
Putri Xi xi, dan ke 2 temannya terus menyusuri hutan, sambil menikmati keindahan alam pegunungan yang menjulang tinggi, pepohonan yang rindang, serta hewan yang hidup di dalamnya, menambah kesan.
dan juga kabut kecil yg melayang-layang di udara menambah keindahan hutan, tersebut, membuat tak jemu-jemu bagi ke tiganya, mengagumi keindahan alamiah..
namun tiba-tiba dari balik kabut tersebut, ada 6 sosok yang melayang layang dari atas, mendarat tepat di depan ketiganya, membuat langkah ketiga nya terhalang oleh 6 manusia tersebut..
terlihat jelas bahwa mereka adalah lawan, seorang wanita mudah cantik, salah satu dari sosok yg mengganggu perjalanan mereka, berdiri paling depan, bisa di pastikan wanita itu adalah pemimpin dari mereka..
"Aku tidak akan membiarkanmu mencapai tujuan mu", teriak wanita itu, dari wajahnya memancarkan aurah kemarahan, namun ketiganya tak mengerti apa yang membuat wanita merasa marah.
"aku tidak pernah ada urusan dengan mu, menyingkirkan lah". perintah putri Xi xi dengan tenang namun tetap saja berhati hati, melihat bahwa yg di depan mereka bukanlah kawan..
"Aku tidak akan membiarkan mu, merebutnya, dari ku, maka sebelum itu terjadi aku akan mengakhiri hidup mu"..
teriak wanita itu masih dalam mode marah nya, namun putri Xi xi, dan kedua temannya hanya pasrah mendengar ocehan tdak penting itu, karena mereka sendiri tidak mengerti mengapa wanita itu marah kepada nya..
wanita itu, dan ke 5 pasukan gelapnya lalu menyerang putri Xi xi,, serta kedua temannya..
namun bagi ke tiganya itu adalah pertarungan yang tidak sulit, di banding dengan pertarungan sebelumnya, ketiganya, dengan mudah menghindari dan menangkis serangan-serangan tersebut, pedang yg di gunakan ke tiganya masing-masing dengan mudah tanpa halangan tdak sulit menebas sang lawan sehingga lawan yg terkena pedang berubahenjadi debu.
satu persatu lawan terkalahkan, lalu menyisakan 1 wanita, cantik pemimpin dari lawan mereka, terkapar dekat pohon penuh ketakutan, dengan luka yang cukup parah, akibat dari serangan putri Xi xi.
"tidak perlu takut, bukankah tadi terlihat sok bernani, aku tidak akan membunuh, orang yang lemah, anggap saja ini adalah pelajaran bagi kamu, karena telah berani mengganggu, perjalanan saya".. sambil melipat ke dua tangan nya lalu membungkuk sedikit badannya ke arah wanita cantik tersebut, lalu segera merapikan anak rambut wanita yg ketakutan itu, dengan tangan nya sendiri..
lalu, segera pergi meninggalkan wanita itu' terlihat ketakutan, bercampur dengan jengkel karena lawan yg ia, Serang TDK seperti yang diharapkan oleh nya..
Xie Ling
Setelah beberapa hari, perjalanan dari hutan seribu malam, dengan penuh semangat, kadang kala mereka menggunakan kekuatan, jalan kaki, naik Kuda, selama perjalanan, hingga mereka bertiga sampai ke kerajaan Phoenix, dengan sambutan yang meriah, menyambut kedatangan seseorang putri Yg beberapa tahun, telah di rindukannya, dan semua pihak kerajaan termasuk petinggi-petinggi kerajaan, ikut menyambut kedtangan putri Xixi, bahkan, ada beberapa dari kerajaan naga pun ikut, dalam penyambutan, tersebut, termasuk sang raja dan ratu , serta para selirnya, anak dari ratu, yaitu pangeran ke-empat Xi fanng, dan juga anak dari selir selirnya, pejabat-pejabat tertinggi, berkumbul mengadakan acara penyambutan tersebut di dalam suatu ruangan yg besar, sementara Raja Phoenix, dan juga rombongan dari kerajaan Naga juga ikut di dalam ruangan tersebut namun dengan tempat yg berbeda, mereka terus berbincang-bincang, sambil menunggu orang yg ia tunggu-tunggu kedatangan nya..
tidak lama kemudian muncullah seorang wanita cantik yg di sampingi oleh Chen long, dan Xieling, baju yg ia kenakan tampak ringan di tubuhnya, melambai lambai, bak Dewi surga.. semua makhluk yg tadinya riuh, mendadak jdi gagap, hingga ruangan tersebut bagai, tidak berpenghuni, semua menatap kagum ke arah Putri Xi xi, apalagi orang Yg mendampingi nya,aurah yg di pancarkan terlihat bkanlah, orang sembarangan, Juga pantas di kagumii..
"selamat datang kembali putri ku"...
terlihat seorang wanita cantik berdiri dengan anggun, kecantikan nya masih tetep sama, beberapa tahun yg lalu, tdak pernnah berubah, sejak putri Xi xi meninggalkan istana...
orang-orang yg berada di dalam ruangan, melihat hal tersebut, ikut berdiri..
lalu dengan serempak mereka membungkuk hormat dan memberikan salam.
__ADS_1
"selamat datang tuan putri" ucap mereka serempak..
namun putri Xi xi tidak menghiraukan kehadiran orang banyak, ia tetap fokus memperhatikan sang ibunda, dan ayah tercintanya dengan kerinduan yang mendalam..
setelah berjarak 5 langkah dari depan orang tuanya, putri Xi xi lalu menunduk hormat, dengan tegas memberi salam, dan di ikuti oleh Xie ling dan Chen long
"hormat ayahanda dan ibu ratu"..
itulah aturan yang harus di lakukan oleh putri Xi xi, sebenarnya ia ingin langsung memeluk kedua orang tuanya, namun ada tata Krama yg harus di jaga demi citranya sebagai seorang putri yg mulia.. putri Xi xi dan ke dua orang yg masih setia mendampingi masih tetap pada posisi yang sama sampai kedua orang tuanya menghampirinya dan mengajaknya duduk, bergabung bersama keluarga bangsawan dari kerajaan Naga, ikut menikmati acara, meskipun putri Xi xi cukup risih dengan semua itu, tapi bagaimanapun juga acara itu terjadi karenanya..
setelah putri Xi xi Duduk, tepat di sebelah kanan ibunya ia langsung meminum secawan anggur, yg di tuangkan oleh Xie ling, yg tetep berdiri di samping putri Xi xi lalu melirik ke sebelah kiri nya, tempat bagian dari kumpulan orang-orang yg mempunyai kedudukan penting di dam istana tersebut, namun mata nya yg masih asyik menatap ke arah kumpulan banyak nya orang-orang yg dadir, terhenti kepada sosok wanita yg terlihat tidak asing di matanya, wanita itu duduk di dampingi oleh pria dan wanita yg tidak terlalu tua, terlihat bahwa orang tersebut dari kalangan bangsawan, yg tak lain adalah Jenderal dari kerajaan Naga, dan wanita yg di dampinginya itu adalah putri mereka, wanita cantik itu Yg telah menyebabkankan keributan di hutan beberapa hari lalu..
sosok itu terus menatapnya dengan tatapan bermusuhan..
namun yang ditatapnya tidak terlalu peduli dengn hal itu, putri Xi xi lalu menatap lurus ke depan, sesaat putri Xi xi sedikit kaget menemukan sosok , yg selama ini paling tidak ingin ia lihat, tapalagi orang yang di tatapnya, tersenyum licik di depan matanya, sambil mengedipkan 1 matanya..
"orang ini lagi, ada apa dengan matanya, apakah ia kelilipan, ingin aku congkel matanya"maki putri Xi xi, di dalam batinnya..
ia terus menatap pangeran Xi fanng, dengan tatapan membunuh, dengan bola mata yg berubah menjadi biru
"atas kembalinya putri Xi xi, bagaimana jika kita membahas sedikit masalah serius" ucap sang Raja dari kerajaan Naga.
"hal, serius apa kah itu saudara ku" balas sang Raja Phoenix
kemudian serius mendengarkan apa yg di perbincangkan oleh ke dua Raja.
"kita sudah lama menunggu rencana ini, dan akhirnya baru ada waktu" ucap sang Ratu kerjaan Naga.
"ini adalah pernikahan yg telah lama tertunda" sambung Raja
"aku telah mengerti maksudnya, ini adalah waktu yang tepat untuk Kita sekeluarga" Raja Phoenix lalu melirik ke arah Putri Xi xi, sementara yg di tatap, diam saja ia, cukup tidak mengerti apa yang di perbincangkan, tidak ingin ikut campur dalam urusan itu, tidak mungkin dia yang di maksud, karena baginya, umur 23, tahun yg di milikinya masih cukup mudah, untuk kebebasannya..
"putra ku, Xi fanng yg tdak sabar ingin menikah segera" ucap sang ratu kerajaan naga dengan sedikit tawa, yg diikuti tawa kecil oleh sang ratu Phoenix, dan juga ke dua Raja, serta selir-selir yg mendengar hal tersebut.
sementara orang yang di sebut hanya diam saja dengan santai, kerena sejujurnya ia lah yg meminta untuk segerah menikah dengn putri Xi xi, entah mengapa ia melakukan hal tersebut..
"orang ini akan menikah, syukurlah" batin putri Xi xi, entah apa yang di pikiran putri Xi xi sampai ia berfikir seperti ini, tapi yg pastinya, ia merasa risih jika bertemu dengan pangeran yg satu ini... putri Xi xi juga belum tahu bahwa, yg akan menikah dengan pangeran, adalah dirinya..
putri Xi xi, kemudian tersenyum mengejek ke arah pangeran ke-empat.
"putri Xi xi juga pastinya senang menerima pangeran ke-empat" sang raja phoenix lalu kembali menatap putrinya, sambil tersenyum..
__ADS_1
putri Xi xi yg mendengar penuturan itu. baru saja, ia senang mendengar bahwa pria pengganggu hidupnya akan menikah, sekarang malah, terasa sesak menggerogoti organ tubuhnya, sejenak merasa seperti orang Ling Lung, perasaannya yg sdah kacau dari tadi semakin kacau, penglihatannya pun seketika buram, dan tidak merasakan apa-apa, tidak ada angin, namun seketika dingin menusuk kedalam tubuh indahnya, padahal baru saja keadaannya baik baik saja.
ia hampir saja pingsan..
namun ia di kagetkan oleh sentuhan tangan sang ratu tepat di atas pundaknya.
"putri tidak apa-apa"?sang ratu Phoenix yg tahu keadaan putri nya sedang tidak baik-baik saja
merasakan ada yg menyentuh pundaknya, sebisa mungkin ia memaksa diri untuk terlihat baik-baik saja...
"ini karena terlalu lelah dalam pengasingan, pastinya hal ini tidak mudah baginya" sang Ratu dari kerajaan Naga ikut khawatir melihat kondisi putri Xi xi pda saat ini.
"aduh bgaimana ini aku harus memanfaatkan situasi ini dengan baik, dan mencari cara agar pernikahan tdak terjadi" batin putri Xi xi sambil memijat pelipisnya yang tidak sakit
"baiklah memang seharusnya, putriku beristirahat dulu, pernikahan akan di adakan setelah putriku sdah baik-baik saja". sang raja Phoenix dengan rasa iba kepada putrinya, karena ia pikir putri nya itu, benar-benar kelelahan.. tapi ia juga tidak mungkin menggantung, sahabatnya terus menerus..
"maaff yg mulia, bukan kah hanya kecapekan, setelah beristirahat 1 hari sdah baik, mungkin sebaiknya pernikahan di adakan 3 hari lagi".timpal sang pangeran ke-empat kepada raja kerajaan Phoenix
sejenak putri Xi xi terkejut dan melototi pangeran ke empat, sehingga ia sendiri tidak menyadari baru saja ia sakit, dan harus melanjutkannya dengan drama.....
"kamu""......! sambil menunjuk pangeran Xi Fang, namun dengan cepat xieling mencegah putri Xi xi, ia tidak ingin jika nanti putri Xi xi berbuat berlebihan, yg akan merusak reputasinya sebagai putri di depan banyak orang.
"maafkan atas kelancangan saya,hanya saja sedikit kaget, tapi yang mulia, saya tidak pantas menikah dengan pangeran ke-empat, saya memang seperti ini, semenjak dari pengasinganan , dan sering sakit sakitan, namun tidak bisa di sembuhkan karena hamba terkena racun Arsenik" ucap sang putri yg terlihat sangat lemah, namun orang yg melihatnya tidak menyadari, Bahwa itu hanya dramanya sendiri
yang mendengar nampak syok, mengetahui bahwa racun tersebut sangatlah bahaya, siapapun yg mengonsumsi racun tersebut akan mati, secara berlahan, namun racun ini susah untuk di deteksi dan di sembuhkan
namun tidak dengan pangeran ke-empat ia terlihat biasa saja setelah mendengar apa yang di katakan putri Xi xi, karena beliau tau, bahwa putri Xi xi, memanglah wanita licik.
^^^"Bukankah racun ini sangat susah di deteksi" ucap sang ratu dari kerajaan Naga, dengan sangat khawatir^^^
^^^"bagaimana pun semua ini salahku tidak meneliti lebih jelas sebelum pengasingan itu terjadi, sehingga mungkin putri ku, tdak tau mana yg bisa di makan dan tidak, sehingga jadi seperti ini, apa yang akan kita lakukan mengenai pernikahan ini",^^^
dengan wajah ketakutan sang raja Phoenix menatap ke arah pangeran ke-empat serta sang Raja yang di anggapnya sahabat.
"maaff yg mulia,, mungkin menikah dengan putri Xi xi, apalagi umurnya yang sudah Tdak lama lagi, aku bisa membahagiakannya, di sisa umurnya", ucap pangeran Xi fanng, sambil memandang putri Xi xi, dengan senyum mengejek..
"aku rasa perkataan pangeran ke-empat memang benar, seharusnya aku lebih memikirkan putriku, di saat-saat sekarang ini" sang raja Phoenix lalu segera tersenyum, namun ia tetaplah sedih akibat kelakuannya, sendiri, putrinya terkena racun .
"baiklah, kalau begini hamba undur diri" ucap putri Xi xi lalu meninggalka,n para tamu yang satu persatu sdah mulai meninggalkan ruangan tersebut, oleh karena acara telah hampir selesai..
selepas kepergian putri Xi xi, Raja Phoenix , serta rombongan dari kerajaan Naga, masih lanjut berbincang-bincang, sampai ia memutuskan kembali ke kerajaan Naga..
__ADS_1
setelah kepergian Rombongan kerajaan naga ke dua orang tua putri Xi xi, kembali mengecek keadaan putri Xi xi, tak lupa juga ia membawa tabib, kepercayaan istana, meski ia tahu bahwa itu akan percuma, karena Putri terkena racun yang tidak terdeteksi, sang tabib hanya menyiapkan ramuan penenang untuk putri Xi xi, namun ia tidak langsung meminum ramuan tersebut mengingat bahwa dirinya hanya berpura-pura sakit
setelah di rasa cukup, berbincang-bincangg, melepas rasa rindu kepada anaknya, ke duanya pun kembali, ia juga tidak lama menemui putri Xi xi, mengingat keadaan dan kondisi lagi, tidak baik baik saja..