lapangan hijau yang luas"jawab bibi
setelah itu pun kami tertidur, saat itu aku merasakan kehangatan pelukan ibu setelah selama ini ibu ku harus mendahului ku saat aku berumur 4 tahun. ke esok kan hari nya kami di bangun kan oleh bibi.
"ayo malaikat malaikat yang manis ini sudah pagi,ayo bangun"ajak bibi
kami pun bangun dari tidur kami yang nyenyak, setelah itu pun kami di minta untuk bersiap siap dan sarapan bersama. di meja makan hanya ada kami bertiga aku tidak melihat Jendral itu pulang semalam.
"hey kira kira di mana orang tua kalian ?" tanya bibi
"orang tua kami telah tewas saat pergi ke aspendolf" jawab ku
"ohh sungguh?aku tidak tahu soal itu maaf"balas bibi
"kalau begitu boleh kah aku mengadopsi kalian berdua?"minta nya
"emmmm..... biar kami pikiran dulu ya bi"sanggah Erika
__ADS_1
setelah sarapan kami pun pergi ke taman untuk berbincang bincang sebentar.
"bagaimana ini?"tanya ku
"a.... aku tidak tahu?aku bingung aku ingin membalas kan dendam ayah ku tapi semua ini mengingat kan ku pada rumah"balas Erika
"ayo lah jangan seperti itu, kita harus segera menyelesaikan misi ini dan kembali"dukung ku
"k... kau benar tapi.. "sanggah Erika
"tapi apa kau lupa tujuan mu, sadar Erika jangan terlalu memikirkan itu,misi ini harus berhasil apa pun kondisi nya"jelas ku
"ya aku tahu itu tapi.... ta... tapi ini"jawab nya sambil menangis
aku tahu perasaan nya dia hanya rindu keluarga nya, aku pun sebenarnya sama tapi aku ingat apa tujuan ku di sini apa yang ku perjuangkan apa yang ku kejar di sini.
..." 7 maret 1996"...
kami akhirnya kami bisa mengetahui semua informasi yang ada dari dokumen rahasia itu sampai informasi misi mereka berikut nya, ya kedengaran nya memang berhasil tapi
"ini komandan ertinggi moskow kami ingin mengultimatum kalian, serahkan wilayah ini dalam kurun waktu 2x24 jam atau kami akan membombardir tempat ini. kami ulangi ini komandan tertinggi moskow kami ingin mengultimatum kalian, serahkan wilayah ini dalam kurun waktu 2x24 jam atau kami akan membombardir tempat ini"suara dari radio
kami pun terkejut mendengar itu kami pun segera melaporkan ini ke markas tapi mereka bilang bukan mereka yang memintanya tapi ini murni dari moskow.
"wah wah ultimatum, ini pasti berita yang besar"ujar ku
"ya tapi kenapa? kenapa mereka melakukan nya sekarang?"tanya Erika
"entahlah aku juga tidak mengerti?"jawab ku
kami pun sepakat untuk membuat ultimatum ini semakin mencekam di mulai dengan rencana pembunuhan bibi,tepat pukul 22.37 kami sedang melihat bibi duduk di kursi dan membaca novel favorit nya.
" hey Erika kau siap? "tanya ku
"ya aku siap"jawab nya
"bagus ingat jangan terpengaruh kondisi kita sekarang, bunuh dia"tegas ku
seketika Erika pun turun sembari membawa sebuah pistol di balik pakaian nya.
"emmm... bibi apa bisa kita bicara ?"tanya Erika
"tentu, apa yang ingin kamu bicarakan?"ujar bibi
"seandainya bibi tiada apa yang ingin bibi lakukan sebelum itu?"tanya Erika
"tentu aku akan berharap bisa bertemu putri ku lagi"jawab nya
seketika Erika mengeluarkan pistol nya dan menembak bibi tepat di kepala nya
" maaf bi tapi ini demi misi ku"gumam Erika
setelah itu pun kami pergi ke arah hutan untuk menuju cek poin di perjalanan aku melihat Erika yang terus murung, aku hanya berpikir mungkin dia sedih harus membunuh orang yang sangat sayang pada nya tapi kembali lagi ini semua demi tujuan utama nya
dua hari setelah nya pemboman terjadi dan seluruh kota porak-poranda tak menyisakan apa pun lagi.
__ADS_1