
"baik lah ini rencana nya, kita akan di bagi menjadi 3 kelompok aku dan sora akan masuk ke gedung utama, Erika dan hana akan masuk ke tempat penyimpanan berkas dan Elisa serta Sovia akan masuk ke ruang pencetakan mengerti " perintah Rio pada kami semua
" jangan lupa untuk meletakkan peledak ini di tempat tempat penting " tambah nya
kami pun keluar dari hotel dan bergerak menuju ke fasilitas stasiun radio di sana
tapi aneh nya firasat ku mengatakan bahwa misi ini sebaik nya di tunda, tapi aku masih belum tahu alasan untuk itu. aku hanya optimistis pada perintah Rio sembari berdoa dalam hati
" ya Tuhan lindungi kami semua"
singkat perjalanan kami sampai di tempat misi tampa berpikir panjang kami langsung berpencar dan menuju tempat operasi masing masing. di sana sangat sibuk karena siaran pagi hari harus di tayangkan tepat waktu.
" hey kalian berdua cepat kemari! " teriak seorang staf di sana
" ya tunggu sebentar " balas ku
" apa yang kalian lakukan pasti kalian anak baru di sini, ayo cepat pembacaan berita pagi akan di lakukan "jelas nya
" ya baik lah "balas ku
__ADS_1
kami pun di antarkan ke studio rekaman, sementara itu di gudang berkas.
" hey Hana sebenarnya kita mencari apa di sini? " Erika bertanya
" hemmmm... entahlah tapi aku harus memberikan seseorang sebuah hadiah " balas nya
" hadiah? "Erika kebingungan
hana pun menyalakan waktu di bom yang ia bawa lalu membungkus nya dengan kantong makanan, setalah menyetel setidaknya 1 jam dia memberikan makanan itu pada seseorang yang tidak ia kenal,dengan bodoh nya orang itu percaya dan membawanya.
sementara itu di gudang percetakan
" ya sudah " Elisa membalas
mereka menaruh peledak itu di bawah mesin cetak di mana sebagian orang tidak menyadari nya.
setelah itu aku dan Rio menyelesaikan sesi pemutaran berita itu lalu pergi ke ruang utama untuk meletakkan bom waktu itu.
setelah itu kami semua di perintahkan mundur oleh Rio dan keluar begitu saja.
__ADS_1
" baik lah ini dia acara utama nya "ujar Rio
dan boomm semua bom yang sudah kami siap kan meledak dan menghacurkan seluruh bangunan di sana.semuanya hancur dan berantakan semua dokumen terbakar, orang orang berlarian kemana mana panik menyelamatkan diri. dalam situasi ini kami dengan sesegera mungkin pergi dari sana agar pasukan SS tidak mengejar kami. namun prediksi kami salah pasukan musuh mulai mengikuti kami dengan Helicopters nya kami berusaha melawan dengan menembaki Helicopters musuh dengan mesin gun di kendaraan kami. meski kami tidak yakin itu berhasil tapi kami terus mencoba sampai mobil kami terbalik karena serangan musuh.
karena ledakan misil itu membuat mobil kami terbalik dan memaksa kami keluar dengan luka di beberapa bagian tubuh.
"semua baik baik saja? " tanya Rio
" ya kami tidak apa apa" balas ku
namun sayangnya jendral SS itu menangkap Rio dengan kekuatan menghilangkan diri nya seperti bunglon.
" ha! bagaimana sekarang kita sudah impas kau menghancurkan fasilitas penting kami dan kami mendapatkan orang penting kalian! " ujar nya
" lepaskan dia! " teriak Erika
"tangkap aku kalau kalian bisa" ujar jendela SS
setelah perselisihan singkat itu Helicopters yang tadi mengejar kami muncul dan mulai menembaki kami dengan membabi buta ke segala arah, terpaksa kami harus berlari dan bersembunyi di tengah tengah kekacauan yang ada di sini, namun untung saja kami berhasil di evakuasi oleh tim infanteri pasukan merah.
__ADS_1
saat itu memang menegangkan dan hampir membuat kami meregang nyawa tapi takdir berkata lain kami selamat lagi untuk yang ke sekian kalinya dari bahaya besar.