Pembalasan Putri Mahkota Beatrice

Pembalasan Putri Mahkota Beatrice
Perdebatan


__ADS_3

"Sepertinya kau harus menjelaskan peraturan terbaru itu padaku mentri Aston, Karna aku rasa peraturan istana telah berubah ketika mendengar usulanmu"


Lanjut Angelina yang kemudian menatap mentri Aston dengan dingin.


Perkataannya seolah menjelaskan jika mentri Aston telah mengubah peraturan istana yang telah berlaku sejak dahulu.


Semua orang mendengar itu tampak terdiam, Karna mereka tau betul jika Putri dari seorang permaisuri lebih berhak dan sangat pantas dibandingkan putri selir yang tidak berharga.


Mendengar perkataan Angelina membuat mentri Aston dengan cepat menimpalinya dengan rasa takut.


"Maafkan hamba jika perkataan hamba tadi menyinggung anda putri"


Mentri Aston menatap Angelina, dan dilihatnya netra biru laut yang begitu mematikan seolah mampu menekannya begitu saja, Dengan cepat pria itu mengalihkan pandangannya.


Lantas dia kembali berkata


"Hanya saja saat ini kita harus memikirkan kehormatan kekaisaran Beatrice, Mengirim putri Pamela merupakan usulan yang tepat karna putri Pamela terkenal dengan kecerdasannya"


Lanjut mentri Aston.


Mendengar itu membuat kemarahan Alger berada ditingkat yang paling tinggi.


Kecerdasan? Hoho yang benar saja, Dia jelas tau jika pencapaian yang didapatkan Pamela itu berkat pill yang di beli selir Norah dengan harga yang sangat tinggi, Karna jika dilihat dari fisik dan kemampuan gadis itu menguasai elemennya tidaklah seperti jenius bahkan sama dengan para kultivator pada umumnya, Lalu apa yang harus dibanggakan. Gadis itu sama seperti orang biasa pda umumnya.


Mendengar itu membuat Angelina menjawabnya


"Lalu apakah anda akan mengirim putri Pamela yang saat ini dalam kondisi yang tidak memungkinkan, Anda tau betul jika pertemuan ini akan diadakan besok dan menggunakan tandu atau kereta akan memakan waktu yang cukup lama, Sehingga alternatif yang bisa digunakan hanya bisa menggunakan kuda agar bisa mempercepat perjalanan, Lantas apakah putri Pamela sanggup menunggangi kuda saat ini?"


"Dan berbicara mengenai kecerdasan, Anda seolah mengatakan jika aku tidak secerdas dirinya"


Lanjut Angelina membuat mentri Aston tergugu


"Bukankah menghina Putri Mahkota patut diberi hukuman"


Lanjut Angelina kembali dengan datar, Dia disandingkan dengan Pamela yang jelas saja bukan tandingannya.


Semua orang dibuat terdiam ketika mendengar setiap kalimat yang diucapkan sang putri mahkota, Kini mereka bisa menyaksikan dengan sendiri jika rumor yang beredar dan mengatakan jika putri Angelina kini pandai berbicara benar adanya. Terlebih ketika melihat mentri Aston yang terdiam seribu bahasa di posisinya.


Semua orang jelas saja tidak berani membuka suara, Karna menghina seorang putri mahkota benar benar harus diberi hukuman yang berat.


Lantas mentri Aston bergetar ditempatnya, telapak tangannya terasa dingin dengan keringat dingin yang merembes di dahinya


"Putri Angelina dan mentri Aston diharapkan untuk kalian tenang"


Kaisar Alison berbicara dengan lantang ketika merasa suasana mulai riuh, Melihat kepribadian Angelina beberapa hari belakangan ini jelas saja sangat tidak memungkinkan untuk mentri Aston menang dikala berdebat dengan putrinya, Jangankan menang seri pun itu mustahil.


Kaisar Alison menghela nafasnya kasar. Kemudian berkata.

__ADS_1


"Karna kondisi putri Pamela tidak memungkinkan untuk hadir maka kaisar ini memutuskan untuk putri Angelina yang akan hadir dalam pertemuan tersebut"


Semua orang yang ada didalam ruangan tersebut jelas saja terkejut mendengar keputusan kaisar Alison. Mereka pikir bagaimana mungkin membiarkan seorang gadis yang tidak berbakat hadir dalam pertemuan penting yang akan dihadiri oleh orang orang penting dari berbagai Kekaisaran sekalipun gadis itu adalah seorang putri mahkota.


Angelina menarik ujung bibirnya, Perkataan kaisar Alison benar benar membuatnya merasa lucu, seolah mengatakan jika dia hanya terpaksa datang kepertemuan penting ini hanya karna Pamela sakit, Dia jadi pemeran pengganti? Yang benar saja.


Rasanya Angelina ingin tertawa terbahak bahak.


"Ayah, aku bisa datang kepertemuan itu, lagipula kondisiku telah membaik"


Dan tiba tiba saja Pamela bersuara, Dia berteriak cukup keras membuat semua orang cukup terkejut mendengarnya.


Pamela jelas tidak terima dengan keputusan kaisar Alison, Yang dimana Angelina menggantikannya karna kondisi tubuhnya yang belum pulih.


"Kurasa kandidatmu cukup buruk mentri Aston, Gadis genius dan tau sopan santun itu dengan berani meneriaki kaisar bahkan menentang keputusannya"


Ejek Angelina membuat mentri Aston mengepalkan tangannya di balik hanfunya.


"Persiapkan perlengkapanku, dan kuda yang akan aku tunggangi aku akan berangkat saat ini juga"


Perintah Angelina kemudian berlalu dari sana.


Semua orang tampak berbisik bisik melihat tingkah laku Pamela, Hingga membuat sang empu terkaku dibuatnya.


"Angelina sialannnnn akan ku bunuh kau"


Batinnya menggeram penuh amarah.


"Maafkan putri Pamela, Yang mulia kaisar, ini adalah kesalahan hamba dalam mendidiknya"


Selir Norah berkata dengan memohon, Dia berlutut di bawah lantai.


"Berdirilah selir, Kedepannya kau harus menyiapkan seseorang untuk mengajarkan Pamela dan Angelina tata krama"


Kaisar Alison memilih untuk mengalah, Dia tidak punya cukup tenaga untuk berdebat saat ini, Ada banyak masalah yang menghantam kepalanya. Dia takut jika Angelina akan mengacau dipertemuan nanti, Bagaimanapun ini adalah pertemuan yang sangat penting.


"Pemela kau harus menerima keputusan kaisar ini, Karna saat ini kondisimu belum pulih sepenuhnya untuk bisa hadir dalam pertemuan itu"


Ketika Pemela ingin membuka mulutnya kembali, lantas selir Norah menggenggam tangannya meminta agar putrinya itu menurut, hingga membuat Pamela menggeram kesal


Selang beberapa saat pertemuan istanapun selesai, Beberapa prajurit terlihat sibuk mempersiapkan apa saja yang akan di bawa oleh Angelina.


Perjalanan yang cukup jauh, Dan tentu saja perjalanan tidaklah mudah untuk ditempu sehingga kaisar Alison meminta prajurit untuk mempersiapkan kebutuhan Angelina agar agar gadis itu tidak kekurangan nantinya.


Sedangkan Angelina hanya menatap satu persatu barang yang perlahan tersusun dihadapannya.


Kini dia berdiri dengan balutan jubah berbulu yang membungkus tubuhnya, Diluar cuaca cukup dingin sehingga dia membutuh sesuatu yang hangat nantinya, terlebih dia akan melakukan perjalanan dimalam hari.

__ADS_1


Saat ini mereka tengah berada di gerbang istana, Beberapa orang terlihat hadir menyaksikan kepergian Angelina terutama selir Norah dan Pamela yang menatap Angelina dengan penuh kebencian, Dan kaisar Alison turut menyaksikan kepergian putrinya itu.


Pria paruh baya itu terlihat berjalan mendekati Angelina.


"Ambilah ini untuk persiapanmu juga di perjalanan"


Ucap kaisar Alison dengan memberikan sekantung koin emas pada putrinya.


Angelina tentu saja mengambilnya tanpa ragu, Namun dia tidak mengucapkan sepatah katapun.


Kaisar Alison menghela nafasnya pelan, Dia paham betul bagaimana kecewa dan marahnya putrinya itu padanya karna perilakunya selama ini sehingga dia tidak lagi mempermasalahkan sikap Angelina.


"Angelina, Dipertemuan nanti cukup sulit, Kau hanya perlu hadir tanpa perlu mengatakan apapun, itu bukan masalah"


Ucap Kaisar Alison kemudian.


Mendengar itu membuat Angelina mengangkat ujung alisnya


"Apakah kau berniat mengatur mulutku juga kaisar Alison? Aku berhak berbicara kapanpun aku mau"


Timpal Angelina dengan dingin


Ia paham perkataan kaisar Alison yang seolah menghawatirkan dia akan melakukan kesalahan dipertemuan nantinya. Namun dia pikir apakah dia benar benar terlihat bodoh dimata ayahnya? Haha benar benar sebuah lelucon.


"Bukan begitu"


Tanpa berniat mendengar kalimat kaisar Alison, Angelina bergerak dari posisinya meraih sebuah bungkusan yang berisi air dan beberapa buah didalamnya.


Happpp


Lantas gadis itu melompat ke kuda yang telah disiapkan untuknya, Dia menghentakkan kaki mungilnya hingga membuat kuda itu meringikikkk


Ngikkkkkkkkk


Dan dengan kecepatan kuda itu mulai bergerak pergi dari sana


Tak


Tak


Tak


Semua mta tertuju pada sosok Angelina yang perlahan mulai menghilang di ujung sana.


Selir Norah terlihat membuat senyum tipis dibibirnya, Sangat tipis hingga tidak ada yang menyadarinya.


Aku mengerti keinginan kalian untuk meminta author ini untuk crazy up, tapi apakah kalian bisa mengerti keinginan author ini yang meminta kalian menyumbangkan vote dan komentar, agar popularitas novel ini cepat naik.

__ADS_1


Jadi harap kita saling mengerti ya readers ku, author ini akan berusaha semaksimal mungkin agar membuat kalian bahagia


Salam cinta untuk kalian.


__ADS_2