Peluru Mawar

Peluru Mawar
episode 4 : kebersamaan


__ADS_3

..."11 Desember 1995"...


sejak operasi militer yang di lakukan seminggu lalu kami mendapatkan cuti sebagai seorang junior di militer. kami menghabisi banyak waktu bersama untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri.


"hey Sora aku punya sesuatu untuk mu" ucap Erika sambil mengambil sesuatu dari lemari nya


"taraaa.. ini adalah scope yang bisa kamu pasang di senapan mu" ucap nya


"wah sungguh? ini untuk ku? terimakasih Erika kau memang mengerti apa yang teman mu butuhkan" balas ku


setelah itu kami berdua keluar dari asrama kami dan melihat Sovia yang sedang membawa sebuah kotak obat


"hey Sovia kenapa kamu membawa kotak obat itu? " tanya ku


"komandan sedang sakit dan dia tidak mau meninggal meja kerja nya. aku heran dengan orang itu kenapa dia rela mati demi sesuatu yang belum tentu memberinya keuntungan? " ujar Sovia


"komandan sakit?" tanya Erika


"ya mungkin dia terlalu lelah, semenjak operasi terakhir dia jarang keluar dari ruangan nya" jawab Sovia


"emm Sovia biar aku saja yang membawakan nya" usul ku


"ya kalau tidak keberatan kau boleh membawa kan nya" jawab Sovia


setelah itu aku dan Erika pergi ke kantor komandan. di sana dia terlihat lemas dan pucat tadi dia tetap menyelesaikan laporan laporan yang dia buat dengan baik dan tepat waktu, aku sangat kagum dengan nya


"permisi komandan ini aku Sora, aku membawa obat untuk mu Sovia bilang komandan sedang sakit" ucap ku sambil mengetuk pintu


"ya masuk lah Sora" ijin nya dengan suara lemas

__ADS_1


"kapten kenapa kapten tidak istirahat saja dulu? " tanya ku


"aku tidak bisa meningkatkan pekerjaan ku Sora" balas nya


"lalu kenapa komandan tidak menyerahkan nya pada seseorang? itu akan membuat mu bisa beristirahat bukan? " sahut Erika


"tidak Erika aku tidak ingin merepotkan orang lain" jawab nya


mendengar itu aku merasakan sesuatu yang membuat ku semakin kagum dengan nya paras nya yang tampan, kegigihan nya yang tidak pernah putus, dan caranya memimpin kami semua aku suka pada sifat-sifat nya yang seperti itu, ibarat dialah seseorang pahlawan di mata ku persis kakak ku dulu.


"ya kalau begitu aku yang akan menggantikan mu untuk sementara waktu komandan" usul Erika


"tidak aku tidak bisa menyerah ini begitu saja Erika, ini adalah laporan yang penting" bantah nya


"tidak komandan aku adalah putri dari seorang jenderal jadi aku sering membantunya membuat laporan, ya sedikit banyak aku tahu cara membuat laporan yang baik dan benar" jelas Erika


"itu benar kapten dia adalah seorang sekertaris yang handal, benar kan Erika" tambah ku


"baik lah kalau begitu aku serahkan ini pada kalian berdua" perintah Rio pada kami


"ya komandan" balas kami berdua


setelah membujuk komandan kami mengantarkan komandan ke kamar nya.


"baik lah Sora aku keruangan komandan dulu akan ku selesai kan pekerjaannya" usul Erika


"ya tolong bantuan nya Erika" balas ku


aku pun membantu merawat komandan seharian, kami berbincang, bergurau dan sesekali curhat satu sama lain. dan akhir nya aku memberanikan diri untuk bertanya pada nya tentang orang yang sama seperti ku dulu.

__ADS_1


"kapten siap orang yang kau maksud mirip dengan ku? " tanya ku


"ya dia adalah seorang gadis seumuran ku waktu aku berumur 15 tahun sama seperti mu" balas nya


"jadi kau bertemu dengan nya sekitar 5 tahu lalu bukan? " sahut ku


"ya aku lupa namanya tapi aku masih ingat julukan orang orang pada nya" balas nya


"apa julukan orang itu? " tanya ku


"the white bullet, itu dia julukan nya dia mendapatkan itu karena prestasi nya di musim dingin tahun 1992 dia tercatat sudah membunuh sekitar 597 orang lebih dalam 5 kali misi" ujar nya


"wow sungguh? pasti dia adalah orang yang kuat"kagum ku


" ya sampai pada akhirnya aku harus berpisah dengan nya di operasi battle axe dua tahun lalu"ucap nya


mendengar cerita itu aku mulai berfikir mungkin dia tidak akan jatuh cinta pada wanita lain lagi selain orang itu, aku pun melanjutkan pertanyaan ku


"apa kau mencintai nya komandan? " tanya ku


"ya aku sangat mencintai nya" balas nya


mendengar itu seketika emosi ku bercampur aduk tidak karuan aku ingin marah tapi aku sadar aku bukan orang yang ia cintai tapi jika aku bersedih juga tidak ada gunanya sebab aku juga belum tentu diterima nya, tapi semua ini membuat ku merasa hancur.


"baiklah kapten sudah malam aku kembali ke kamarku dulu ya" ucap ku sambil mencium kening nya


setelah aku mengucapkan itu aku pun kembali ke kamar ku, di lorong lorong markas aku meneteskan air mata kekecewaan ku hatiku hancur berkeping-keping tapi di sisi lain aku sadar aku bukan siapa-siapa hanya sebatas bawahan yang mengagumi atasannya itu saja. setelah sampai di kamar aku langsung tidur di ranjang ku sambil menangis di gelap nya malam. meski aku satu kamar dengan Erika aku berusaha untuk tidak memberitahu nya soal ini aku tidak ingin membuat orang lain khawatir.


"Hicks... Hicks..kenapa kenapa aku menangis aku bukan siapa-siapa bagi nya" gumam ku sambil menangis

__ADS_1


ya aku memang seorang bawahannya tapi aku juga manusia aku bisa merasakan cinta dan kasih sayang tapi ini adalah luka pertama yang kurasakan dalam cinta pertama ku yang tidak pasti


__ADS_2