
setelah sebelumnya kami berhasil menghancurkan fasilitas penting di kota musuh dan Rio di sandra oleh pihak musuh kami tidak punya pilihan selain mundur ke garis pertahanan.
di garis pertahanan
" bodoh! kenapa kalian membiarkan Joseph tertangkap?! dia adalah orang penting kita! kalian harus tau itu! "jenderal pasukan merah memarahi kami semua
" kalian tau Joseph adalah orang dengan rancangan strategi yang sangat sulit di tebak! jika dia tertangkap kita tidak punya orang dengan rancangan seperti dia! "
" aku tidak mau tahu bagaimana pun caranya kalian harus bisa membawanya kembali "
" baik lah jendral tapi tolong berikan kami 1 kesempatan untuk terus bergabung dengan armada pasukan ini" minta ku
" ya ku berikan tapi dengan satu syarat "balas jendral
" apa itu? "
" aku tidak akan membantu kalian saat dalam bahaya, tapi kalian masih boleh meminta senjata apa pun itu kepada kami "balas nya
" ya aku Terima "balas ku
setelah negosiasi itu kami pergi ke luar untuk sejenak melepaskan stres dari kepala kami. Hana dan Sovia pergi ke mini bar di daerah kota ini, Erika yang pergi ke sebuah toko baju dan toko buku di kota, Elisa yang pergi ke cafe, dan aku yang tidak memiliki tujuan ingin pergi kemana. setelah berjalan cukup jauh aku beristirahat di sebuah taman yang masih ramai meski hari sudah menjelaskan malam.
aku melihat banyak orang yang berjalan jalan atau sekedar melihat pemandangan yang indah. di sana aku mulai merenung kan semua yang kulakukan selama ini, mulai dari awal aku bertemu dengan nya dan bagaimana aku mulai suka pada nya tapi cinta ku di tolak begitu saja. dalam renungan itu aku meneteskan air mata merasa putus asa dan tidak berguna. di saat saat renungan itu ada anak kecil yang tiba-tiba duduk di samping ku, di bertanya.
" kakak kok menangis? kakak kenapa? "dia bertanya dengan polos nya
" tidak kakak tidak apa apa kok" jawab ku
__ADS_1
" bohong, aku tau kakak sedang sedih apa kakak kehilangan sesuatu? " dia melanjutkan pertanyaan nya
dia pun berusaha mengusap air mata ku dengan sapu tangan nya, dengan hati hati dan perlahan dia mengusap air mata ku dan berkata
" kakak jangan sedih lagi ya, kata ibu ku jika kita sedang bersedih akan datang peri kesedihan yang akan membuatmu tidak bisa tersenyum lagi" jelas nya
" ya Terima kasih ya, oiya siapa nama mu? "
" nana, nama kakak? " dia bertanya
" sora "
setelah perkenalkan singkat itu kami bercerita tentang banyak hal sampai orang tua nya datang menjemput nya. memang momen yang singkat tapi menyenangkan bisa bercengkrama dengan anak gadis itu, seperti kami dahulu
pada akhirnya aku hanya bisa terus berjuang untuk membawanya kembali ke rumah apa pun caranya namun di sisi lain aku juga ingin Rio kembali, saat ini hati ku seperti di guncang dengan guncang yang hebat tak tahu harus mengambil keputusan seperti apa dan bagaimana, tapi satu kata yang ku ingat dari kakak ku.
aku selalu menanti mu kak.
keesokan harinya kami berkumpul untuk memutuskan rencana apa yang harus di lakukan untuk menyelamatkan Rio.
setelah perbincangan panjang kami memutuskan untuk langsung menuju berlin tanpa menunggu perintah dari atasan kami, karena ini lah jalan kami untuk menebus dosa.
kami mengganti nama grup kami yang awalnya "Ros" berubah menjadi " ghost of Tyr"
yang di ambil dari nama seorang dewa peran dari alam Nordik yang lebih suka mendamaikan peperangan dari pada memulai peperangan itu sendiri, dan juga ia rela mengorbankan satu lengan nya demi bisa menjinakkan seekor segala yang bernama Fenrir. sekarang tujuan kami adalah untuk menghentikan perang ini dengan cara kami sendiri juga mencapai tujuan kami masing-masing, itulah kami sekarang
malam hari nya kami meminta izin kepada jendral untuk pergi sendiri tanpa bantuan pasukan merah. dengan yakin kami pergi kembali ke kota volz dan berencana untuk ke ibukota dari polzan yaitu chezan pusat dari penyerangan garis depan musuh dengan begitu kami bisa menekankan musuh dari dalam.
__ADS_1
dari volz ke chezan perlu melewati 1 kota lagi yaitu grisland tempat manufaktur terbesar di polzan tempat di produksi nya tank tank tempur yang perkasa milik Neo Eropa.
" kita akan kesana naik apa? " tanya Elisa
" hemm jalan kaki mungkin" balas Erika
" ayolah jalan kaki apa tidak ada transportasi lain" Elisa menyangkal
" kita akan naik kereta tapi ingat senjata kita tidak bisa kita bawa mengerti? " aku membalas
" ya aku tau kita bisa beli lagi di sana kan? lagi pula aku yakin kita tidak akan menyerang sebelum pasukan merah memulai duluan "Elisa menjawab
setelah itu kami pergi dengan hanya membawa perlengkapan untuk berpergian seperti baju, makanan kaleng dan beberapa pucuk senjata seperti glock 17 dan pistol lain nya yang mudah di bawa.
di kereta
" hey kita akan menginap di mana? " Sovia bertanya
" hotel mungkin? " jawab ku
" kalo begitu lebih baik kita pergi ke tempat teman ku saja" usul Sovia
" ohh maksud mu Nona, dia adalah gadis yang sangat tekun" Hana membalas
" ya kurasa dia bisa membantu kita di kota itu " Sovia menjawab
setelah kami merancang akan menginap di mana kami akhirnya sampai di kota grisland kota yang di juluki kota seribu baja
__ADS_1