Pembalasan Putri Mahkota Beatrice

Pembalasan Putri Mahkota Beatrice
Terobosan


__ADS_3

Ditempat yang berbeda, Tampak seorang pria masuk dalam sebuah kediaman dengan tergesa gesa. Beberapa luka jelas begitu terlihat di wajah di dibeberapa bagian tubuhnya terutama di bagian kaki pria tersebut yang mungkin di akibatkan pria itu lari sepanjang perjalanan tanpa alas kaki.


Brughhhh


Dia menjatuhkan dirinya karna tidak sanggup lagi menopang tubuhnya.


Semua orang yang ada dalam kediaman tersebut jelas saja tersentak kaget, kemudian dengan cepat menghampiri pria itu dengan membawakan segelas air.


"Ada apa denganmu?"


Pria berbadan gempal yang sempat bertemu dengan selir norah pda saat itu bertanya pada cody dengan heran.


"Dimana yang lain? dimana Burke?"


Pria berbadan gempal yang bernama Geof bertanya dengan cepat, Dia adalah penerus dari kelompok lotus hitam. Pria itu berjongkok di hadapan Cody menunggu pria tersebut menjawab pertanyaannya.


"Yang lain telah mati ditangan gadis itu tuan, Sedangkan Burke saya tidak tau apa yang terjadi dengannya, Dia bawa pergi oleh gadis itu"


Cody menjawab dengan cepat, kemudian segera meraih gelas air yang dibawah rekannya dan meminumnya hingga tandas.


Wajah Geoff tampak menghitam dengan mata yang berkilat tidak senang, dia paling benci jika mendengar sebuah kekalahan dan ini pertama kali kelompok miliknya gagal dalam melakukan aksinya.


"Apa kau tidak mencoba menipuku, kau jelas tau kemampuan Burke seperti apa?"


Geoff bertanya dengan cepat menyimpan keraguan yang begitu besar. Burke adalah salah satu anggotanya yang begitu terampil dalam melakukan aksinya, dan pria itu termasuk salah satu orang terhebat di kelompok lotus hitam.


"Saya tidak memiliki keberanian untuk itu, tuan"


Mendengar itu membuat Geoff menampilkan reaksi yang berbeda, tangannya terkepal kuat dengan urat uratnya yang terlihat menegang.


"Heh aku tidak menyangka jika gadis itu memiliki kemampuan yang cukup"


Sarkas Geoff kemudian, matanya menyipit tidak senang.


"Bukankah mata dibalas dengan mata"


Ucap pria itu kembali dengan dingin.


Dikekaisaran Beatrice.


Angelina tampak berendam di sebuah kolam yang terdapat dikediamannya.


"Kau tidak takut jika lotus hitam akan datang membalas?"

__ADS_1


Itu adalah suara Alger, Dia cukup merasa takut membayangkan hal tersebut, meski kemampuan Angelina perlahan mulai meningkat, tapi pencapaian itu belum ada apa apanya bagi dirinya. Gadis itu perlu melakukan berbagai terobosan untuk menjadi yang terkuat.


"Akan sulit jika kelompok itu menyerang"


Lanjut Alger kembali


Angelina hanya diam, dengan memejamkan matanya tidak ada yang tau apa yang ada dalam pikiran gadis itu


"Bahkan kematian tidak membuatku takut, Alger"


Gadis itu menjawab setelah lama terdiam.


Alger tidak lagi menimpali gadis itu, cukup bingung bagaimana dia harus menjawabnya. Dia telah bersama gadis itu dalam waktu yang cukup lama tapi masih belum bisa menebak sifat gadis itu sebenarnya. Entahlah dia hanya berfikir apakah gadis itu akan bersikap kaku selamanya, atau mungkin dia akan berubah meski entah kapan dan siapa yang akan menjadi penyebabnya


Angelina tentu saja tau jika kelompok itu akan mencarinya cepat atau lambat, tapi dia tidak begitu memikirkannya. Bukankah hanya tinggal melawannya saja, dia tidak ingin membuang tenaganya untuk memikirkan sesuatu yang tidak penting


Setelah merasa cukup untuk berendam gadis itu perlahan berdiri dari posisinya meraih pakaian tipis miliknya kemudian memakainya.


Angelina kemudian memutuskan masuk keruang dimensi miliknya untuk berkultivasi, dia hanya bertekad untuk menjadi kuat secepatnya.


Sedangkan di salah satu jalan di kekaisaran Beatrice.


"ohh dewa apa yang terjadi"


Tampak sebuah rombongan para pemburu berteriak syok ketika menemukan beberapa mayat yang tergeletak dalam rerumputan.


Salah satu dari mereka kembali berkata, sedangkan teman lainnya tampak memperhatikan beberapa mayat dengan teliti.


"ini cukup bahaya, orang orang ini berasal dari kelompok lotus hitam"


Sahut salah satu dari mereka yang kemudian berdiri dari posisinya dengan cepat.


"apakah kau yakin?"


"tentu saja aku yakin, mereka memiliki token pertanda dari anggota kelompok lotus"


Jawabnya dengan yakin. Para pemburu tersebut saling beradu pandang antara satu dengan lainnya


"Sebaiknya kita pergi dari sini secepatnya, atau kita akan menjadi kambing hitam"


Ucap pemburu tersebut, dia tidak ingin kelompok lotus hitam menjadikan mereka sebagai target karna berfikir mereka yang melakukannya pada anggota kelompok mereka.


"Kau benar, tapi aku cukup penasaran siapa yang cukup mampu menyentuh kelompok ini"

__ADS_1


"Aku tidak tau, Tapi sepertinya orang itu bukanlah orang biasa mengingat tingkat pencapaian kelompok lotus telah berada di ranah kaisar tingkat akhir"


"Tapi aku berharap itu bukan dari kekaisaran ini, karna jika tidak akan terjadi pembantaian besar tidak lama lagi"


Para pemburu tersebut berbicara mengenai kemungkinan buruk yang akan terjadi dan kemudian memutuskan untuk pergi dari sana secepatnya.


Didalam dimensi milik Angelina


Gadis tersebut terlihat tengah duduk ditengah kolam dengan posisi lotus, Alger berada cukup jauh dari sana namun masih bisa mengawasi gadis tersebut. Dia bisa melihat kegigihan gadis tersebut dalam mencapai sesuatu dan dia cukup terkesan dalam hal itu.


Saat ini Angelina tengah memfokuskan energinya, dia terus saja mendorong energi qi miliknya hingga mencapai batasnya. Menyadari gadis itu segera mencapai terobosan Alger bergerak secepatnya untuk jauh dari sana, namun sepertinya gerakannya tidak cukup cepat untuk menghindar hingga ledakan tersebut terjadi.


Bommm


Tubuh Alger benar benar terpelanting cukup jauh.


"Arghhhh gadis ini"


Dia menggeram sedikit kesal karna rasa sakit yang menghantam pantatnya yang terbentur ditanah cukup keras


Sedangkan Angelina perlahan membuka matanya, senyum manis tersungging dibibirnya ketika dia mencapai terobosan kali ini, meski cukup sulit dan memakan waktu yang cukup lama, bahkan kini pakaian miliknya tampak memiliki robekan di beberapa sisi Angelina tetap tidak mempedulikannya, gadis itu perlahan berdiri dari posisinya, matanya menangkap Alger yang berjalan kearahnya dengan wajah masam.


"Ada apa dengan wajahmu, kau terlihat semakin jelek saja"


Rasanya Alger benar benar ingin memaki gadis dihadapannya ketika mendengar perkataan Angelina yang ditujukan padanya.


"Jelek pantatmu"


Dia mendengus dalam hatinya.


Namun dia mulai memperhatikan penampilan Angelina dari atas hingga bawah, kini gadis itu semakin cantik saja dengan wajahnya yang semakin bersih dan putih bagai porselen bibir mungilnya benar benar semerah buah chery kali ini, badan gadis itu terlihat lebih berisi dari biasanya, benar benar kecantikan yang begitu mematikan.


"Sebaiknya gunakan kain untuk menutupi wajahmu ketika keluar dari istana"


Alger berkata dengan cepat, dia tidak ingin ada masalah baru yang muncul namun tidak begitu berarti.


Dia yakin dengan kecantikan yang dimiliki Angelina benar benar mampu membuat para pangeran berniat untuk meminangnya.


"Jangan memikirkan hal yang tidak begitu penting"


Timpal Angelina yang mengerti apa yang ada fikiran Alger saat ini.


"Kau tidak mempercayai firasatku? Heh lihat saja nanti"

__ADS_1


Alger berkata dengan kesal ketika Angelina tidak menggubris perkataannya.


Sedangkan gadis itu hanya diam tidak lagi menjawab apa yang dikatakan oleh Alger, Dia tau itu akan terjadi, bukankan pria begitu mudah tergoda hanya karna sebuah kecantikan, tapi dia fikir itu bukanlah masalah untuknya


__ADS_2