Pembalasan Ratu Hutan

Pembalasan Ratu Hutan
13 meludahi wajah pangeran


__ADS_3

ke esokan Harinya Sementara itu Xieling telah menyajikan makanan untuk putri Xi xi..


"nona silahkan makan"... sambil menata berbagai macam makanan di atas meja


"bagaimana bisa orang itu, tidak menunda pernikahan, apakah ia menunggu sampai, aku membuatnya memasuki liang kubur". sambil duduk berhadapan dengan meja yg dipenuhi berbagai macam makanan..


"nona sepertinya sdah tidak ada waktu lagi merencanakan kejahatan, lebih baik nona lakukan saja, jika sudah selesai pernikahan".. ujar Xie Ling..


"itu berarti aku akan menikah dengan pangeran itu." sambil mengunyah makanan.


"bukankah,setelah menikah dengan pangeran ke-empat nona bisa dekat dengannya, dengan cara ini, nona bisa membunuhnya dengan mudah" jelas Xieling


"kamu benar, yah sudah cepat bereskan makan ini, aku sudah kenyang" ucapnya sambil berdiri dari duduknya, lalu pergi ke ruang bacanya


"jangan biarkan orang-orang mengganggu, atau menemuiku, sampai aku mengizinkannya"


"baiklah nona" balasnya


kemudian putri Xi xi lalu menutup pintu ruang bacanya, lalu mengambil sebuah buku Yang agak tebal, kemudian ia membukanya, namun hanya menatap buku tersebut. kemudian ia mondar-mandir dalam ruangan tersebut, sambil menatap buku yang telah di bukannya , setelah Merasa bosan mondar-mandir iapun duduk..


"aku tidak percaya ia baik baik saja, jika ia terluka parah mengapa ia tidak menunda pernikahan ini" begitu lah putri xixi berkata kepada diRinya sendiri, sambil melemparkan buku yg dipegangnya ke bawah lantai,


kemudian ia memutuskan untuk mengecek apa yang slma ini menggagu pemikirannya..


ia kemudian menggunakan ilmu spiritual nya, lalu cahaya muncul memenuhi tubuh indahnya, iapun segera menghilang dari Ruangan tersebut..


putri Xixi yg telah berada di dalam ruangan kamar yg sangat elegan, namun nampak tidak ada orang di sana, ataupun yg berjaga-jaga, namun putri Xi xi tahu bahwa di luar kamar tepat di depan pintu masuk kedalam kamar tersebut ada 2 pengwal yg berjaga..


putri Xixi memandang sekitarnya , pandangannya tertuju kepada seorang pria tampan yg benar benar tampan, bahkan wajah yg ia miliki tak bercat sedikit pun.

__ADS_1


namun meski ia tidur di wajah indahnya masih terpancar, aurah tegas dan dingin serta pemberani...


"lelaki ini memanglah tampan namun jangan salahkan saya, karena engkau telah mengusik ketenangan hidupku" batin putri Xi xi


ia pun mengeluarkan ilmu spiritual yang ia miliki dari jari telunjuk nya, kemudian mengarahkannya ke arah pintu yg tertutup, dengan maksud agar tidak ada yg bisa memasuki pintu tersebut selama ia masih berada di dalam, kamar ini.


setelah itu putri Xi xi lalu mendekat kan jari telunjuk nya ke depan dahi pangeran ke-empat yg sedang tidur.. jari telunjuk putri xixi mengeluarkan sebuah cahaya hitam pekat. dan tepat mengenai dahi pangeran ke-empat.


Namun hal Yg di lakukan putri Xi xi tidak berlangsung lama.. karena pangeran Xi fanng tiba-tiba memegang tangan tersebut serta tangan pangeran yg satu merangkul pinggang ramping putri Xi xi, menarik nya, sehingga terjadilah peristiwa yang sangat intim.. putri Xi xi yg nampak syok, ia tidak sempat mengendalikan diri, sehingga ia yg di tarik berbaring di ranjang pangeran ke-empat, berada di bawah tubuh kekar pangeran..


"apakah kamu begitu tidak sabar menunggu pernikahan besok, sehingga kamu dengan lancang, tidak sabar memasuki kamarku, lalu ingin naik ke ranjangku " bisik pangeran ke-empat tepat di dekat telinga putih putri Xi xi..


"apa yang kamu lakukan"


putri Xixi yg menyadari hal itu terus memberontak, namun tangan besar yg satu pangeran ke-empat memegangi kedua tangan putri Xi xi, lalu menaruhnya tepat di atas kepala putri Xi xi, sedang tangan nya yg satu terus merangkul pinggang ramping putri Xixi, putri Xi xi menutup rapat rapat ke dua matanya, tidak ingin melihat wajah pangeran ke-empat yg berada di atasnya, yang terus menerus menatap wajah indah putri Xi xi.


putri Xixi terus memberontak, namun tenanga pangeran ke-empat lebih besar sehingga tidak memudahkan untuk putri Xi xi lepas dari Kungkungan pangeran ke-empat.


"lepaskan aku, Xi fang brengsekk" teriak putri Xixi


" berani kami menyebut namaku, buka matamu, atau aku akan menciummu" ucap pangeran Xi fanng dengan senyum, liciknya ia merasa senang melihat putri Xi xi yg tidak bisa berbuat apa-apa..


putri Xixi yg Takut jika pangeran ke-empat benar benar berbuat lebih, segera membuka matanya, lalu meludahi waja pangeran ke-empat...


"beraninya kamu melakukan ini" ucap pangeran ke-empat, segera melepaskan tangan putri Xi xi Yg dari tadi terus di genggamannya. kemudian ia segera bangun dari atas tubuh indah putri Xi xi, lalu mengelap wajah nya dengan kasar yg telah di ludahi ,


putri Xi xi pun dengan cepat ikut bangun dari ranjang pangeran ke-empat...


"rasakan itu, kamu pantas mendapatkannya" sambil menatap seluruh tubuh pangeran ke-empat untuk menyelidiki apakah ada tanda-tanda terluka atau tidak, tetapi putri Xi xi tidak menemukan tanda tanda itu.. pangeran ke-empat, bahkan terlihat baik-baik saja, tidak terlihat seperti baru saja mengalami luka parah..

__ADS_1


"wanita ini pasti menyelidiki ku, aku tidak boleh lemah di hadapannya" batinnya sambil memperhatikan setiap gerak-gerik putri Xi xi


"aku mendengar bahwa kamu terluka, jadi aku kesini" putri Xi xi yg mencoba mencairkan keheningan itu..


"orang diam-diam memasuki suatu ruangan, bukankah hanya untuk orang yg berniat jahat" ucap Pangeran ke-empat sambil melangkahkan kakinya mendekati putri Xi xi


"jika, benar bagaimana?" sambil mundur dari hadapan pangeran ke-empat yg terus menerus mendekatinya


sementara pengawal pribadi pangeran ke-empat, menyadari hal yg tidak beres, ia hendak membuka pintu kamar pangeran ke-empat, namun kamar tersebut terkunci..


"pangeran apakah di dalam baik-baik saja" teriaknya dari luar kamar


"aku baik baik saja, hanya saja aku melihat seekor kecoak" balas sang pangeran ke-empat sambil tersenyum ke arah Putri Xi xi


"jangan mendekat" dengan cepat mencabut pedangnya, Lalu mengarahkan nya ke arah pangeran ke empat


pangeran ke-empat menghentikan langkahnya, namun dari belakang pangeran ke-empat mengeluarkan ilmu spiritual nya dari tangannya, ke arah pintu kamar, seketika pintu kamar pun terbuka, Lee Ran yg melihat hal itu segera masuk hendak menyerang putri Xi xi,


namun putri Xi dengan cepat mengeluarkan ilmu spiritualnya untuk kabur dari kamar tersebut, jangan sampai ada yang melihat hal tersebut, dan melaporkan kejadian ini kepada Raja...


setelah kepergian putri xixi, dari kamar tersebut, pangeran Xi fanng lalu segera berbaring kembali di ranjangnya luka di perut, dan di lengannya mengeluarkan darah..


dengan cepat Lee Ran segera mememeriksa luka pangeran ke-empat ..


"pangeran mengapa luka, dan perbannya terbuka" tanya Lee Ran dengan khawatir


"ini tidak penting, cepat panggillan aku tabib untuk menggantikan perbannya"..


Lee Ran segera pergi meninggalkan ruangan tersebut untuk memanggil tabib istana.

__ADS_1


......🌹🌹🌹🌹......


__ADS_2