
setelah kami berhasil mempertahankan garis pertahanan kami, presiden dari Perserikatan dunia memerintahkan langsung untuk menyerang fasilitas peluncuran roket V2 yang berjarak sekitar 28km dari pos pertahanan kami saat ini. tugas ini adalah tugas khusus yang di tujukan untuk membebaskan wilayah Ustio dari jeratan Neo Eropah.
pukul 07.00 pagi
"ahhhh... aku masih ingin beristirahat!"ujar Elisa
"ayolah kau bahkan sudah tidur dari jam 6 sore sampai jam 5 pagi, dan sekarang kau bilang masih belum beristirahat?!"sentak Sovia
"lihat lah Sora,dia rela bahunya cidera demi menyelamatkan kita!"tambah nya
"hey jangan membentak ku ya!"bentak Elisa
"hey sudah lah kita harus akur sesama tim"himbau hana
mereka pun terus bertengkar, untung saja Rio datang dan melerai mereka.
sementara itu di pos medis
"hey diri ku yang lemah! bangun lah tidak ada waktu untuk tidur! kau harus bangun!"
"bangkit lah wahai manusia lemah!"
"apa kau akan mati secepat ini?!"
"dasar lemah!"
itulah suara suara yang ada dalam pikiran ku saat ini, suara yang entah mengapa terus berbisik pada ku seakan aku harus tetap hidup di dunia yang kejam ini.
"lalu siapa kalian? kenapa kalian berada di sini? apa tujuan kalian"
aku terus bertanya pada diri ku sendiri
"adik aku yang manis jangan menangis ya"
suara itu sama seperti suara kakak
seketika aku terbangun, air mata ku menetes aku merasa semua ini hanya siksaan tampa akhir, aku terus merasakan sakit, stress, tekanan batin, dan kerinduan pada kakak ku
"wah kau sudah bangun ya" Rio datang kepada ku
__ADS_1
"bagaimana luka mu? " tanya nya
"aku sudah baik baik saja kapten " balas ku
"tapi kau masih butuh istirahat, istirahat dulu" perintah nya
"aku sudah cukup beristirahat kapten" sanggah ku
"meski begitu luka mu pasti belum sembuh" ujar nya
aku pun membuka perban pada bahu ku dan alangkah terkejutnya Rio karena melihat luka ku yang sudah sembuh total
"lihat kan? aku sudah sembuh" sambil memperlihatkan bekas luka ku
setelah kami berbicara cukup banyak Rio pun pergi karena dia harus mengikuti rapat militer di ruang komando. aku pun bangun dari ranjang dan memakai seragam ku, aku berniat untuk menuju ke tempat teman teman ku.
sesampainya di sana
"ehh..? Sora kenapa kamu di sini?" Elisa terkejut
"ya aku sudah baik baik saja" jelas ku
"ohh sudah sembuh" jelas ku sambil memperlihatkan bekas luka ku
"tidak mungkin itu masih sehari tapi kenapa sudah sembuh? " Elisa kebingungan
"ya mungkin luka ini tidak terlalu serius jadi pemulihan nya cepat" jelas ku pada nya
setelah perbincangan tadi aku juga segera mempersiapkan peralatan ku untuk misi penyerbuan ini.
pukul 13.15 kami berangkat menuju fasilitas yang di targetkan dalam misi ini, perjalanan yang jauh tapi juga menyenangkan aku melihat banyak sekali pemandangan yang indah dari dalam kereta sembari mendengarkan musik dari alat pemutar musik milik ku, lagu nya sangat damai dan menenangkan hati.
pukul 18.30 kami sampai di cek poin yang pertama setelah menempuh jarak 5km dari pos pertahanan. di sana kami singgah untuk beristirahat dan memasok lagi bahan bakar
dan persenjataan yang kurang sebelum benar-benar menjalankan misi berbahaya ini
"hey Sora lihat bagaimana topi baru ku? " tanya Erika pada ku
"astaga kau masih sempat sempat nya membeli barang seperti itu sekarang? " ujar ku
__ADS_1
"ya tadi penjaga toko itu bilang ada potongan harga jadi aku membelinya" jelas Erika
"kau memang ya, suka sekali menghabiskan uang" ujar ku
"ah ayolah sekali saja tidak apa apa kan" Erika menyangkal
"ya terserah saja, tapi topi itu cocok untuk mu" pujian ku pada nya
"terimakasih" balas nya
setelah itu kami pergi ke camp untuk beristirahat untuk besok. dalam tidur ku aku bermimpi sesuatu yang aneh aku berada di sebuah tempat yang sangat putih dan sunyi aku hanya bisa mendengar suara suara bisikan yang berbisik
"*pergilah gunakan kekuatan ini"
"terus lah membunuh mereka dan capai lah keabadian"
"keabadian dan surga ada di depan mu"
"jangan mati sebelum kau melakukan nya"
" aku berada di sini karena dirimu*! "
seketika aku terbangun setelah mendengar teriakan tadi, aku merasa ketakutan dan aku memutuskan untuk keluar camp dan berjalan jalan di kota yang sunyi di tengah gelap nya malam mendadak hujan turun, suasananya semakin membuat ku penasaran dengan mimpi tadi
"apa yang sebenarnya terjadi? " ucap ku sambil menatap langit
"apa ini sebenarnya?"tambah ku
hujan semakin deras aku berjalan ke camp sambil kehujanan berjalan melalui derasnya hujan dan membayangkan seandainya aku mati besok atau sebentar lagi, tapi aku merasa aku selalu di tarik dari kematian setiap kali aku di ambang kematian aku selalu di tarik dan di jauhkan dari kematian itu. sejenak aku berpikir "apa ini yang di cari oleh para jenderal SS itu? "
tak lama kemudian aku sampai di camp dan di sambut oleh Sovia yang berjaga semalaman
"dasar kenapa kamu malah hujan hujan" ucap nya sambil melemparkan handuk pada ku
"lain kali jangan merepotkan teman setim mu sendiri" himbau nya
ke esok kan hari nya kami melanjutkan perjalanan menuju cek poin ke dua sekaligus terakhir sebelum memulai serangan besar.
kami hanya bisa berharap untuk tetap hidup setelah ini kami masih ingat menikmati hidup yang damai tanpa peperangan
__ADS_1