
Guysss ini revisi yah.
Aku bener bener kaget liat komentar yg katanya pada nunggu si Chole dapet balasan dari Angelina, pdahal bab ini udah jelas banget menurutku, dan pada waktu aku cek trnyata revisinya belum di ACC lohðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜.
Silahkan baca ulang di versi lengkapnya yah, happy reading
Setelah mengikuti kelas pertama Angelina memilih untuk pergi ditempat makan yang bagai sebuah kedai yang ada di akademi tersebut, Gadis itu memilih untuk mengisi perutnya yang kini terasa lapar.
"Kau murid baru?"
Angelina sedikit tersentak ketika seseorang menepuk bahunya pelan, Dia kemudian beralih menatap seorang gadis yang menjadi pelakunya. Gadis itu tersenyum ramah padanya.
"Kau belum menjawabku"
Gadis itu kembali berseru ketika Angelina hanya diam menatapnya.
"Kau bisa menebaknya"
Jawab Angelina seadanya yang kemudian kembali melanjutkan langkahnya.
"Kalau begitu kita sama, mari berteman, aku Ella dari klan burn di kekaisaran Beldic"
Gadis itu kembali berbicara, dia menyesuaikan langkahnya agar bisa sejajar dengan Angelina.
"Kau tidak ingin menanyakan apapun?"
Ella bertanya dengan heran.
"Apakah ada yang perlu aku tanyakan?"
Dan bukannya menjawab Angelina balik bertanya pada gadis itu, dia menoleh sebentar lalu kembali mengalihkan perhatiannya kearah depan
"Ehhh"
Ella tampak menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Yah dia fikir Angelina tidak perlu menanyakan apapun padanya bukankah dia telah memperkenalkan dirinya secara jelas, gadis itu terkekeh dalam hatinya.
Hanya saja dia merasa bingung bagaimana membuat Angelina berbicara dengannya, karna menurut dari pengamatannya gadis itu benar benar begitu irit dalam berbicara. dan ketimbang membuka mulutnya dia lebih memilih untuk mengikuti langkah gadis itu yang sepertinya menuju ke ruang makan yang ada diakademi dan dia juga cukup lapar saat ini.
Angelina terus berjalan kearah depan, membiarkan gadis yang mengajaknya berteman tadi itu ikut dengannya. Sebenarnya dia cukup terkejut ketik gadis itu mengajaknya berteman karna ini pertama kali baginya. Sejak dulu tidak ada yang ingin berteman dengannya, hingga ketika Ella mengajaknya tadi ia cukup bingung harus bereaksi seperti apa.
Hingga kini langkah gadis itu berjalan masuk kedalam ruangan dimana didalam ruangan tersebut cukup ramai dan dipenuhi oleh beberapa murid akademi.
"Aku yang akan memesan, Kau pergi cari tempat duduk sepertinya tempat ini akan penuh sebentar lagi"
Ella memberi saran pada Angelina
Mendengar itu membuat Angelina mengedarkan pandangannya, benar saja ini benar benar hampir penuh dan mungkin sebentar lagi ini akan penuh dan jika mereka terlambat dia harus menunggu sampai ada meja yang kosong kembali. Gadis itu kemudian menganggukkan kepalanya yang setuju dengan saran yang diberikan oleh Ella.
"Kau ingin memesan apa?"
__ADS_1
Ella bertanya kemudian
"Samakan saja dengan pesananku"
Jawab Angelina.
Ella dengan cepat mengangguk dan segera pergi dari sana untuk memesan makanan mereka.
Angelina mengedarkan pandangannya untuk mencari dimana keja yang kosong, hingga tatapannya tertuju pada sebuah meja kosong yang berada di ujung sana. Gadis itu kemudian membawa langkahnya tempat tersebut.
Angelina mendudukkan dirinya secara perlahan, tidak peduli dengan tatapan semua orang yang tertuju padanya, dia cukup terbiasa dengan hal itu.
Hingga selang beberapa saat.
Brakk
Seseorang menggebrak meja dihadapannya dengan cukup keras, tentu saja dengan itu membuat pandangan semua orang kini tertuju padanya.
"Kau murid baru bukan?"
Gadis itu bertanya dengan sedikit kasar pada Angelina.
Angelina menatap gadis itu dengan datar, gadis dihadapannya tampak menampakkan wajah garangnya dengan berkacak pinggang dihadapannya, dia datang bersama dua gadis dibelakangnya yang dia yakini sebagai teman dari gadis tersebut.
Angelina mengerutkan keningnya apakah gadis itu berfikir bisa menggertaknya, yang benar saja dia bukan anak kecil yang akan merengek ketika di geretak orang lain, bahkan bisa dikatakan itu adalah makanan hari harinya sejak kecil dan jika gadis itu berfikir hal tersebut membuatnya takut maka itu salah besar.
Diam diam gadis itu menggerutu dalam hatinya dia sedang tidak ingin membuat masalah saat ini, Tapi kenapa setiap dia berada di suatu tempat ada saja orang yang ingin membuat masalah dengannya.
"Kau benar, entah bagaimana nasib putri Angelina nantinya"
Bisik bisik para murid terdengar memenuhi ruangan tersebut. Ini bukanlah hal baru bagi mereka. Putri Chole yang merupakan senior di akademi ini kerap menindas murid baru, dia juga terkenal dengan kemampuan kultivasinya yang kini berada di ranah jendral tingkat akhir, selain itu gadis itu berasal dari salah satu klan Delci salah satu klan terkuat dari kekaisaran Barney, dengan alasan tersebut membuat para murid tidak berani melawannya dan itu semakin membuat putri Chole merasakan kesombongan yang tinggi.
"Kau tidak menjawabku?"
Chole bertanya dengan rasa kesal yang mulai meninggi karna gadis itu seolah mengacuhkannya.
"Kau jelas tau apa jawabannya, lalu untuk apa aku menjawabnya"
Angelina menjawab dengan malas.
Wahh bisa bayangkan bagaimana ekspresi Chole saat ini. Wajahnya terlihat memerah dengan kekesalan beserta kemarahannya telah mencapai batasnya.
Sedangkan dari kejauhan, Ella yang melihat teman barunya diganggu oleh Chole segera menghampirinya dengan rasa cemas dihatinya.
"Heii apa kau tidak tau siapa dia? Dia adalah putri dari klan besar Delci"
Salah satu teman yang datang bersama Chole tadi berusaha memperingatinya.
"Lalu ada apa dengan itu?"
Angelina bertanya dengan acuh, kini dia bisa menebak jika gadis dihadapannya ini hanyalah gadis yang terbiasa bersembunyi di ketiak orang tuanya.
__ADS_1
"Kau benar benar"
Chole melototkan matanya kesal.
"Jika kalian datang hanya untuk memperkenalkan diri sebaiknya kalian pergi, aku tidak tertarik"
Angelina memotong perkataan gadis dihadapannya, dia cukup muak dengan hal ini dia ingin mengisi perutnya yang telah berbunyi minta di isi sejak tadi, dan melihat Ella yang kini mendekat membuatnya tidak ingin berbasa basi.
Semua orang menjatuhkan rahang mereka mendengar bagaimana Angelina mengusir putri Chole. Mereka fikir kini habislah murid baru itu ditangan putri Chole.
"Ahh rupanya sang pembuat onar datang kemari"
Itu adalah suara Ella yang tampak menatap putri Chole dan rombongannya dengan sinis. Dia cukup tidak suka melihat rombongan gadis gadis itu yang terlihat begitu memuakkan.
"Kau"
Putri Chole melototkan matanya kesal ketika melihat kedatangan Ella, dia membenci gadis itu bahkan hanya gadis itu yang secara terang terangan menunjukkan sikap tidak suka pada dirinya.
"ohh jadi kau temannya kalian benar benar cocok"
Putri Chole hendak mengejek namun didetik berikutnya semua orang terkejut menyaksikan apa yang terjadi.
"Terlalu lama"
Angelina berkata dengan dingin.
Wushhhh
Brakkk
Angelina melempar tubuh Chole dengan kekuatan roh miliknya, kejadiannya begitu cepat sehingga membuat semua orang yang ada disana tidak dapat melihat pergerakan Angelina.
Tubuh putri Chole terhempas kemudian menabrak dinding yang ada disana. Cukup keras hingga terlihat sebuah retakan di dinding tersebut.
Putri Chole menggenggam dadanya yang terasa sesak.
Uhukkk
Gadis itu memuntahkan seteguk darah. Dia menatap Angelina dengan tatapan penuh amarah, Dia benar benar tidak menyangka jika gadis itu berani menyerangnya bahkan dia tidak bisa melihat gerakan gadis tersebut.
Angelina menatap gadis itu dengan dingin, dia melangkah mendekati Chole yang kini tergeletak di ujung sana, gadis itu mengacuhkan tatapan semua orang saat ini.
Tidak ada raut wajah takut dari putri Chole ketika Angelina mendekat, dia semakin memendam kemarahan besar pada gadis itu.
"Ka kau akan mendapat kemarahan besar dari klan Delci"
Ucap Chole dengan terbata.
Angelina yang mendengar itu tampak terkekeh dingin, dia berjongkok di hadapan gadis itu.
"Benarkan? Aku tidak begitu yakin, namun mari kita lihat apakah klan yang kau bangga banggakan itu akan datang menyerangku atau bahkan meminta pertolongan padaku"
__ADS_1
Timpal gadis itu dengan senyum misterius di bibirnya.