Pembalasan Ratu Hutan

Pembalasan Ratu Hutan
02, pertemuan


__ADS_3

sementar itu xixi telah smpai di kediama kakek Shang-shang, tempat yg sering ia datangin untuk mempermantap ilmu bela dirinya.


Namun, dlm hal ilmu bela dirinya, xixi, blum bnaran menguasai ilmu beladiri, oleh karena ia sendiri jarang ada waktu keluar dari kerajaan.


"siang kakek Shanghai"..


sapa xixi kepada paruh baya itu, dengan wajah ceria Nya. berbeda dengan orang tua itu, nmpak di kaget kan oleh kehadiran, wanita cantik itu..


"eh, putri selamat siang, kebetulan ada yang kakek ingin bicara kan tentang mu, beruntung lah, putri, datang disaat waktu yang tepat." balas kakek Shanghai, dengan terburu buru, sambil mengajak Putri xixi masuk ke dalam gubuknya, gubuk yg keliatan cukup indah di pandang mata.


ia pun lalu mengajak Putri xixi untuk duduk, di sebuah kursi kayu..


mereka pun duduk, berhadapan.


"sebenarnya, wktuku, di sni sdah TDK lama lagi mengajari putri untuk ilmu beladiri, dan ini saatnya putri belajar sendri..Ucap kakek Shanghai dengan hati hati.


"memangnya kakek mau kemana".tanya putri xixi dengan penuh keheranan.


namun Kakek tua itu nmpak sedih, beliau lalu beranjak dari duduknya, kemudian mengeluarkan sebuah peti ygtdk terlalu, besar.


dri sebuah lemari, yg TDK terlalu, jauh dari tempat mereka duduk tadi, lalu kakek tua itu kmbali duduk, dan meletakkan peti kecil itu di atas meja tmpat mereka duduk.


putri xixi lalu membuka peti itu.


nmun langkah terkejutnya saat ia melihat sebuah pedang yg bersinar kebiruan, hingga tak lama kemudian cahaya pdang putih itu mulai menghilng..


namun di dekat pedang itu terdapat kalung giok, hingga membuat putri xixi npak terkejut, dan sejenak tak bisa berkata apa-apa.


nmun, ia di kagetkan oleh suara kakek tua itu.


" pedang ini akan memperkuat ilmu belah di timur, bserta kalung giok ini adalah kalung dimensi yg akan, membantumu, memperkuat, ilmu, pengetahuan beladiri mu, didlamnya, sdah lengkap tumbuh2han obat, serta smua jenis racun, kmu pun bisa menyimpan sluru yg kamu butuhkan di dlm, kalung dimensi itu". jelas sang kakak panjang lebar..

__ADS_1


"aku, heran dengan perkataan kakek, dari kata-kata kakek shang, sepertinya akan pergi jauhh".. tanya putri xixi dengan bingung.


"maaff putri, tugas saya memang sudah sampai di sini, dan jangan cari aku lagi setelah ini, tapi kamu harus ingat blajarlah yg giat, smpai kamu kuat, dan bisa bertemu Kaka' lgi".ucap sang kake' dengan tegas..


Sementara itu hari sudah mulai sore, xixi pun kembali ke kerajaan menaiki sebuah kuda terbang, yg ia minta dari ruang di mensinya.


namun ia hanya sampai di luar istana, kerena takut, ad yg curiga dan terlebih-lebih putri xixi menaiki kuda terbang.


ia pun masuk kedalam kamarnya melalui sebuah phon yg dekat dengan jendela kamar nya.sehingga, pelayannya Xie Ling langsung menghampiri nya, nmpak khawatir, menyambut nona nya.


"nona yg mulia sdah dari tadi memanggil, putri xixi, tapi aku beralasan, kalau putri xixi sedang mandi"...Ucap Xie Ling dengan paniknya..


"ah, sdahlah aku sedang capek dan ingin tidur saja"jawan putri xixi dengan langkah menuju kamar tidur nya..


"yang mulia akan marah, beliau sedang bertamu dari kerajaan naga sahabatnya"..tegas xieling kepada putri sambil menghalangi jalan putri xixi.


" baiklah aku akan mengganti baju dlu, tdak mungkin aku akan memakai baju kaki laki..jawab putri xixi dengan pasrah, lalu segera mempersiapkan diri, untuk memenuhi panggilan ayahnya.. namun putri xixi hanya mengganti baju saja dengan baju yg sederhana TDK terlalu berat, dan TDK perlu memakai riasan karena wajah putri xixi, tanpa tempel- tempelan masih punterlihat sangat cantikkk...


sementara itu di ruangan tamu kerajaan raja dan ratu beserta para tamu lainnya masih menunggu kedatangan seseorang, setelah nbeberapa menit yg di tunggu pun tiba, pelayan istana pun berteriak mengabarkan yg ditunggu puntelah tiba..


putri xixie tanpa memerhatikan keadaan sekitarnya,tanpa menghiraukan bnyak pasang mata yang terus memperhatikannya, putri xixi yg tanpa memerhatikan keadaan sekitarnya langsung duduk di dekat ratu, yg tak lain dari ibunya..


ibunya pun menyenggolnya lalu berkata pelan ke pada putri nya, yg hanya di dengar oleh putri seorang..


"mengapa kamu begitu tidak tahu aturan, tdak memberi hormat kepada yang mulia kerajaan Naga beserta keluargany".


ucap sang ratu dengan muka yg memerah. sementara itu putri xixi masih memandang kepada orang orang yg duduk berhadapan tak jauh dari tempat putri xixi duduk, putri xixi hanya tersenyum kikuk menggaruk tengkuknya yg tak gatal sambil menatap, 7 orang duduk yg tak jauh dari hadapanya. purri xixi tau betul bahwa mereka adalah tamu ayah. sementara orng2 yg di tatapnya, hanya tersenyum.


apalagi terlihat di sna orang yang familiar di mata xixi, tersenym, bukan tersenyum manis, tapi tersenyum mengejek...


7 orang tersebut adalah Ratu dan raja dari dinasti kerajaan naga, dan ke lima purtanya pangeran pertama, smpa kepada pangeran ke 4. pangeran ke 4 adalah pangeran yg paling adik dari mereka, Xie fang, beliau adalah seorang yg di kenal sangat keras, tegas, dan dingin, serta yg paling kuat dalam hal ilmu pengetahuan beladiri, di antara kakak-kakaknya

__ADS_1


dan di antar kerjaan kerajaan lain nya, bukan hanya itu ia juga memiliki ketampanan yg sangat luar biasa, sehingga siapapun yg melihatnya langsung, meleleh..


namun sifat dan kepribadiannya membuat ia di takuti oleh banyak wanita...


"maafkan atas ketidak sopanan putri saya, putri saya memang tdak tau tentang pertemuan kita sore ini".. ucap sang raja Phoenix kepada tamunya, kerajaan naga.


"ah tdak masalah yang mulia, hal itu wajar, karena Putri anda baru pertama bertemu dengan kami"...jawab raja dari kerajaan Naga, smbil memberi hormat Keda sahabatnya itu


sementara itu pangeran Xie fang sedang asyik berbicara kecil Dengan bawahannya Lee Ran, namun hanya mereka berdua yg dengar, pembicaraan mereka sendiri.


"apakah kmu kenal dengan perempuan ini, sepertinya wanita ini, aku pernah bertemu sebelumnya"...tanya pangeran Xie fangg dengan penuh tanya kepada Lee Ran. dengan pandangann ke arah putri xixi..


"sepertinya. wanita yg kita temui di dalam hutan menjelang siang hari tadi tuan"..jawab Lee Ran dengan berbisik kepada pangeran Xi fanng..


"menari tak di sangka selain sering masuk hutan, wanita ini jga tdak tahu aturan, dan tata Krama".. batin pangeran Xi fanng...


"putri mu begitu cantik, saya harap Ratu dan raja Phoenix, yg sejak dahulu menjalin hubungan baik, dengan kami, tidak akan melupakan kejadian, atas apa yang telah kita sepakati beberapa tahun yg lalu". ucap p


ratu dari kerajaan naga kepada kedua pemimpin kerajaan phoinix...


"ah soal itu, aku tidak akan pernah melupakan janji itu, namun, putri saya belum beranjak dewasa, dan kerajaan naga sdah melihat, sendri putri saya bgaimna, hanya saja, perlu banyak mengajarnya" balas sang ratu Phoenix kepada ratu kerajaan naga...


"lagian mereka berdua masih terlalu muda, akan ada waktunya yg tepat bagi mereka berdua"..lanjut sang raja dari kerajaan naga.


"ah, itu benar sobatku, jangan dulu memikirkan hal tersebut, tpi mereka punya waktu untuk sering2 dekat." jawab sang raja kerajaan Phoenix yg mencoba mencairkan suasana tersebut..


sementara orang yg sejak tadi di menjadi bahan dari perbincangan mereka, tdak sadar, bahwa dialah yg menjadi, bagian dari program perbincangan mereka..


pemikiran nya terus berputar, oleh perkataan kakek Shanghai, yg tak henti Terus berputar dan terngiang-ngiang di otaknya, sehingga ia nampak gelisah menunggu pertemuan itu selesai, namun, setelah lama menunggu, TDK jga usai akhirnya ia meminta undur diri, dari pertemuan tersebut.


"maafkan ayahhanda setra tamu ayah dari kerajaan naga, mohon undur diri dluan, sya sedang lelah, membantu ayahanda membereskan masalah keuangan istana semenjak dari pagi hingga siang tadi" ucapnya dengan tiba2,sambil membungkuk hormat kepada ayahnya bersama dengan orang2 yg ada dlm ruangan tersebut, kemudian di ikuti oleh Xio Ling, ia pun mempercepat lajunta keluarr dari ruangan keluarga bangsawan tersebut, ayahnya yg terlihat marah ingin menahannya namun di halangi oleh sang ratu..

__ADS_1


"tdak hanya tidak tahu aturan tapi juga pandai berbohong, jelas 2 tadi kita melihat nya berada di hutan".. ucap pangeran xi fang dengan Suraa yg hanya di dengar oleh mereka berdua, kepada bawahannya Lee Ran, sambil tersenyum sinis..


" tdak di sangka purtimu itu,,, ia sangat pintar..!kata raja dengan senyum kagum..


__ADS_2