
Angelina mengangkat ujung alisnya ketika melihat sosok pria yang ada diujung sana.
Dia adalah pria yang menawarkan dirinya untuk pergi bersama diistana. Tidak disangka jika dia adalah putra mahkota dari kekaisaran Barney. Netra mereka saling beradu beberapa saat namun pria itu hanya melihat Angelina sekilas dan kembali mengalihkan perhatiannya.
"Hormat kami pada yang mulia kaisar Hedley, kaisar Hugo, pangeran mahkota jesse dan pangeran mahkota Charles"
Ketika wanita itu membungkuk memberi hormat
"Kemarilah kami sudah menunggu kalian sejak tadi"
Ucap Kaisar Hedley kemudian
Lantas ketiga wanita itu menurut dan duduk ditempat mereka masing masing, Angelina duduk disamping pangeran Charles dimana kursi yang dia duduki telah disiapkan oleh permaisuri Briana sebelumnya.
"Kau terlihat begitu cantik"
Puji pangeran Charles dengan berbisik di telinga Angelina yang duduk disampingnya.
"Terlalu berlebihan"
Timpal Angelina dengan berbisik juga.
Jesse melirik sedikit kearah Angelina dimana gadis itu ataupun orang lain tidak ada yang menyadarinya. Dia fikir penampilan gadis itu berbeda kali ini dengan aksesoris yang melengkapi penampilannya.
Tidak dia pungkiri gadis itu cantik, Terutama dengan netra biru lautnya yang terlihat begitu indah. Namun jika kalian berfikir jika Jesse mengajak gadis itu untuk pergi ke istana karna tertarik dengan gadis itu maka kalian salah besar, Ada sesuatu yang jesse ingin katakan atau lebih tepatnya ingin dia tanyakan pada gadis itu
"Dia putri dari permaisuri Bella?"
Kaisar Hedley yang sejak tadi memperhatikan Angelina kini tidak lagi bisa menahan rasa penasarannya.
"Iya, Bagaimana apakah dia cantik?"
Bukan permaisuri Briana yang menjawab melainkan kaisar Hugo
"Tentu saja dia cantik, Tidak mungkin permaisuri Bella yang terkenal bunga dan genius itu menghasilkan bibit yang mengecewakan"
Timpal kaisar Hedley yang membuat semua orang tertawa kecuali Jesse dan Angelina tentunya.
Permaisuri Briana dan permaisuri Maribel tampak melirik satu sama lainnya, Seolah saat ini mereka tengah bertukar pikiran menganggap sifat Angelina dan Jesse yang hampir sama, Begitu dingin dan kaku.
Makan pagi dilakukan tanpa ada suara sedikitpun selain suara sendok dan mangkuk yang berbenturan.
Selang beberapa saat berlalu, Kini pertemuan hampir dimulai, Beberapa orang penting dari berbagai kekaisaran dibenua ini terlihat mulai masuk kedalam aula rapat.
Angelina duduk disamping Pangeran Charles, Dimana pria itu enggan membiarkan Angelina lepas dari pengawasannya.
"Tidak tegang?"
Pangeran Charles berbisik pada Angelina
"Apakah aku harus bereaksi seperti itu?"
Bukannya menjawab, Angelina kembali melayangkan pertanyaan pada pangeran tampan disampingnya dengan santai.
Pangeran Charles yang melihat respon Angelina merasa heran, Dia rasa sikap Angelina saat ini begitu berbeda dengan beberapa tahun yang lalu sebelum mereka bertemu. Gadis itu seperti menyimpan sesuatu yang besar, Bahkan Charles tidak melihat sorotan ketakutan sedikitpun dimata gadis itu, Hanya ada kekosongan didalamnya sehingga membuat semua orang sulit menebak reaksi gadis itu.
Disudut yang berbeda, Di aula rapat.
Tampak sepasang mata menatap Angelina dengan teliti. Ada raut kekesalan di wajah gadis itu ketika menyadari betapa cantiknya wajah gadis yang kini duduk disamping pangeran Charles.
__ADS_1
"Tidak heran jika permaisuri Briana membanggakannya pada saat itu"
Batin gadis tersebut.
"Tapi bukankah kecantikan tidak berguna dimata Jesse, Pria itu hanya tertarik dengan wanita yang berpendirian kuat"
Lanjut bantin gadis tersebut.
Dia adalah Letizia, Gadis yang telah memiliki perasaan istimewa pada Jesse sejak kecil. Sebenarnya dia tidak diperbolehkan untuk hadir dalam rapat tersebut. Mengingat hanya perwakilan mentri yakni ayahnya yang bisa hadir dalam rapat itu, Tapi karna Letizia punya seribu macam cara untuk keinginannya tercapai sehingga dia memutuskan untuk meminta langsung pada Pangeran Dean untuk membiarkan dirinya masuk, Dan dia yakin pria itu tidak akan menolak permintaannya.
Hanya satu alasan yang dia punya untuk masuk kedalam aula ini, Yakni mengetahui sosok gadis yang berencana dijodohkan dengan Jesse, Dia ingin tau apakah gadis itu pantas bersaing dengannya atau tidak.
Beberapa saatpun berlalu, Dimana orang orang penting kini telah ada didalam ruang rapat tersebut.
Kaisar Hedley mengucapkan seberapa kata lebih dulu, Mengucapkan banyak terima kasih ayas kesediaan orang orang yang bersedia hadis dalam pertemuan yang diadakan secara mendadak ini.
"Pertemuan ini kaisar adakan untuk membahas masalah banjir yang ada di daerah selatan, Dimana jika tidak segera diantisipasi secepatnya, Air akan masuk di seluruh kekaisaran yang ada dibenua ini, mengingat jika daerah tersebut merupakan perbatasan dari seluruh kekaisaran"
Kaisar Hedley berusaha menjelaskannya dengan detail, Dimana pertemuan diadakan tidak cuma cuma.
"Apakah tidak ada cara lain untuk mengatasi masalah banjir di daerah itu?"
Tanya kaisar Hedley kemudian dan membuat semua orang terdiam
Ini bukan pertama kali mereka mengadakan pertemuan rapat yang membahas tentang banjir didaerah tersebut. Hanya saja berbagai cara dan upaya telah dilakukan namun tidak membawakan hasil sedikitpun, Tidak hanya tenaga yang terkuras tapi mereka telah menggelontorkan dana yang tidak sedikit.
Melihat tidak ada seorang pun yang mengeluarkan suaranya membuat pandangan kaisar Hedley teralih pada sosok gadis yang tampak memejamkan matanya yang saat ini mengenakan hanfu bewarna biru yang berada di dipojok depan. Dia menatap gadis itu beberapa waktu kemudian membuka suaranya.
"Apakah Putri Angelina dari kekaisaran Beatrice memiliki saran atas masalah ini?"
Ucap kaisar Hedley.
Beberapa hari yang lalu, Istrinya permaisuri Maribel mengatakan jika dia berniat menjodohkan putra mereka dengan putri dari kekaisaran Beatrice, Dimana gadis itu telah terkenal dengan ketidakmampuannya dalam hal apapun. Meski begitu dia tidak langsung percaya dengan rumor yang beredar dia berniat membuktikannya secara langsung.
Dia adalah sosok yang keras, dan meskipun istrinya mengatakan jika akan menjodohkan jesse dengan gadis yang merupakan putri dari seorang permaisuri yang dianggap jenius semasa hidupnya, Namun bukankah tidak selamanya seorang anak mengikuti jejak dari orang tua mereka. Dan dia tidak munafik, dia memiliki keinginan dimana kelak suatu saat nanti dia mempunyai menantu yang hebat dah genius untuk membantu putranya kelak ketika telah menggantikan posisiny menjadi seorang kaisar.
Semua orang jelas mengalihkan perhatian mereka pada gadis yang telah disebut namanya oleh kaisar Hedley.
Sedangkan Angelina yang merasa namanya disebut, perlahan membuka matanya
"Apakah kau berniat mengetesku pria tua?"
Batin Angelina yang merasa lucu dengan sikap kaisar Hedley yang seolah mengujinya dihadapan banyak orang.
Pangeran Charles yang menyadari situasi saat ini, ingin membuka suaranya untuk membela Angelina. Namun Angelina dengan cepat menggenggam tangan pria itu, dia menggelengkan kepalanya, memberi isyarat pada Charles untuk tidak bertindak gegabah saat ini.
"Izinkan hamba untuk menjawab yang mulia kaisar"
Angelina berkata dengan sopan, Namun sorot matanya menatap kaisar Hedley yang dimana hal itu membuat kaisar Hedley merasakan sesuatu yang aneh.
"Disini aku tidak berniat untuk menyalahkan langkah yang kalian ambil dalam menangani masalah itu dalam beberapa waktu ini, Hanya saja menurutku kalian terlalu mencari aman dan terlalu takut mengambil keputusan yang bisa memberi dampak yang besar"
Ucap gadis itu kemudian.
"Jadi apakah maksud jika selama ini langkah yang kami ambil salah, Putri Angelina?"
Salah satu mentri di kekaisaran Berney berkata dengan tidak suka, Tampak dia keberatan dengan apa yang di katakan Angelina tadi.
Dia adalah mentri fulton, Salah satu mentri yang terkenal dengan kesombongannya.
__ADS_1
"Aku telah mengatakan sebelumnya tuan, jika aku tidak bermaksud menyalahkan tindakan yang kalian ambil, Hanya saja kalian yang terlalu mencari aman dalam mengambil tindakan"
Jelas gadis tersebut dengan datar
"Lalu apakah kau memiliki cara untuk menangani masalah ini? Mengomentari tindakan seseorang tanpa memiliki solusi itu terdengar seperti lelucon ditelinga kami"
Mentri fulton kembali berkata dengan penuh kemarahan, Dia fikir gadis ini benar benar berani menjawabnya.
"Tentu saja aku memilikinya, Hanya saja tuan memotong perkataanku sebelum aku mengatakannya"
Timpal Angelina dengan datar dan membuat semua orang tercegang tidak percaya
Bahkan Charles turut mengaga dibuatnya, hanya permaisuri Briana yang tersenyum tipis saat ini, Dia jelas tau jika saat ini Angelina mulai menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya.
"Untuk saran yang aku miliki cukup beresiko, Namun memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi"
Mentri Fulton hanya mencibir dalam hatinya, Dia tentu saja berpikir jika gadis itu hanya mengada ngada nantinya, Bukankah gadis itu tidak pernah melihat daerah dibagian selatan secara langsung, Dan tentu saja tidak mudah menentukan solusi tanpa melihat secara langsung masalah yang terjadi.
"Dari kabar yang saya dengar dari pangeran Charles jika sungai tersebut seperti wadah yang siap menampung air, Dengan cuaca yang saat ini dimana hujan yang terus terjadi setiap malamnya hingga membuat sungai yang ada didaerah itu benar benar tidak mampu menampung air, Bahkan untuk hujan yang tidak cukup deras sungai tersebut tidak mampu menampungnya
Itu bisa saja disebabkan karna tidak adanya aliran air untuk keluar dari daerah itu, Sehingga hujan yang terus menerus membuat air dalam sungai itu meluap dan menyebabkan banjir. Untuk solusinya, Sebaiknya buat aliran air dengan menggali parit parit menuju ke sungai lainnya yang ada di daerah itu"
Jelas gadis tersebut.
"Heh asal kau tau, sungai lainnya juga tidak dapat menampung air disaat hujan terlebih hujan deras selalu terjadi setiap malamnya"
Mentri Fulton berkata dengan mengejek.
"Itu karna sungai yang ada didaerah tersebut cukup dangkal"
Jawab Angelina kembali.
"Dari mana kau tau jika sungai itu dangkal, Bukankah kau tidak pernah turun langsung melihat daerah itu?"
Kaisar Hedley yang sedari tadi mendengar perkataan Angelina tidak tahan untuk bertanya.
"Apakah dasar sungai itu terdapat pasir dan tanah dari kikisan tepian sungai?"
Dari pada menjawab, Angelina malah bertanya balik pada Kaisar Hedley.
Kaisar Hedley yang tidak mengerti perkataan Angelina hanya mengangguk membenarkan.
"Maka diwaktu pagi atau sebelum hujan turun, sebaiknya gali sungai tersebut dan pasirnya dimasukkan dikarung yang kemudian di susun ditepi sungai untuk mengurangi pengikisan, Kalian juga bisa menanami pohon dengan akar yang berserabut sehingga bisa membantu dalam penyerapan air"
Semua orang jelas saja terkejut dengan apa yang dipaparkan oleh Angelina. Namun mentri Fulton yang tidak merima kekalahan kembali menimpali ucapan Angelia.
"Itu ide yang cukup bagus, sayang sekali dengan cuaca saat ini kita akan kekurangan pekerja"
Ucap mentri Fulton kembali.
"Maka pekerjakan rakyat setempat, mereka tentu saja senang mendapatkan penghasilan tambahan"
Jawab Angelina yang membuat mentri Fulton benar benar kehilangan kata katanya.
"Dan untuk pertanyaan yang mulia kaisar, Bagaimana saya mengetahui jika sungai tersebut dangkal, itu karna dari penjelasan pangeran Charles yang mengatakan jika sungai itu lebar tapi tidak mampu menampung hujan, dan alasannya karna sungai itu dangkal"
Hening
Tidak ada seorang pun yang mengeluarkan suaranya beberapa waktu
__ADS_1