Pembalasan Putri Mahkota Beatrice

Pembalasan Putri Mahkota Beatrice
Masuk akademi Ignatius


__ADS_3

Semua orang yang ada disana menatap ngeri yang terjadi didepan mata mereka. Dimana kelompok lotus hitam yang begitu ditakuti musnah ditangan Angelina yang selama ini terkenal sebagai pembuat masalah dan tidak memiliki kemampuan apapun. Kini dihadapan mereka bagai genangan darah yang cukup mengerikan.


Angelina menghembuskan nafasnya kasar, dia pergi membawa langkahnya meninggalkan semua orang yang masih terkejut dengan peristiwa yang baru saja terjadi.


Sedangkan di sisi yang berbeda, tampak seorang wanita yang menyaksikan seluruh kejadian tersebut dengan senyum tipis yang ada di bibirnya, begitu tipis sehingga tidak ada yang menyadarinya, kemudian perhatiannya teralihkan pada sosok gadis yang menjadi peran utama dalam kejadian hari ini, dia menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Beberapa hari berlalu


Berita mengenai lenyapnya kelompok lotus hitam kini telah menyebar di seluruh kekaisaran, Kini nama Angelina menjadi topik hangat saat ini


Sedangkan disisi yang berbeda, Gadis yang menjadi perbincangan tengah fokus mempersiapkan diri untuk berangkat menuju ke akademi ignatius.


Angelina telah siap dengan pakaian miliknya, dengan sedikit aksesoris yang menghiasi kepala gadis tersebut.


Kini gadis itu berjalan menuju gerbang istana dimana Pamela telah menunggu disana dengan kaisar Alison yang turut hadir untuk mengantar kedua putrinya untuk berangkat pertama kali ke akademi.


Melihat kedatangan gadis yang begitu dia benci membuat Pamela mendengus tidak suka. Dia menatap gadis itu dengan tatapan iri dan suka tidak suka, melihat kecantikan milik Angelina yang seolah bertambah di setiap harinya membuat rasa iri di hati pamela semakin menjadi jadi.


Sedangkan Angelina yang merasa tatapan tidak suka ditujukan padanya hanya merasa acuh, dia enggan menanggapinya. gadis itu kemudian menghentikan langkahnya menunggu kereta yang akan mereka tunggangi menuju akademi nantinya.


"Kalian harus ingat jika saat di akademi nanti kalian membawa nama kekaisaran, jadi sebisa mungkin jangan membuat kekacauan yang membuat nama kekaisaran kita menjadi buruk"


Kaisar Alison berusaha memberi wejangan kepada dua putrinya tersebut.


"Heh seharusnya ayah kaisar langsung mengatakannya pada orang yang selalu membuat onar"


Ucap Pamela yang mendengus tidak suka.


Angelina diam tidak bersuara namun tatapannya tertuju pada Pamela yang membuat gadis itu seketika meneguk ludahnya kasar, entah mengapa tatapan Angelina terlalu mematikan menurutnya hingga dia memilih membuang pandangannya.


Kaisar Alison hanya menghela nafasnya pelan ketika melihat kedua putrinya yang tidak pernah akur bahkan sampai saat ini.


Dan tak berselang lama kereta istana telah tiba, Dua gadis itu naik dalam kereta tersebut setelah memberi hormat. Di dalam perjalanan tidak ada yang membuka suaranya, hanya suara derap kuda yang begitu nyaring terdengar kedua gadis itu sibuk dengan kegiatan mereka masing masing.


Angelina memilih memejamkan matanya, dia seolah tidak peduli dengan keberadaan Pamela saat ini. Dia memilih mengistirahatkan tubuhnya karna beberapa malam terakhir gadis itu menghabiskan waktunya berkultivasi. Tidak seperti biasanya kini Angelina membutuhkan banyak pengorbanan untuk melakukan terobosan kembali dan itu cukup menyulitkannya.


Perjalanan menuju akademi Ignatius cukup jauh, dan setelah beberapa saat berlalu Angelina merasa kereta yang dia tunggangi perlahan berhenti hingga gadis itu secara perlahan membuka matanya.


Para murid yang melihat kereta kuda yang berhenti dihadapan gerbang seketika mengalihkan perhatian mereka terlebih kereta tersebut terpampang bendera dari kekaisaran Beatrice.


"Kau lihat, sepertinya dua putri dari kekaisaran Beatrice juga masuk akademi tahun ini"

__ADS_1


"Tentu saja, tapi apakah putri Angelina juga masuk ke akademi? Mungkinkah gadis itu hanya membuat masalah kali ini"


"Heii jaga bicaramu jangan sampai terdengar olehnya, kau tidak tau berita yang beredar beberapa hari belakangan ini?"


Lantas salah satu murid yang berbicara tadi menggelengkan kepalanya.


"Putri Angelina membantai habis kelompok lotus hitam hingga tak bersisa"


"Jadi usahakan jangan menyinggung gadis itu untuk berjaga jaga"


Salah satu dari mereka mencoba mengingatkan temannya, Dia jelas saja mendengar berita tersebut di kala keluarganya dari kekaisaran Beatrice menceritakannya beberapa hari yang lalu.


Mereka yang mendengar itu langsung menutup mulut mereka terlebih ketika sosok gadis perlahan turun dari kereta tersebut.


Itu adalah Pamela.


"Wahh lihatlah itu adalah Putri Pamela yang dikenal sebagai genius dari kekaisaran Beatrice"


"Ternyata dia juga begitu cantik"


Para murid mulai berbisik bisik ketika melihat Pamela turun dari kereta, Untuk tingkat pencapaian Pamela sendiri telah berada di ranah jendral tingkat menengah dia menguasai elemen tumbuhan. Sedangkan Angelina selama ini belum ada yang mengetahui tingkat pencapaian gadis itu mereka hanya tau jika gadis itu memiliki elemen es yang langka.


Dan setelah pamela, kini tampak kaki jenjang yang begitu indah terlihat keluar dari kereta. Melihat objek tersebut membuat mereka semakin penasaran pemilik kaki tersebut. Hingga pada saat kepala gadis terlihat menyembul dari kereta, mereka yang melihat itu menahan nafas mereka beberapa waktu.


"Astaga dewa siapa gadis itu?"


"Apakah gadis itu kerabat dari putri Pamela?"


"Kecantikannya benar benar mampu melumpuhkan kekaisaran"


Mereka benar benar terpukau melihat kecantikan dari gadis tersebut, bahkan ada beberapa dari mereka yang mengeluarkan darah dari hidung mereka karna tidak sanggup menahan pesona mematikan dari gadis tersebut.


"Bukankah aku sudah mengatakannya ini akan menjadi pusat perhatian"


Alger menyahut dari dalam dimensi dengan sedikit kesal


"Lalu kenapa? Bukankah itu bagus?"


Flint menjawab dari belakang


Alger mendengus tidak senang.

__ADS_1


"Bagus pantatmu, Akan sangat merepotkan jika para pria akan mendekatinya dan itu akan menyulitkannya dimasa yang akan datang"


Timpal kucing tersebut.


"Kalian diam atau ku rendam dalam kolam ying"


Angelina memberi peringatan hingga membuat dua makhluk tersebut diam dengan mengunci mulut mereka rapat rapat.


Angelina berjalan kearah depan, saat ini dia akan melakukan pendaftaran untuk kelas yang akan dia pilih nantinya dia meninggalkan Pamela hingga membuat gadis itu mengepalkan tangannya dengan kuat.


"Kau benar benar selalu menjadi penghambat setiap sesuatu yang ingin aku capai"


Batin Pamela yang menggeram penuh kemarahan.


Pamela kemudian pergi dari sana, dia akan melakukan hal yang sama dengan Angelina. Di ruangan tertentu Angelina tampak mengisi sebuah lembaran yang ada ditangannya, lembaran tersebut tertulis dengan jelas berbagai kelas yang bisa dipilih oleh murid dengan bebas, dan ada tiga kelas yang harus mereka pilih.


Kelas Memasak, melukis, menari, Bahkan bermain alat musik ada disana, dan tentu saja kebanyakan para putri memilih kelas tersebut. Namun Angelina berbeda dia memilih kelas Teknik beladiri, Obat dan racun, Memanah.


Lantas setelah gadis itu telah mengisi lembaran tersebut dia segera menyerahkannya pada pengurus yang ada disana.


"Kau tidak ingin menggantinya?"


Pria dengan umur yang cukup matang terlihat bertanya kearahnya setelah melihat isi dari lembar milik Angelina. Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya dan membuat pengurus tersebut menghela nafasnya pelan.


"Terlalu menganggap tinggi kemampuan sendiri juga itu tidak begitu baik"


Pria itu mengguman namun masih didengar jelas oleh Angelina, namun gadis itu memilih mengacuhkannya


Komen dong, cukup 20 komentar aku langsung update hehe


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ada beberapa pertanyaan dalam komentar yang aku baca.


"Pamela itu putri kaisar Alison kah?"


Jawabannya bukan yah syg, padahal udah ada di chapter awal loh hehehe.



Jadi sudah jelas yah hehehe.

__ADS_1


__ADS_2