
Dikekaisaran yang berbeda, Kekaisaran Barney
Tampak seorang wanita paru bayah yang tengah sibuk mengawasi setiap para pelayan yang sedang mempersiapkan segala kebutuhan para tamu yang akan datang nantinya.
"Bibi, Kau telah berdiri cukup lama bagaimana jika kau beristirahat saja"
Seorang gadis menghampiri wanita tersebut dengan raut wajah yang terlihat khawatir.
"Ahhh Letizia sejak kapan kau datang nak?"
Wanita paruh baya tersebut mengembangkan senyumnya, Dia adalah permaisuri maribel. Wanita itu menatap ramah pada Letizia.
"Baru Saja bibi, Aku cukup bisa menebak jika bibi akan kelelahan mengatur semua ini"
Jawab gadis tersebut.
Namun ditengah perbincangan mereka tampak seorang pria yang tampan dengan raut wajah yang bisa memperlihatkan wajah ramahnya mendekati mereka.
"Ibu, Bukankah aku sudah mengatakan jika ibu harus beristirahat"
Pria tampan itu terlihat protes, Bagaimana tidak, ibunya dalam kondisi demam semalam dan kini telah sibuk mengatur persiapan para tamu yang akan mengikuti pertemuan. Meski ini adalah pertemuan penting namun dia tidak ingin melihat ibunya kelelahan.
"Kau terlalu berlebihan, Ibu hanya mengawasi mereka dalam bekerja, Tentu saja ibu tidak akan merasa lelah"
Permaisuri maribel mengelak
"Ahh Letizia kau kemari untuk membantu ibuku bukan, Bukan hanya untuk menemui jesse"
Gurau pangeran Dean pada Letizia.
"Jangan bicara sembarangan kau, Tentu saja aku kemari untuk membantu bibi"
ketus Letizia pada pangeran Dean, dia mengelak dengan apa yang dikatakan pangeran Dean namun gadis itu tidak bisa menyembunyikan semburat merah dipipinya.
Gadis itu merasa malu
Dean tampak terkekeh dibuatnya, Dia begitu suka ketika melihat gadis galak dihadapannya ketika malu. Bahkan gadis itu takkan mudah untuk mengakuinya.
"Berhenti menggoda Letizia, pergilah bantu kakakmu"
Ucap permaisuri Maribel yang berusaha menengahi keduanya ketika melihat wajah masam milik Letizia.
__ADS_1
"Baiklah ibu jangan terlalu lelah, Dan Letizia tenang saja aku akan menyampaikan salammu pada Jesse"
Gurau pangeran Dean kembali yang kemudian segera berlari dari sana.
"Deannnnnnnn"
Letizia berteriak dengan kesal, Sedangkan pengeran Dean tampak terkekeh kecil mendengarnya.
Sedangkan ditempat yang berbeda.
Suara tapakan kuda terdengar begitu nyaring memecah kesunyian malam yang begitu mencekam didalam hutan. Namun keadaan itu seolah tak menganggu seorang gadis cantik yang sedang menunggangi kuda hitam yang tampak kokoh bersamanya.
Gadis itu menggunakan cadar yang menutup sebagian wajah cantiknya, Hanya memperlihatkan mata indah dengan netra biru laut yang begitu indah namun juga terkesan begitu dingin itu.
"Kau tidak khawatir jika selir jelek itu akan mengirimkan sebuah tentara bayaran untuk mencelakaimu?"
Alger tampak bertanya pada gadis yang saat ini tengah fokus menunggangi kudanya
"Dia tidak akan mengirim tentara bayaran itu sekarang, Karna dia memerlukan waktu untuk pergi dari istana, Tapi mungkin di perjalanan pulang nanti kita akan mendapatkannya"
Jawab Angelina kemudian
Itu adalah pemikirannya, Dia rasa tidak mungkin untuk tentara bayaran itu datang sekarang, Secara selir Norah harus melakukannya sendiri dalam keadaan bersih dan harus menunggu Kaisar Alison lengah terhadap pengawasannya
Alger bertanya dengan penasaran, Karna sejak bertemu gadis itu dia rasa Angelina terlalu minim ekspresi, Dia tidak pernah melihatnya tersenyum, menangis ataupun marah, Gadis itu hanya menunjukkan ekspresi datarnya saja. Dan itu cukup membuatnya bertanya tanya
"Tidak ada yang perlu ditakuti dari wanita ular itu"
Jawab Angelina singkat.
Hanya satu yang dia takuti didunia ini, Yakni kehilangan orang yang dia sayang, dan orang itu telah pergi meninggalkan dirinya sejak kecil, Dia adalah permaisuri Bella, ibunya.
Menyaksikan ibunya berada didalam peti pada saat itu sama saja dengan dia mengubur perasaan takutnya. Kini dia tidak merasakan apapun terlebih dia juga kehilangan kasih sayang ayahnya yang dulu begitu mencintainya.
Cinta?
Rasanya Angelina ingin tertawa terbahak bahak mendengar kata itu. Tidak ada cinta yang abadi kecuali cinta seorang anak dan ibunya, Cinta seorang pria? Bahkan ayahnya dengan mudah memberikan hatinya pada wanita lain, Dimana sejak dia kecil dia selalu mendengar ayahnya mengatakan jika dia tidak akan sanggup hidup tanpa ibunya.
Benar benar sebuah lelucon baginya.
Kini cinta sudah tidak ada artinya baginya, Dia memilih fokus pada tujuannya sama seperti yang diinginkan oleh ibunya
__ADS_1
Maharani, itu adalah tujuan hidupnya saat ini.
"Sepertinya kau harus beristirahat gadis, Sekalipun kau masih bisa melanjutkan perjalanan tapi kurasa kudamu harus kau beri minum"
Suara Alger terdengar telinganya, Hingga membuat Angelina tersadar jika dia telah melakukan perjalanan yang cukup lama dan mereka belum istirahat.
"Aku akan beristirahat didepan sana"
Ucap Angelina ketika telinganya samar samar mendengar suara aliran sungai yang cukup deras
Dan benar saja, beberapa saat kemudian sebuah sungai terlihat dihadapan Angelina, Gadis itu menghentikan kudanya secara perlahan, lalu menuntunnya kearah cukup dekat dari sungai hingga memudahkan kuda tersebut untuk minum.
Lantas Angelina memilih duduk dibebatuan yang cukup besar yang ada disana, Dia mengedarkan pandangannya kesekelilingnya. Ini adalah hutan desdemona, dimana hutan ini diyakini sebagai hutan yang paling menyeramkan yang ada dibenua ini.
Seperti namanya yang memiliki arti bernasib buruk, itu untuk para manusia yang bernasib buruk ketika masuk kedalam hutan ini, Karna sudah banyak manusia yang masuk dihutan desdemona dan tidak kembali lagi.
Namun Angelina yang tidak mengenal rasa takut memilih jalan ini, Karna ini merupakan satu jalan yang ditempuh untuk kekaisaran Barney dengan waktu yang lebih singkat dari jalan yang lain.
Dan sesaat kemudian mata Angelina menangkap sebuah gua yang tidak jauh dari posisinya, Entah mengapa batinnya seolah meminta dirinya untuk masuk kedalam gua tersebut.
Karna Angelina yang selalu yakin dengan instingnya, Hingga gadis itu secara perlahan berdiri dari posisinya kemudian membawa langkah kakinya menuju gua tersebut
"Kau yakin untuk masuk kedalam gua itu? Aku rasa gua itu hanya gua biasa kau akan kecewa nantinya"
Ucap Alger diseberang sana ketika merasa Angelina ingin masuk kedalam gua tersebut, Sedangkan dirinya tidak merasakan energi apapun yang ada disana, atau bisa dikatakan jika gua itu hanya sebuah gua kosong atau tempat beristirahat orang orang yang masuk kehutan ini
"Aku selalu mempercayai instingku yang selalu tepat sasaran"
Ucap gadis itu yang seolah tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Alger padanya.
Dan mendengar respon Angelina, Alger memilih diam dengan wajah masam
Kini Angelina telah berada dihadapan gua tersebut, Lantas dia kembali melangkahkan kakinya masuk tanpa ragu.
Namun Alger yang dari tadi memasang wajah masamnya kini merubah ekspresinya dengan terkejut.
"Tungguuu"
Alger merasa angelina menembus sebuah array yang cukup kuat dipintu goa, Disaat dirinya digeluti dengan pertanyaan bagaimana bisa angelina menembus tempat yang telah terpasang array, kini bulu kucing ilahi tersebut terasa meremang karna energi yang begitu kuat.
"Ada apa ini?"
__ADS_1
Dia bertanya dengan terkejut setengah mati"