Pembalasan Ratu Hutan

Pembalasan Ratu Hutan
17, tidur bersama


__ADS_3

sementara itu putri Xi xi yg sudah tiba di kediamannya, langsung memasuki ruangan kamarnya, namun ia kembali bingung dengan suasana kamarnya yg begitu gelap gulita, membuatnya tak bisa berjalan dengan lancar..


"kenapa gelap sekali apa Xie ling tidak menyalakan lilin" gumamnya sambil meraba-raba sekitarnya.


Xie Ling tidak menyalakan Lilin, karena permintaan pangeran ke-empat, ia juga meminta kepada Chen long, dan Xieling untuk merahasiakan kedatangan pangeran ke-empat, ke kediaman putri Xi xi.


"darimana saja kamu, selarut ini baru pulang" ucapnya dengan suara mendominasi.


sementara itu putri Xi xi yg mendengar suara yg tidak asing di telinganya sangat syok..


pangeran ke-empat pun menyalakan lilin di sekitarnya dengan sekejap mata, memakai ilmu spiritualnya, kemudian mendekat ke arah putri Xi xi, yg masih berdiri tegak.. mencoba meraih tangan putri Xi xi, namun dengan cepat ia menepisnya


"itu bukan urusanmu"ucapnya sambil, melangkahkan kakinya lalu berbaring di atas ranjangnya ia lalu mengambil selimut tebal, dan membalut seluruh tubuhnya hingga tidak terlihat,sama sekali....


pangeran ke-empat dengan perasaan kesalnya, akibat wanita itu tidak pernah patuh kepadanya, ia pun, menyusul putri Xi xi, dan ikut berbaring di samping wanita cantik itu, dengan tubuh yang masih ditutupi oleh selimut tebal.


wanita itu merasakan ranjang bergerak, perasaannya semakin jengkel bercampur aduk..


ia kemudian membuka sedikit selimut tebal yg menutupi sedikit bagian tubuhnya, dan berbalik ke samping tempat pangeran ke-empat, berbaring, ia mengangkat sedikit bajunya memperlihatkan kaki jenjangnya, lalu segera menendang pangeran ke-empat, namun ketika tendangan itu hendak mengenai sasaran, dengan cepat pangeran ke-empat menarik kaki jenjang itu, dan segera merangkul pinggang putri Xi xi, hingga tubuh mereka, bersentuhan sangat dekat, sementara itu kaki jenjang nan mulus putri Xi xi, yg telah di tarik oleh pangeran ke-empat, berada di atas pinggang pangeran ke-empat, hingga dari jarak dekat putri Xi xi tidak sadar, terdiam memperhatikan, setiap inci dari wajah pangeran ke-empat..


wajah yg sangat sempurna, alis mata dan bulu mata lentik, hidung mancung, serta bibir penuh namu sedikit seksi, dan merah alami

__ADS_1


"benar benar tampan,wajah si cabul ini bahkan lebih tampan dari pangeran pertama" gumamnya dalam hati, ia masih tidak sadar dengan posisi mereka yg sangat intim, hingga tanpa sadar putri Xi xi, memegang wajah pangeran ke-empat, namun itu hanya sekedar kagum, berbeda dengan pangeran ke-empat, yg memandangi putri Xi xi dengan penuh nafsu, ia juga memperhatikan setiap inci dari wajah cantik Putri xixi, serta bibir pink merona putri Xi xi yg tipis, seksi dan sangat menggoda, apalagi di tambah dengan kaki jenjang putri Xi xi yg satu, masih menempel di atas pinggangnya, membuat dirinya sebagai lelaki normal bereaksi, iapun mengelus bibir seksi putri Xi xi, lalu mendekatkan wajahnya, segera mencium bibir pink merona putri Xi xi.


putri Xixi, kembali kaget dengan posisi mereka serta perlakuan pangeran ke-empat dengan seenaknya ia menciumnya, dengan cepat ia mendorong tubuh pangeran ke-empat, namun pangeran ke-empat, bukannya melepaskannya, malahan semakin mempererat rangkulannya di pinggang putri Xi xi dengan posesif, dan memutar tubuh putri Xi xi, dengan posisi berada di bawah tubuh pangeran ke-empat, bahkan ciuman bibir mereka belum terlepas, putri Xi xi terus menerus memukul dada bidang pangeran ke-empat, serta sesekali ia mendorong tubuh tersebut, namun pangeran ke-empat semakin memperdalam ciuman bibir mereka, bahkan ********** dengan penuh nafsu..


putri Xixi terus menerus memberontak, bahkan ia juga sedikit memakai tenaga dalamnya, namun tiba-tiba tubuhnya tidak bisa bergerak, hanya mulutnya yg bisa bersuara.. sekali lagi ia mencoba mendorong tubuh pangeran ke-empat dengan tangannya yg masih berada di dada bidang pangeran, namun tetap tidak bisa..


"apa yg kamu lakukan denganku kenapa aku tidak bisa bergerak" ucapnya di sela sela ciuman itu, sambil menggigit bibir bawah pangeran ke-empat.


pangeran ke-empat pun menghentikan sejenak L.....n itu lalu segera menghapus darah yang keluar dari sudut bibirnya, namun pandangan matanya, tak pernah lepas dari wajah, indah putri Xi xi


"blas c.....imanku atau aku akan melakukan lebih dari ini, kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa tidak akan ada yg bisalepaskanmu saat ini kecuali aku"...


ucapnya dengan penuh senyum liciknya


dengan cepat pangeran ke-empat memperlihatkan kalung tersebut yg berada di genggamannya tepat di hadapan putri Xi xi


"kamu mencari ini, tapi maaff aku sudah menyegel kekuatan dimensinya untuk sementara waktu, aku akan mengembalikannya


setelah kamu nurut dengan ku" sambil tersenyum, kalung giok tersebut menghilang di balik genggaman tangan pangeran ke-empat..


ia kembali ingin menyentuh bibir putri Xi xi..

__ADS_1


"eh tunggu, bukan kah malam ini adalah malam pertamamu dengan wanita yang kamu cintai itu" ucapnya sebelum pangeran ke-empat melanjutkan apa yang sudah terjadi.


"aku memang mencintainya, dan tidak mencintaimu. tapi kamu lebih menarik, dan menggoda jadi aku memutuskan untuk bersamamu malam ini" jawabnya dengan enteng, sambil terus menatap wajah indah putri Xi xiyg terlihat ketakutan


"binatang, cepat lepaskan aku" teriaknya dengan wajah memerah akibat kemarahannya, namun sedikit pun tak mengurangi kecantikannya


"aku sudah bilang menurutlah, dan aku akan melepaskanmu setelah ini, aku tidak akan melakukan lebih, tapi jika kamu tidak menurut, aku akan melakukan hakku, sebagai suami" ucapnya, dengan tatapan penuh nafsu, lalu kembali mengecup bibir putri Xi xi, serta mel.......t bibir merona tersebut, yg sudah lama di inginkannya dengan diam, mengecap serta memperdalam l.....nnya, menyalurkan rasa yg tidak pernah dimengerti..


putri Xixi pun terpaksa membalas apa yang di lakukan oleh pangeran ke-empat, ia tidak ingin jika pangeran ke-empat benar-benar melakukan hal yang tidak diinginkan itu, supaya jika ia berpisah dengan pangeran ke-empat setidaknya ia masih suci...


ia juga sempat bingung akhir-akhir ini kekuatan yang di milikinya tidak berfungsi sama sekali terhadap lelaki yg saat ini bersamanya...


setelah beberapa lama mereka berdua dalam keadaan itu, pangeran ke-empat menyudahi aktivitas mereka.lalu melepaskan totokan putri Xi xi, serta mengembalikan kalung Giok milik putri Xi xi..


pangeran ke-empat kembali berbaring di samping putri Xi xi, sedangkan wanita cantik itu, kembali menarik selimut tebalnya menutupi seluruh tubuhnya, serta menyembunyikan kecanggungannya, lalu membelakangi pangeran ke-empat


sementara lelaki yang berada di sampingnya, tersenyum lebar melihat tingkah laku wanita cantik itu.. ia kemudian kembali mendekati tubuh putri Xi xi, dan memeluk tubuh indah wanita itu yg terbalut selimut tebal..


"jangan menyentuhku"ucapnya dari dalam selimut tebalnya


"diamlah, sudah tengah malam, atau aku akan mengulangi, hal yang tadi" sambil tersenyum, dengan tangan yg masih setia memeluk tubuh indah nan cantik itu..

__ADS_1


putri Xixi, yg tidak ingin jika hal itu, terjadi lagi, segera diam, mencoba memejamkan kedua matanya, berharap malam ini cepat berlalu..


see you again😁😁😁😁


__ADS_2