
sementara itu selir Jing Zhou yg berada di dalam kediamannya, terus menunggu kedatangan pangeran ke-empat, sampai larut malam, karena ia yakin pria itu mencintainya .
namun setelah sekian lama menunggu, sampai berlarut-larut pangeran ke-empat tidak datang, dengan Rasa kesalnya ia pun merencanakan sesuatu dengan pelayanannya, lalu segera tertidur..
pangeran ke-empat memang benar mencintai selir Jing Zhou, yang di anggapnya, tidak akan merepotkannya di masa depan, selalu mampu membuatnya tenang, dan juga karena sikap dan perilakunya yang baik, serta penurut.
di banding dengan sikap putri Xi xi, yg selalu membantahnya, dan selalu mengacaukan pikirannya, membuat pangeran ke-empat naik darah, di setiap kelakuannya..
di pagi hari putri Xi xi membuka matanya, namun sebelum kesadaran nya benar benar pulih, ia di kejutkan oleh seseorang yang memeluknya berada di sampingnya, yg tak lain adalah pangeran ke-empat, dan yang labih membuat putri Xi xi terkejut mereka berdua tidur dalam posisi saling berpelukan. dengan kagetnya putri Xi xi, berteriak lalu menendang perut pangeran ke-empat, yg masih terlelap, hingga terlempar dari atas ranjang..
sementara itu pangeran ke-empat ikut terkejut, dengan tindakan wanita yg di depannya, segera bangkit menatap tajam ke arah Putri xixi yg duduk di atas ranjang..
"apakah kamu itu sudah gila, atau sudah bosan hidup" ucapnya sambil mencekik leher putri Xi xi
"lepaskan aku apakah kamu benar-benar ingin membunuhku, bajingan, aaaahh."teriaknya sambil memukul mukul tangan pangeran ke-empat yg sedang mencekik leher jenjangnya
namun pangeran ke-empat semakin erat menggenggam leher putri Xi xi, sehingga ia merasakan sesak menggerogoti tubuhnya..
dengan cepat putri Xi xi kembali menendang perut pangeran ke-empat hingga ia yg berada di samping ranjang tersebut, terlempar, dan menimpa meja, yg dipenuhi oleh berbagai macam buku, membuat buku buku tersebut terlempar ke sana kemari..
putri Xixi segera memegangi lehernya yang masih sakit, sementara Lee Ran, Chen long dan Xieling yg baru tiba di luar, ketiganya ingin mengecek keadaan tuannya, namun di kejutkan oleh bunyi yang berasal dari kamar tersebut, segera berlari masuk, dan mendapati pangeran ke-empat yg masih terbaring di bawah lantai, dengan buku buku yg berserakan di mana mana serta meja kayu yang di timpa pangeran ke-empat rusak..
__ADS_1
Lee Ran yg melihat pangeran ke-empat segera membantu tuannya berdiri, namun di tepis oleh pangeran ke-empat sendiri.
""tidak perlu aku bisa sendiri"" ucapnya lalu kembali berdiri.
" Nona apa yang terjadi" sambil berlari menuju tempat putri xixi yg sudah berdiri di samping ranjang tersebut, kemudian menatap leher putih bekas cengkraman tangan pangeran ke-empat
sementara itu ketiganya masih sempat bingung dengan apa yang terjadi, mengapa ruangan begitu berantakan, dan leher putri Xi xi, memerah, namun ke tiganya kembali berfikir, wajarlah jika tuan mereka seperti itu, karena ke duanya pun tidak pernah akur..
"tuan, yg mulia raja, serta ratu mengundang tuan, dan putri untuk sarapan bersama, dan selir Jing Zhou" ucap Lee Ran dengan tegas
"baiklah, dan kamu cepat bersiaplah" ujarnya sambil melangkahkan kakinya, menabrak bahu putri Xi xi sementara yg di tabraknya hanya bisa mengutuk pangeran ke-empat di dalam ruangan hatinya..dari ujung kuku sampai ujung rambut, ia ingin melenyapkan pangeran ke-empat dari muka bumi..
"nona tidak apa-apa" ucap Xie Ling dengan khawatir, memandangi bekas cengkraman kemerahan, di leher putri Xi xi
"tidak ada waktu untuk memikirkan balas dendam sekarang, lebih baik tunggu aku di luar, aku akan membersihkan diri dulu, sebelum memulai drama selanjutnya" sambil berlalu ke tempat permandian.
setelah selesai bersiap putri Xi xi, pun berangkat menuju ke kediaman sang ratu, dan raja di dampingi oleh Xie ling dan Chen long, tak lupa juga ia menutupi lehernya yg memerah itu, dengan kain tipis yg senada dengan gaun yg ia kenakan...
putri Xixi sudah sampai di halaman depan kediaman ratu, hendak masuk ke dalam namun tiba-tiba ada suara yg menyapanya dengan lembut, dari sampingnya, yg ternyata adalah Jing Zhou, yg melangkahkan kakinya mendekati putri Xi xi..
putri Xixi pun menghentikan langkahnya di ikuti oleh Xie ling dan Chen long, sambil mengucapkan salam hormat kepada Jing Zhou, namun putri Xi xi, hanya diam saja memandangi Jing Zhou, dengan wajah dinginnya.
__ADS_1
"Ratu aku punya hadiah kecil untukmu, aku memberikannya sebagai tanda terima kasihku karena ratu telah memberikan saya, kesempatan untuk dekat dengan pangeran ke-empat" ucapnya sambil memberikan sebuah kotak kotak kecil, putri Xi xi dengan cepat mengulurkan tangannya hendak menyentuh kotak yg ada di tangan Jing Zhou, namu sebelum putri Xi xi menyentuh kotak tersebut, sudah lebih dulu jatuh ke lantai, dan hancur berkeping keping, serta gelang giok hijau yg ada di dalamnya pun ikut hancur, bersamaan dengan itu Jing Zhou pun ambruk ke bawah tanah yg di pijaknya, seperti ada orang yg mendorongnya, hingga lututnya mengeluarkan darah, sementara putri Xi xi, yg berada di depannya sedikit bingung, dengan tindakan konyol Jing Zhou, yg melukai dirinya sendiri dan jatuh tanpa ada yg mendorongnya..
"apa yg kau lakukan dengan selirku" tanya pangeran ke-empat dengan sedikit berteriak sambil membantu Jing Zhou untuk berdiri..
putri Xixi yg melihat itu, baru sadar ternyata itu hanyalah bagian dari rencana busuk Jing Zhou, untuk mperburuknya, di depan pangeran ke-empat, namun putri Xi xi, terlihat acuh tak acuh dengan peristiwa yang terjadi ini, bahkan sikapnya terlihat Santai..
"seperti yang kau lihat, aku mendorong wanita kesayanganmu ini, hahaha"..
ucap putri Xi xi dengan tawa iblisnya
"maaff pangeran ini, semua salahku, yg memberi hadiah kepada ratu, karena aku ingin dekat dengannya, namun rupanya ratu tidak menyukai kehadiranku" ucapnya sambil berlutut dengan berlinang air mata, namun secepatnya pangeran ke-empat membantunya berdiri kemudian memeluknya, sedangkan orang yang di pelukannya masih terisak-isak..
" kamu harus di hukum, pengawal bawa putri Xi xi, keruang bawa tanah" teriaknya dengan penuh amarah
"ehhhh, coba saja jika kalian mendekat, aku akan membunuh kalian semua".. ucapnya kepada pengawal yg sudah bersiap menangkap putri Xi xi.
namun berhenti karena ucapan putri Xi xi, dan lagi mereka juga tahu, bahwa putri xixi, bukanlah orang, biasa..
sementara itu raja, dan ratu yg sudah lama menunggunya di dalam ruangan tersebut, keluar untuk melihat suara ribut di luar..
kemudian putri Xixi mendekat ke arah pangeran ke-empat yg masih setia mendekap erat Jing Zhou.
__ADS_1
"urus baik-baik selirmu ini, dan ajari dia cara, yg benar, aku sudah pernah bilang sebelumnya, jika ia berani mengusik ketenanganku, aku tidak akan membiarkannya hidup tenang" bisiknya di antara pangeran ke-empat dan Jing Zhou dengan wajah yang jengkel, ia ingin meledakkan amarahnya saat itu juga, namun ia mengingat, bahwa ia kesini atas undangan sang permaisuri, dan raja
"putri Xixi ayo silahkan masuk dari tadi kami menunggu, eh jika kalian masih ingin di sini kalian boleh gabung, tapi bukankah selirmu itu mungkin sakit, sebaiknya kamu mengantarnya dulu kembali ke kediamannya" ucap sang ratu, kemudian menuntun putri Xi xi untuk masuk kedalam ruangan tersebut, yg di ikuti oleh kedatangan pangeran pertama