
Keesokan harinya.
Angelina tampak berjalan menuju ruang makan istana, kali ini gadis itu memenuhi panggilan dari kaisar Alison untuk sarapan bersama.
Kasim yang melihat kedatangan Angelina segera mengumumkan kedatangan gadis itu.
"Putri mahkota Angelina telah tiba"
Perlahan gadis itu melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan tersebut, terlihat kaisar Alison dan Pamela telah ada didepan sana mereka menatap gadis itu dengan pikiran mereka masing masing.
Seperti biasa, Angelina tetap dengan ekspresi datarnya, mendekat yang kemudian duduk di kursi tersebut dengan gerakan perlahan.
Suasana terasa begitu hening, tidak ada yang membuka suaranya hanya suara dentingan sendok yang saling beradu.
Hingga beberapa saat kemudian kaisar Alison mulai membuka suaranya.
"Kau tidak memerintahkan bawahanmu untuk menyiapkan makanan pada ibumu?"
Dia bertanya pada Angelina
Tangan gadis itu seketika terhenti di udara.
"Aku sudah"
Mendengar itu membuat Pamela meletakkan sendoknya di meja dengan kasar.
Brakkk
"Kau sudah maksudmu"
Pamela menatap nyalang pada Angelina, tatapan mereka saling beradu antara satu dengan yang lainnya.
"Kau bahkan meminta para pelayanmu untuk menyediakan makanan basi untuk ibuku, Apa kau tidak memiliki hati?"
Teriak Pamela dimana kemarahan benar benar telah menyelimuti gadis itu. Tadi pagi sebelum kemari dia sempat membawakan makanan untuk ibunya, namun para bawahan Angelina menghentikannya, berkata jika Angelina telah menyiapkan makanan khusus untuk selir Norah, Namun Pamela yang merasa tidak yakin segera memeriksanya dan alangkah terkejutnya dia melihat ada sepiring makanan yang tidak layak untuk dimakan bahkan makanan itu hanya bisa dimakan oleh seekor anjing, bahkan makanan anjing di kekaisaran mereka lebih baik dari pada makanan tersebut. Amarah Pamela benar benar tidak bisa terbendung apa lagi melihat ibunya yang kini terbaring tidak berdaya dengan luka terdapat dibeberapa bagian tubuhnya. Sepertinya Angelina benar benar menghukum ibunya dimalam itu.
"Tidak memiliki hati? Anggap saja seperti itu"
Angelina menjawab dengan santai, dia tidak keberatan dengan sebutan itu.
Namun tidak bagi Pamela, gadis itu benar benar kehabisan kesabarannya kali ini.
__ADS_1
"Angelina kau"
Kaisar Alison berniat menengahi keduanya
"Jangan ikut campur kaisar, kau jelas telah berjanji jika selir Norah kini berada ditanganku"
Gadis itu berkata dengan datar dan berusaha mengingatkan kaisar Alison tentang kesepakatan mereka. dia kemudian menatap kaisar Alison yang tadi hendak menyela pertengkarannya.
"Kaisar ini tidak bermaksud untuk ikut campur, Tapi bagaimanapun dia adalah ibumu nak"
Kaisar Alison berusaha menjelaskan dengan sabar, Namun yang dikatakan hanya membuat Angelina tertawa sinis.
"Dia bukan ibuku dan harus berapa kali aku mengatakannya, Dan Pamela kenapa kau begitu keberatan dengan apa yang aku lakukan bukankah kalian pernah melakukan hal yang sama padaku"
Gadis itu berkata dengan sinis
"Terkadang aku merasa bahagia meski kalian menyediakan ku hanya makanan basi, karna itu lebih baik ketimbang kalian tidak memberiku makan, apa perlu ku ingatkan itu?"
lanjut gadis itu kemudian dengan dingin.
Wajah Pamela menggelap ketika mendengar itu, itu memang benar mereka kerap melakukan hal itu pada Angelina dulu, tapi sekarang keadaan itu seolah terbalik kini mereka berasa dibawah tekanan oleh gadis itu, dan dia benar benar tidak bisa menerimanya
Sedangkan Kaisar Alison yang mendengarnya tampak mengepalkan tangannya, ada rasa sakit tersendiri dalam hatinya, kalimat itu seolah menusuk hatinya yang paling dalam, dia kehilangan kata katanya beberapa waktu.
Wushhh
Pamela melepaskan serangannya
Bommm
Serangan Pamela menubruk formasi roh yang di bangun Angelina, meskipun formasi roh itu belum cukup kuat namun tingkat pencapaian Pamela yang masih rendah masih mampu menahan serangan gadis itu.
Kaisar Alison tampak terkejut menyaksikan hal tersebut, dia fikir sejak kapan gadis itu mempelajari formasi roh yang bahkan hanya orang orang tertentu yang bisa membangunnya. Seketika ada banyak pertanyaan terngiang dalam otaknya
Ledakan cukup kuat terjadi membuat lantai yang mereka pijaki sedikit bergetar. Dengan gerakan begitu cepat Angelina bergerak dari tempatnya
Wushhhhh
"Arghhhh"
Pamela meringis ketika tampa dia sadari kini Angelina telah berada dihadapannya dengan mencengkram lehernya dengan cukup kuat. Dia terkejut dengan gerakan cepat gadis tersebut
__ADS_1
"Angelina berhenti"
Wushhhhhh
Angelina melepaskan serangannya pada Kaisar Alison dengan begitu tiba tiba
Brakkk
Tubuh kaisar Alison terbang kemudian menabrak dinding, dia tidak sempat menghindar karna tidak menyangka jika Angelina akan melemparkan serangan padanya.
"Arghhh"
Kaisar Alison meringis, dia menggenggam dadanya yang merasa sesak.
Angelina tidak bergeming dari tempatnya, kini matanya kembali menatap Pamela dengan dingin, tampak wajah gadis itu mulai memucat karna kesulitan ntuk bernafas.
"Jangan bertindak terlalu jauh Pamela, kau tau jika aku tidak segan menghabisi mu sekarang jika aku mau"
Angelina berkata dengan dingin, membuat tubuh Pamela terasa gemetar dibuatnya.
"Saat ini bukan waktu yang tepat, maka ku sarankan padamu untuk tetap menjaga dirimu tetap sehat sampai waktu yang ditentukan, karna tidak ada yang berhak menghabisi mu kecuali aku, takdir kematianmu harus berada di tanganku"
Lanjut gadis itu kembali yang membuat rasa takut menghantam Angelina dengan cepat
Dia fikir dia bisa saja menghabisi gadis itu sekarang jika dia mau, tapi ada sesuatu yang perlu dia tuntaskan terlebih dahulu itulah yang menjadi alasan kenapa selir Norah masih bernafas sampai sekarang. Dia yakin status mereka tidaklah semudah itu jika iya mungkin saja selir Norah tidak berani bertindak jauh seperti ini.
Dengan satu gerakan tubuh Pamela kini terhempas begitu saja. Gadis itu segera menghirup udara dengan rakus, dia memandang Angelina dengan penuh kebencian.
Sedangkan Angelina tampak tidak peduli, gadis itu bergerak pergi meninggalkan tempat tersebut, namun dia sempat melirik kearah kaisar Alison yang tampak tertatih bangun dari posisinya.
"Kaisar Alison aku harap kau tidak bertindak terlalu jauh untuk menghalangi jalanku, karna kau harus tau aku melepaskanmu hanya sebagai utang budi, jika bukan karnamu aku tidak akan lahir dari wanita kuat itu"
Ucap Angelina yang kemudian berlalu dari sana, Namun ketika gadis itu keluar dari ruangan tersebut tampak lusi berlari kearahnya dengan begitu tergesa gesa.
Gadis itu merajut alisnya.
"Putri, ada kelompok yang membuat keributan di gerbang istana dia mencari anda"
Lusi berkata dengan nafas tersengal sengal, Dia merasa kesulitan mengatur nafasnya membayangkan pertempuran yang sempat dia saksikan tadi membuatnya benar benar syok, tidak terhitung sudah banyak prajurit yang tumbang bahkan beberapa pelayan pun turut terkena imbasnya.
Namun samar samar dalam pertengkaran tersebut dia mendengar nama nonanya disebut, hingga dia membuat kesimpulan jika yang dicari orang tersebut adalah nonanya, namun dia tidak mengerti mengapa kelompok tersebut mencarinya
__ADS_1
Angelina hanya diam dengan ekspresi biasanya, gadis itu bisa menebak siapa yang mencarinya. Tentu saja itu kelompok lotus hitam yang akan membalaskan dendamnya karna beberapa anggotanya mati ditangannya dan saat ini Burke juga berada dalam genggamannya.